Friday, October 20, 2017

HIDUP KITA ADALAH SHALAT


OLEH:
MUHAMMAD PLATO

Tulisan ini akan membantu kawan-kawan untuk sedikit memahami dari keterangan sebuah ayat Al-Qur’an.  Dengan membaca tulisan ini, kawan-kawan sedikit  bisa membuktikan bahwa keterangan yang ada dalam kitab suci Al-Qur’an sesungguhnya berlaku untuk seluruh alam. Firman-firman Tuhan, jika terus kita kaji akan mengantarkan kita kepada pemahaman yang dalam tentang kehidupan ini.

Seandainya gerakan satu rakaat shalat yang terdiri dari gerakan ruku, berdiri, dan dua kali sujud adalah putaran 360 derajat, maka dari sudut pandang ini gerakan melingkar 360 derajat adalah shalat. Satu rakaat shalat bisa berarti satu putaran.

Dari pemahaman di atas kita bisa memahami bagaimana bumi shalat. “Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) shalat dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (An nuur, 24:41).



Jika shalat kita adalah putaran 360 derajat, maka bisa kita pahami bahwa gerakan bumi mengelilingi matahari adalah gerakan melingkar 360 derajat sebagai shalatnya bumi. Dapat dipastikan bahwa bumi adalah termasuk makhluk Allah yang taat dalam mengerjakan shalat. Dapat diprediksi matahari bergerak 360 derajat mengelilingi objek yang lebih besar lagi sebagai bentuk gerakan shalat matahari.

Nabi Muhammad saw menjelaskan bahwa inti dari shalat adalah doa. Namun kita juga dapat memahami implementasi shalat dalam kehidupan sehari-hari adalah gerak melingkar 360 derajat.

Maka kita juga paham, mengapa Jalaluddin Rumi menciptakan tarian spiritual dengan gerakan melingkar lingkar 360 derajat. Tarian itu adalah implementasi dari gerakan shalat.

Kita juga bisa saksikan, gerakan roda-roda gigi dalam blok mesin kendaraan. Semuanya melakukan gerakan melingkar 360 derajat berulang-ulang. Tanpa gerakan 360 derajat berulang-ulang, kendaraan tidak akan bisa bergerak. Komponen-komponen dalam blok mesin itu melakukan gerakan shalat. Tanpa gerakan shalat kendaraan tidak akan bisa berjalan.

Dalam inti atom yang terdiri dari proton dan elektron. Kalau kita saksikan elektron terus menerus melakukan gerakan 360 derajat mengelilingi proton. Elektron itu terus menerus melakukan gerakan shalat.

Kepakkan sayap burung-burung yang terbang adalah gerakan ke atas ke bawah yang menghasilkan lingkaran 360 derajat. Burung-burung bisa terbang karena gerakan sayap 360 derajat.

Siklus kehidupan manusia pun mengikuti gerak 360 derajat. Dari lahir rahim seorang ibu kembali ke rahim ibu pertiwi. Siklus itu adalah gerakan 360 derajat. Setiap hari kita berangkat kerja dari rumah kemudian kembali ke rumah, ternyata kita telah melakukan gerakan melingkar 360 derajat.

Thawaf adalah salah satu sunnah dalam ibadah haji. Gerakan thawaf adalah melingkari Ka’bah 360 derajat. Demikian juga dengan Sa’i, lari dari bukit Marwa ke Safa, adalah gerakan 360 derajat. 

Dari fakta-fakta itu sesungguhnya seluruh alam ini melakukan gerakan melingkar 360 derajat. Untuk itulah Allah memberi tahu kepada kita semua, bahwa seluruh makhluk di bumi ini melakukan shalat. Maka tidak ada makhluk yang bisa lepas dari pengetahuan Tuhan, apapun yang mereka kerjakan tidak akan lebih dari sebuah gerakan melingkar 360 derajat.

Aliran darah dalam tubuh bergerak melingkar 360 derajat. Siklus terjadinya air hujan, dimulai dari penguapan air di laut, menunjukkan gerakan siklus melingkar 360 derajat.

