Sunday, November 22, 2020

CARA HIDUP AGAR BERUNTUNG

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Orang awam berpendapat bahwa keberuntungan yang di dapat seseorang adalah sebuah kebetulan. Awam juga berpendapat bahwa keberuntungan adalah rezeki yang didapat begitu saja tanpa usaha. Pola-pola pikir seperti ini dapat mengarah pada prilaku mistik yang akan menghilangkan sifat pekerja tangguh pada seseorang.

Sesungguhnya jika kita berpedoman pada Al-Qur’an kita semua bisa menjadi orang-orang beruntung. Cara-caranya mari kita lihat apa yang diajarkan Allah dalam Al-Qur’an. Syaratnya Anda harus yakin bahwa Allah lah yang memberi pelajaran kepada semua manusia tanpa membeda-bedakan kecuali kepada orang beriman.

Berikut adalah cara-cara yang diajarkan Allah dalam Al-Qur’an agar kita menjadi orang-orang beruntung. Saya definisikan dulu “keberuntungan adalah kebaikan yang dilakukan berulang-ulang”. Jadi bagi orang-orang yang ingin mendapat keberuntungan harus punya prilaku baik yang terus diulang-ulang. Definisi ini saya kembangkan dari keterangan Al-Qur’an, “…dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (An Anfaal, 8:45). Menyebut Allah banyak banyaknya artinya berbuat baiklah sebanyak-banyaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi untuk mendapat keberuntungan kita harus melakukan kebaikan yang terus diulang-ulang sehingga kebiakan itu menjadi karakter. Kebaikan-kebaikan yang terus kita ulang pasti akan mendapat balasan kebaikan. Semakin banyak kebaikan yang kita lakukan maka kebaikan itu akan berakumulasi dan balasannya pun berakumulasi dan itulah keberuntungan yang besar. Jika ingin mendapat keberuntungan yang besar maka sejauh mana anda mengulang-ngulang kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari Anda.

Banyak alternatif dalam kehidupan kita untuk berbuat baik. Di dalam Al-Qur’an kita bisa temukan dengan apa kebaikan bisa kita lakukan. “Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad DENGAN HARTA DAN DIRI MEREKA. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung.” (At Taubah, 9:88).

Jadi kebaikan bisa kita lakukan dengan harta dan diri kita. Kategori harta adalah benda-benda yang tampak. Mulai dari tubuh dan harta kekayaan kecil sampai besar yang kita miliki. Sebutir debu harta yang kita miliki itulah kekayaan kita. Jadi semua orang bisa melakukan kebaikan berulang-ulang dengan harta yang dia miliki, dan tidak ada manusia yang terlahir tanpa harta yang dia miliki. Setiap manusia terlahir dengan tubuh maka itulah harta yang dimiliki setiap orang.

Kebaikan adalah kegiatan menggunakan seluruh organ tubuh untuk melakukan perbuatan bermanfaat.  Jadi kebaikan adalah sebuah olah raga, yaitu kegiatan tubuh dalam rangka melakukan hal-hal yang bermanfaat. Itulah dasar dari kebaikan dengan menggunakan harta yang kita miliki, dan semua orang fakir atau kaya bisa melakukannya.

Kebaikan dengan diri sifatnya kebaikan yang tidak terlihat kasat mata. Kebaikan ini berada pada sikap hati dan pikiran seseorang. Hati ikhlas dan pikiran positif adalah kebaikan yang dilakukan oleh diri seseorang. Hati yang tidak dengki, benci, dan selalu diliputi rasa cinta adalah kebaikan. Pikiran yang selalu berprasangka baik pada setiap kejadian adalah kebaikan pikiran.

Dua dimensi kebaikan yang dilakukan dengan harta, hati dan pikiran hendaknya dilakukan selaras. Kebaikan ini harus terus konsisten dilakukan. Selanjutnya, rezeki dari Allah yang ghaib karena datangnya tidak disangka-sangka dan arahnya tidak kita ketahui akan menimpa membalas kebaikan demi kebaikan yang telah kita lakukan berulang-ulang.

