Sunday, April 14, 2013

RUMUS MENCARI JODOH DARI TUHAN


Kalau anda baca buku Ippho Santosa atau nonton acara Mario Teguh, kedua orang ini sering bilang, pentingnya memantaskan diri dalam segala hal, termasuk dalam urusan jodoh. Apa yang mereka ucapkan sepertinya sederhana, tapi sebenarnya kalimat memantaskan diri itu adalah penerjemahan dari firman Tuhan ke dalam bahasa sederhana. 

Bahasa memantaskan diri, dikembangkan dari logika Al-Qur’an yang menetapkan adanya hukum berpasang-pasangan, dan sebab-akibat. Keberadaan hukum inilah yang harus dipahami oleh semua orang untuk mewujudkan segala impiannya termasuk urusan jodoh. Silahkan ini ketentuan dari Tuhan yang wajib anda pahami itu.

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). (An Nuur:26)

Dari ayat di atas, sudah jelaskan ada dua hukum yang bisa kita pahami yaitu berpasangan.

HUKUM BERPASANGAN

LAKI-LAKI KEJI BERPASANGAN WANITA KEJI
WANITA KEJI BERPASANGAN LAKI-LAKI KEJI

HUKUM LOGIKA (SEBAB AKIBAT)

(SEBAB) LAKI-LAKI KEJI  (AKIBANTNYA) DAPAT WANITA KEJI
(SEBAB) WANITA KEJI  (AKIBANTNYA) DAPAT LAKI-LAKI KEJI

Sekarang Anda sudah diberi aturan atau hukum oleh Tuhan, dan Tuhan mengembalikan kepada usaha Anda sendiri. Kata Tuhan sesungguhnya suatu kaum tidak bisa mengubah keadaan kecuali diri sendiri yang mengubahnya. 

Berpegang pada hukum di atas, apa yang HARUS anda lakukan SUPAYA DAPAT JODOH TAMPAN, MAPAN, DAN BERIMAN? Jawaban Ippho Santosa dan Mario Teguh adalah MEMANTASKAN DIRI agar berpasangan dengan pasangan yang Anda cita-citakan. Logis bukan? 
Jodoh Anda adalah yang pantas untuk anda. Kalau Anda kikir itu sebabnya Anda dipasangkan dengan wanita atau laki-laki kikir. Jika anda rajin sedekah, pasangan Anda pasti laki-laki atau wanita kaya dan sholeh. Kalau Anda aslinya suka berjinah, itu sebabnya Anda dipasangkan dengan laki-laki atau wanita penjinah. 

Untuk mendapatkan jodoh berwajah cantik, tidak perlu wajah tampan. Kecantikan atau ketampanan wajah bukan syarat satu-satunya orang memilih pasangan. Tidak semua orang cantik dan tampan, tapi ada kecantikan dan ketampanan yang bisa dimiliki oleh semua orang. Kecantikan dan ketampanan itu adalah berbagai macam kecerdasan yang dimiliki oleh setiap orang. Untuk dapat wanita berwajah cantik tak perlu tampan, dan untuk laki-laki berwajah tampan tak perlu cantik.

Bagaimana cara memantaskan diri agar anda berpasangan dengan pasangan yang pantas? Kembangkan bakat Anda, tekuni sampai menjadi Ahli. Taatilah segala perintah Tuhan mu, karena Tuhan mu lah yang mengembangkan dan menyusutkan bakat-bakat mu. Ketaatan kepada Tuhan adalah kecantikan dan ketampakan yang hakiki.

Jadi silahkan buktikan hukum ini, apakah Tuhan mu salah? Dia-lah yang Maha Mengetahui dan Maha Luas Pengetahuannya. Sekarang tentukan jodoh Anda!

Salam sukses dengan Logika Tuhan Follow me @logika_Tuhan

Wednesday, April 10, 2013

PEMIKIR MABUK DAN PEMIKIR ATAS PERINTAH TUHAN

Sebelumnya saya tidak tahu, kalau ilmu psikologi berawal dari mitos. Mungkin dari kawan-kawan banyak juga yang tidak tahu. Teori-teori psikologi yang terlihat rasional dan empirik itu, ternyata dikembangkan dari mitos Yunani.

