Sunday, May 19, 2024

MEMBACA KARAKTER PENYEBAB KEJATUHAN AMERIKA SERIKAT

Oleh: Muhammad Plato

Sebuah bangsa mengalami kejatuhan bukan karena serangan dari luar. Amerika Serikat seperti kerajaan Mesir yang dulu tidak terkalahkan. Kekuasaan Amerika Serikat sudah tidak terkalahkan. Amerika Serikat menjadi pengendali dunia dan bebas melakukan tindakan apa saja sekalipun dunia menentang keras.

 Genosida kepada penduduk Palestina dilakukan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terang-terangan. Amerika Serikat dan sekutunya telah melampau batas. Melakukan kerusakan di muka bumi dan sudah tidak menghargai hak-hak kemanusia. Kejadian ini seperti pernah terjadi di masa Fir'aun di Mesir. Fir'aun memerintah seluruh bayi laki-laki dibunuh karena takut kehilangan kekuasaan. Kini kekejeman Fir'aun terjadi, dilakukan oleh Amerika Serikat dan sekutunya. 

Prediksi dari Al Quran, Amerika Serikat akan mengalami kajatuhan. Tanda-tanda kejatuhan Amerika Serikat dan sekutunya ditandai dengan kebijakan-kebijakannya yang menentang kehendak Tuhan. Hal ini persis seperti apa yang terjadi pada kisah Fir'aun.

Amerika Serikat dalam Revolusi Mental

Ciri-ciri karakter kejatuhan Amerika Serikat dan sekutunya berumber pada apa yang meraka lakukan. Alat ukur kejatuhan Amerika Serikat dan sekutunya berdasarkan keterangan Al Quran, "Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu), telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain." (Al An'aam, 6:6).

Amerika Serikat berkali-kali memveto usulan gencatan senjata di Palestina. Amerika Serikat sudah tidak melihat nyawa manusia sesuatu yang harus dihargai. Inilah kisah Fir'aun yang berulang dan kita saksikan sekarang. 

Karakter kedua, terlihat pada prilaku Amerika Serikat dan sekutunya yang melakukan pelecehan terhadap ajaran agama. Amerika Serikat membiarkan warganya melakukan pembakaran kitab suci Al Quran dan melecehkan Nabi Muhammad. Karakter ini dilakukan oleh umat-umat terdahulu yang telah dibinasakan. "Dan tiada seorang nabi pun datang kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya." (Zukhruf, 43:7).

Karatker ketiga, genosida di terhadap penduduk Palestina. Korban perang di Palestina bukan tentara, tetapi warga sipil khusunya anak-anak. Kejadian ini persis seperti kebijakan Fir'aun yang bertekad menghabisi seluruh bayi-bayi yang lahir untuk menghindari munculnya penentang kekuasaannya. "Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu". (Al Baqarah, 2:49).

Kejatuhan Amerika Serikat bukan pemberontakan dari warga masyarakatnya, tetapi karena kekejaman demi kekejaman yang dilakukan oleh para pemegang kekuasaan. Kejatuhan Amerika Serikat ditandai dengan gerakan masyarakat intelektual yang melihat ketidakadilan. Nabi Musa di zaman Fir'aun tidak memimpin pemberontakkan, tetapi sebagai gerakan intektual yang membawa revolusi mental. 

Gerakan revolusi mental di Amerika Serikat ditandai dengan munculnya gerakan-gerakan anti kekerasan di kampus-kampus. Inilah tanda kejatuhan Amerika Serikat ditandai dengan munculnya gerakan yang dilakukan Nabi Musa untuk membebaskan rakyat dari penguasa yang dzalim. 

Gerakan ini tidak akan sampai terjadi pemberontakan terbuka, tetapi menjadi gerakan revolusi mental yang terus menjalar ke seluruh dunia. Amerika Serikat akan berlaku kejam kepada rakyatnya sendiri, sekejam mereka terhadap rakyat Palestina. Penguasa-penguasa di Amerika Serikat akan bersifat refresif terhadap pemikiran-pemikiran kritis rakyatnya sendiri. 

Kekejaman demi kekejaman akan dilakukan penguasa Amerika Serikat pada rakyatnya sendiri. Amerika Serikat menjadi negara dengan kekuasaan absolut seperti kerajaan Fir'aun. Para penguasanya bertindak melampaui batas-batas kemanusiaan yang kejam dan menjadi penentang kekuasaan Tuhan. Pada puncaknya, kekuasaan Amerika Serikat akan tenggelam digantikan dengan generasi baru yang membawa kembali misi-misi kemanusiaan dan keyakinan pada Tuhan Yang Maha Esa. Wallahu'alam. 


Saturday, May 4, 2024

DALIL TIGA RASIONALITAS MANUSIA

Oleh: Muhamad Plato

Apakah yang dimaksud rasional? Ketika saya pulang kerja di malam hari, di langit ada cahaya bergerak dan menghilang. Saya tidak merasa takut karena sebelumnya saya sudah tahu. Cahaya di langit yang bergerak cepat lalu menghilang adalah meteor. Meteor adalah benda langit yang jatuh ke bumi, lalu bergesekan dengan atmosfir hingga menimbulkan cahaya. 

Sekalipun saya tidak secara pasti bagaimana cara benda langit bergesekan dengan atmosfir, saya anggap kejadian itu sebagai kejadian rasional, karena saya bisa menjelaskan alasannya. Kejadian yang tidak saya ketahui sebabnya, untuk sementara saya katakan tidak rasional atau tidak masuk akal.

Kesimpualan saya, sesuatu dikatakan rasional atau tidak rasional berdasarkan pada pengetahuan yang dimiliki. Memori otak manusia menyimpan berjuta-juta pengetahuan. Pengetahuan yang sering digunakan tergantung sesering argumen apa yang menjadi dasar kelakuan kita setiap hari.

Pengetahuan terbagi menjadi dua, ada pengetahuan yang membawa keyakinan pada Tuhan yang esa, dan ada pengetahuan yang membawa keyakinan pada selain Tuhan yang esa. Seharusnya pengetahuan yang kita gunakan sebagai argumen, pengetahuan yang mengandung keyakinan kepada Tuhan yang esa.

Makna, 'Bacalah atas nama Tuhanmu Yang menciptakan" (Al Alaq, 96:1), artinya setiap pengetahuan yang kita gunakan harus mengandung keyakinan pada keesaan Tuhan. Sehingga seluruh puncak seluruh bacaan kita adalah menguatkan ketundukkan kita kepada Tuhan yang maha esa. 

Dengan demikian rasionalitas manusia sangat tergantung pada sumber pengetahuan yang digunakan. Hemat penulis, rasionalitas yang dipahami seseorang bergantung pada sumber pengetahuan yang digunakan. Pengetahuan yang masuk ke otak di dapat melalui indera. Penglihatan, pendengaran, raba, dan rasa, mengirimkan pengetahuan ke otak. 

Keempat informasi yang dikirim ke otak dan diolah menjadi pemikiran rasional. Rasionalitas seseorang sangat tergantung pada pengetahuan mana yang sering digunakan otak. Pengetahuan digunakan otak sebagai argumen. Jenis pengetahuan yang digunakan sebagai argumen akan menjadi ciri rasionalitas seseorang. 

Secara garis besar sumber pengetahuan yang masuk ke otak bersumber pada tiga jenis, pengetahuan alam, intuitif, dan wahyu. Pengetahuan dari alam diperoleh melalui panca indera dari fenomena alam. Pengetahuan intutif diperoleh seseorang dari hasil olah pikir dan rasa. Pengetahuan wahyu diperoleh dari Tuhan yang diturunkan kepada para nabi dan menjadi dokumen kitab suci.

Tiga sumber pengetahuan rasional berkaitan dengan tiga surat di dalam Al Quran. Pertama, "Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa" (Al Ikhlas, 112:1). Allah memberi petunjuk pada manusia dengan menganugerhkan pengetahuan melalui wahyu kepada utusan. Pengetahuan dari para utusan terdokumentasikan dalam kitab suci. 

Kedua, "Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai Falaq" (Al Falaq, 113, 1). Ayat ini memberi tanda ada pengetahuan yang bisa diakses dari alam. Pengetahuan dari alam menghasilkan rasional yang bisa membahayakan manusia. Kebenaran-kebenaran diukur dari pembuktian di alam secara material. 

Ketiga, "Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia." (An Naas, 114, 1). Allah memberi tanda juga bahwa ada pengetahuan yang didapat melalui hasil pemikiran manusia. Kebenaran-kebenaran rasional diukur dari pengetahuan yang diusahakan melalui hasil dari kemampuan akal. 

