Wednesday, July 31, 2013

CARANYA SEDERHANA DAPAT REJEKINYA BANYAK

Barangsiapa memperbanyak istighfar maka Allah akan membebaskannya dari kedukaan dan memberinya jalan ke luar bagi kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga-duganya. (HR. Abu Dawud)

Kalau kamu baca hadis di atas dengan logika, jadinya begini;
Istgifar adalah sebab
Bebas dari duka adalah akibatnya
Dikeluarkan dari kesempitan adalah akibatnya
Dapat rejeki dari arah tak diduga-duga adalah akibatnya

Luar biasa bukan, ini seperti kata pepatah saja “satu kali mendayung dua tiga pulau terlampaui”. Percaya atau tidak? Istigfar itu adalah anugerah dari Tuhan untuk kaum muslimin, karena tindakannya sederhana tapi dampaknya tiga kali lipat. Percaya atau tidak?

Saya sarankan jangan percaya!!! Karena agama Islam bukan aliran kepercayaan. Tapi kalau Anda hanya percaya begitu saja, Anda tidak ada bedanya dengan penganut aliran kepercayaan.

Kepercayaan Anda akan jadi keyakinan kalau tindakan Anda berdasarkan pada apa yang anda percaya. Setuju tidak? Silahkan mikir dulu......

Jika ada percaya adanya Tuhan, maka tindakan Anda harus berdasar perintah Tuhan. Contoh ya; Tuhan perintahkan kamu sedekah, karena sedekah bisa bikin kamu kaya, lalu Anda bersedekah karena ingin kaya. Nah, jika tindakan Anda beredekah dikaitkan dengan perintah Tuhan, itu artinya Anda bukan hanya percaya pada Tuhan tapi yakin.

Sebaliknya jika Tuhan perintahkan sedekah supaya Anda kaya, tapi pada prakteknya Anda kikir karena ingin kaya, itu artinya Anda menjadi penganut kepercayaan kepada Tuhan.

Jadi intinya, setiap tindakan Anda, itu merupakan wujud keyakinan Anda. Jika Anda bekerja karena ingin cari uang, itu artinya Anda berkayikan kepada uang bukan kepada Tuhan.

Lalu, kalau sedekah ingin kaya, apakah itu sama artinya dengan kekayaan menjadi Tuhan? Selama tindakan anda, dilakukan berdasarkan pengetahuan dari Tuhan (Al-Qur’an dan hadis), maka sedekah karena ingin kaya tidak menjadikan Anda sebagai penyembah kekayaan, tapi sebagai bentuk ketaatan pada perintah Tuhan.

Kembali ke fokus utama, kalau Anda ingin kaya dengan cepat. Gunakan tindakan-tindakan yang berdampak double bahkan triple, seperti beristigfar.

Jadi CARA CEPAT DAN MUDAH DAPAT REJEKI itu bagaimana? Eeee masih belum ngerti juga, itu tuh tinggal banyakin istigfar. Masih tidak percaya?

Cobain deh resep ini. Sekarang coba praktekkin! Sambil beraktivitas, dalam hati ucapkan terus istigfar (astagfirullahaladzim). Kalau bisa 1-5 jam atau sehari penuh, lalu coba amati apa yang terjadi setelah itu pada diri Anda.

Saya sudah mencobanya dan harapan yang saya inginkan menjadi kenyataan. Jangan percaya ya, saya harap Anda rasakan sendiri agar bisa dapat haqul yakin. Setelah itu Anda boleh cerita-cerita kepada orang lain. Dengan demikian Anda dapat lagi pahala dari Tuhan, karena sudah berdawah walaupun hanya dengan satu hadis.

SELAMAT MENCOBA.... SEMOGA KAMU DAPAT RAHMAT. Salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @logika_Tuhan

Wednesday, July 24, 2013

KALAU MANUSIA HARUS BERPOLITIK

JANGAN PERCAYA! Pada orang-orang yang mencoba memisahkan politik dengan agama. Mereka BELUM membaca firman Tuhan (Al-Qur’an), dan sejarah Nabi Muhammad saw. Dalam sejarahnya, sebagai pemimpin Agama Nabi Muhammad tidak ada terus di dalam masjid, tapi turun ke medan perang, mengadakan perjanjian, mengutus hubungan diplomasi, dan menegakkan hukum demi tegaknya keadilan. 