Audifak (2010), seorang ahli psikologi memberi penjelasan bahwa psyche adalah kata dasar dari psikologi. Kata psyche sendiri adalah berasal dari kisah mitologi Yunani mengenai putri Psyche dan dewa cinta Eros. Psyche adalah putri cantik yang membuat Sang Cinta (Dewa Cinta bernama Eros) itu sendiri jatuh cinta padanya.

Diakhir cerita, Psyche tidak pernah mendapatkan cinta dari Eros, karena Psyche melanggar ketentuan, yaitu melihat Eros sebelum saatnya tiba. Eros sang Dewa Cinta pergi meninggalkan Psyche. Saat itu Psyche mendengar suara, “Gadis malang—kau belum siap menerima cinta. Akulah cinta itu sendiri, aku tak bisa hidup jika aku tak diyakini ada. Selamat tinggal Psyche”.

Sejak saat itu Psyche hidup terlunta-lunta dihutan belantara. Ada yang mengatakan Psyche berubah menjadi burung hantu. Ada juga yang mengatakan jadi kelelawar. Ada juga yang mengatakan bahwa Eros memaafkan Psyche dan membawanya ke Olimpus.

Dari dongeng inilah lahir sebuah ilmu rasional yang dapat diuji secara empirik bernama Psikologi. Pencarian Psyche untuk menemukan Eros dianggap sebagai pencarian Jiwa untuk menemukan cinta. Hal inilah yang mengsinspirasi munculnya ilmu psikologi.

Pertanyaannya, jika dongeng atau mitos bisa jadi inspirasi untuk mengembangkan ilmu, mengapa wahyu (Al-Qur’an) yang diyakini bersumber dari Tuhan tidak menjadi rujukan dalam pengembangan ilmu pengetahuan? Bahkan disisihkan dari ilmu pengetahuan. Dianggap tidak logis, dan jauh dari kebenaran rasional. Sementara mitos, dongeng, yang sekarang bisa kita anggap jauh dari kebenaran dan tidak rasional dirajikan rujukan sebagai cikal bakal lahirlnya ilmu pengetahuan rasional.

Siapa yang mabuk? Apa salah jika wahyu Tuhan yang dianggap suci, kita jadikan sumber ilmu pengetahuan? Dunia yang memberi peluang kebebasan berpendapat dan berpikir, semestinya harus memberi peluang kepada wahyu (kitab suci) untuk terlibat dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Disinyalir, sejak dulu ada orang-orang mabuk yang sengaja ingin tetap melepaskan wahyu (Tuhan) dari ilmu pengetahuan. Siapa para pemabuk itu? Mereka yang menganggap kebenaran rasional dan empiris adalah kebenaran yang hakiki. Mereka mendudukkan wahyu pada posisi sebagai sesuatu yang tidak rasional dan penuh mistis, dan dikonflikkan dengan ilmu yang rasional dan empiris. Wahyu dipropagandakan tidak memiliki pijakan rasional dan selalu bertentangan dengan kebenaran ilmu. Padahal mereka mengembangkan ilmu pengetahuan dari sama sekali yang tidak rasional yaitu dongeng dan mitos. Ini benar-benara pola berpikir mabuk yang saat ini sendang mencapai puncaknya.

Pemikiran-pemikiran mabuk kini telah merangsak merusak otak manusia dan menghancurkan tatanan kehidupan dunia. Para pemikir mabuk itu, dulu habis-habisan menentang persamaan kelas, sekarang dia membela habis-habisan persamaan kelas antara laki-laki dan perempuan. Agar terlihat berbeda dari ajaran persamaan kelas mereka beri nama kesetaraan gender dalam arti pertukaran peran antara laki-laki dan perempuan. Sungguh orang-orang mabuk itu telah memutar-mutar kata agar terlihat mulia dihadapan manusia padahal dialah penjilat yang ingin menghancurkan tatanan kehidupan dunia.