Tiga rasional bercampur aduk ada dalam pola rasionalitas manusia. Rasionalitas setiap manusia memiliki kecenderungan tergantung dominasi pengetahuan yang sering digunakannya sehari-hari. Sebagian besar manusia, kencenderungan menggunakan rasionalitas bersumber pada pengetahuan alam. Hal ini berkaitan dengan fakta bahwa kehidupan manusia sangat terikat dengan ruang. Rasional pada kelompok besar ini menggunakan pembenaran berdasarkan pembuktian yang dapat dilihat.  

Sebagian kecil, manusia menggunakan rasionalitas berdasarkan optimalisasi hasil pemikiran. Kelompok ini sering kita kenal dari kaum intelektual yang memanfaatkan kemampuan akalnya untuk memahami berbagai fenomena kehidupan.

Dan sebagian kecil lagi, manusia menggunakan sumber dari Tuhan, sebagai pedoman dalam membaca, memahami, segala sesuatu dalam kehidupan. Kelompok ini menggunakan kitab suci sebagai cara pandang dalam mengembangkan rasionalitasnya. 

Sudut pandang pemikiran terbagi menjadi dua yaitu holistis dan sekularis. Sudut pandang holistis memandang dunia sebagai suatu sistem saling berhubugan. Keberadaan suatu objek tidak bermakna rasional tanpa hubungan dengan ojek lainnya. Pandangan rasional holistis menjadi sudut pandang ketuhanan, karena Tuhan berfirman sebagai pencipta dan pemelihara alam.

Pemikiran rasionalis holistis tidak manapikan pengetahuan dari alam dan pemikiran manusia. Pemikiran rasional holistis menjadikan kehidupan alam semesta dipahami sebagai sistem saling berhubungan dan ketergantungan. 

Dalam pandangan rasional holistis; Tuhan, manusia, dan alam, menjadi sebuah sistem kehidupan tak terpisahkan. Menjaga perdamaian dan kesejahteraan menjadi misi para utusan Tuhan. Rasionalitas yang yang mengandalkan pemahaman pada kemampuan akal manusia adalah keterbatasan. Rasionalitas yang cenderung mengikuti kehendak alam adalah keterbatasan. Maka, rasionalitas yang dilandasi keberserahan diri pada kekuasaan Tuhan adalah kecerdasan tanpa batas untuk menggali kedamaian dan kesejahteraan manusia dan alam.***  


Friday, April 12, 2024

ADA MANUSIA BERJALAN DENGAN EMPAT KAKI?

Oleh: Muhammad Plato

Al Quran mengabarkan ada tiga makhluk diciptakan dari air. Secara fisik makhluk itu ada yang berjalan dengan perut, dua kaki, dan empat kaki. 

Jika kita kaitkan dengan dunia fisik, makhluk yang berjalan dengan perut sejanis binatang melata, makhluk yang berjalan dengan dua kaki, ada berbagai jenis binatang berjalan dengan dua kaki termasuk manusia, dan makhluk yang berjalan dengan empat kaki yaitu sapi, kerbau, unta, dll. 

"Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (An Nuur, 24:45).

Secara fisik, ayat itu berbicara tentang bagaimana Allah menciptakan beraneka ragam fisik makhluk. Kenyataannya terdapat makhluk-makhluk dengan ciri-ciri fisik tersebut. Untuk memahami ayat ini tidak cukup sampai pemahaman fisik, ada dimensi lain yang bisa digali agar mendapat inspirasi lebih dalam lagi. 

Jika kita gunakan fungsi otak, makhluk-makhluk yang dijelaskan oleh Allah bukan hanya menggambarkan secara fisik, tetapi menggambarkan bagaimana makhluk tersebut hidup dengan fungsi otaknya. 

Penelitian mutakhir menemukan bukti hubungan antara otak dan prilaku manusia (Pasiak, 2012, Suyadi, 2020). Artinnya, ketika manusia berjalan dengan perut, dua kaki, dan empat kaki, sudah pasti otaknya berfungsi.

Berdasar neurosains, dari informasi Al Quran di atas, Allah memberi kabar tentang makhluk-makhluk yang bertahan hidup dengan kapasitas fungsi otaknya masing-masing. Otak sering dikaitkan dengan akal manusia. 

Menurut Ibu Sina, (Suyadi, 2020), akal memiliki empat elemen, yaitu akal aktif, akal aktual, akal potensial, dan akal empirik. Akal aktif berkaitan dengan keberadaan Tuhan. Akal aktual berkaitan dengan perasaan (emosi), akal potensial berkaitan dengan motorik, dan akal empiris berkaitan dengan keberaadaan otak secara material.

Berdasarkan ilmu neurosains terbaru, anatomi otak terbagi menjadi empat yaitu otak besar, batang otak, otak kecil, dan sistem limbik (Suyadi, 2020). Otak besar berfungsi sebagai otak berpikir, batang otak sebagai pengendali gerak reflek, otak kecil berfungsi sebagai pengedali otot, melunakkan emosi, mempertajam memori, dan sistem limbik mengendalikan emosi dan spiritual.

Berdasara empat anatomi otak di atas, Allah mengabarkan ada makhluk yang hidupnya dengan menggunakan batang otak. Makhluk yang hidupnya menggunakan batang otak, tidak lain hidupnya hanya menggunakan fungsi gerak reflek, bergerak hanya sekedar mencari makan.

Selanjutnya mahluk yang berjalan dengan dua kaki, mereka menggunakan dua belahan otak yaitu otak besar dan batang otak. Mahluk ini menggunakan otak besarya untuk berpikir, menganalisis, menginterpretasi, menciptakan teknologi, dengan tujuan mengikuti fungsi batang otaknya yaitu untuk memenuhi kebutuhan naluri bertahan hidup seperti makan, minum, seks, dan foya-foya.

Selanjutnya makhluk yang berjalan dengan empat kaki, dia memuungsikan empat belahan otaknya. Dia menggunakan otak besarnya untuk berpikir untuk membangun kebiasan-kebiasaan hidup yang bermanfaat, meningkatkan perbendaharaan ilmu pengetahuan, mengendalikan emosi, dan mengenal siapa Tuhannya. 

Gambaran makhluk berjalan dengan perut, dua kaki, dan empat kaki, adalah gambaran kehidupan manusia. Ada yang hidup dengan otak perut, dimana hidup seperti binatang yang hanya mencari makan. Ada yang hidup menggunakan otak besar dan batang otak, dia hidup mengembangkan berbagai sains dan teknologi, hanya untuk memenuhi kebutuhan perut. 

Ada juga yang hidup memungsikan empat fungsi otaknya. Mereka mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi bukan untuk memenuhi kehidupan dirinya semata, tetapi untuk memenuhi kebutuhan hidup orang lain, sebagaimana Tuhan perintahkan. Hidup mereka bukan hanya mengikuti naluri di otak perut, tapi mengikuti petunjuk dari Tuhan.***

ADA KABAR GEMBIRA UNTUK RAKYAT PALESTINA

Oleh: Muhammad Plato

Inilah logika Tuhan yang pasti, segala sebab dan akibat telah Allah kabarkan di dalam Al Quran. Logika Tuhan adalah cara berpikir yang dipandu berdasarkan sebab-akibat yang dijelaskan di dalam Al Quran. 

Dari pandangan mata, 30.000 rakyat Palestina korban genosida sangat memilukan hati. Dalam kondisi penuh dengan keterbatasan rakyat Palestina bertahan hidup dalam kelaparan ekstrim. Mesin-mesin perang genosida berteknologi tinggi membayang-bayangi nasib hidup rakyat Palestina. 

Kabar gembira dari Allah untuk rakyat Palestina. Pengorbanan harta dan nyawa mereka kelak akan Allah bayar dengan kehidupan penuh dengan kenikmatan. Kabar gembira ini, Allah kabarkan di dalam Al Quran. Dan sesungguhnya Al Quran bukan perkataan manusia.

"orang-orang yang menaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka. Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar". (Ali Imran, 3:172).

Tidak ada perkataan yang lebih benar selain dari perkataan Allah di dalam Al Quran. Umat manusia akan menyaksikan kebenaran perkataan Allah di dalam Al Quran. Palestina adalah inspirasi untuk dunia bahwa Allah tidak mati, dan perkataannya akan tetap hidup bersama orang-orang yang taat. 

Banyak orang menyangka, rakyat Palestina tidak mungkin mampu bertahan hidup dapat situasi sulit dan kelaparan. Senjata perang, alat genosida bantuan Amerika Serikat telah membumihanguskan rakyat Palestina, namun tidak mematikan ketaatan pada Allah dan semangat berkorban rakyat Palestina. 

Sampai hari ini (12 April 2024), sudah 188 hari rakyat Palestina hidup dalam ancaman mesin genosida. Allah selalu berpihak pada orang-orang yang terdzalimi. Maka, setelah terdzalimi, orang-orang yang tetap taat, beriman, dan bertakwa kepada Allah, dia akan mendapat balasan kemenangan besar dari Allah swt. 

Umat manusia akan membuktikan siapa yang akan mendapat pertolongan Allah. Apakah rakyat Palestina yang terdzalimi, atau para pelaku genosida yang berdalih membela diri?