MANUSIA DICIPTAKAN TUHAN SEBAGAI MAKHLUK POLITIK. Untuk itu Nabi Muhammad saw tidak lepas dari dunia politik. Ketetapan manusia sebagai makhluk politik tersirat dalam firman Tuhan.

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (Al Baqarah:34).

Dari redaksional ayat di atas kita tahu bahwa malaikat, iblis diperintahkan oleh Tuhan untuk SUJUD kepada Adam. Dari sudut pandang lain, bisa dipahami Adam (manusia) sudah ditetapkan sebagai penguasa di antara makhluk-makhluk Tuhan. Dari sisi lain, adam (manusia) telah diberi potensi berkuasa oleh tuhan, dan malaikat, serta jin tidak. Bisa dipahami juga bahwa Adam (manusia) telah diberi  NALURI BERKUASA oleh Tuhan.

Potensi atau naluri berkuasa inilah yang menyebabkan manusia dianggap sebagai makhluk politik. Jika Aristoteles berpendapat manusia adalah makhluk politik karena melihat setiap aktivitas manusia melahirkan hukum, maka dalam pandangan Islam penyebab manusia dianggap sebagai makhluk politik adalah karena seluruh aktivitas manusia dalam rangka mencari kekuasaan. Aktivitas mencari kekuasaan ini didorong oleh potensi berkuasa yang telah diberikan Tuhan.

Politik dalam Islam berbeda dengan politik dalam pemikiran bangsa Barat, yang menjadikan Niccolo Machiavelli sebagai tokoh pemikir ilmu politik. Dalam Islam Machiavelli itu hanya contoh buruk yang tidak boleh dilakukan oleh manusia dalam mengarungi dunia politik. Machiavelli adalah generasi penerus Kabil yang pengorbanan politiknya tidak diterima oleh Tuhan. Politik yang baik menurut Islam adalah yang tunduk dan taat pada aturan yang berlaku yang bersumber pada ketentuan-ketentuan dari Tuhan. Cara berpolitik seperti ini dicontohkan oleh Habil.

Politik adalah kehidupan sehari-hari manusia. Dalam kehidupan politik tidak akan lepas dari pengorbanan. Namun tidak semua pengorbanan diterima sebagai peribadatan kepada Tuhan. Cara Kabil dalam memenangkan persaingan (konflik) adalah contoh cara-cara berpolitik yang buruk karena pengorbanannya bukan atas kehendak Tuhan. Kisah itu diceritakan dalam firman Tuhan;

Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Kabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Kabil). Ia berkata (Kabil): "Aku pasti membunuhmu!" Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa".  (Al maa’idah:27)

Dalam pandangan Islam, politik adalah dunia penuh kebajikan. Politik juga tidak berarti membenarkan cara-cara yang tidak dikehendaki Tuhan. Politik adalah cara-cara berkehidupan dengan mengikuti aturan-aturan yang telah dikehendaki Tuhan. Untuk itu agama harus ikut campur dalam politik. 

Kami berfirman: "Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati". (Al Baqarah:38)

Jika sekarang agama sering dijadikan alat untuk kepentingan politik, apa salahnya? Dari pada ajaran-ajaran setan dijadikan alat untuk mencapai tujuan politik, lebih baik agama kan? Jika agama dianggap sebagai biang kerok lahirnya kekerasan, tidak juga.

Amerika Serikat dalam percaturan politik dunia, dia selalu kampanye tidak bawa-bawa agama dalam politik, tapi kekerasan-demi kekerasan dilakukannya di beberapa negara seperti Afganistan, Sudan, Irak, dan Libya, mungkin saja Iran sasaran berikutnya. Israel tidak bawa-bawa agama dalam politik, tapi kekerasan demi kerasan terhadap warga Palestina terus saja berlanjut.

Melarang orang mencampurkan politik dengan agama, sama dengan membatasi kebebasan orang dalam berpikir. Zaman sekarang segala sesuatu harus pakai bukti. Jika ada orang yang berkata bahwa agama harus masuk wilayah politik, silahkan buktikan saja. Apakah dengan cara seperti itu politik bisa lebih baik dari sekarang? Faktanya, ketika agama tidak ikut campur dalam politik, degradasi moral terjadi di mana-mana.