Para pemikir mabuk itu, membela perkawinan sesama jenis atas nama hak asasi manusia. Mereka tidak berpikir bahwa sumber penyakit HIV/AIDS, dan kepunahan manusia diambang mata, jika perkawinan sesama jenis menjadi bagian dari kehidupan umat manusia. Regenerasi manusia akan mengalami stagnasi dan kekurangan generasi penerus karena perkawinan sesama jenis tidak dapat menghasilkan keturunan.

Seks bebas yang telah menjadi gaya hidup, akan melemahkan generasi berikutnya. Pembuahan sel yang tidak dilakukan melalui cara-cara sakral yaitu pernikahan, akan melahirkan generasi-generasi yang tidak cerdas secara mental dan spiritual. Jiwa-jiwa perempuan yang mengandung anak tidak melalui proses sakral akan mempengaruhi jiwa anaknya menjadi keruh, dan kecenderungan akan  menjadi pemikir-pemikir mabuk yang melanggengkan seks bebas, pronografi, homoseks, persamaan gender dan tidak mengenal Tuhan dalam ilmu pengetahuan.

Tuhan dalam wahyu-Nya ternyata sangat adil. Tuhan lebih mengedepankan rasionalistas, dan melarang mistis. Wahyu Tuhan tidak anti rasio, justru Tuhan dalam wahyunya menantang manusia untuk menggunakan rasio. Orang-orang yang tidak menggunakan rasio dalam memahami wahyu, Tuhan menganggap mereka sebagai makhluk rendahan sekelas binatang ternak dan lebih rendah lagi dari itu.

Sebagai pemikir yang menjadikan wahyu Tuhan sebagai sumber dari segala sumber pemikiran. Saya menantang para pemikir mabuk (hanya mengandalkan kebenaran rasio dan empiris), untuk beradu kekuatan, siapa yang akan punah pada akhirnya? Kamikah yang berpikir atas nama Tuhan atau kalian para pemikir mabuk atas nama mitos? Sesungguhkan Tuhan kami berkata;

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (Al Baqarah:154).

Itulah janji Tuhan! Kami para pemikir atas nama Tuhan tidak akan mati, kami akan hidup abadi atas kehendak Tuhan.

Salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @logika Tuhan.

Monday, April 8, 2013

APAKAH TUHAN BERWUJUD

Benar Tuhan itu berwujud,
Tapi

Bagaimanakah wujud Tuhan itu?
Apakah seperti manusia?
Apakah seperti raksasa?

Saya mau kebenaran rasio...

Baiklah
Pernahkah Anda melihat bumi?
Pernah.

Menurut mu bagaimana bentuk bumi itu?
Bulat.

Dari mana bumi terlihat bulat?
Dari luar angkasa.

Sekarang,
Benarkah Kamu masih mau melihat Tuhan?
Mau.

Pergilah ke angkasa
Untuk apa?
Temukan ujungnya!!!

Bagaimana menurut rasio mu?
Ampun, kami tidak mampu menemukan ujungnya

Masih mau melihat wujud Tuhan?
Allahu Akbar.

Kang Master
2008

NABI MUHAMMAD SAW MAHA GURU LOGIKA TUHAN (2)

Shalawat dan salam kepada Nabi Besar Muhammad SAW penutup dari para Nabi, maha guru yang menuntun umat manusia berpikir dengan logika Tuhan.  Kali ini saya akan jelaskan ajaran logika dari Nabi Muhammad SAW. yang lainnya sebagai berikut;

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, "Sodaqoh yang bagaimana yang paling besar pahalanya?" Nabi SAW menjawab, "Saat kamu bersodaqoh hendaklah kamu sehat dan dalam kondisi pelit (mengekang) dan saat kamu takut melarat tetapi mengharap kaya. Jangan ditunda sehingga rohmu di tenggorokan baru kamu berkata untuk Fulan sekian dan untuk Fulan sekian." (HR. Bukhari)

