Saturday, December 26, 2020

PESANTREN ABAD MILENIAL

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Penulis mengapresiasi, hadirnya SMP Prima Cendekia (SMP PC) semoga menjadi jawaban terhadap harapan masyarakat tentang pendidikan berkualitas dengan landasan nilai-nilai keislaman. Di tengah krisis selalu hadir pembaharuan. Dengan bangunan sekolah megah berarsitektur modern, lingkungan bersih dan sehat, SMP PC memiliki visi menciptakan generasi-generasi digital religius. Semoga inilah pesantren abad milenial yang diharapkan masyarakat dunia abad ke-21.

Di tengah Islamophobia, umat Islam harus bekerja keras melakukan refleksi diri, mengapa wajah orang Islam dianggap menakutkan. Hendaknya umat Islam kembali kepada ajaran Allah dalam Al-Qur’an. Apapun persepsi orang tentang keburukan agama Islam, tidak akan selesai dengan hanya menyalahkan prilaku buruk orang terhadap umat Islam. Allah mengajarkan bahwa keburukan akan medatangkan keburukan, dan kebaikan akan mendatangkan kebaikan. (lihat; Al-Israa, 17:7).

Solusi terbaik dari kondisi islamophobia yang sedang melanda dunia Barat adalah melakukan perbaikan pendidikan Islam dengan melakukan reorientasi pendidikan Islam sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an yaitu mewujudkan generasi bertauhid kepada Tuhan Yang Satu, dan berprilaku rahmatan lil alamin sebagai visi global. Dunia pendidikan islam harus bekerja keras melahirkan manusia-manusia berkeyakinan pada satu Tuhan dan berprilaku global dari tindakan-tindakan lokal. Itulah visi pendidikan Islam yang harus dikembangkan pada abad ini.  

Selain tahfiz (menghafal) dan tahsin (tajwid) Al-Qur’an, sesuai dengan level perkembangan psikologi anak-anak, sudah sejak dini harus diperkenalkan pola-pola pikir sesuai perintah Allah dalam Al-Qur’an. Enam ribu ayat hafalan Al-Qur’an akan lebih bermanfaat jika bisa mengamalkan walaupun hanya satu ayat Al-Qur’an. Menghafal Al-Qur’an adalah tindakan paling dasar dalam tahapan kognitif, harus dilanjutkan dengan memahami alam berdasar Al-Qur’an, menerapkan ajaran prilaku dari Al-Qur’an, menganalisis kejadian alam berdasar Al-Qur’an, mengevaluasi fenomena-fenomena dengan Al-Qur’an, dan menciptakan sesuatu bersumber pada Al-Qur’an harus mulai dikembangkan. Perlu metode dan model pembelajaran yang bisa mengajarkannya sejak dini.

Imam-imam besar zaman dahulu bukan saja hafal Al-Qur’an sejak usia dini, tetapi menjadi ilmuwan dan ulama yang berhasil mengembangkan ilmu dibawah nauangan Al-Qur’an. Sejak keruntuhan peradaban Islam, beradab-abad umat Islam kehilangan ilmuwan-ilmuwan besar karena tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber rujukan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Paradigma berpikirnya selalu menggunakan konsep-konsep yang dikembangkan bukan atas dasar keimanan pada pengetahuan dari Al-Qur’an. Kiblat pemikiran umat Islam telah berubah, bukan lagi kepada ayat-ayat Al-Qur’an tapi terjebak pada manusia-manusia yang menafsirkannya.   

Umat Islam terbawa masuk arus lingkaran setan. Berpikir dengan metode ilmiah yang menjadikan alam material dan akal sebagai sumber kebenaran. Perdebatan-perdebatan selalu diisi oleh egoisme sebagai pemilik kebenaran bukan sebagai orang-orang yang berserah diri kepada Tuhan sebagai pemilik kebenaran. Perdebatan tentang kebenaran selalu diisi dengan kedengkian, kebencian, dan kepentingan pribadi atau golongan. Padahal kebenaran yang diperbedatkan bukan milik manusia, tetapi mutlak milik Tuhan.

