Oleh: Muhammad Plato
Dunia telah berada di Era Artificial Intelegence (AI). Era sekarang sedang menuju generasi AI bisa menjalin komunikasi antar AI tanpa bantuan manusia secara konstan. AI bisa berpikir menggunakan data antar AI, mengambil keputusan tanpa intruksi dari manusia. AI agent menjadi cikal bakal lahirnya robot-robot cerdas yang bisa bertindak menerima dan menggunakan data untuk ambil keputusan seperti manusia.
Jika manusia-manusia robot ini tercipta, maka kita telah masuk pada Era Teknologi Nabi Sulaiman. Al Quran tidak menjelaskan ada manusia robot yang bisa bekerja membantu manusia, jika Al Quran hanya dipandang sebagai ajaran nilai dan moral. Para pengkaji Al Quran yang fokus pada ajaran nilai dan moral, tidak akan menemukan adanya ide tentang teknologi. Al Quran adalah petunjuk dari Tuhan, kandungannya sangat terbuka untuk mendapatkan interpretasi dari berbagai bidang.
Al Quran adalah sumber gagasan dari Tuhan untuk umat manusia. Sifat Al Quran adalah saling keterkaitan sebagai mana makna dari Al Quran itu sendiri. Bagi para ahli sains dan teknologi, Al Quran adalah sumber gagasan untuk menghadirkan ilmu-ilmu terbarukan.
Kisah Nabi Sulaiman bagi ahli sains dan teknologi bukan sekedar cerita yang sulit dijangkau akal, tapi jadi sumber pemikiran untuk mengembangkan sains dan teknologi apa yang terkandung di dalamnya. Ide tentang AI agent bisa di dapat dari kisah Nabi Sulaiman.
"Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya adzab neraka yang apinya menyala-nyala. (Saba, 34:12)."
Ada dua teknologi yang telah terjadi di zaman Nabi Sulaiman yiatu perjalanan singkat dipagi hari, dan sore hari sama dengan perjalanan sebulan. Di prediksi ini sebuah alat tranfortasi super cepat. Teknologi selanjutnya ada pekerja yang bekerja di bawah kendali manusia tanpa melanggar perintah.
Dua teknologi Nabi Sulaiman sudah terjadi di era sekarang. Alat tranfortasi super cepat sudah terwujud, dan terus diciptakan dengan kecepatan tinggi. Manusia-manusia pekerja dibawah kendali manusia yang tidak mengenal lelah sudah ditemukan. Agen AI dan Pysical AI, beberapa ilmuan telah berhasil menemukannya dan terus menyempurnakannya.
"Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang berterima kasih." (Saba, 34:13).
Manusia-manusia buatan manusia secanggih apapun diciptakan tetap memiliki keterbatasan. Manusia-manusia buatan bisa memprediksi dan menciptakan apa saja untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Namun manusia-manusia buatan manusia tetap tidak mengetahui kejadian-kejaian apa yang terjadi di dunia gaib. Indikasi ini, idenya dijelaskan di dalam Al Quran.
"Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan." (Saba, 34:14).
Manusia-manusia ciptaan manusia, bisa saja melebihi kecerdasan manusia, tetapi tidak akan bisa melebihi kecerdasan Tuhan. Maka pesan dari kisah Nabi Sulaiman untuk manusia adalah sekalipun Tuhan memberi kesempatan kepada manusia bisa menciptakan manusia-manusia cerdas melebihi manusia lain, mereka harus tetap menjaga keyakinannya kepada Tuhan.
Dihadapan Tuhan semua manusia akan diminta pertanggunwajawaban atas apa yang telah mereka kerjakan. Dan manusia harus ingat sehebat apapun manusia selalu ada dinding pengetahuan sebagai pembatas pengetahuan manusia yaitu masa lalu dan masa depan (akhirat). Dinding pemisah itu adalah pengetahuan alam yang tidak diketahui manusia dan tetap akan jadi misteri.
Maka manusia harus tetap berpegang teguh pada ilmu (Al Qur'an) yang diturunkan Tuhan untuk manusia, agar manusia punya tanggung moral dan tidak melampuai batas dalam hal apapun. Al Quran mengabarkan sehebat apapun manusia harus tetap rendah hati dan mengendalikan diri.
"Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata. (Yasin, 36:12)". Itulah cara berpikir yang diberkahi Tuhan.***


.png)