Logika hadis di atas menjelaskan;
Sedekah berpahala besar jika kondisi sedang sehat
Sedekah berpahala besar jika kondisi sedang kikir
Sedekah berpahala besar jika sedang takut miskin
Sedekah berpahala besar jika sangat berharap kaya

Anda mungkin tidak akan mengerti mengapa Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada umat manusia berlogika seperti itu. Tujuannya agar umat manusia jangan takut berbagi dan harus selalu berbagi. Nabi Muhammad SAW ingin mengajarkan kepada umat manusia bahwa berbagi itu sangat baik untuk dilakukan dan punya multi efek yang akhir-akhirnya mensejahterakan hidup manusia di dunia dan akhirat.

Sumber logika yang diajarkan Nabi Muhammad SAW berasaskan pada ayat-ayat Al-Qur’an yang sangat menganjurkan sedekah. Ayat Al-Qur’an yang sangat memotivasi manusia untuk berbagi (sedekah) adalah surat Al-Baqarah ayat 261. Dalam ayat ini dijelaskan kelipatan balasan sedekah yang berlipat ganda (700 kali lipat).

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah:261)
Dengan bersumber pada surat Al Baqarah ayat 261, kini Anda bisa memahami dengan logis  mengapa ada bunyi hadis Nabi SAW yang seolah-olah memaksa umat manusia untuk selalu berbagi. Nabi Muhammad SAW paham bahwa sedekah sangat sulit dilakukan, dan kalau dilakukan PASTI memberkahkan rejeki.

Maka jika takut miskin dan ingin kaya sudah pasti sedekah solusinya. Mengapa? logikanya sedekah dapat  mengembangbiakkan harta sampai 700 kali lipat. Inilah logika yang dipahami Nabi Muhammad SAW dan itu ajaran logika dari Tuhan Yang Maha Kaya.

Secara psikologis, logika yang diajarkan Nabi Muhammad SAW memiliki tujuan mengikis sifat-sifat manusia yang selalu punya sifat kikir dan egois, serta lupa sama Tuhan ketika dalam kondisi sehat dan serba kecukupan. Logika Tuhan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kita bahwa dalam kondisi apapun manusia wajib berbagi karena berbagi dapat melanggengkan kesejahteraan, kesehatan, tanpa batas bagi umat manusia baik di dunia maupun di akhirat.

Salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @ logika_Tuhan.

Saturday, April 6, 2013

NABI MUHAMMAD SAW MAHA GURU LOGIKA TUHAN (1)


Bagi kaum muslimin, ada dua sumber hukum yang dijadikan rujukan beragama. Pertama adalah Al-Quranul karim. Kedua Al Hadis berisi pemikiran, perkataan, yang mencerminkan segala prilaku Nabi Muhammad saw. Kaum muslimin meyakini 100% bahwa kedua sumber hukum tersebut saling menjelaskan. Namun kedudukan Al-Qur’an menjadi sumber utama dan Al Hadis menjelaskan lebih praktis tentang kandungan Al-Qur’an. Bahkan umat Islam yakin bahwa tafsir Al Qur’an yang paling mendekati kebenaran adalah tafsir yang menggunakan hadis-hadis Nabi Muhammad saw.

Jika di cermati dengan seksama tidak ada manusia cerdas seperti Rasulullah saw. Bahkan penulis berani berpendapat Nabi Muhammad adalah manusia paling cerdas di muka bumi ini. Dibanding dengan siapa pun IQ Nabi Muhammad saw adalah yang terbaik dan pasti memiliki skor paling tinggi. Untuk itu, Beliau mampu mengaplikasikan logika Tuhan yang terdapat dalam Al-Qur’an ke dalam bahasa yang mudah dicerna dan dipahami oleh umat manusia.