Penulis berharap lahirnya SMP Prima Cendekia dapat menjawab harapan umat manusia di seluruh dunia bukan hanya umat Islam. Allah tidak hanya menjadi Tuhannya umat Islam, Allah menjadi Tuhan bagi seluruh alam. Prilaku umat Islam harus mengacu kepada akhlak Allah yang memberi rezeki kepada semua makhluk tanpa membeda-bedakan. Kepada orang-orang kafir, Allah masih memberi kehidupan dan penghidupan. Nabi Muhammad adalah teladan bagaimana menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman berpikir dan berprilaku. Nabi Muhammad saw adalah Al-Qur’an berjalan yang harus jadi contoh dalam berkehidupan global.

Al-Qur’an mengandung ajaran-ajaran global yang bertujuan melahirkan manusia-manusia penyejahtera bagi seluruh alam. Di abad digital dan informasi global sudah menjadi tuntutan bahwa manusia-manusia yang hidup di abad sekarang adalah mereka yang berpikiran global dengan berpedoman pada ayat-ayat Al-Qur’an.

Semoga kehadiran SMP PC dapat memberi warna hadirnya pendidikan Islam yang diharapkan masyarakat dunia di abad milenial. Tahun ini SMP PC sudah memulai pendaftaran dengan jumlah siswa terbatas hanya 150 orang dengan jumlah siswa per kelas 30 orang. Semoga Allah menaungi setiap langkah kita. Wallahu’alam.

LOGIKA YANG BERSERAH DIRI

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Logika Tuhan adalah logika berserah diri kepada petunjuk Tuhan. Logika Tuhan dibangun dari kebodohan manusia yang tidak mengetahui dan Allah Maha Mengetahui. Sebagai mana Allah berfirman, “Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah, 216:2). Logika Tuhan adalah logika yang dikembangkan dari keimanan kepada kitab suci Al-Qur’an sebagai sumber pengetahuan dari Tuhan dan petunjuk dalam segala aspek kehidupan.

Berlogika adalah berpikir sebab akibat. Setiap manusia berakal akan menggunakan akalnya dengan berpikir sebab akibat. Jadi tidak ada satupun manusia di muka bumi yang tidak berlogika. Kemuliaan manusia salah satunya terletak pada kemampuan akalnya dalam berlogika.

Seperti sudah saya jelaskan perbedaan berlogika terletak pada sumber pengetahuan yang diimaninya. Ilmuwan yang meyakini bahwa alam adalah sumber dari segala sumber pengetahuan, mengimani bahwa kebenaran harus sesuai dengan apa yang terjadi di alam. Ilmuwan yang meyakini bahwa Tuhan adalah sumber segala sumber pengetahuan, mengimani bahwa kebenaran harus sesuai dengan apa yang ditakdirkan Tuhan.

Ilmuwan yang meyakini alam sebagai sumber pengetahuan memiliki ego bahwa akal manusia menjadi alat pencipta kebenaran. Kebenaran-kebenaran yang diperkenalkan sangat egoistik karena menjadi milik manusia sebagai penciptanya.

Ilmuwan yang meyakini Tuhan sebagai sumber pengetahuan, menyerahkan ego akalnya  kepada kehendak Tuhan. Kitab suci Al-Qur’an sebagai sumber pengetahuan dari Tuhan sebagai pembimbing ego akalnya dalam berlogika. Akalnya berserah diri pada segala ketentuan yang telah ditetapkan Tuhan. Logikanya berada di bawah bimbingan Tuhan.

Logika alam mengakui manusia sebagai pemilik persepsi, logika Tuhan mengakui bahwa Tuhan pemilik persepsi. Logika Tuhan menyerahkan segala persepsi atas apa yang telah dijelaskan dalam kitab suci Al-Qur’an. Semua persepsi yang dibangun logika Tuhan bersumber pada penjelasan segala sesuatu yang telah ditetapkan Tuhan di dalam Al-Qur’an. Kitab suci Al-Qur’an berisi logika-logika yang diajarkan Tuhan kepada manusia sebagai petunjuk kehidupan alam.

Perbedaan mendasar persepsi logika alam dan logika Tuhan terletak pada sumber pengetahuan yang digunakan sebagai ukuran kebenaran. Logika Tuhan adalah pola pikir yang akalnya berserah diri kepada segala ketetapan Tuhan. Akal tidak menciptakan logika berdasar pemahaman pada alam, tetapi pada apa yang telah dijelaskan Allah di dalam Al-Qur’an. Inilah logika berserah diri kepada ketentuan yang telah ditetapkan Tuhan.