Sesungguhnya shalat adalah gerakkaan 360 derajat yang menggerakkan kehidupan alam semsesta. Maka tidak ada satupun aktivitas kita di muka bumi ini yang tidak mengikuti gerakan shalat 360 derajat. Maka dari itu Allah memerintahkan bergeraklah di muka bumi ini 360 derajat. Dan ingatlah Allah yang banyak agar dalam gerakan 360 derajat yang kamu lakukan sehari-hari diberi kekuatan dan keberuntungan oleh Allah.

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (Al Jumu’ah, 62:10)

Dan Allah mengajarkan kepada Nabi Muhammad saw gerakan shalat, karena inti seluruh gerakan hidup makhluk di muka bumi ini adalah shalat. Semoga kita diberi kesadaran untuk selalu ingat Allah dalam gerakan shalat kita. Wallahu ‘alam.

(Master Trainer @logika_Tuhan)

Sunday, October 15, 2017

JACK MA SUKSES DENGAN LOGIKA TUHAN


OLEH:
MUHAMMAD PLATO

Anda harus mengenal Jack Ma pendiri perusahan e-commerce Alibaba dari China. Kekayaannya mencapai 555,79 triliun (liputan6.com). Jack Ma berkata tidak ada manusia yang bisa mengalahkan mesin, jika ingin mengalahkan mesin, manusia harus belajar mengendalikan emosinya.

Jack Ma mengaku bukan orang yang berbakat, dan dia termasuk orang yang sering mengalami kegagalan. Jack Ma bukan orang cerdas. di sekolah dasar yang seharusnya 5 tahun selesai, dia selesaikan selama 7 tahun. Dia sekolah di SD yang sangat jelek kualitasnya, karena semua temannya yang tes masuk sekolah lanjutan pertama semuanya gagal. Dia mengalami gagal tes ke SMP, SMA dan tiga kali gagal tes masuk perguruan tinggi. Dia hanya bisa kuliah di perguruan tinggi setingkat D3, itupun di universitas kelas tiga atau kelas empat di China.

Dia pernah melamar sampai 30 perusahaan untuk bekerja dan semuanya gagal. Ketika melamar bekerja ke sebuah gerai fast food terkenal, dari 24 orang hanya dia yang tidak diterima. Ketika ia memulai bisnis virtual, selama tiga tahun tidak ada satu sen pun keuntungan dia dapat. Mendaftar jadi polisi, dari lima orang pelamar empat orang diterima, hanya dia yang tidak diterima.

MENGELUH AKAN MENGHILANGKAN PELUANG ANDA UNTUK SUKSES 
  Ketika membuka bisnis Alibaba mencari modal kepada para kapitalis di Amerika, dari 30 lebih pemilik kapital tidak satu orang pun yang tertarik dengan usaha saya. Bagi Jack Ma ternyata kegagalan, penolakkan, kemunduran, kerugian, yang dia terima seperti kursus. Jack Ma berkata, “jika kita ditolak orang lain itu adalah sesuatu hal yang normal dan jika kita diterima orang lain itu tidak normal”.

Maka jika orang lain punya target sukses, maka Jack Ma punya target gagal. Di awal usahanya, dalam satu hari Jack Ma menargetnya 12 kali gagal ditolak pelanggan, ketika dia pulang dia merasa sukses karena gagal ditolak 12 pelanggan. Inilah logika terbalik yang diajarkan oleh Jack Ma kepada kita. Kegagalan adalah hal paling berharga dalam hidup bagi kesuksesan kita di masa depan.

Jack Ma tidak mau menulis buku, kecuali buku yang akan dia tulis nanti dengan judul 1001 kegagalan Alibaba. Kegagalan membuat orang berbeda dengan orang lain, setiap gagal kita akan belajar dan memeriksa diri sendiri. Kebanyakan orang, ketika gagal menyalahakan orang lain.

Pola pikir Jack Ma, petunjuknya ada dalam kitab suci Al-Qur’ran. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan  (kegagalan) itu ada kemudahan (sukses), sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (QS. 94:5:6). Jack Ma sebenarnya sedang menjelaskan kebenaran logika Tuhan dalam Al-Qur’an, bahwa kegagalan demi kegagalanlah yang membuat Jack Ma sukses dalam bisnis online.