Sekarang, tentukan kebaikan-kebaikan apa yang dapat Anda lakukan dengan harta dan diri Anda. Sekecil apapun kebaikan Anda lakukan asal dilakukan berulang-ulang itulah potensi Anda untuk mendapat keberuntungan dalam hidup Anda. Shalat yang anda lakukan berulang-ulang adalah kebaikan dan sudah termasuk kebaikan dengan menggunakan harta dan jiwa Anda. Inilah cara sederhana yang diajarkan Allah agar kita mendapat keberuntungan. Shalat yang diikuti dengan sedekah secara konsisten adalah dasar kebaikan yang akan menghasilkan keberuntungan besar untuk Anda.

Semakin sering shalat dan diikuti dengan sedekah semakin besar keberuntungan yang akan anda dapat. Syarat dasar untuk mendapat keberuntungan yang besar adalah sabar dalam melakukan kebaikan. “Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (Fushshilat, 41:35). (Wallahu’alam. 

Saturday, November 21, 2020

ADNAN LELO MAESTRO LOGIKA TUHAN

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Menyimak tayangan talkshow dalam satu stasiun televisi swasta ternama ada getaran hati yang menandakan satu frekuensi. Aznan Lelo adalah maestro logika Tuhan. Seluruh isi talk shaw semua mengandung ajaran logika dari Tuhan yang disampaikan dalam bahasa lugas, lepas, tanpa beban, santai, dingin, dan nyaris minim ekpresi, namun sangat full inspiration.

Adnan Lelo memiliki gelar akademik panjang dan memiliki salah satu profesi bergengsi di negeri ini, namun prilakunya sangat unik dan karakternya ganjil sangat berbeda dengan karakter manusia yang pernah kita temui di muka bumi ini.

Menurut Beliau, “ada tiga profesi di muka bumi ini yang tidak boleh menentukan tarif, yaitu guru, dokter, dan pengacara”. Filosofi ini sangat melangit karena sumbernya bukan dari pemikiran manusia material yang menghitung penghasilan dengan hitungan untung rugi secara material.


“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. (Al Baqarah, 2:275). Jual dibeli dijelaskan di dalam surat lain dijelaskan dalam satu redaksi ayat yaitu membelanjakan sebagian rezeki yang telah Allah berikan. “Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafa`at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang dzalim.” (Al Baqarah, 2:254). Jual beli dalam konsep Al-Qur’an sebagai sebuah tindakan pertukaran jasa, barang, dalam kontek saling memberi atau mensedekahi.  

Etika jual beli lainnya, tidak boleh kedua belah pihak saling memberatkan. “…Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan” (Al Baqarah, 2:282). Letak kekhalalan dari jual beli adalah kedua belah pihak tidak ada yang merasa dibebani, dan saling menyulitkan. Jual beli dilakukan dengan jiwa ikhlas, rela melepas dan bahagia menerima.

Aznan Lelo selama praktek jadi dokter tidak pernah menentukan tarif pada pasiennya. Pesien membayar dokter dengan memasukkan uang ke dalam amplop yang tidak diketahui jumlahnya. Sesekali terdapat amplop kosong dan tidak pernah jadi masalah karena tidak diketahui orangnya. Setiap hari pasien yang dilayaninya antara 30 sampai 153 orang. Amplop amplop yang diterima dari pasien selalu ada alokasi untuk zakat dan orang tua. Setiap pasien dilayani dengan baik tanpa melihat latar belakang.

Demikian Allah mengabarkan bahwa orang-orang yang hidup dengan logika Tuhan memiliki karakter-karakter berbeda dengan manusia pada umumnya. Untuk itulah orang-orang beriman yang hidup dengan logika Tuhan seperti orang asing yang ada di tengah lautan manusia, namun orang asing ini punya karakter mensejahterakan banyak orang. Wallahu’alam. 

Thursday, November 12, 2020

PRESIDEN JOKOWI DAN HRS BERSATULAH

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Tulisan ini bukan mengajari tetapi sebuah harapan dari warga negara. Indonesia adalah bangsa besar dengan kekuatan jumlah manusia terbanyak No. 4 di dunia. Di percaturan politik dan ekonomi dunia negara kita termasuk negara yang diperhitungkan.  Syarat menjadi bangsa besar kita membutuhkan kebersamaan dalam membangun negara. Bossman Mardigu mengatakan, seluruh kekayaan alam yang diciptakan Allah di muka bumi ini semuanya ada di Indonesia. Berjuta-juta ton emas ditambang sejak zaman Belanda hingga sekarang belum habis. Nikmat apa lagi yang kamu dustakan?