Perbedaan logika Tuhan dan logika alam terletak pada sumber yang diperpsepsinya. Logika Tuhan adalah logika terbuka untuk memahami Al-Qur’an sebagai sumber logika dari Tuhan. Kebenaran-kebenaran logika Tuhan bisa ditemukan di alam. Logika alam adalah logika terbuka untuk memahami logika-logika di alam tanpa mengakui keberadaan Tuhan. Logika Tuhan bersandar pada keterangan Al-Qur’an. Seluruh tindakan manusia hakikatnya adalah pekerjaan Tuhan bagi kaum yang menggunakan akal.

Maka bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah-lah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Anfaal, 8:17).

Logika yang diharamkan adalah memahami logika kehidupan di alam tanpa pedoman pada pengetahuan yang diajarkan Tuhan dalam kitab suci Al-Qur’an. Berlogika Tuhan sama dengan berpikir dengan menyerahkan pemahaman logika berpedoman pada apa yang dijelaskan di alam Al-Qur’an. Jadi, logika manusia berserah diri kepada pengetahuan yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Wallahu’alam. 

BERLOGIKA ITU HARAM

 OLEH: MUHAMMAD PLATO

Logika adalah pelajaran yang wajib diajarkan pada murid-murid. Logika sering diperbincangkan dan diucapkan banyak orang, tetapi kalau ditanya apa itu logika? Jawabannya beragam dan belum tentu orang bisa menjelaskan bagaimana cara berlogika. Ada pula sebagian orang yang menganggap logika adalah pelajaran yang bertentangan dengan ajaran agama. Ulama-ulama terdahulu ada yang mengharamkan belajar logika. Mengapa berlogika haram?

Baiklah saya akan menjelaskan logika mana yang diharamkan oleh para ulama. Logika adalah berpikir sebab akibat. Berlogika adalah cara kerja atau prilaku organ tubuh manusia bernama otak. Setiap manusia punya otak. Maka sudah pasti setiap manusia berlogika.

Bahan baku untuk berlogika adalah pengetahuan. Manusia dilengkapi alat indera yaitu mata, telinga, perasaan, dan peraba. Melalui inderanya manusia mendapat pengetahuan. Pengetahuan-pengetahuan yang didapat oleh indera manusia akan diolah oleh otak dengan berlogika. Hasil dari berlogika adalah pemahaman dan akan jadi pola pikir. Pola pikir manusia sangat tergantung pada pengetahuan-pengetahuan yang dimilikinya.

Sumber pengetahuan terbagi menjadi dua, pengetahuan nyata dan pengetahuan ghaib (kasat mata). Pengetahuan nyata adalah segala sesuatu yang diindera bersumber dari alam nyata. Pengetahuan ghaib adalah segala sesuatu yang didapat berdasarkan pada yang ghaib yaitu dari Allah swt. Pengetahuan ghaib hanya bersumber pada kitab suci yang diturunkan pada utusan Allah, yaitu pada Nabi dan Rasul. Pengetahuan kasat mata yang bersumber dari mimpi, imajinasi, intuisi manusia termasuk pada pengetahuan alam.

Lalu logika mana yang diharamkan para ulama? Logika yang hanya mengandalkan kemampuan akal manusia mengolah pengetahuan yang bersumber dari hasil inderanya. Logika yang diharamkan para ulama adalah logika yang menjadikan sumber pengetahuan alam sebagai syarat kebenaran, dan pembenarannya mengandalkan logika alam semata berdasarkan pemahaman manusia. Logika itu dikenal sebagai logika material. Mengapa logika ini diharamkan? Karena manusia akan terjebak pada kehidupan duniawi, yang membenarkan kebenaran berdasarkan kenyataan. Logika ini akan menuntun manusia tidak percaya Tuhan (atheis) karena beberadaan Tuhan tidak dapat dilihat kenyataannya di alam secara materi. Inilah logika penyebab manusia menjadi Atheis dan tidak percaya Tuhan.

Sedangkan ulama yang membolehkan berlogika bersumber pada ketentuan bahwa manusia diperintah Allah untuk berpikir sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an. Logika yang dianjurkan para ulama adalah logika berserah diri kepada pengetahuan yang berasal dari Tuhan sebagai dasar kebenaran. Logika yang dianjurkan para ulama adalah logika yang mengandung keimanan kepada kebenaran bersumber pada pengetahuan wahyu dari Tuhan yaitu Al-Qur’an.