Kemudian Jack menegasakan, setiap kegagalan adalah kesalahan diri sendiri, murni dari diri sendiri. Hal yang harus dipelajari dari orang-orang sukses adalah kegagalannya, dan bagaimana menghadapi kegagalan. Di sekolah yang didirikannya, Jack banyak mengajarkan studi kasus bagaimana orang-orang gagal, sehingga mereka harus tahu bahwa orang sepintar, secerdas apapun, dia akan bertemu dengan kegagalan. Semua kegagalan ini datang dari diri sendiri.

Jack Ma, menjelaskan tentang logika Tuhan dalam Al-Qur’an, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri, (Qs. 17:7).

Jack Ma mengamati selalu menemukan karakter bagus dari orang-orang hebat di dunia, mereka adalah orang-orang yang optimistis, dan mereka tidak pernah mengeluh dalam kesulitan. Jika orang tidak punya rasa optimis, maka orang itu kehilangan peluang untuk menang, dan jika kita mengeluh maka kita telah kehilangan peluang.

Prihal sebab larangan mengeluh tertuang dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. (QS. 90:4).

Namun demikian banyak sekali di sekolah-sekolah, kampus-kampus, orang-orang mengeluh. Maka keluhan mereka adalah peluang bagi kita untuk menyelesaikan masalah mereka. Untuk itu, imbangilah dengan memikirkan solusi penyelesainya ketika kita mengeluh, agar setiap keluhan menjadi peluang.

Dan perintah untuk bersikap optimis diterangkan dalam Al-Qur’an, “dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". (QS. 12:87).

Ketika krisis terjadi, itu adalah tanda bahwa suatu perubahan besar sedang terjadi. Jika dalam perubahan besar ada banyak orang kehilangan pekerjaan, maka akan tercipta lapangan pekerjaan baru yang sangat besar.

Strategi yang dilakukan Jack dalam megembangkan bisnis, dia tidak mendatangi orang-orang sukses, tetapi dia mendatangi dan mengajari orang-orang yang belum dan ingin sukses. Usia mereka berada pada kisaran 15-18 tahun.  Saat ini situasinya sudah berubah, jika dulu kita harus meyakinkan orang tua maka yang muda mengikuti, sekarang terbalik kita harus meyakinkan yang muda maka yang tua akan mengikutinya. Jika kita ingin membangun masa depan maka harus memperhatikan anak-anak muda.

Banyak orang berpikir, bisnis online menghancurkan bisnis mereka, padahal sikap mundur, apatis, menutup diri, yang membuat mereka hancur. Kita harus mengubah pendidikan kita. Bukan mengajarkan pengetahuan, tetapi mengajarkan budaya, dan nilai-nilai kehidupan. Ada dua fokus pendidikan yaitu imajinasi, kreativitas dan kerja kelompok. Kita harus mengajarkan musiK untuk melatih imajinasi, mengajarkan olah raga untuk belajar bekerjasama.

Persaingan di masa depan bukan persaingan di pengetahuan, tetapi persaingan di pengethauan dan pengalaman. Jika pendidikan kita tidak segera dirubah, maka anak-anak kita akan banyak mengeluh. Manusia optimistis akan selalu mengalahkan mesin. Maka yang dibutuhkan sekarang adalah entreprenir yaitu ilmuwan sosial dan seniman.

Alibaba sukses bukan karena Jack Ma cerdas, tapi karena Alibaba bisa bekerjasama dengan orang-orang sukses, memahami masyarakat dan apa kebutuhannya. Jika ingin lebih sukses anda harus memecahkan masalah besar yang dihadapi masyarakat. Makin besar masalah masyarakat untuk dipecahkan makin besar peluang untuk suskes.

Jika ada memecahkan masalah untuk desa, maka desa akan jadi perusahaan anda. JIka anda memecahkan masalah untuk provinsi, maka provinsi adalah perusahaan anda. Jika anda memecahkan masalah negara, maka negara adalah perusahaan anda.

Di masa yang akan datang jika ingin sukses anda harus memiliki EQ, jika anda ingin menang maka anda harus punya IQ. Ketiga, jika anda ingin menjadi orang terhormat, anda harus memilki LQ (Q of Love). Persaiangan ke depan bukan sejauhmana anda bisa memenangkan persaingan, tetapi sejauhmana anda peduli, mensejahterakan karyawan, dan memecahkan masalah-masalah sosial. Untuk kepedulian sosial, wanita lebih cerdas dari pria. Untuk itu ke depan para wanita akan tampil sebagai penyejahtera.