Allah berfirman, “Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. TIDAKLAH BERSELISIH tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, KARENA DENGKI antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Al Baqarah, 2:261).

Untuk mewujudkan kebesaran bangsa, kita hanya butuh kebersamaan. Perselisihan adalah sebuah realitas yang pasti terjadi dalam kehidupan manusia. “Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat.” (Huud, 11:118).

Sekalipun perselisihan menjadi realitas kehidupan manusia yang pasti terjadi, namun perselisihan itu terjadi bukan tanpa sebab. Allah mengabarkan bahwa perselisihan itu terjadi karena sifat-sifat dengki yang sama-sama dimiliki oleh setiap manusia. Hal ini tidak berarti manusia harus berselisih tanpa ada penyelesaian. Allah memberi petunjuk bagaimana perselisihan itu dapat diselesaikan, yaitu dengan menekan sifat-sifat buruk dan menghidupkan sifat-sifat baik yang diajarkan Allah.

Untuk menekan kedengkian, lalu sifat apa yang harus dihidupkan pada jiwa manusia? Kita kembali kepada apa yang telah diajarkan Allah kepada umat manusia, “Berakhlaklah dengan akhlak Allah” (hadis).  

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: "Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang". (Al Hasyr, 59:10).

Allah Maha Penyantun dan Penyayang, maka tekanlah dan matikanlah dengki dengan menjadi pribadi penyantun dan penyayang sebagaimana Allah menyantuni dan menyayangi makhluknya tanpa melihat latar belakang.

Presiden Jokowi dan HRS adalah pemimpin-pemimpin umat yang kami hormati dan kami banggakan, apa yang dilakukannya sangat mungkin akan diikuti oleh warga masyarakat. Ketika kebengisan diperlihatkan oleh para pemimpin maka akan lahir warga-warga negara yang bengis. Sebaliknya ketika pribadi-pribadi santun dan penyayang seperti sifat Allah dihidupkan oleh para pemimpin, maka akan tampil warga-warga negara yang penyantun dan penyayang. James Clear (2020) penulis buku Atomic Habit mengatakan setiap warga negara selalu meniru para pemimpin yang diidolakannya. Jadi para pemimpin adalah salah satu pembentuk karakter bangsa.

Kami butuh Jokowi dan HRS untuk menjadi teladan di Republik ini. Allangkah indahnya Indonesia jika Jokowi dan HRS bergandengan tangan, bahu membahu memimpin membangun bangsa Indonesia menuju puncak peradabannya sebagai negara demokrasi dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Bersatulah bangsa ku, persatukan dunia dengan menjadi bangsa penyantun dan penyayang. Wallahu’alam. 

Sunday, November 8, 2020

INGAT ALLAH BAIK SEKALI

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Apa yang anda pikirkan ketika shalat? Ingat makanan, hutang, pekerjaan, atau mantan? Jika itu yang terjadi ubah saja saat itu juga apa yang kita ingat dalam shalat sebagai topik komunikasi kita dengan Allah. Ketika ingat hutang dalam shalat, jadikanlah doa minta lunas utang dalam shalat di waktu sujud. Kalau tidak bisa bahasa Arab, pakai saja bahasa sendiri dalam hati. Bagaimana ketika ingat mantan? Ya silahkan terserah mau didoain apa mantan anda ketika shalat.

Ketika shalat memang pikiran kita kadang gagal fokus dengan mengingat pengetahuan-pengetahuan yang membuat kita tidak sadar sedang shalat. Jika kita baca keterangan dari Al-Qur’an, salah satu isi dari shalat adalah ingat Allah. “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”. (Thaahaa, 20:14). Di dalam ayat lain dikatakan, “dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat.” (Al A’laa, 10:15).

Hati kita berpikir. Pikiran berubah-ubah dalam hitungan detik. Jika shalat kita lamanya lima menit atau 300 detik, maka dalam hitungan detik berapa mampu bertahan pikiran kita ingat Allah. Kualitas shalat kita bisa diukur berapa lama pikiran bertahan tetap fokus ingat pada Allah. Ini pekerjaan berat yang harus dilakukan ketika kita shalat. Bisa jadi kita hanya ingat Allah 10%, 20%, 30%, 50%, 70%, dan tidak mungkin 100%.