Maka logika terbelah menjadi dua yaitu logika Tuhan dan logika alam. Logika Tuhan bersumber pada pengetahuan dari Tuhan melalui Al-Qur’an yang dikabarkan kepada para Nabi dan Rasul, sedangkan logika alam, murni mengandalkan pengetahuan dari Alam dan akal manusia. Logika Tuhan adalah logika berserah diri pada apa-apa yang dikabarkan Allah melalui Rasulnya yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an.  

LOGIKA TUHAN = PENGETAHUAN DARI AL-QUR’AN >>>DIOLAH AKAL>>>KEBENARAN DARI TUHAN

LOGIKA MATERIAL = PENGETAHUAN DARI ALAM >>>DIOLAH AKAL>>>KEBENARAN DARI ALAM

Logika Tuhan menjelaskan seluruh kejadian alam sebagai ketentuan dari Tuhan, sedangkan logika alam menjelaskan kejadian alam sebagai ketentuan alam. Logika alam membenarkan segala ketentuan produk alam, menafikan keberadaan alam ghaib dan eksistensi Tuhan. Logika Tuhan menjelaskan segala ketentuan alam berasas pada takdir Tuhan dan mengukuhkan keberadaan Tuhan. Logika alam adalah logika terbatas, karena tidak menjelaskan alam ghaib. Logika Tuhan adalah logika tanpa batas karena Tuhan menjelaskan alam nyata dan alam ghaib.

Demikian sedikit penjelasan tentang ilmu logika yang perlu kita ketahui. Semoga bermanfaat dan semoga menjadi kesadaran untuk mulai menggunakan akal kita untuk mengolah pengetahuan dari Al-Qur’an yang menjelaskan kejadian di alam dan kejadian setelah kematian. Akal adalah anugerah terbesar manusia dari Tuhan, kelak akan diadili oleh Allah untuk apa akal mu digunakan? “Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.” (Yunus, 10:100). Wallahu ‘alam.

Sunday, December 20, 2020

PENDIDIKAN OMONG KOSONG

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Muhammad Nuzul Dzikri berpendapat agama Islam adalah agama data, agama ilmiah, agama referensi. Jika berbicara surga tanpa dalil maka omongan mereka hanya omong kosong. Pendapat ini dikemukakan berdasar pada ayat Al-Qur’an, “Dan mereka berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang Yahudi atau Nasrani". Demikian itu angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar". (Al Baqarah, 2: 111).

Ayat ini mengandung nilai pendidikan, mereka yang mengajarkan bagaimana berbuat baik tanpa menampakkan bukti dirinya baik, maka pengajaran itu hanya Tilka amaaniyyuhum (angan-angan kosong belaka). Pengajaran yang baik harus dilengkapi dengan bukti-bukti kebenarannya.

Pendidik seperti bukti kebenaran, yang dapat dilihat oleh peserta didik. Apa yang diajarkan oleh setiap pendidik adalah kebenaran, dan pendidik itu sendiri adalah bukti kebenaran. Peserta didik yang statusnya anak-anak tidak akan begitu percaya pada omongan tanpa melihat bukti.

Prinsip ini seperti apa yang dilakukan oleh Nabi Muhamad saw. Sebagai pembawa kebenaran dari Allah, beliau sendiri menjadi bukti bahwa apa yang diwahyukan Allah dirinya sendiri berada di jalannya. Berkhotbah tentang agama tetapi tidak mengabarkan sumber kebenarannya, bisa jadi omong kosong atau angan-angan saja.

Urusan paling berat dalam dunia pendidikan adalah mengabarkan kebenaran dan membuktikannya. Semua beban itu ada di tugas para pendidik. Para pendidik adalah sekualitas karakter Nabi Muhammad saw yang harus berusaha selalu berada di jalan kebenaran. Apa yang diajarkan oleh para pendidik harus terbukti pada dirinya. Kebenaran yang disampaikan kepada muridnya, pendidik harus bisa membuktikannya, dan dirinya sendiri adalah bukti kebenaran.