Sekarang kita ada di revolusi ketiga. Revolusi pertama membuat fisik manusia kuat dengan diciptakannya mesin. Revolusi kedua kita menaklukkan jarak, dengan menciptakan kereta cepat, pesawat luar angkasa. Revolusi ketiga adalah revolusi dunia dalam. Orang harus kenal diri mereka sendiri. Revolusi sekarang adalah revolusi pembebasan otak. Perang kita sekarang adalah melawan kemiskinan, perubahan cuaca ekstrim, dan pencemaran lingkungan serta penyakit. Semua ini dapat dilakukan dengan tujuan bisnis adalah membantu orang untuk bahagia, itulah bisnis yang akan terus menguntungkan.

Tujuan bisnis membantu orang sama dengan konsep sedekah. “(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. (QS. 2:273)

Apakah Jack Ma belajar logika Tuhan dari Al-Qur’an? Penulis tidak tahu, namun sebelum penulis berkenalan dengan Jack Ma di youtube, penulis sudah menjelaskan tentang empat doktrin karakter tangguh yaitu jangan mengeluh, jangan putus asa, jangan menyalahkan orang lain, dan harus berani berkorban. Empat doktrin karakter ini dibuat di sekolah menggunakan pendekatan logika yang bersumber dari Al-Quran. Mengapa pemikiran Jack Ma sama dengan ajaran logika dalam Al-Qur’an? Ini membuktikan bahwa Al-Qur’an bukan hanya petunjuk bagi kaum muslimin, tetapi petunjuk hidup bagi seluruh manusia. 

(Penulis adalah Master Trainer @logika_Tuhan)

Monday, October 9, 2017

MASYARAKAT GAGAL BERAGAMA


OLEH:
MUHAMMAD PLATO

Seumur baru sekali mendengar khutbah shalat Jumat, yang menjelaskan tentang larangan mengunakan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi. Sehingga menurut pendapat khotib saat itu, berjualan di trotoar adalah perbuatan dilarang agama, karena sama dengan mengambil hak orang lain untuk kepentingan pribadi.
Setelah itu, nyaris tak terdengar khotib-khotib membahas tata cara hidup bermasyarakat sesuai ajaran agama dengan mengangkat kasus-kasus di masyarakat. Padahal khutbah jumat adalah kesempatan emas untuk mendidik umat dengan biaya gratis.

Bayangkan untuk mengumpulkan 100 orang peserta seminar kita harus promosi, sewa gedung, pesan konsumi, dan catering. Untuk seminar butuh biaya besar, sedangkan untuk mendengarkan khutbah dan shalat jumat orang datang sendiri. Khutbah jumat seharusnya dikemas sebaik mungkin agar setelah pulang jumatan masyarakat muslim menjadi cerdas, dan punya bekal untuk menyelesaikan masalah hidup.
 
Selain masalah pedagang kaki lima, di masyarakat telah terjadi kebiasaan melakukan penyerobotan lahan pemerintah, jalan umum, dan ruang terbuka, untuk kepentingan pribadi. Daerah resapan air kota Bandung di bagian utara, kini habis jadi pemukiman dan tempat kuliner yang dikelola oleh masyarakat. Di wilayah Cianjur selatan, banyak tanah-tanah milik negara berubah menjadi milik pribadi dan ditempati menjadi pemukiman.

Gejala ini terjadi, akibat semakin padatnya jumlah penduduk dan tidak merata penyebarannya. Di wilayah kota, dalam lingkungan perumahan ruang kegiatan terbuka yang disediakan pengembang, bukan lagi tempat bermain anak-anak, tapi jadi tempat parkir mobil pribadi. Jalan perumahan yang sempit juga digunakan parkir motor warga dan tempat jemur pakaian. Inilah gejala kehidupan sosial yang tidak sehat di kota-kota besar.

Pemerintah DKI Jakarta yang akan memberlakukan syarat punya lahan parkir bagi pemilik kendaraan adalah upaya pendidikan masyarakat agar tidak menyerobot hak umum. Parkir mobil di jalan umum, gang, trotoar, adalah pelanggaran yang sangat merugikan orang banyak.