Selama shalat kita harus konsentrasi mengerahkan energi ke otak untuk menjaga ingatan fokus pada Allah. Untuk memudahkan kerja pikiran pada saat shalat, lakukanlah sesuai perintah Allah, “berprasangka baiklah pada Allah”, lakukan pola pikir ini ketika shalat. Ingatlah Allah baik sekali apapun kebaikan yang ingin terjadi pada diri kita pikirkan Allah yang maha baik.

Ketika kita shalat, kita sedang ada pada prilaku yang diperintahkan Allah, gerakan tangan, kaki, kepala, sudah ada dalam perintah Allah. Demikian juga pikiran kita harus seperti tangan, kaki, dan kepala ketika shalat. Namun pikiran tidak seperti tangan, kaki, dan kepala yang bisa terkendali ketika shalat. Allah membimbing pikiran kita agar bisa terkendali, dengan menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad Saw, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang beriman. “Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,” (Al Baqarah, 2:2).

Petunjuk bagi mereka yang bertakwa, yaitu petunjuk berpikir. Agama terletak di pola pikirnya. Segala tingkah laku manusia sangat tergantung pada pola berpikirnya. Kesalahan prilaku manusia diawali dari kesalahan prilaku berpikir. Mengingat Allah dalam shalat adalah prilaku pikiran. Kekhusyuaan seseorang dalam shalat sangat tergantung pada yang dipikirkan ketika shalat.

Bertahun tahun saya shalat mencari tahu bagaimana cara agar bisa merasakan shalat dengan fokus pada Allah. Kini untuk membantu pikiran fokus pada Allah, ketika shalat hanya berusaha ingat bahwa Allah Baik Sekali. Ingatan ini membantu hati menjadi rilek dan tetap optimis. Ketika dalam shalat ingat Allah Baik Sekali, maka ketika ingat sesuatu di luar Allah, pikiran dikembalikan kepada Allah Yang Baik Sekali menjadi harapan yang pasti diberikan karena Allah Baik Sekali.

Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaulhusna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu" (Al Israa, 17:110).

Jadi shalat adalah latihan berpikir untuk mengingat Allah karena Allah Baik Sekali. Dengan mengingat Allah Baik Sekali maka energi positif akan terus masuk ke dalam hati dan pikiran selama shalat. Jadikan semua pengetahuan yang masuk ke pikiran ketika shalat menjadi harapan baik kepada Allah Yang Maha Baik ketika sujud dalam shalat. Mudah-mudahan shalat ritual kita menjadi shalat faktual di lapangan. Wallahu’alam.   

KANG ADE LONDOK ORANG BAIK

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Sosok Kang Ade londok adalah orang sederhana dan hidup dari kalangan masyarakat biasa. Ketika menjadi artis tentu saja Kang Ade belum memiliki pengalaman banyak tentang dunia artis. Jika Kang Ade merasa dibuli dan jadi pesakitan karena kritikan masyarakat itulah ujian jadi artis. Kritikan masyarakat sebenarnya mata pelajaran yang harus dipahami dan dijawab oleh Kang Ade Londok dengan perubahan ke arah yang lebih profesional. Masyarakat tidak salah karena pada umumnya masyarakat senang mengapresiasi yang buruk demikian juga dengan hal baik.

Keputusasaan Kang Ade Londok menjadi artis adalah kejujuran beliau sebagai orang biasa yang lugu. Kata-kata kasar yang sering dikemukakan Kang Ade saya tidak memandang hal yang buruk karena melihat dari mana latar belakang dia berasal. Itulah gaya komunikasi di lingkungan pasar dan kebiasaan mereka sehari-hari. Ketika gaya komunikasi itu dilakukan dilingkungan pasar, gaya komunikasi itu dimaklumi karena semua orang di lingkungan tersebut sudah terbiasa. Namun ketika gaya komunikasi itu dishare di media sosial maka konsumsinya bukan sebatas orang yang biasa ada di lingkungan pasar, tetapi semua kalangan mulai anak-anak sampai orang-orang dewasa dengan latar belakang berbeda, termasuk Pak Gubernur bahkan mungkin Pak Presiden.