Pendidik yang mengajarkan tentang membaca dirinya harus membaca. Pendidik yang mengajarkan disiplin dirinya harus menjadi bukti disiplin. Pendidik yang mengajarkan kejujuran dirinya yang harus berpilaku jujur sebagai bukti. Pendidik yang mengajarkan kesehatan dirinya harus terbukti hidup sehat. Pendidik yang mengajarkan keimanan dirinya harus menjadi bukti orang beriman. Pendidik yang mengajarkan tentang kejujuran dirinya harus terbukti jujur. Pendidik yang mengajarkan harus hormat pada orang tua, dirinya sendiri harus jadi bukti selalu menghormati orang tua. Pendidik yang mengajarkan tentang shalat dan sedekah dirinya sendiri menjadi bukti ahli shalat dan sedekah.

Sesederhana itu tugas pendidik, namun jika tidak bisa melakukannya maka hanya akan jadi tilka amaaniyyuhum (angan-angan atau omong kosong belaka). Bertahun-tahun murid-murid mendapat pendidikan, namun jika para pendidik tidak menjadi bukti kebenaran apa yang diajarkannya maka apa yang diajarkan para pendidik hanya akan jadi mukaaan wa tasdiyatan (siulan dan tepukkan tangan belaka; Al Anfaal, 8:35)

“Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: ‘Mengapa Allah tidak berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?’ Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin” (al Baqarah, 2:118).

Banyak orang mencari tanda-tanda adanya kekuasaan Allah, dengan menunggu Allah berbicara kepada dirinya. Padahal sesungguhnya laut, gunung, sungai, air, udara, api, bahkan apa yang ada dalam dirinya sendiri adalah tanda-tanda kekuasaan Allah.

Ilmu pendidikan adalah ilmu Al-Qur’an. Seluruh dasar pemikiran filosofis, teori, harus mengacu kepada Al-Qur’an. Mengukur tindakan baik dan buruk sumber ukurannya adalah Al-Qur’an. Logika-logika yang dikembangkan pada pendidik harus bersumber pada Al-Qur’an. Pendapat-pendapat para ahli pendidikan harus dapat dibuktikan kebenarannya berdasar pada bukti yang ada dalilnya dari Al-Qur’an. Alam semesta, manusia, hewan, tumbuhan, adalah bukti-bukti kebenaran yang nyata sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an. Pembelajaran fisika, kimia, biologi, sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, adalah fakta yang dapat membantu murid-murid untuk menemukan bukti kebenaran Al-Qur’an. Semua mata pelajaran bertujuan untuk membuktikan kebenaran bahwa semuanya diciptakah Tuhan.

Semua pendidik harus memiliki ilmu pikir bersumber pada Al-Quran. Semua yang diajarkan pendidik apapun bidangnya hanya bertujuan membantu para murid untuk menemukan kebenaran-kebenaran ayat-ayat Al-Qur’an. Semua mata pelajaran adalah ilmu tentang tanda-tanda kebenaran ayat-ayat Tuhan. Semoga Allah membimbing kita semua untuk selalu menemukan bukti-bukti kebenaran dari Al-Qur’an atas segala apa yang kita ajarkan. Wallahu’alam.

Sunday, December 13, 2020

AMAL YANG TIDAK TERLIHAT

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Manusia tidak bisa melihat amal baik manusia lain yang sesungguhnya. Tim penilai amal manusia adalah Malaikat yang telah ditugasi Allah. Malaikat mencatat kebaikan ketika amal baik masih ada dalam niat, dan mencatat amal buruk ketika sudah dilakukan.

Mengapa manusia tidak bisa 100 persen menilai amal manusia lain? Pada dasarnya amal manusia terbagi menjadi dua yaitu amal terlihat dan tidak terlihat.

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al Hadiid, 57:3).

Atas dasar itulah prasangka yang harus kita miliki adalah prasangka baik. Jika kita selalu berprasangka baik maka malaikat selalu mencatat kebaikan untuk kita. Sekali lagi manusia tidak bisa menilai sepenuhnya pribadi seseorang karena ada amal-amal yang tidak terlihat yaitu amal batin atau amal laku diluar penglihatan manusia.

Kita sering terjebak oleh penglihatan mata. Mengukur atau menilai pribadi seseorang berdasarkan penglihatan dan pendengaran. Sementara padangan mata dan pendengaran sangat terbatas. Untuk itu Al-Qur’an adalah petunjuk dari Allah agar manusia terjaga dari keburukan prilaku akibat keterbatasan penglihatan mata dan pendengaran.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Albaqarah, 2:216).  

