Sunday, July 16, 2023

KISAH SEJARAH YANG WAJIB DIKETAHUI UMAT MANUSIA

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Cerita Kabil dan Habil dikenal sebagai kisah Qabil dan Habil atau Kisah Cain dan Abel. Cerita ini terdapat dalam Al Quran dan Al Kitab. Kisah ini menceritakan tentang dua putra Nabi Adam dan Hawa, yaitu Kabil (Cain) dan Habil (Abel). 

Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Kabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Kabil). Ia berkata (Kabil): "Aku pasti membunuhmu!" Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa". (Al Maa'idah, 5:27).

Informasi dari Al Quran ini menjadi sebab betapa pentingnya kisah dua anak Nabi Adam ini untuk dikisahkan pada seluruh umat manusia. Kisah sejarah yang ditulis dalam Al Quran ini sanngat mengandung pesan ketauhidan kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kehidupan sehari-hari, hidup kita tidak lepas dari pengorbanan, karena berkorban adalah takdir Tuhan yang tidak dapat dihindari jika manusia ingin mendapat kesejahteraan hidup di dunia maupun akhirat. Dengan berani berkorban hidup manusia akan terbebas dari sifat-sifat buruk. 

Dalam berbagai kasus dalam kehidupan di muka bumi ini, semua kenikmatan yang diinginkan manusia harus dilalui melalui pengorbanan. Namun demikian, tidak semua pengorbanan yang dilakukan manusia dapat menjadi sebab keberkahan hidup, karena ada pengorbanan yang diterima oleh Allah dan ada yang tidak. 

Sebagaimana kisah Kabil, sekarang ada orang yang berani berkorban demi untuk mendapat cinta kasih dari seseorang. Ada kisah orang berani berkorban demi untuk mendapatkan pekerjaan. Ada juga orang yang berani berkorban untuk mendapat pujian dari orang lain. Ada juga orang yang habis-habisan berkorban demi untuk mendapatkan kekuasaan. Orang-orang seperti inilah yang tidak diterima pengorbanannya oleh Allah, karena pengorbanannya fokus kepada apa yang diinginkannya di dunia. 

Ada juga orang-orang seperti Habil, orang-orang ini melakukan pengorbanan dengan berharap pada cintanya Allah, kesejahteraan dari Allah, kekuasaan dari Allah, pujian dari Allah dan surga dari Allah. Semua pengorbanannya difokuskan kepada Allah, dan inilah orang-orang yang ikhlas dengan berserah diri pada Allah sebagai pemilik segala akibat dari pengorbanan yang dilakukannya.

Kisah Kabil dan Habil adalah dua kisah perjalanan umat manusia yang berusaha keras berkorban berada di jalan lurus yaitu jalan yang fokus kepada Allah, dan orang yang berusaha keras berkorban namun harapannya bukan kepada Allah. 

Kisah sejarah ini, Allah perintahkan kepada umat manusia, sebagai bahan refleksi diri. Apakah pengorbanan-pengorbanan yang selama ini dilakukan fokus kepada Allah atau untuk fokus untuk mendapatkan keinginan-keinginan nafsu semata, yang mengabaikan ketentuan dari Allah? Orang-orang yang fokus kepada Allah, akan melakukan pengorbanan demi mendapatkan apa-apa yang telah dijanjikan Allah, bukan untuk keinginan hawa nafsu semata.

Allah mengatakan hanya orang-orang berakal sehatlah yang akan mendapat pelajaran dari kisah Kabil dan Habil. "Allah menganugrahkan al hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran. (Al Baqarah, 2:269).***

Wednesday, July 12, 2023

SUKSES VERSI LOGIKA TUHAN

Oleh: Muhammad Plato

"dan mereka yang beriman kepada Kitab yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya akhirat. (Al Baqarah, 2:4). Inilah dasar pembentuk konsep sukses.

Sukses memiliki banyak perspektif. Secara garis besar kesuksesan dapat dilihat dari dua dunia yaitu dunia materi dan dunia non materi (akhirat). Orang-orang atheis yang tidak percaya akhirat, kesuksesan hidupnya hanya diukur dari dunia materi.

Perbedaan cara pandang terhadap kesukses disebabkan oleh keyakinan manusia diantara dua dunia. Manusia-manusia yang tidak percaya pada kehidupan setelah kematian akan memandang bahwa kesuksesan merupakan sesuatu yang harus terjadi di dunia dan ukurannya sangat material.