Masyarakat juga kerap menggunakan jalan untuk kepentingan pribadi, dengan mengelar hajatan menutupi jalan umum. Pemasangan tenda pengantin, panggung hiburan, memakan setengah badan jalan bahkan menutup total.

Demi hajatan pribadi, jalan ditutup sampai berhari-hari dan setelah selesai tidak cepat-cepat dibongkar. Kebiasan ini terjadi hampir di setiap daerah, dan tidak ada upaya edukasi dari pemerintah atau tokoh masyarakat, ulama, petugas, yang melarang fasilitas umum digunakan untuk kepentingan pribadi.

Sebenarnya kita tidak bisa membenarkan sesuatu atas dasar karena keadaan mendesak. Kehidupan masyarakat harus tetap mengacu kepada aturan hukum yang berlaku dalam kondisi apapun, terutama mengacu pada aturan kehidupan yang didasari nilai-nilai ajaran agama.

Perintah Allah bagi orang-orang beragama, “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil,” (QS. An Nisaa’: 29). Ajaran ini seharusnya diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat.

Menggunakan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi sama dengan mengambil hak orang lain dengan dzalim. Rasulullah saw, dalam hadis menjelaskan. “Barangsiapa mengambil sejengkal tanah secara zhalim, maka pada hari kiamat ia akan dihimpit dengan tujuh lapis bumi”. [HR. Muslim No.3023]. Dahsyatnya ancaman bagi para pengambil hak orang lain, memberi sinyal bahwa prilaku ini sangat dilarang keras dilakukan oleh orang-orang beriman.

Membina penelitian masalah-masalah sosial di masyarakat

KH.Ovied.R yang berkedudukan sebagai dewan fatwa dari Malasyia, bersepakat apabila terjadi adanya bertentangan kepentingan (kemaslahatan umat), maka didahulukanlah kepentingan yang lebih mendasar (kepentingan yang lebih besar).”

Demikian juga dengan Dr. H. Ahmad Zuhri, Lc. MA. Ketua Komisi Fatwa MUI dari Kota Medan menyimpulkan jika jalan umum atau tempat milik umum sengaja digunakan untuk acara tertentu baik bersifat pribadi atau untuk kepentingan tertentu yang menyebabkan terjadinya keresahan atau mengganggu kepentingan umum, maka hukumnya Haram bagi panitia yang membuat acara tersebut. Fatwa ini memiliki dasar kuat karena sejalan dengan keterangan dalam kitab suci Al-Qur’an dan hadis.

Fatwa ini sangat mengikat, karena pada prinsipnya agama mengatur manusia agar tidak berbuat merugikan orang lain. Semua ajaran agama menuntut manusia menjadi makhluk yang membawa kesejahteraan bagi alam. Sesungguhnya Tuhan menciptakan alam semesta dengan prinsip saling memberi manfaat, sehingga dengan prinsip ini akan terjadi kesimbangan hidup, kedamaian, dan kesejahteraan bagi alam.

Sejam, sehari, sejengkal, dua jengkal, jika dengan sadar merugikan orang lain, sesungguhnya kita telah gagal menjadi masyarakat beragama. Bagaimana bisa dikatakan masyarakat beragama, jika berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun, dan menjadi kebiasaan, masyarakat hidup  merugikan orang lain.

“Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan”; (Asy Syu’araa, 26:183)

Jika alam diciptakan oleh Tuhan dengan prinsip memberi, maka manusia-manusia pengambil hak orang lain adalah manusia keterlaluan, dan melampaui batas ketentuan Tuhan. Mereka adalah produk gagal dalam memahami ajaran agama. Wallahu ‘alam. 

(Penulis Master Trainer @logika_Tuhan).

Sunday, October 1, 2017

IZIN KEPADA TUHAN


OLEH:
MUHAMMAD PLATO

Seberapa peduli kita terhadap aturan ini, “pengumuman kepada seluruh pegawai yang tidak bisa melaksanakan tugas mohon memberi kabar kepada kepala sekolah”.  Maksud dari pengumuman ini adalah kepada seluruh pegawai memberitahukan ketidakhadiran sebagai bagian dari penerapan etika pegawai dan permohonan izin kepada pimpinan atas ketidakhadiran.