Bisa jadi kita melihat prilaku-prilaku buruk tentang seseorang, tetapi sesungguhnya orang tersebut memiliki prilaku baik yang tidak terlihat oleh pandangan mata kita, yaitu prilaku batin maupun prilaku di luar penglihatan dan pendengaran kita. Mungkin kita melihat prilaku seseorang buruk tetapi rezekinya lebih baik dari kita. Bisa jadi kita melihat dan mendengar prilaku seseorang buruk, tetapi dia terpilih menjadi pemimpin umat. Itulah tanda bahwa penglihatan dan pendengaran kita terbatas. Padahal Allah memberi rezeki dan kedudukan pada seseorang pasti dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya.

Prilaku mendasar yang cenderung manusia miliki adalah prasangka buruk. Manusia adalah makhluk pencari makna dibalik setiap kejadian. Kita selalu terjebak memberi prasangka buruk terhadap segala kejadian. Normalnya manusia selalu memberi prasangka baik yang terukur baik berdasarkan perasaannya akibat dari pengetahuan yang dilihat dan didengarnya. Juga memberi prasangka buruk terhadap kejadian atas dasar perasaan akibat makna dari sebuah kejadian yang dilihat dan didengarnya.

Allah mengajarkan bahwa setiap prasangka memiliki dua kemungkinan yaitu benar dan salah. Sebagian besar prasangka manusia adalah tidak benar. Untuk itu Allah membimbing perasaan dan pikiran kita untuk selalu berprasangka baik agar manusia terhindar dari prilaku-prilaku buruk. Ketika kita berprasangka baik Allah mencatat dan membimbing kita dijalan baik, sebaliknya ketika kita berprasangka buruk, kita telah ada pada resiko untuk berprilaku buruk.

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. (Al Hujuraat, 49:12).

Apa yang diketahui manusia lebih sedikit dari yang diketahuinya. Bumi yang ukurannya tidak setitik belum dapat diketahui seluruh sudutnya, apalagi dengan alam semesta yang terdiri dari tujuh lapis langit dan tujuh matahari. Untuk itu kita tidak bisa menilai prilaku seseorang yang hanya kita lihat pada saat kita melihatnya. Banyak prilaku-prilaku seseorang yang luput dari penglihatan kita apalagi dengan prilaku batin-batin seseorang.

Prangsangka yang dibimbing Allah adalah setiap prilaku buruk dan baik yang kita lihat pada seseorang adalah kebaikan dari Allah kepada seseorang. Keburukan adalah pengingat agar manusia selalu berbuat baik, bagi pelaku keburukan maupun bagi yang melihatnya. Berprasangka baik sesungguhnya amal baik yang harus selalu diupayakan setiap manusia, sebab prasangka adalah pangkal dari prilaku baik maupun buruk.

Demikian sebuah pelajaran untuk kita agar selalu berprasangka baik, karena amal-amal baik seseorang ada yang tidak terlihat. Demikian juga kita harus berpasangka baik pada setiap kejadian karena kita tidak tahu kebaikan apa yang akan terjadi dibalik kejadian itu. Amannya agar prilaku kita dijaga selalu baik, Allah memerintahkan banyak-banyaklah berprasangka baik dan berlindunglah kepada Allah agar selalu terlindung dari segala hal yang buruk. Prasangka adalah amal tak terlihat, kecil tapi bisa membawa seluruh kehidupan menjadi baik. Wallahu’alam. 

Saturday, December 12, 2020

MENJAGA OTAK TIDAK CEPAT PIKUN

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Melalui kulihanya di youtube, Dedy Susanto seorang psikolog, mengemukakan beberapa tips bagaimana cara menjaga otak tetap awet. Ilmu ini sangat banyak manfaatnya bagi siapa saja yang ingin hidup sejahteral lahir batin.

Pertama, hormati jam tidur untuk menjaga otak tetap awet. Jam 7-9 malam harus rilek santai dan rebahan. Jika malam masih mikir berat mengganggu otak.Belajar tidak boleh malam, baiknya siang atau sore hari. Pekerjaan yang butuh analisa berat jangan dikerjakan malam-malam. Malam hari jangan minum kopi, supaya otak dihormati kealamiahannya untuk istirahat. “Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha. (Al-Furqan, 25:47).  