Ketika Kang Ade tetap dengan gaya komunikasinya di media sosial, maka Kang Ade baru menyadari bahwa ada norma dan nilai sosial yang dikontrol oleh masyarakat. Sebenarnya hal ini biasa-biasa saja, Kang Ade Londok tidak perlu putus asa dan terlalu kecewa. Kang Ade Londok harus berterimakasih pada masyarakat yang peduli pada pribadi Kang Ade, dan mau terus mengapresiasi karya-karya Kang Ade. Saran saya Kang Ade terus berkarya, dan terus belajar.

Masalahnya Kang Ade mau belajar atau tidak? Kesalahan-kesalahan yang dilakukan manusia adalah hal wajar. Semua anak Adam tempatnya salah. Ketika Kang Ade salah dan minta maaf, itulah manusia baik. Lalu mereka yang terlalu merasa benar, lebih senior, lebih profesional disitulah penyakit manusia yang selalu melampaui batas. Seharusnya Kang Ade Londok meneruskan kegiatannya membantu promosikan pedagang-pedagang kecil, dengan terus melakukan refleksi, belajar dari kesalahan-kesalahan yang dilakukannya.  

Kang Ade Londok menurut penulis pada dasarnya orang baik. Kebaikan Kang Ade Londok yang bisa disaksikan oleh semua orang adalah Kang Ade sangat berbakti pada ibunya. Hubungan sosial manusia yang dianggap baik oleh Allah pertama kalinya adalah bagaimana hubungan manusia itu dengan orang tuanya. Seburuk-buruknya prilaku manusia di masyarakat, selama dia menunjukkan baktinya pada orang tua, dia akan diselamatkan Allah karena sikap hormat dan kebaikannya pada orang tua. Sabda Nabi Muhammad Saw bahwa “ridhonya orang tua adalah ridhonya Allah”. Ini ketetapan Allah bahwa manusia baik dapat dilihat bagaimana dia memperlakukan orang tuanya.

Kebaikan selanjutnya yang bisa kita saksikan dari Kang Ade Londok adalah selalu memohon maaf kepada masyarakat atau siapaun yang merasa terdzalimi oleh dirinya. Semua kesalahan yang pernah dilakukannya kepada siapaun dia selalu meminta maaf. Inilah kebaikan manusia yang bisa kita apresiasi dari manusia lain. Salah adalah sifat dasar manusia, peminta maaf yang lembut hati dan pemberi maaf sangat jarang ada pada pribadi manusia, karena Maha Lembut dan Pemberi Maaf adalah sifat Tuhan yang dimiliki oleh manusia-manusia berakhlak baik.

Dua kebaikan dari Kang Ade Londok adalah pelajaran besar bagi bangsa ini. Persepsilah orang dari sisi-sisi baiknya, lalu nasehatilah keburukan-keburukannya dengan santun. Namun harus diingat, yang menasehati dan dinasehati sebenarnya sama-masa manusia yang punya prilaku buruk yang keburukannya tidak ingin diketahui orang.  Tuhanlah pemilik segala kebaikan dan absolut.

Saran penulis Kang Ade Londok tetap di dunia enterntainmen terus menghibur masyarakat sambil terus belajar (learning by doing). Luruskan niat, bantulah pedagang-pedagang kecil untuk mepromosikan barang dagangannya, mereka membutuhkan Kang Ade. Jika Kang Ade Londok tidak mau jadi pecundang maka jangan menyerah. Gentlmen adalah gaya orang-orang pasar, jika mau berniat baik jadilah gentlemen yang tidak pernah ada kata menyerah untuk mengubah hidup menjadi orang baik, bermanfaat bagi banyak orang dan membaikkan kehidupan masyarakat. Wallahu’alam.

HIDAYAH ADALAH GREAT KNOWLEDGE

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Salah satu kegagalan kita dalam beragama adalah tidak pernah berani bertanya tentang hal-hal sederhana, apakah arti shalat, apakah arti hidayah, apakah arti safaat, apakah arti makrifat, dan lain sebagainya. Pertanyaan pertanyaan sederhana di atas sebenarnya pertanyaan mendalam dan untuk menjawabnya butuh pengetahuan dan pemikiran mendalam agar si penanya memahami pengertiannya sampai pada tataran operasional.