Pertolongan Allah pasti datang. Allah dapat mengalahkan siapapun. Kerikil bisa jadi sebab kemenangan perang Badar. Angin bisa membubarkan pasukan Ahzab. Burung bisa menghentikan pasukan Gajah. Rasa takut bisa membuat musuh kocar-kacir. Kesabaran orang-orang tawakal, bisa membuat putus asa lawan.

Allah tidak berdiri bersama orang-orang yang mendustakan kebenaran ayat-ayat-Nya. Allah tidak berdiri bersama orang-orang yang menggunakan mesin perang untuk mengakhiri nyawa bayi, anak-anak, orang tua, perempuan, dan ibu hamil. 

Allah tidak bersama orang-orang yang berperang untuk membumihanguskan masjid, gereja, rumah sakit, sekolah, jembatan, dan ambulance. Allah tidak bersama orang yang menghalang-halangi orang menolong orang kepalaran.

Hukum Allah berlaku pasti. Allah selalu memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan tetap berbuat kebaikan. 

"Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barang siapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar." (An Nisaa, 4:74).

 "Dan karunia yang lain yang kamu sukai pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman." (Ash Shaff, 61:13).

Bersiap-siaplah, pertolongan Allah sudah dekat. Kita akan merayakannya dengan bersyukur dan membebaskan seluruh umat manusia dari penjajahan.***



Monday, April 8, 2024

HATI-HATI ADA DUA JENIS BISIKKAN?

Oleh: Muhammad Plato

Di dalam fungsi otak ada satu bagian bernama Hipocampus. Bagian otak ini ada di otak depan, yang berkaitan dengan otak rasional. Hipocampus berfungsi sebagai memori, dan kemampuan daya ingat.

Jadi, Hipocampus seperti memory yang ada dalam sebuah komputer. Tinggi rendahnya kemampuan memori kompter, menentukan kemampuan kinerja komputer. Jika kemampuan memori rendah, komputer tidak dapat bekerja maksimal, ditandai dengan sering loading sampai hang (baca: heng).  

Manusia melakukan segala sesuatu berdasarkan pada pengetahuan yang tersimpan di memorinya. Jika ada suatu permasalahan, kemudian di memorinya tidak memiliki pengetahuan untuk mengantisifasinya, maka manusia itu akan mencari pengetahuan bagaimana cara memecahkannya. 

Salah satu cara manusia mendapatkan pengetahuan adalah dengan cara berpikir atau merenung. Merenung adalah memikirkan segala pengetahuan yang pernah masuk ke dalam memori. Proses perenungan terjadi apabila pengetahuan sudah masuk ke dalam memori. Hanya pengetahuan yang masuk memori yang akan di proses melalui aktivitas berpikir atau merenung. 

Berpikir atau merenung, merupakan proses pembentukkan sirkuit-sirkuit di otak yang terjadi karena ada proses saling berhubungan antar pengetahuan. Pengetahuan yang berhasil membangun hubungan, akan menghasilkan pengetahuan baru. Hasil pengetahuan baru ini bersifat tersembunyi dalam bentuk bisikan-bisikan.  

Dalam ilmu sains, pengetahuan ini dikategorikan sebagai pengetahuan intuitif. Di dalam Al Quran dijelaskan sebagai "bisikan tersembunyi". 

"dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. dari (golongan) jin dan manusia." (An Naas, 4-6).

Al Quran membawa peringatan. Pengetahuan tersembunyi/intuitif berupa bisikan, memiliki dua jenis, yaitu bisikan pengetahuan destruktif dan konstruktif. Peringatan di dalam Al Quran untuk manusia adalah mohon perlindungan pada Tuhan dari bisikan-bisikan yang bersifat destruktif.

Jadi, pada saat berpikir atau merenung, yaitu proses menghubung-hubungkan antar pengetahuan yang ada di memori otak, akan ada bisikan-bisikan yang masuk ke memori otak sebagai hasil pemikiran. Hasil pemikiran tersebut kemungkinannya dua, ada yang bersifat destruktif atau konstruktif. 

Manusia-manusia yang memohon perlindungan dari Tuhan, dalam proses perenungannya akan menghasilkan pengetahuan-pengetahuan konstruktif yang bisa menyelamatkan umat manusia dari kebodohan, kemiskinan, dan kejahiliyahan. 

Untuk itu, sebelum melakukan proses berpikir atau perenungan, manusia diajarkan oleh Allah untuk berdoa memohon perlindungan agar bisikan-bisikan pengetahuan yang masuk ke otak, pengetahuan konstruktif yang bisa membawa kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat.***  

Sunday, March 24, 2024

Kualitas Muslim Terbagi Tiga

Oleh: Muhammad Plato

Allah memberi wahyu kepada manusia melalui kitab-kitab yang diturunkan-Nya. Kitab Al Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir. Al Quran sepeninggal Nabi Muhammad diwariskan kepada umat Islam untuk mengabarkan dan mengajarkannya kepada seluruh umat manusia. 

Manusia diberi kemampuan untuk memahami ayat-ayat Al Quran sesuai dengan kemampuannya. Allah berfirman bahwa Al Quran sudah dibuat mudah untuk dipahami oleh manusia. Allah sangat mengerti tentang perkembangan psikologi manusia.  

"Kami tidak menurunkan Al Qur'an ini kepadamu agar kamu menjadi susah; tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah) (Thahaa, 20:33).

Untuk itu kualitas seseoran dalam memahami Al Quran berbeda-beda. Kita tidak bisa saling menyalahkan, karena Allah mengabarkan di dalam Al Quran. 

"Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar" (Fathir, 35:32).

Pemahaman manusia tentang Al Quran terbagi menjadi tiga. Pertama, mereka yang menganiaya diri mereka sendiri. Siapa mereka? 

Jika kita perhatikan di masyarakat, mereka adalah orang-orang yang berusaha taat kepada Allah dengan mengasingkan diri dari kehidupan dunia. Mereka sengaja hidup miskin seadanya, karena kehidupan dunia sebagai tipuan dan memperdaya. Mereka hanya menginginkan hidup bahagia di akhirat. Dunia sekedar permainan dan tidak penting. 

Kedua, kelompok pertengahan. Kelompok ini adalah masyarakat yang hidup taat kepada Allah dengan mencari kehidupan akhirat tapi tidak melupakan kehidupannya di dunia. Mereka bekerja keras mencari penghidupan di dunia setelah itu mereka membelanjakan sebagian hartanya dijalan Allah sekemampuannya.

Kelompok ini hidup dalam kesejahteraan dunia. Mereka menjalankan segala syariat ajaran agama. Mereka zakat, sedekah, puasa, ibadah haji, sesuai dengan ajaran agama.   

Ketiga, kelompok yang mendahulukan kebaikan, dia adalah para pejuang. Mereka adalah orang-orang yang rela berkorban untuk kepentingan orang lain. Mereka memandang dunia sebagai tempat mengabdi kepada Allah dengan segenap hati. Kelompok ini memiliki kelimpahan rezeki, dan membelanjakannya untuk kebaikan dalam jumlah besar.

Kelompok ini, membantu memberi makan orang-orang miskin, dan memberi bantuan dalam jumlah besar pada saat terjadi bencana atau kelaparan. Jika memberi bantuan pada orang lain mereka seperti melupakan bagian untuk dirinya. Kelompok ketiga adalah mereka yang berani berkorban untuk berbuat baik di jalan Allah.  

Saturday, March 16, 2024

OTAK EMOSI

Oleh: Muhammad Plato

Otak mengendalikan emosi. "Emosi dibentuk oleh sistem limbik yang terdapat dalam otak" (Suadu, 2018). Dari sudut pandang evolusi, sistem limbik merupakan bagian otak mamalia yang lebih tua dan bertanggung jawab atas cara binatang mengungkapkan dan merasakan emosi.

Setiap informasi yang diterima tubuh melalui alat indera, akan diteruskan ke sistem limbik. Selanjutnya, informasi dari sistem limbik akan diteruskan ke bagian otak kortek untuk dipersepsi dan iinterpretasikan secara sadar. 

Selain itu, informasi yang diterima oleh sistem limbik akan mengaktifkan struktur sistem limbik lainnya seperti hippokampus yang berkaitan dengan memori dan ingatan, Amigdala berkaitan dengan derajat intensitas emosi, serta bagian lain seperti hippotalamus, thalamus, corpus callosum, stia terminalis dan korteks singulata.

Sistem limbik berada di bagian otak tengah dan terletak pada bagian bawah korteks. Sistem limbik terhubung dengan area korteks yang betanggung jawab pada dimensi kesadaran manusia. Fakta ini, memungkinkan manusia bisa merasakan dan mengendalikan emosi secara sadar. 