Otak manusia 1,4 kg terdiri dari 100 milyar neuron. Jumlah neuron jika tidak dipelihara akan mengalami banyak yang gugur. Ilmu kita di otak ada folder-foldernya. Jika banyak neuron berguguran maka fungsi otak akan melemah seperti lupa, cepat pusing, dan sulit konsentrasi.


Kedua, hormati hak katarsis otak atau mengeluarkan kata unek-unek. Unek-unek jika tidak dikeluarkan maka otak lama-lama akan penuh. Jika penuh maka otak akan mengalami perlambatan perfoma. Jika gampang cape, gampang pusing, adalah tanda memori otak penuh. Keluarkan unek-unek melalui tulisan, atau berkomunikasi dengan sahat atau curhat dengan orang-orang yang dapat dipercaya. Orang banyak mendem unek-unek biasanya cepat marah dan mudah tersinggung. Marah berlebihan akan menyebabkan neuron berguguran. Tidur jangan dalam keadaan marah atau mendem masalah. Orang yang bekerja tanpa jeda akan menyebakan bergugurannya neuron. “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (An nisaa, 4:1).

Ketiga, menyanyilah agar otak awet. Menyanyilah yang membuat kita enjoy. Hati-hati dengan lirik-lirik dalam nyanyian. Pilih lagu-lagu yang lirik-liriknya membuat optimis dan bahagia. Lagu membuat otak enjoy. Musik-musik instrumen yang membuat otak rilek sangat baik untuk kesehatan otak. Intinya bukan pada nyayian tapi peliharah otak dengan kabar-kabar gembira agar otak selalu sehat. Behubungan seks dengan istri membuat otak enjoy dan gembira. “Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.” (Al Baqarah, 2:223)

Keempat, membaca setiap hari minimal satu jam. Otak itu harus diasah. Membaca adalah salah satu cara untuk mengasah otak. Libur tidak boleh leha-leha tanpa membaca. Bacalah bacaan-bacaan yang menambah ilmu. Orang yang sering membaca akan memiliki daya ingat yang kuat. Para profesor rata-rata daya ingatnya kuat karena punya kebiasaan membaca. Jadi intinya malas membaca cepat pikun. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,” (Al Alaq, 96:1)

Kelima, setiap manusia diciptakan untuk menyenangi sesuatu. Lakukan sesuatu yang kita senangi. Setiap manusia harus memiliki hobi, atau sesuatu yang disenangi. Kita harus memiliki dan mengenali apa yang kita senangi. Hal-hal yang dikerjakan dengan rasa senang akan mendatangkan hormon bahagia yang membuat otak awet.

Keenam, otak tidak diciptakan untuk pura-pura. Jangan membiasakan hidup dengan topeng. Pura-pura baik, pura-pura sehat, pura-pura senang, dan sebagainya. Jadilah orang yang baik dihadapan Tuhan, bukan baik dihadapan manusia. Hindari perbuatan-perbuatan dosa, berusahalah untuk hidup di jalan terbaik menurut ajaran yang Allah perintahkan.

Ketujuh, bangun pagi jangan kaget.  Bangun pagi lakukan dengan penuh rasa syukur dengan lantunkan doa. Bangunkan anak dengan sentuhan halus. Nikmati gelombang alfa kondisi rilek (nguliat) pada saat bangun. Jangan bentak anak di pagi hari. Lakukan olah raga ringan secara teratur setiap hari.

Kedelapan, segeralah menemukan cinta. Rasa cinta dibangun dengan cara menciptakan hubungan harmonis dengan sesama manusia. Memberi (sedekah) adalah cara membangkitkan rasa cinta. Pada saat jatuh cinta kreativitas akan muncul terus menerus dalam otak. Ciptakanlah cinta kepada orang-orang yang layak kita cintai. Segeralah menikah untuk menyalurkan cinta dan selalu ciptakan cinta itu tetap ada. Cintai orang tua kita, guru-guru, sahabat, atau anak-anak yatim, orang-orang miskin, bantulah mereka untuk melahirkan cinta dalam diri kita. 

Demikian sekilas cara menjaga otak tetap sehat dari pandangan psikolog, dan saya lengkapi dengan beberapa ajaran dalam agama. Intinya agar tetap otak sehat adalah ingatlah Allah banyak-banyak dalam setiap aktivitas hidup kita. Allah absolut positif. Selamat mencoba semoga bahagia selalu datang menghampiri anda. Wallahu’alam.