Oleh: Muhammad Plato
Mengapa Iran bisa bertahan dari agresi Amerika Serikat? Secara fisik mungkin karena Iran punya teknologi senjata yang bisa mengimbangi AS. Iran memiliki teknologi perang yang lebih efektif dan efisien dibanding teknologi perang AS. Keunggulan Iran adalah bisa menciptakan teknologi murah tapi mematikan. Analisis ini menggunakan logika material.
Dari sudut pandang Logika Tuhan, Iran bisa bertahan karena ketauhidan pemimpin dan masyarakat Iran kepada Tuhan. Pada saat perang berkecamuk, pemimpin Iran berkata, "tidak takut AS, tapi hanya takut kepada Tuhan".
Para peminpin Iran menjadikan Al Quran sebagai landasan berpikir. Dalam budaya Iran, mereka memahami agama dengan menggunakan akal, sehingga Al Quran menjadi sumber keilmuan dan keimanan. Blokade selama 47 tahun tidak mungkin bisa dihadapi tanpa keyakinan.
Iran juga menjadikan Al Quran sebagai inspirasi dalam mengembangkan teknologi perang. Burung Ababil yang digambarkan telah menghancurkan pasukan gajah, menjadi inspirasi mengembangkan drone yang bisa menghantam kapal induk dan pangkalan militer dengan biaya murah.
Ketika Al Quran dijadikan pedoman dalam kehidupan dan pengembangan ilmu pengetahuan, maka Allah membimbing dan memberi kekuatan pada bangsa Iran. Al Quran bukan sekedar pengetahuan biasa, Al Quran adalah firman Tuhan, Al Quran hidup dan membawa manusia dari gelap menuju terang.
Ketika orang di isi Al Quran, dan Al Quran menjadi pola pikir dan keyakinan, maka Allah bersama orang-orang beriman. Maka selama 47 tahun Iran telah hidup bersama pertolongan Allah. Saat ini Allah membuktikan bahwa pasukan kecil bisa mengalahkan pasukan besar, karena Allah bersama pasukan kecil yang beriman dan bersabar 47 tahun.
"Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar." (Al Baqarah, 2:249).
"Allah beserta orang-orang sabar", inilah sebab kunci mengapa Iran bisa bertahan dan percaya diri menghadapi agresi militer Amerika Serikat. Selain itu, Iran tidak hanya beriman kepada Allah, dalam hati dan praktek ritual agama, Iran melaksanakannya dengan melaksanakan perintah Allah untuk membaca, berpikir, mengembangkan ilmu dan teknologi untuk bisa hidup damai dan sejahtera.
Makna perdamaian bagi bangsa Iran adalah menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mempertahankan diri. Di dalam Al Quran Allah memerintahkan untuk bersiap siaga. "Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung." (Ali Imran, 3:200).
Atas dasar bimbingan Allah, selama 47 tahun Iran tidak diam, mereka bersiap siaga dengan mengembangkan persenjataan untuk bertahan dari agresi bangsa lain. Ketika Iran tampil melawan kesewenang-wenangan AS, sesungguhnya hati umat Islam di dunia semakin yakin, Allah menjanjikan kehidupan damai dan sejahtera bagi orang-orang beriman dan seluruh makhluk di muka bumi.
Belajar dari Iran, makna ayat Al Quran, "kuatkanlah kesabaran, bersiap siaga, dan bertakwalah", prakteknya adalah selalu waspada, bersiap siaga, dan kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjaga kemananan, kedamaian, dan kesejahteraan hidup umat manusia.***
.jpg)