Emosi bereaksi setelah mendapat stimulus informasi. Reaksi tidak sadar terjadi karena respon otomatis pada pusat emosi di amygdala dan hipotalamus. Informasi sebelum diteruskan di pusat kesadaran, secara cepat diteruskan terlebih dahulu ke hipotalamus sebagai pemicu sekresi hormonal untuk mengondisikan tubuh bersiap siaga untuk melakukan aksi sebagai respon stimulus emosional. 

Penelitian menunjukkan stimulus informasi yang diterima amygdala 200ms lebih cepat dibandingkan stimulus yang diteruskan ke pusat kesadaran di kortek otak manusia (Suadu, 2018, h.54). Otak emosional hanya melakukan dua macam dorongan, yaitu pemihakkan atau penolakkan berupa justfikasi tanpa melibatkan nalar logis. 

Di dalam Al Quran, kita menemukan konsep hati (Qalbu). Jika kita cermati konsep hati di dalam Al Quran digandengkan dengan konsep cinta dan benci dalam satu ayat. Jika kita interpretasi berdasar neurosains, apa yang dijelaskan Al Quran menunjukkan sebuah fungsi otak emosi. 

"Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu (qulubikum) serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus", (Al Hujurat, 49:7). 

Saya berpendapat cara kerja hati hanya dua yaitu benci dan cinta. Kesimpulan ini saya dapatkan setelah membaca beberapa ayat Al Quran, mengaitkan kata hati, benci, dan cinta dalam satu ayat. Dikaitkan dengan neurosains, fungsi hati ternyata ada di otak emosi tepatnya di sistem limbik, di bagian hipocampus dan amydala. Otak emosi kerjanya hanya membuat dua dorongan, menolak dan memihak. 

Jadi selama ini kita sudah miskonsepsi, ketika kita menggunakan hati seolah-olah tidak ada kaitan dengan otak. Padahal dari sudut pandang neurosains, kerja hati sama dengan kerja otak. Menggunakan hati sama dengan menggunakan fungsi otak. Jaga hati sama dengan jada otak!

 

Wednesday, March 13, 2024

APAKAH POSITIF DAN NEGATIF ITU ADA?

Oleh: Muhammad Plato

Elektrikal sinyal di otak pada prinsipnya bekerja berdasarkan arus listrik (Ikrar, 2015). Atom-atom yang memiliki elektron lebih dari normal dianggap bermuatan negatif, dan atom-atom yang memiliki elektron lebih sedikit dari normal dianggap bermuatan positif. Arus listrik mengalir ke arah potensi terendah.

Atom yang bermuatan negatif, akan melepaskan elektron mereka dan akan diterima oleh atom yang bermuatan positif, dengan demikian atom memungkinkan terjadinya transfer elektron.

Jika kita perhatikan sebenarnya konsep negatif dan positif hanya sebatas tanda. Jika kita perhatikan negatif dan positif hanya tanda saja. Negatif sebagai tanda sesuai berlebih dan positif sebagai kenormalan.

Demikian juga dengan buruk dan baik sebagai ukuran saja. Buruk jika sesuatu berlebih, dan baik jika sesuatu dilakukan dalam batas kewajaran.

Makan menjadi sesuatu yang negatif jika dilakukan belebih, dan menjadi suatu hal yang positif jika dilakukan dalam batas kenormalan.

Tidak ada manusia yang hidupnya 100 persen dinilai baik. Manusia yang dinilai hidupnya baik yaitu yang melakukan sesuatu di batas kewajaran.

Shalat jika dilakukan secara berlebihan maka bisa bernilai buruk. Beragama jika dilakukan secara berlebihan, akan menimbulkan penilaian buruk.

Sedekah jika dilakukan secara berlebihan sampai menghabiskan harta dan melupakan untuk kehidupan keluarganya, hal itu akan menimbulkan dampak ketidakseimbangan kehidupan dalam keluarga.

Di dalam Al Quran, Allah menjelaskan bahwa dosa adalah perbuatan yang melampaui batas. Fir’aun adalah pelaku dosa, karena prilakunya melampaui batas kewajaran atau kenormalan, yaitu dia mengaku sebagai Tuhan.

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Az Zumar, 39:53).

Jadi inti dari hidup ini bukan untuk menjadi orang baik atau jahat, tapi bagaimana menjaga keseimbangan agar prilaku kita tidak melampuai batas.

Di akhirat kelak akan ditimbang apakah hidup kita lebih banyak elektronnya atau lebih sedikit elektronnya? Dengan kata lain, apakah prilaku kita melampaui batas atau berada dekat kenormalan?

Orang-orang yang prilakunya berada dekat dengan kenormalan dialah yang akan mendapat surga. Dan orang-orang yang melampaui batas kenormalan dialah yang akan masuk neraka.

Negatif dan positif seperti petunjuk jalan kiri dan kanan. Siapa yang jalannya ke kiri terus dia tidak normal, dan siapa yang jalannya ke kanan terus dia tidak normal.***

Sunday, March 3, 2024

KEMENANGAN PALESTINA TELAH DATANG

Oleh: Muhammad Plato

Palestina telah luluh lantak karena serangan Israel dan sekutunya. Balita, anak-anak, remaja, orang tua, ibu hamil, pasien, nyawanya tidak berharga di mata mereka. Rumah sakit, masjid, ambulan, rumah warga, jalan-jalan, kuburan, bagi mereka semua target untuk dihancurkan. Sungguh ini perang yang tidak beretika. Perang yang dikendalikan oleh hawa nafsu buruk yang merusak. 

Kisah ini menjadi, kisah sejarah paling memilukan di abad 21 ini. Tidak ada rasa kemanusiaan, tidak ada hak asasi manusia. Secara terang-terangan mereka menganggap manusia sebagai binatang. Miliaran manusia menyaksikan kekejaman perang abad 21 yang tidak berprikemanusiaan.

Sejarah dunia kini menjadi milik rakyat Palestina. Rakyat Palestina berjuang untuk mendapat kemerdekaan, sementara lawannya sekutu negara-negara besar dengan kemampuan teknologi tinggi. Kini rakyat Palestina hanya berpegang teguh pada janji-janji Allah. Mereka bisa bertahan sekuat tenaga dengan berharap pada janji Allah. 

Kisah rakyat Palestina seperti kisah sejarah zaman dahulu, ketika Nabi Muhammad mendapat serangan dari gabungan pasukan dengan kekuatan penuh, yaitu perang Khandaq. Pada saat itu, orang-orang beriman mendapat ujian yang mengguncangkan jiwa. Orang-orang yang jiwanya terguncang karena lemah imannya, melarikan diri dari perang. Mereka beralasan untuk menghindari peperangan.

Bagi orang-orang dengan kekuatan iman kepada Allah, ternyata datangnya pasukan dengan sekutunya adalah tanda bahwa janji Allah akan datang. Allah akan mendatangkan kemenangan setelah kehancuran diterima oleh orang-orang beriman.

Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita". Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan. (Al Ahzab, 33:22).

Serangan besar-besaran dari Israel dan sekutunya adalah janji Allah, bahwa setelah kehancuran akan segera datang kemenangan. Serangan demi serangan yang meluluhlantakkan Palestina, bagi orang-orang beriman semakin bertambah iman dan ketundukkannya kepada Allah.

Ketetapan Allah tidak akan mengalami perubahan. Allah memberi pertolongan kepada orang-orang beriman setelah mereka mengalami kesulitan. Sesungguhnya pertolongan Allah akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka dan tidak disadari.

"Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apa pun. Dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan. Dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Al Ahzab, 33:25).

Kita semua sedang menantikan kemenangan itu akan datang. Allah menurunkan ujian kepada orang yang dihendaki-Nya dan menurunkan bantuan kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Cukuplah Allah sebagai penolong dan pelindung bagi orang-orang beriman kepada-Nya. 

Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (Al Ahzab, 33:41).

Sesungguhnya apa yang dijanjikan Allah telah datang. Apabila kita sudah mendapat kabar gembira dari Allah dan Rasulnya, kepada siapa lagi hendak kita percaya? Tidak ada lagi kebenaran yang melebihi apa yang telah Allah janjikan di dalam kitab suci Al Quran.***

Sunday, February 25, 2024

BARAT SEDANG MENGALAMI KEMUNDURAN MENTAL

Oleh: Muhammad Plato

Negara-negara Barat sedang mengalami kemunduran moral. Sekalipun ribuan anak-anak, bayi, dan masyarakat sipil telah dirampas hak hidupnya oleh aksi brutal Israel, para pemimpin di negara-negara Barat tidak bisa lagi melihat sebagai pelanggaran hak asasi manusia. 

Inilah krisis kemanusiaan terburuk di abad 21 yang sedang menimpa negara-negara Barat. Amerika Serikat beberapa kali menolak gencatan senjata, dan seperti membiarkan Genosida berlangsung di Palestina. Para pemimpin negara-negara Barat tidak lagi menghargai manusia sebagai manusia.