Manusia-manusia yang percaya pada akhirat memandang bahwa kesuksesan hanya akan terjadi di akhirat. Sebab segala perbuatan di dunia akan diadili di akhirat. Bagi mereka yang berpilaku buruk di dunia maka mereka akan jadi orang gagal selamanya di akhirat. 

Bagi orang-orang yang tidak percaya akhirat, kesuksesan itu diukur berdasar materi, misalnya kendaraan, kedudukan, rumah, kebun, perusahaan, uang, dll. Kesuksesan yang dipandang sangat material menimbulkan kecemburuan sosial dari lapisan masyarakat yang tidak punya materi.

Sementara, bagi orang-orang yang percaya pada kehidupan setelah kematian kesuksesan tidak tergantung pada materi, tetapi tergantung pada keimanan kepada Tuhan Yang Esa, dan kemampuan berprilaku baik sesuai ketentuan Tuhan selama hidup di dunia. Ukuran kesuksesan ini tidak akan menimbulkan iri dari manusia lain, karena orang-orang sukses yang orientasinya ke akhirat tidak akan menonjolkan hal-hal yang bersifat materi. 

Orang-orang yang terlalu berorientasi sukses kepada akhirat, cenderung tidak mengedepankan kehidupan materi, mereka akan hidup sederhana, bahkan tampil sesederhana mungkin. Orang-orang tasawuf, memiliki pandangan keakhiratan yang tinggi. Sehingga kesuksesan hidup bagi mereka adalah menyatu dengan Tuhan dengan meninggalkan kehidupan gemerlap dunia karena bersatu dengan Tuhan tidak butuh materi. Para ahli tasawuf tampil seperti orang miskin. 

Kesuksesan di dalam Al Quran mengandung dua konsep di dunia dan akhirat. Kesuksesan di dalam Al Quran tidak menafikan kehidupan dunia juga tidak terlalu menonjolkan akhirat. Di dalam konsep Al Quran, perbuatan dosa yang dilakukan oleh seseorang karena orang tersebut melakukan sesuatu secara berlebihan atau melampaui batas. 

Keimanan seseorang tercermin dalam kehidupan yang sejahtera di dunia dan akhirat. Nabi Muhammad SAW tidak mengasingkan diri dari kehidupan dunia, tetapi dia juga tidak mementingkan dunia. Kesederhanaan hidup menjadi konsep hidup dalam ajaran agama Islam. Hidup sederhana untuk kepentingan pribadi dan berlomba-lomba untuk mensejahterakan sesama. 

Sukses adalah ketika seseorang bisa mempertahankan keimanan kepada Tuhan. Ukuran berimannya seseorang tidak dilihat dari punya harta dan tidak. Seseorang dikatakan sukses jika dia tetap beriman kepada Allah, dalam situasi tidak punya harta atau punya harta. Itulah kesuksesan yang dibutuhkan oleh setiap orang, di manapun berada. Oleh karena itu setiap orang mungkin sukses, karena keimanan tidak membutuhkan pra syarat yang memberatkan setiap orang.***


Wednesday, July 5, 2023

Kurban dan Klenik??

Oleh: Muhammad Plato

Kurban bukan sekedar ibadah ritual, tetapi ibadah yang diyakini dapat mendatangkan rezeki banyak. Tidak sedikit orang dapat membuktikan kebenarannya. Setiap tahun jumlah hewan kurban mengalami peningkatan. Berdasar data kementerian pertanian tahun 2021, jumlah hewan kurban di Indonesia 1.767.522 ekor (indonesiabaik.id). Ibadah kurban setiap tahun pasti dilakukan oleh umat Islam, karena dilandasi oleh keyakinan yang kuat dalam ajaran agama Islam dan mentradisi.

Klenik adalah cara berpikir yang dibangun oleh logika-logika material pada level kuantum. Makhluk-makhluk yang tidak terlihat adalah benda material di level kuantum. Dukun-dukun mereka memanfaatkan ilmu alam untuk membuat keyakinan. Logika-logika material yang dibangun di level kuantum tanpa teknologi menjadi klenik murni. Keberadaan klenik dibangun karena ada kepercayaan dan diperkuat dengan tindakan-tindakan ritual. 