Coba cermati dari beberapa contoh hadis Nabi Muhammad saw, di dalamnnya mengandung logika Tuhan yang bersumber dari Al-Qur’an. Perhatikan beberapa hadis Nabi Muhammad saw di bawah ini;

Barangsiapa melapangkan kesusahan (kesempitan) untuk seorang mukmin di dunia maka Allah akan melapangkan baginya kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari kiamat dan barangsiapa memudahkan kesukaran seseorang maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah selalu menolong hamba yang suka menolong kawannya... (HR. Muslim)

Orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan sama pahalanya seperti orang yang melakukannya. (HR. Bukhari).

Janganlah kamu menjadi orang yang "ikut-ikutan" dengan mengatakan "Kalau orang lain berbuat kebaikan, kami pun akan berbuat baik dan kalau mereka berbuat zalim kami pun akan berbuat zalim". Tetapi teguhkanlah dirimu dengan berprinsip, "Kalau orang lain berbuat kebaikan kami berbuat kebaikan pula dan kalau orang lain berbuat kejahatan kami tidak akan melakukannya". (HR. Tirmidzi)

Ketiga hadis di atas mengandung logika dari Tuhan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an. Dasar logikanya adalah jika berbuat kebaikan maka akan berbalas kebaikan dan jika berbuat kejahatan maka akan berbalas kejahatan. Sumber logika yang digunakan dalam hadis di atas terdapat dalam Al-Qur’an sebagai berikut;

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri,... (Al Israa:7)

Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan. (Al Qashash:84)

Maka, bersumber dari logika dari Tuhan (Al-Qur’an) di atas, bunyi hadis Nabi Muhammad saw dapat dipahami secara logis. Konstruksi logisnya bisa kita pahami sebagai berikut;

Jika kebaikan akan berbalas kebaikan, dan keburukan akan berbalas keburukan (baca: Al Israa:7, Al Qashash:84), maka;

barangsiapa melapangkan kesusahan, kesempitan seorang mukmin di dunia (KEBAIKAN)...
maka Allah akan melapangkan baginya kesusahan (KEBAIKAN)... (HR. Muslim).

Anda saksikan, kontrsuksi bunyi hadis yang dikemukan Nabi Muhammad saw, mengikuti konstruksi logika yang terdapat dalam Al-Qur’an.  

Kontruksi hadis berikutnya, jika kebaikan akan berbalas kebaikan, dan keburukan akan berbalas keburukan (baca: Al Israa:7, Al Qashash:84), maka

orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan (KEBAIKAN)
sama pahalanya seperti orang yang melakukannya (KEBAIKAN) (HR. Bukhari).

Konstruksi hadis berikutnya, jika kebaikan akan berbalas kebaikan, dan keburukan akan berbalas keburukan (baca: Al Israa:7, Al Qashash:84), Maka,

...teguhkanlah dirimu dengan berprinsip, "Kalau orang lain berbuat kebaikan kami berbuat kebaikan pula  dan kalau orang lain berbuat kejahatan kami tidak akan melakukannya". (HR. Tirmidzi)

Mengapa Nabi Muhammad saw, mengajarkan agar kita berprinsip tetap baik ketika orang lain berbuat kejahatan? Karena logikanya sudah jelas bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan untuk kebaikan kita, dan kejahatan yang kita lakukan juga untuk kita. Maka kita harus berprinsip tetap berbuat baik sekalipun orang berbuat jahat karena apapun yang kita lakukan semuanya akan kembali pada diri kita. Jadi prinsipnya harus tetap berbuat baik, agar hidup kita selalu mendapat kebaikan.

Sudah jelas bukan? Maka kalau Anda mau menjadi manusia super cerdas seperti Nabi Muhammad saw, marilah kita belajar logika Tuhan dari sumbernya yaitu Al-Qur’an. Sesungguhnya Nabi Muhammad saw adalah contoh teladan bagi seluruh umat manusia dalam berlogika. Semua kesesatan bersumber dari logika yang salah yaitu logika-logika yang tidak bersumber dari Tuhan. Nabi Muhammad saw adalah Maha Guru Besar kita dalam berlogika Tuhan. 

Salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @ logika_Tuhan.