Dari luar kami melihat, negara-negara Barat punya agenda politik mereka sendiri. Begitu pentingnya agenda politik mereka, sehingga telinga, mata, dan hati mereka buta terhadap hak-hak manusia yang harus dilindungi. 

Secara psikologis, manusia-manusia yang tidak lagi menghargai harkat martabat manusia, dan hanya fokus pada agenda kepentingan politik kelompoknya, mereka dapat dikategorikan sebagai manusia-manusia kurang sehat secara mental. Akal-akal yang sehat semestinya harus mengesampingkan kepentingan politik mereka, sepenting apapun, jika dihadapkan kepada hak-hak manusia di muka bumi. Hak anak-anak, hak perempuan, hak warga negara, hak sesama manusia, tidak bisa dikorbankan demi kepentingan politik semata. 

Ketika perang dunia I dan II ribuan manusia telah mati akibat perang, namun tidak semua manusia bisa menyaksikannya karena terbatasnya informasi di media. Namun sekarang, ribuan masyarakat civil dibombardir tanpa henti oleh Israel tanpa ampun, disaksikan oleh seluruh masyarakat dunia, karena media informasi sudah menjadi milik warga masyarakat.

Ketika genosida di Palestina disaksikan di media-media sosial, disaksikan miliaran manusia, aneh sekali, aksi genosida di Palestina, ditonton seperti menonton adegan film. Aneh, tidak ada satu negara pun yang berani dan bisa menghentikan Genosida di Palestina dengan cepat untuk menghentikan jatuh korban lebih banyak.

Apa yang sedang terjadi sebenarnya? Mengapa Amerika Serikat dan Sekutunya begitu sulit menghentikan Genosida pada warga Palestina? Mengapa negara-negara Arab cenderung diam tidak berbuat? Agenda apakah gerangan yang sedang mereka rencanakan? Apakah ini skenario Allah akhir dari peradaban Barat, ditandai dengan kemunduran kualitas mental masyarakat Barat? 

Keselamatan dan keberkahan untuk kalian semua. Islam datang bukan untuk mengambil alih kekuasaan, tetapi untuk membawa manusia pada jalan keselamatan dan kesejahteraan. Berpegang teguhlah pada Tuhan Yang Esa, Tuhan Semesta Alam. Sesungguhnya seluruh makhluk di langit dan bumi akan kembali kepada-Nya.***

Wednesday, February 14, 2024

PENGERTIAN RASIONAL?

Oleh: Muhammad Plato

Rasionalitas selalu dianggap bertentangan dengan ajaran agama, padahal rasionalitas lahir dari fungsi otak yang dimiliki oleh setiap otak manusia. Struktur dan fungsi otak manusia semuanya sama. Tulang tengkorak dan berisi otak kurang lebih 1,4 kg. Jadi setiap manusia pasti punya desain otak yang sama.

Pertanyaan mengapa terjadi perbedaan pendapat hingga menjadi sebab terbentuknya kelompok-kelompok yang seolah-olah otak manusia dengan yang satu menjadi berbeda? Perbedaan pandangan antara kelompok agama terjadi karena pemahaman dalam kata "rasional". Kata rasional selalu dialamatkan kepada kelompok anti agama, seolah-olah orang beragama tidak rasional. 

Padahal jika kita pelajari struktur dan fungsi otak tidak ada satu pun manusia yang tidak berpikir rasional. Jadi apa sebab terjadi perbedaan pendapat pada manusia sehingga saling tuduh, saling curiga, hanya gara-gara kata "rasional". 

Pengertian rasional berdasar sumber dari beberapa kamus, pengertian yang mudah dipahami, rasional adalah pernyataan "berdasarkan alasan atau sesuai dengan alasan". Dua pengertian ini kita bisa jadikan kesepakatan bahwa yang namanya rasional berkaitan dengan "alasan". Sesuatu yang rasional artinya harus memiliki alasan.

Alasan dikemukakan oleh seseorang berdasarkan pengetahuan yang ada dalam memorinya. Jika seseorang mengatakan bumi itu bulat dengan memberikan bukti pengetahuan yang dimilikinya, akan dikatakan rasional oleh orang lain yang telah memiliki persamaan pengetahuan sebagai alasan. Sebaliknya akan dikatakan tidak rasional oleh orang yang punya alasan pengetahuan bahwa bumi datar. 

Perbedaan pendapat rasional atau tidak rasional berdasarkan pada perbedaan pengetahuan sebagai alasannya. Perbedaan pendapat antara pemeluk agama sering terjadi karena perbedaan pengetahuan sebagai alasan pendapatnya. Demikian juga perbedaan pendapat antara ilmuwan dengan agamawan terjadi karena perbedaan pengetahuan sebagai alasan yang mendasarinya.

Perbedaan pendapat akan meruncing ketika orang atau kelompok mempertahankan pendapatnya karena saling merasa benar. Perbedaan pendapat yang meruncing sampai terjadi pertikaian didasari oleh sifat yang dimiliki manusia yaitu berkuasa. Sifat berkuasa atau keakuan dimiliki manusia sebagai sifat dasar kemanusiaan. Sifat manusia dijelaskan dalam Al Quran.

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir (Al Baqarah, 2;34). 

Adam (manusia) diberi potensi berkuasa, namun selain itu ada potensi pada manusia untuk saling menolak kekuasaan satu sama lain. Hal ini diawali dari perbedaan pendapat, saling berdebat, untuk mengemukakan pendapat dibarengi dengan keinginan berkuasa. Hanya orang-orang yang mengikuti petunjuk Tuhan, dia akan menjadi juru damai diantara sesama manusia.   

Kunci dari rasionalitas adalah pernyataan memiliki alasan. Berkaitan dengan alasan yang dimiliki seseorang tergantung pada pengetahuan yang dimiliki. Di masyarakat kebanyakan orang-orang beralasan berdasar pada pengetahuan yang dilihat atau pengalaman (empiris). Sebagian kecil masyarakat beralasan berdasarkan apa yang dibaca. Sebagian kecil lagi, masyarakat beralasan menggunakan pengetahuan agama. 

Kesimpulannya semua orang berpikir rasional, hanya dalam beralasan mereka memiliki pengetahuan masing-masing sesuai dengan cara-cara mereka dan dari mana mereka mendapatkan pengetahuan. Perbedaan pendapat sudah pasti terjadi. Konflik terjadi, bersumber karena manusia pada dasarnya memiliki nafsu berkuasa.***

 


Saturday, February 10, 2024

PRESIDEN 2024 UNTUK INDONESIA RAYA

Oleh: Muhammad Plato

Presiden terpilih 2024 harus menjadi presiden untuk bangsa Indonesia dan masyarakat dunia. Para pendidik akan menjadi kekuatan organik bangsa Indonesia. Para pendidik adalah bala tentara dengan senjata pena. Para pendidik 2024 ke depan akan menarasikan "Great Indonesia". untuk kesejahteraan dan perdamaian dunia.  

Sebagai bangsa percaya pada kekuasaan Tuhan, dalam otak-otak orang Indonesia selalu berprasangka baik pada Tuhan. Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, semua orang Indonesia berserah diri pada keputusan Tuhan Yang Maha Esa. 

Pada saat melakukan pemilihan, memang yang memilih menggunakan hati, otak, dan tangan manusia, tetapi dalam hal keputusan semuanya kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa. Artinya untuk menjadikan Indonesia Raya yang berdaulat di dunia internasional, rakyat Indonesia harus bersatu mendukung presiden 2024 terpilih. 

Sebenarnya Indonesia sangat berpotensi menjadi bangsa besar yang bisa ikut terlibat dalam menentukan nasib kehidupan masyarakat dunia. Sumberdaya alam yang melimpah, sumberdaya manusia melimpah, kekuatan yang harus kita usahakan adalah kesamaan visi rakyat Indonesia untuk menjadi bangsa sejahtera dan mensejahterakan masyarakat dunia.

Tahun 2024 ke depan, rakyat Indonesia harus sadar untuk membendung narasi-narasi yang merendah dan merendahkan martabat bangsa Indonesia. Setiap bangsa punya kelebihan dan kekurangan, namun yang harus kita pupuk bersama adalah keunggulan-keunggulan yang dimiliki bangsa untuk meminimalisir kekurangan. 

Kita harus sudah sadar, seluruh bangsa di dunia adalah sekelompok manusia yang hidup dengan kemampuan bertahan hidup sesuai dengan geografi yang mereka tempati. Gerakan Indonesia Raya, harus menjadi gerakan untuk mengajak seluruh bangsa menghormati hak setiap manusia dan menjamin semua bangsa bisa hidup damai dan sejahtera di muka bumi yang sama. 