Pekerjaan-pekerjaan yang dulu dianggap klenik, tidak mungkin dilakukan seseorang, setelah ditemukan teknologinya kini menjadi rasional dan memungkinkan. Dulu tidak mungkin ada orang bekerja dari rumah, tetapi menghasilkan dana ratusan juta per bulan. Jika hal ini terjadi dulu sebelum ada teknologi informasi, maka orang itu dianggap telah melakukan klenik dan hidupnya menyimpang. 

Klenik adalah berpikir loncat tanpa melalui proses metodologi ilmiah. Kekuatan klenik hanya ada di keyakinan pada suatu perbuatan yang kita lakukan. Adapun metode berpikir klenik murni dengan melakukan tindakan-tindakan ritual. Ritual-ritual dilakukan untuk memberi efek pada pikiran dan hati semakin yakin. 

Ketika kita melakukan prosesi kurban, diyakini dapat meningkatkan kemampuan ekonomi pelakunya, karena kurban dapat mengundang banyak rezeki. Ketika melakukan sedekah, akan berbalas dengan 10 kali sampai 700 kali lipat. Dengan melakukan shalat dhuha 12 rakaat, kehidupan kita di jamin rezeki lancar di dunia dan di surga mendapat surga.

Banyak orang mengkritik bahwa cara-cara beragama seperti di atas adalah agama klenik. Seorang ilmuwan yang sudah terkondisikan dan cenderung berpikir ilmiah dengan pembuktian material, sangat menentang keras beragama dengan cara seperti ini. Ketika sebuah riset ditawarkan oleh mahasiswa untuk mendeskripsikan hubungan shalat dengan kecerdasan intelektual, seorang dosen memberi nasihat untuk menghindarkan kajian ilmiah dengan hal-hal klenik. 

Padahal kalau kita kaji lebih dalam, semua ilmu alam itu klenik. Semua yang terjadi di alam dan dapat dibuktikan hanya sebatas ilusi, karena semuanya tidak akan ada artinya ketika sudah meninggal. Namun demikian bukan berarti harus meremehkan ilmu yang dikembangkan di alam sebagaimana ilmuwan meremehkan ilmu agama. 

Ilmu agama tidak seperti yang disangkakan para ilmuwan, bahwa ilmu agama hanya mengandung hal-hal yang sulit dijangkau oleh akal atau klenik. Ilmu agama sudah banyak terbukti mengandung kebenaran-kebenaran di alam. Ilmu fisika, kimia, kedokteran, ekonomi, budaya, banyak terbukti memiliki hubungan dengan informasi ajaran dari agama. 

Penemuan fisika kuantum telah mengubah paradigma, bahwa cara pandang sekuler tidak memberikan pemahaman utuh tentang kehidupan manusia. Pandangan sekuler telah menggiring manusia menjadi manusia rakus yang tidak mengindahkan etika-etika hidup yang diajarkan Tuhan dalam bermasyarakat dan bernegara. 

Dalam dunia kuantum tidak ada lagi batas antara ilmu adan agama. Dalam dunia kuantum agama dan ilmu adalah satu kesatuan yang harus saling menguatkan dan berkolaborasi membangun kehidupan yang dicita-citakan manusia yang hidup damai dan sejahtera secara berkelanjutan, sampai pada kehidupan setelah kematian. Cara pandang integralis dipandang dapat mengerem dan mengendalikan cara-cara hidup manusia yang cenderung hedon dan memuliakan kehidupan dunia dan menafikan kehidupan akhirat. 

Kegiatan ritual kurban dalam ajaran Islam, jangan hanya dipandang sebatas fakta penyembelihan hewan kurban, tetapi harus dipahami secara filosofis adalah pesan-pesan mendalam yang harus dipahami dalam rangka menjaga kelangsungan hidup dan kesejahteraan hidup manusia. Keimanan manusia kepada Tuhan, dapat diriset karena bisa berdampak pada kesehatan mental dan kemampuan bertahan hidup dari kerasnya tekanan-tekanan kebutuhan ekonomi. 

Integrasi pendidikan agama ke dalam kurikulum di sekolah menjadi kekuatan baru dalam membentuk karakter siswa yang tangguh dan berdaya saing. Kekuatan pola pikir agama dan penjelasan rasional dari hasil-hasil riset ilmiah bisa menjadi kekuatan baru bagi para generasi abad 21 dalam melangsungkan kehidupan umat manusia.***