Bagi sebagian orang yang tidak paham, pengumuman ini dianggap sebagai bentuk narsisme kepala sekolah yang ingin diakui keberadaan. Padahal, jika dikaji dari teori dan dalil kepemimpinan, pengumuman ini bukan untuk kepentingan pemimpin, tetapi untuk kepentingan para pegawai dalam rangka membebaskan para pegawai dari rezeki haram.

Sebagai manusia, kita kerap disisipi kepentingan, pribadi, keluarga, dan masyarakat. Anggota keluarga sakit, pernikahan anggota keluarga, hajatan tetangga, pemakaman, menjadi alasan klasik ketidakhadiran pegawai. Semua pemimpin menyadari bahwa kondisi ini adalah realitas yang pasti terjadi dalam kehidupan pegawai.




Pada kenyataannya, ada yang kurang memahami fungsi dan hakikat izin pimpinan dalam meninggalkan tugas. Akibatnya mereka punya kebiasaan meninggalkan tugas tanpa izin atau tanpa kabar kepada pimpinan. Ada juga yang memohon izin, tapi hanya kepada teman sejawat, melalui grup media sosial, tanpa mengindahkan keberadaan pimpinan.

Sebagaimana kita ketahui dalil mutlak kekuasaan dan wewenang pemimpin, menjadi penyebab permohonan izin harus ditempuh saat akan meninggalkan tugas. Permohonan izin memiliki arti permohonan kepada pemimpin untuk dihalalkan gaji bulanan yang diterima, sekalipun tidak dikerjakan karena berhalangan tugas.

Jika gaji bulanan sebesar Rp. 2.000.000,- dan hari kerja efektif 20 hari dalam satu bulan, maka satu hari tidak masuk kerja tanpa izin sama dengan mengumpulkan uang haram Rp. 100.000. per hari. Jika kebiasaan tidak melaksanakan tugas, dan kesiangan, dilakukan tanpa memohon izin pimpinan maka sebenarnya kita telah mengotori penghasilan kita dengan penghasilan haram.

Dapat dibayangkan apa jadinya, jika penghasilan haram ini digunakan untuk menghidupi keluarga. Sedikit demi sedikit sangat tidak mustahil akan berdampak buruk pada kehidupan keluarga yang kita bina. Ketidakharmonisan rumah tangga, gangguan kesehatan, dan ketidakstabilan emosi, menjadi dampak dari apa yang kita usahakan tidak halal.

Marilah kita pahami, ketika pimpinan mengizinkan pegawai untuk tidak melaksanakan tugas, sebenarnya pimpinan telah berkorban untuk menanggung beban kewajiban pegawai yang tidak dilaksanakan di pundaknya, di dunia bahkan sampai akhirat. Untuk itu para pegawai selayaknya berterimakasih kepada pemimpin yang masih mengingatkan, dan memberi izin untuk tidak melaksanakan tugas, karena Dia telah menjaga penghasilan para pegawai tetap halal.

Maka dari itu, jangankan meninggalkan tugas seharian, terlambat satu menit saja dalam melaksanakan tugas, sebagai pegawai yang peduli pada kesehatan dan kesejahteraan keluarga, seyogyanya selalu memohon izin kepada pimpinan atas kealpaan dan kekurangan dalam bekerja. Karena kita tidak tahu, apakah peristiwa besar atau peristiwa kecil yang kelak akan menghambat kita masuk surga. Dan betapa beratnya tanggung jawab pemimpin yang harus menangung beban kekurangan para pegawainya kelak di akhirat.

Memohon izin adalah hal baik seperti kecil dan sering kita abaikan, namun bisa jadi kelak akan jadi sebab keburukan dalam kehidupan kita. Bukankah Allah membalas setiap kebaikan dan keburukkan sekalipun sebesar debu yang berterbangan? 

Minta izin adalah ciri dari orang beriman. "Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (An Nuur, 24:62)

Maka memohon izin kepada pimpinan, sebenarnya seperti memohon izin kepada Tuhan. Karena pada hakikatnya seorang pemimpin adalah khalifah atau wakil Tuhan. Dia harus berlaku adil, dan bertugas membebaskan manusia dari segala keburukan sebagaimana diperintahkan oleh Tuhan. Semoga kita semua dirahmati Allah. Wallahu ‘alam.

(Master Trainer @logika_Tuhan)