Gerakan Indonesia Raya harus menjadi energi bagi masyarakat dunia untuk hidup saling menghargai antar sesama bangsa di dunia. Kemerdekaan Bangsa Palestina harus kita hargai sebagai bangsa yang memiliki hak sama diantara bangsa-bangsa di dunia. Perdamaian akan tercipta dikala bangsa-bangsa di dunia saling menghargai hak setiap bangsa.

Bumi ini milik bersama, harus dirawat dan dijaga kesejahteraannya bersama-sama. Kerjasama antar negara-negara di dunia harus dijalin untuk mensejahterakan penduduk bumi. Indonesia harus jadi katalisator perubahan mindset dunia. 

Insya Allah, gerakan Indonesia Raya akan menjadi kebangkitan bangsa Indonesia kembali menjadi bangsa besar di dunia. Misi-misi bangsa Indonesia bukan untuk menjadi bangsa pengendali dunia tetapi kita akan menjadi bangsa yang berkomitmen menjadi bangsa penjaga perdamaian dan kesejahteraan bangsa dunia.

Allah Tuhan Yang Maha Esa akan bersama rakyat Indonesia, insya Allah. Para pendidik di seluruh Indonesia kita harus bertranformasi menjadi guru-guru berkelas internasional yang selalu menyuarakan persatuan, perdamaian, dan kesejahteraan masyarakat dunia.*** 

Tuesday, January 30, 2024

NEUROSAINS DAN KESADARAN?

Oleh: Muhammad Plato

Kesadaran sampai saat ini terus menjadi perbincangan para ahli neurosains. Penelitian tentang otak sedang terus dikembangkan untuk menguak misteri kehidupan manusia dan alam semesta. Otak memiliki struktur dan fungsi. Hal yang menjadi pertanyaan para ahli neurosains, apakah yang dimaksud kesadaran? Belahan otak mana yang memiliki fungsi kesadaran manusia?

Otak terbagi menjadi tiga bagian, otak depan, tengah, dan belakang. Para ahli telah mengungkap fungsi masing-masing belahan otak. Otak depan memiliki fungsi berpikir, otak tengah mengatur emosi, dan otak belakang mengatur fungsi motorik. Lalu belahan otak mana yang berfungsi sebagai pengontrol kesadaran manusia? Sampai saat ini para ilmuwan belum menemukan kesimpulan.

Lalu secara konsep, apa yang dimaksud dengan kesadaran? Dalam ceramahnya, Almarhum Buya Syakur menjelaskan tentang apa itu kesadaran. Ketika seseorang mati suri akibat kecelakaan, dia terbaring ingatannya tidak berfungsi, lalu dia di bawa ke rumah sakit. Di rumah sakit dia diobati, dan ingatannya kembali pulih. 

Ketika ditanya, siapa nama? Dia menyebutkan namanya, ini tanda orang itu telah sadar. Namun kembali diajak pulang ke rumah, dia tidak mau karena dia tidak ingat dimana rumahnya. Lalu dokter menyimpulkan ingatannya belum pulih sempurna. Beberapa hari setelah pengobatan, kemudian ditanya kembali dimana rumah? dia menyebutkan alamat rumahnya, dan mengatakan ingin pulang ke rumah. Hal ini pertanda bahwa kesadarannya sudah pulih. 

Namun demikian, Buya Syakur berpendapat kesadaran seseorang bukan karena orang bisa mengingat nama dan di mana rumah tempat tinggalnya, tetapi kesadaran yang hakiki adalah ketika orang ingat bahwa tempat kembalinya adalah Allah. 

Jika kita kaji, konsep kesadaran yang dijelaskan Buya Syakur berdasarkan pada keterangan dalam Al Quran. "Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?" (Al Baqarah, 2:28). Jadi berdasarkan ayat ini, kesadaran manusia adalah mengingat Allah dan Allah tempatnya kembali.

Dijelaskan dalam ayat lain, konsep kesadaran ada kaitan dengan mengingat Allah. "Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar." (Al Bararah, 2:8).

Orang-orang yang sadar, mereka yang meyakini bahwa segala perbuatan baik dan buruknya akan diperhitungkan di hadapan Allah. "Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, kalau kamu menyadari." (Asy Syu'araa', 26:113). Informasi dari Al Quran di atas, bisa jadi petunjuk untuk meneliti dan memahami fungsi otak dalam hal kesadaran. 

Berkaitan dengan otak dan kesadaran, kita teringat pada fenomena tahun 2001, Ary Ginanjar Agustian mempopulerkan istilah God Spot di Indonesia yang merancang konsep The ESQWay165. God Spot adalah sebuah bagian otak manusia bernama lobus temporal merupakan area tempat merespon hal spiritual dan mistis (Pasiak, 2002). 

Edi Wirastho (2013) istilah ini sebenarnya merujuk pada temuan ilmiah yang lahir dari penelitian Prof. VS. Ramachandran, seorang ahli syaraf (neurolog) dan Direktur Center for Brain and Cognition di Universitas California, San Diego. Istilah ini dipopulerkan oleh Danar Zohar dan Ian Marshall yang memakainya sebagai dasar ilmiah teori kecerdasan spiritualnya. Menurut mereka, Spiritual Quotient (SQ) bertumpu pada satu titik pada otak yang diberinya nama God Spot yang berfungsi sebagai pusat mekanisme aktivitas Spiritual Quotient (SQ).

Dengan terus berkembangnya penelitian tentang otak, keberadaan God Spot perlu dikonfirmasi ulang. Para peneliti otak juga harus jujur, karena para peneliti sekuler tentu sangat menghindari penelitian yang berkaitan dengan kesadaran manusia tentang adanya Tuhan. Penulis merasa, penelitian tentang otak yang berkaitan dengan otak spiritual seolah-olah dihentikan karena tidak sejalan dengan paradigma pemikiran sekuler.

Di era informasi, semua manusia berhak untuk mengemukakan pikirannya. Dominasi pemikiran sekuler tidak boleh mematikan perkembangan pemikiran-pemikiran dari sudut pandang lain. Di era informasi, setiap orang bisa saling mengapresiasi dan belajar dari berbagai ragam pemikiran, dengan tujuan menemukan kebenaran yang hakiki yang bisa membantu kesejahteraan, kedamaian, dan kebahagiaan hidup manusia.

Perbedaan pendapat telah menjadi takdir Tuhan, karena setiap manusia memiliki keterbatasan. Pemikiran yang dikemukakan manusia bersumber pada perbendaharaan pengetahuan yang diingat di memori otaknya. Pengetahuan yang tersimpan di otak, sangat tergantung dari mana sumber pengetahuan di dapatnya. Kitab suci berisi pengetahuan, maka selayaknya dapat menjadi sumber pengetahuan untuk memberi warna pemikiran pada riset-riset yang dilakukan para ilmuwan.***


Sumber
Wirastho, E., Hidayat, S., & Basri, M. (2013). Studi Kritis Konsep God Spot ESQ 165 (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Sunday, January 28, 2024

Neouroquran

Oleh: Muhammad Plato

Dokter Taruna Ikrar adalah pakar Neurosains tingkat dunia, tinggal di Amerika berkebangsaan Indonesia. Neurosains adalah ilmu yang berusaha memahami prilaku manusia dengan memahami unsur-unsur biologisnya (Ikrar, 2015). Neurosains terus dikembangkan dan diaplikasikan dalam berbagai cabang ilmu. Dari kajian neurosains diyakini bahwa seluruh kontrol organ tubuh manusia berada dalam kontrol dan regulasi sistem otak. 

Otak sangat menarik diteliti karena otak menjadi pusat kehidupan. Neurosains kini mulai dipalikasikan dalam berbagai cabang ilmu seperti marketing (neuromarketing), web design (neuro-web-design), computer (neuro-simulation), cognittive behavior (neuropsycology), comunity (neuroleadership), farmasi (neuropharmacology), dll (Ikrar, 2015).

Akan banyak keajaiban jika Neurosains mengkaji Al Quran menjadi Neuroquran. Al Quran sesungguhnya mengandung informasi tentang seluk beluk alam raya dan otak menjadi refresntasi dari miniatur alam raya. Neurosains membuka kejaiban dari otak dan Al Quran menjadi petunjuk jalan-jalan yang ada di dalam otak.

Profesor Fahmi Basya, menjadi ilmuwan yang telah ikut membuka ilmu matematika mengikuti pola yang ada dalam Al Quran. Profesor Fahmi Basya menemukan pola otak dengan membagi dua bagian dipandu dari Al Quran. 

Otak kiri dan kanan memiliki peran masing-masing. Otak kiri menjadi wilayah kerja logika dan wilayah kanan menjadi wilayah kerja emosi. Al Quran mengisyaratkan bahwa kompetensi yang harus dikembangkan di dalam pendidikan adalah kemampuan bernalar dan karakter (akhlak). Otak tengah dan otak kecil merupakan bagian-bagian otak yang bisa dijelaskan fungsinya dengan Neuroquran.