Pemahaman agama yang tekstual dibutuhkan untuk mengembalikan pemahaman kepada arti teks aslinya. Namun untuk kehidupan sosial kita butuh pemahaman-pemahaman rasional dan empiris agar ajaran agama yang kita yakini benar-benar membumi dan benar-benar bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat.

Dilihat dari kajian filsafat, masyarakat kita sebagian besar pemahaman agamanya bersifat mistik. Dunia mistik sifatnya acak untuk itu jarang menjelaskan konsep-konsep yang kita kenal dalam agama didefinisikan secara teknis. Hidayah dari sudut padang misitik memang sulit didefinisikan karena penyebabnya tidak dapat diketahui secara pasti, sehingga hidayah sering dipahami sebagai kejadian ghaib sebagai kehendak Allah kepada orang yang dikehendaki.

Pemahaman ini menjadi kesulitan bagi orang-orang yang ingin menemukan hidayah dari Allah. Jujur saja, penulis juga tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika orang ingin mendapatkan hidayah. Untuk itu kita harus kembali melihat petunjuk-Nya, sebagaimana dikabarkan Allah di dalam Al-Qur’an.

Dari sudut pandang sejarah, Nabi Muhammad saw menerima wahyu, setelah melakukan bertahun-tahun perenungan dengan mengambil tempat di Gua Hira. “Mendekati usia 40 tahun Nabi Muhammad saw mulai pergi berkhilwat dan beritikaf di Gua Hira, yaitu sutau bukit yang jauhnya kira-kira tiga mil dari kota Mekah. Muhammad berkhilwat pada setiap tahun sebulan lamanya. Enam bulan sebelum diangkat menjadi Rasul, Muhammad selalu bermimpi maka apa yang diimpikannya tepat terjadi sebagaimana dilihat dalam mimpinya.” (Ash Shiddieqy, 1996, hlm. 19).

Puncaknya Nabi Muhammad saw menerima wahyu dengan kata kunci “Iqra=bacalah”. Bisa kita renungkan dari jumlah ayat Al-Qur’an 6236, wahyu dari Allah itu turun diawali dengan kata bacalah! Sebagai sebuah kata perintah!!! Penulis merenungi perintah membaca bukan sebagai kata-kata sederhana tetapi sebuah perintah besar, mendasar, dan wajib bagi setiap umat manusia. Perintah membaca adalah fassword (kunci) bagi siapa saja yang ingin mendapat einligten. Arti einlighten dari kamus Oxford, give (someone) greater knowledge and understanding about a subject or situation”. Arti lainnya adalah “give (someone) spiritual knowledge or insight”.

Kata iqra adalah greater knowledge atau spiritual knowledge dari Tuhan. jadi Iqra adalah sebuah pengetahuan besar atau pengetahuan spritiual sebagai perintah kepada manusia untuk berpengetahuan agar manusia dapat menemukan greater atau spiritual knowledge.

Dari pemahaman ini hidayah adalah “pengetahuan besar” yang membuat seseorang mendapat einlighten (pencerahan). Untuk itu mereka-mereka yang telah mendapat hidayah adalah mereka yang diberi pengetahuan besar oleh Allah, dan pengetahuan itu menjadi kunci pengubah seluruh pola pikirnya. Maka untuk mendapatkan hidayah, perintah-Nya adalah bacalah, galilah pengetahuan dengan membaca seluruh makhluk dan kejadian yang terjadi di muka bumi ini sebagai ciptaan Tuhan YME.

Sejarah membuktikan, sangat tidak mungkin sebuah bangsa akan menjadi bangsa berperadaban tinggi jika membaca tidak menjadi budaya atau karakter dasar dari masyarakatnya. Bangsa-bangsa besar didirikan oleh orang-orang besar yang tercerahkan karena kebiasaannya membaca.

Hidayah adalah greater knowledge yang didapat seseorang karena ketekunan dan kegigihannya dalam membaca. Jadi kunci untuk mendapat hidayah caranya adalah menggali dan terus menambah pengetahuan dengan membaca seluruh makhluk dan kejadian alam dengan meyakininya bahwa membaca adalah perintah Tuhan. Wallahu’alam.