Otak bisa jadi adalah miniatur jagad raya. Memahami Al Quran dengan neurosains bisa membuka rahasia langit dan bumi tanpa harus pergi ke luar anggkasa dan menyelam ke dalam laut. Mukjizat-mukjizat para nabi yang dijelaskan di dalam Al Quran, suatu saat bisa jadi kenyataan.

Neuroquran bisa jadi sebuah ilmu yang memahami Al Quran sebagai petunjuk hidup manusia. Ilmu logika tuhan bisa jadi sebuah produk dari neuroquran. Neuroquran bisa menghasilan sebuah cara pandang baru dalam menjelaskan banyak hal yang terjadi di alam.  Ilmu-ilmu yang dikembangkan rujukannya kepada Neuroquran. Inilah sebuah babak baru dunia ilmu pengetahuan di awal abad 21 ini.***

ISLAM BEBASKAN MANUSIA DARI MAKHLUK

Oleh: Muhammad Plato

Islam yang mewakili ajaran agama yang dibawa Nabi Muhammad, ajarannya bersumber pada Al Quran dan Sunnah. Al Quran dengan jumlah 6236 ayat diakui oleh umat Islam sebagai kitab suci. Berbagai penelitian banyak menungkap kebenaran-kebenaran nyata di langit dan bumi menjelaskan kebenaran Al Quran. 

"Ketahuilah, sesungguhnya Al Qur'an itu diturunkan dengan ilmu Allah dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?" (Huud, 11:14).

Al Quran adalah berisi ilmu dari Allah. Inti dari ajaran ilmu Allah adalah tiada tuhan selain Allah. Seluruh makhluk tunduk pada segala ketentuan yang telah ditetapkan Allah. Secerdas apapun manusia di muka bumi, manusia harus tetap sadar tidak akan melebihi kecerdasan dari Tuhan. Inilah keredahan hati yang harus tetap dimiliki manusia. 

Memperhatikan kisah sejarah Nabi Muhammad di Mekah dan Madinah, seluruh misi kenabian sebenarnya adalah mengenalkan kepada umat manusia agar taat kepada Allah yaitu Tuhan yang maha esa, yang maha pengasih dan penyayang.  Tuhan yang Maha Esa adalah Tuhan seluruh umat manusia. Inilah inti dari ajaran agama Islam yang sering disebut dengan ajaran ketauhidan. 

"Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Al Baqarah, 2:62).

Ajaran-ajaran dari Tuhan Yang Maha Esa adalah manusia harus menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya melalui zakat, sedekah, infak, wakaf, memberi makan orang miskin dan anak yatim, berbuat baik pada ibu bapak, kerabat, dan tetangga, menjaga perdamaian, saling memaafkan, melaksanakan musyawarah untuk mufakat, dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi. Semua ajaran ini tertulis di dalam kitab suci Al Quran.

Islam mengajak kepada seluruh umat manusia, untuk berbuat baik di muka bumi ini sebagai wujud ketaatan kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa. Semua manusia dari berbagai latar belakang suku, bangsa, ras, dan ajaran agama, pasti menganjurkan untuk berbuat baik, namun tidak semua kebaikannyannya sebagai bagian dari kepasrahannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Perpecahan di muka bumi terjadi karena ada tuhan-tuhan selain Allah. Tuhan tuhan ini diciptakan oleh manusia berdasarkan pikiran dan imajinasinya. Tuhan-tuhan selain Allah yang ada pada diri manusia adalah egoisme. Egoisme adalah sifat keakuan yang melampaui batas ketentuan dari Tuhan. Ego yang melampaui batas ketentuan dari Tuhan adalah ego yang sengaja melanggar keadilan.

Dikisahkan dalam keluarga Adam, hidup manusia itu ada dua kemungkinan. Ada yang berbuat baik atas nama Tuhan dan ada yang berbuat baik atas nama pribadi. Orang-orang yang berbuat baik atas nama Tuhan, berbuat baik mengikuti perintah Tuhan, dan orang yang berbuat baik anak nama pribadi, berbuat baik berdasarkan ukurannya sendiri.*** 

Sunday, January 21, 2024

TIGA KUALITAS MANUSIA

Oleh: Muhammad Plato

Ide ini saya kembangkan dari Al Quran. Jika dianggap benar pemikiran ini, itulah anugerah dari Allah. Jika dianggap salah tinggalkan saja. Namun, sebaik-baiknya tujuan dalam berpikir adalah mendekatkan manusia supaya ingat Allah. Untuk itulah saya gunakan rujukan Al Quran dalam berpikir agar hati dan pikiran kita selalu dibimbing di jalan-Nya. 

Tiga kualitas manusia saya kembangkan ketika membaca sebuah ayat di dalam surat An Nuur. Ayat ini mengabarkan tentang penciptaan hewan dari air. Namun keterangan selanjutnya ada yang menarik jika kita lihat terjemahan perkata. 

"Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (An Nuur, 24:45).

Dalam terjemahan per kata ada kata menarik. Kata "paminhum man yamsi" (maka sebagian mereka orang yang berjalan). Di terjemah perkata, kata  "man" diartikan orang. Jika kita maknai, Allah selain mengabarkan tentang penciptaan jenis hewan, juga menginformasikan tentang sifat orang.

Untuk itu saya memaknai ada tiga sifat orang di muka bumi ini, yaitu orang yang berjalan dengan perut, dua kaki, dan empat kaki. Tiga jenis ini memandakan orientasi sifat seseorang dalam hidup. Perut menandakan orientasi hidup pada pemenuhan kebutuhan makan dan minum, dua kaki mencerminkan sikap hidup dengan kekuatan akal, dan empat kaki mencerminkan oritentasi hidup dengan kekuatan fisik. 

Berdasarkan ayat di atas, saya simpulkan oritentasi hidup manusia terbagi menjadi tiga. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia diberi tiga potensi untuk bertahan hidup yaitu hawa nafsu, akal, dan fisik.  

Faktanya, ada orang yang hidup dikendalikan dominan oleh kekuatan hawa nafsunya. Hidup mereka hanya bertujuan untuk memenuhi keinginan hawa nafsunya. Mereka melakukan apa saja untuk memenuhi segala keinginan berdasarkan pada hasrat hawa nafsunya. Orang-orang seperti ini, hidupnya cenderung untuk menikmati makan dan minum. 

Ada juga orang yang hidup dominan dikendalikan oleh kecerdasan akalnya, mereka berusaha menciptakan berbagai ilmu pengetahuan, teknologi, untuk mewujudkan segala tujuan hidupnya. Mereka hidup dengan berbagai kreativitas yang dihasilkan dari kekuatan akalnya. Orientesi hidup orang-orang ini menciptakan berbagai ilmu dan teknologi.   

Ketiga, ada orang yang hidupnya dominan dengan mengandalkan kekuatan fisik yang dimilikinya. Mereka bekerja keras menggunakan kekuatan fisiknya untuk mengolah alam untuk memenuhi kebutuhan dan eksitensi hidupnya. Orientasi hidup orang-orang ini bekerja keras untuk mengolah kekayaan alam. 

Untuk itu, kelompok manusia terbagi menjadi tiga yaitu masyarakat konsumtif, kreatif, dan eksploitatif. Masyarakat konsumtif ada di wilayah-wilayah dengan kekayaan alam melimpah. Penduduknya malas karena segala kebutuhan hidupnya sudah tersedia di alam dan melimpah.

Masyarakat kreatif ada di wilayah-wilayah dengan kekayaan alam terbatas. Tantangan hidupnya berubah-ubah dengan bergonta-ganti musim. Mereka harus berpikir menciptakan berbagai ilmu dan teknologi untuk bertahan hidup. 

Masyarakat eksploitatif ada di wilayah-wilayah dengan kekayaan alam sangat terbatas. Kerasnya tantangan hidup membuat mereka tidak mampu bertahan hidup, kecuali dengan bekerja keras mengeksploitasi kekayaan alam yang ada dan terbatas.  

"Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus". (An Nuur, 24:46). 

Bagaimana manusia menggunakan tiga potensi yang ada pada dirinya, untuk itulah manusia perlu petunjuk jalan yang lurus. Jalan yang lurus adalah ketika manusia saling menghargai dan menghormati hak-hak manusia dan rasul-rasul utusan-Nya, atas dasar penghormatan pada Tuhan Sang Pencipta.

"Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan." "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung". (An Nuur, 24:51).

Orang-orang yang patuh kepada Tuhan, mereka yang menggunakan seluruh potensi hidup yang dimilikinya, untuk berbuat baik kepada sesama manusia untuk mencapai tujuan hidup sejahtera di dunia dan sejahtera di kehidupan setelah mati.***

Sunday, January 14, 2024

PERINGATAN UNTUK AMERIKA SERIKAT

Oleh: Muhammad Plato

Penyebab kemenangan perang bukan terletak pada kelengkapan senjata. Kisah perang Badar menjadi saksi bahwa kekuatan pasukan, kelengkapan senjata bukan penyebab kemenangan perang. Kisah perang Badar membawa sebuah pesan untuk bangsa-bangsa di dunia, bahwa kekalahan perang disebabkan oleh kesombongan atau keangkuhan sebuah pemimpin yang merasa paling berkuasa, sementara kekuasaan hanya milik Allah.

Orang-orang sombong dan merasa berkuasa adalah pesaing-pesaing Allah yang maha kuasa. Kekuasaan tertinggi di langit dan di bumi hanya miliki Allah, siapa yang menyainginya maka dia telah menentang kekuasaan Allah. Orang-orang karena kesombongannya merasa segala sesuatu ada di dalam kekuasaannya. Inilah pelajaran sejarah yang akan terus berulang pada kisah manusia. 

"Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya." (Al An'aam, 6:61). 

Kisah runtuhnya sebuah peradaban bangsa, bukan karena serangan senjata bangsa-bangsa lain, tetapi karena sebuah bangsa yang telah memilih cara-cara hidup menentang kekuasaan Allah. Mereka berprilaku sombong, tidak menegakkan keadilan, berbuat aniaya kepada bangsa lain, dan tidak menyuarakan cara-cara damai dalam menyelesaikan masalah.

Kesombongan kepada Tuhan akan membawa mereka pada prilaku-prilaku buruk dan menyeret sebuah bangsa menuju jurang kehancuran. Allah mengurangi kekuasaan mereka dari berbagai sisi. Seluruh penduduk dunia sudah tidak lagi sejalan dengan cara-cara hidup kejam yang Amerika Serikat pertontonkan.  

Amerika Serikat jika ingin tetap bertahan di muka bumi ini sebagai negara dihormati di dunia, Amerika Serikat harus meninggalkan Israel dan harus merubah kebijakan-kebijakan politiknya yang sudah cenderung tidak menghargai hak-hak dasar sebuah bangsa, dan segera kembali menjadi bangsa terhormat yang sangat menghargai hak-hak asasi manusia dan hak merdeka sebuah bangsa.

Keberlangsungan dunia akan terjadi jika bangsa-bangsa di dunia masih mementingkan cara-cara damai dalam menyelesaikan konflik. Tanda kehancuran kehidupan dunia, jika bangsa-bangsa sudah terjebak pada tujuan-tujuan kekuasaan yang hanya mementingkan kepentingan hidup untuk bangsanya dengan menogrbankan kepentingan hak-hak dasar kepentingan bangsa lain. Inilah bibit kesombongan yang akan membawa kehancuran sebuah bangsa dan dilakukan oleh bangsa-bangsa besar seperti Amerika Serikat.

"Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan". (Al Anfaal, 8:47). 

Informasi di atas menjelaskan tentang kisah bala tentara kaum Quraisy Mekah yang pada saat itu akan berangkat menuju medan perang. Mereka berjalan dengan angkuh, memperlihatkan kekuatan pasukkannya dengan bangga, seolah-olah mereka pasti dapat memenangkan perang dengan menumpas pengikut Nabi Muhammad. 

Kisah ini ternyata, menjadi sebab kekalahan kaum Qurasiy dalam pertempuran di perang Badar. Mereka sama sekali tidak menyangka akan kalah dalam perang Badar, sebab kekuatan pasukan dan senjata lebih unggul dibanding pengikut Nabi Muhammad yang hanya sepertiga dari kekuatan pasukannya. 

Kisah ini saya saksikan pada bangsa Amerika Serikat, mereka mengerahkan seluruh pasukan untuk memerangi sebuah kelompok kecil yang tujuan mereka adalah mempertahankan hak-hak hidup mereka sebagai manusia di muka bumi, dan ingin mendapat pengakuan sebagai bangsa yang berdaulat seperti bangsa-bangsa lain di dunia. 

Amerika Serikat dengan angkuh mempertontonkan kekuatan senjata, memberi dukungan kepada bangsa-bangsa lain untuk perang, dan dengan ria menakut-nakuti bangsa lain dengan kekuatan tentara dan sejatanya. Amerika Serikat sudah terjebak dengan cara pandangnya sendiri yang mengira tidak akan ada lagi bangsa lain yang sanggup melawannya. 

Amerika Serikat tidak menyadari, bangsa yang akan mengalahkannya bukan bangsa besar tetapi sekelompok manusia yang memiliki keyakinan tinggi kepada Tuhan dan dia berjuang untuk mempertahankan hak-hak hidupnya sebagai bangsa. Amerika Serikat akan mengalami kekalahan dan dipermalukan di dunia internasional dan kepercayaan masyarakat internasional terhadap Amerika Serikat sedikit demi sedikit akan terus berkurang. 

Apakah Amerika Serikat akan bernasib sama seperti ketika kaum Quraisy menerima kekalahan dari pasukan kecil Nabi Muhammad di tanah Badar? Jika Amerika Serikat tidak menyadarinya, dan tidak mengubah kebijakan-kebijakan politiknya yang angkuh, lambat laun Amerika Serikat akan jatuh tidak akan lagi menjadi bagian kekuatan politik dunia dan akan digantikan oleh generasi bangsa baru yang lebih berperadaban.***


Monday, January 8, 2024

CARA BERKOMUNIKASI ALAM SEMESTA

Oleh: Muhammad Plato

Dalam fisika kuantum alam semesta saling berkomunikasi melalui gelombang elektromagnetik. Gerakannya ada tetapi tidak terlihat secara kasat mata. Para ahli mengatakan bahwa inti dari hidup ini adalah getaran. 

Masih ingat ketika Masaru Emoto peneliti dari Jepang menemukan fakta bahwa air dapat merespon kata-kata. Respon air dibuktikan dengan ditemukannya berbagai bentuk heksagonal sebagai wujud dari respon air terhadap kata-kata. 

Baru-baru ini, saya menemukan hasil penelitian Mas Gungung tentang Ritme Pernafasan. Beliau menemukan ritme pernafasan menghasilkan gelombang elektromagnetik. Ritme pernapasan menghasilkan gelombang elektromagnetik yang dapat diukur dengan Hertz. 

alam semesta saling berkomunikasi dengan bahasa universal yaitu getaran

Dari penemuan-penemuan ini, saya menyimpulkan alam semesta ini saling berkomunikasi, dan cara berkomunikasi yang dapat diteliti yaitu melalui gelombang elektromagnetik. Jadi alam semesta dapat merespon seluruh tindakan-tindakan manusia di muka bumi. 

Hati manusia berkomunikasi dengan getaran yang menghasilkan gelombang. Fakta ini dapat kita temukan di dalam Al Quran. 

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal, (Al Anfaal, 8:2).

Bukti lain bahwa alam saling bekomunikasi dengan manusia dijelaskan pula di dalam Al Quran. "dan manusia bertanya: "Mengapa bumi?", pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya". (Az Zalzalah, 99:5).

Hukum tarik menarik (the law of atraction) menjelaskan bahwa alam semesta merespon setiap perbuatan yang manusia lakukan. Perbuatan-perbuatan buruk yang dilakukan manusia akan menimbulkan gelombang frekuensi kepada bumi, gunung, laut, atau air. 

Masaru Emoto bisa mengobati penyakit dengan menggunakan air. Ternyata air yang dapat dijadikan obat diukur dulu frekuensinya disesuaikan dengan frekuensi organ tubuh yang akan diobati. Metodenya persis sama dengan apa yang dilakukan Mas Gunggung pada ritme pernafasan. 

Organ-organ tubuh manusia memiliki frekuensi gelombang tertentu. Kecerdasan temuan Mas Gunggung adalah ketika dia berhasil menemukan ukuran frekuensi dari ritme-ritme nafas yang dia temukan. Sehingga melalui ritme-ritme nafas yang terukur frekuensinya, jika dilakukan dengan disiplin dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang ada dalam organ tubuh. 

Fakta lain bahwa alam saling berkomunikasi dapat kita temukan dalam Al Quran. Fakta ini menjelaskan bagaimana sebab akibat terjadinya bencana dengan prilaku buruk yang dilakukan manusia. Fakta ini ada dalam kisah para nabi yang diutus pada sebuah kaum.

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang dzalim." (Al 'Ankabuut, 29:14).

Bencana ditimpakan kepada orang-orang yang berprilaku buruk. Dengan ditemukannya gelombang elektromagnetik, bisa jadi banji yang terjadi pada umat Nabi Nuh adalah respon alam bertahun-tahun terhadap prilaku buruk umat Nabi Nuh pada saat itu. 

Hukum aksi reakasi atau sebab akibat adalah takdir yang sudah Allah tentukan dalam kehidupan alam semesta. Pada hakikatnya alam semesta seperti satu tubuh, di dalamnya ada organ-organ yang saling berhubungan dan berekasi. Hukum ini Allah tetapkan dalam kehidupan alam dunia dan akhirat.***