Apakah benar seluruh aktivitas manusia dalam rangka mencari kekuasaan? Dalam ilmu politik, kekuasaan memiliki banyak arti. Kekuasaan bisa berarti kesejahteraan atau kemerdekaan. Sumbernya bisa diperoleh dengan cara mendapatkan jabatan, kekayaan, ilmu pengetahuan, kepercayaan, kekuatan, popularitas, cinta, dan sebagainya.

Doa-doa pun yang sering kita lantunkan adalah “ya Tuhan sejahterakanlah hidup kami di dunia dan akhirat”. Ini mengindikasikan bahwa seluruh aktivitas manusia dalam rangka mencari kesejahteraan. Sebuah kesejahteraan dapat diwujudkan jika manusia memiliki kekuasaan. Untuk itulah seluruh aktivitas manusia dalam rangka mencari kekuasaan.

Aktivitas mencari kekuasaan yang dianjurkan Tuhan adalah dengan memberi kekuasan kepada orang lain. Memberi kekuasaan kepada orang lain sama dengan membebaskan manusia dari budak kebodohan, kemiskinan dan kekufuran. 

Sekarang coba jawab dengan jujur. Apakah tujuan Anda sekolah atau kuliah? Ujung-ujungnya adalah mempersiapkan diri agar Anda bisa hidup lebih sejahtera kelak. Ini artinya aktivitas kuliah atau sekolah sebenarnya aktivitas politik karena tujuan akhirnya mencari kehidupan lebih sejahtera (lebih berkuasa).

Aktivitas di pasar termasuk juga aktivitas politik karena bertujuan mencari keuntungan agar kekayaannya bertambah banyak. Dengan memiliki kekayaan banyak, kebebasan (kekuasaan) hidup bisa didapatkan.

Saran penulis carilah kekuasaan, karena dengan berkuasa Anda bisa bebas mengendalikan manusia lainnya sesuai dengan kehendak Tuhan. Jangan sampai setan-setan lebih berkuasa, sebab pada dasarnya potensi berkuasa sudah diberikan Tuhan kepada manusia.

Salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @logika_Tuhan

Sunday, July 21, 2013

PIKIRAN SEHAT SEORANG PEMIMPIN

Oleh:
MUHAMMAD PLATO

Sambil berangkat mengantar perpisahan anak-anak ke daerah Bandung Barat, iseng-iseng dengarkan informasi dari stasiun radio swasta kota Bandung. Kebetulan di kota Bandung akan berlangsung pilwalkot periode 2013-2018. Hadir dalam wawancara radio swasta tersebut salah satu calon walikota. Calon walikota terdengar bersemangat mau mengabdi menjadi nomor satu di kota Bandung.

Ada hal menarik yang dikemukakan calon walikota. Dia berpendapat untuk menjadi seorang pemimpin bukan hanya sehat badan tapi harus sehat ruhani termasuk di dalamnya sehat pikiran. Ciri pemimpin yang tidak sehat pikiran, selalu mementingkan makanan (isi perut) pribadi. Mereka selalu hidup berlebihan dan tidak memperhatikan kepentingan masyarakat banyak. Lebih parah lagi, di kota Bandung bukan lagi banyak yang pikirannya sakit, tapi sudah gila (Naudzubillah...). Lanjut Beliau, orang sakit masih punya keinginan sembuh dengan cara berobat, sedangkan orang gila tidak tahu dirinya sakit dan tidak ada keinginan untuk sembuh. Ciri-ciri orang gila adalah tidak tahu malu dan tidak merasa dirinya sedang sakit.

Berkaitan dengan kesehatan pikiran, penulis ingat penelitian yang dilakukan oleh Taufiq Pasiak, seorang guru besar yang tekun meneliti otak. Taufiq Pasiak berkesimpulan bahwa pikiran yang sehat adalah yang bisa mendeteksi kehadiran Tuhan dalam segala aspek kehidupan. Pikiran sehat ditandai dengan bergeraknya sensor-sensor ke-Tuhan-an dalam pikiran. Sensor ketuhanan akan berwujud aktif mengikuti sifat-sifat Tuhan dengan manjadi manusia pengasih dan penyayang bagi seluruh alam, tidak hidup berlebihan, dan selalu taat pada aturan yang telah ditetapkan Tuhan. Orang yang pikirannya sehat bisa menghadirkan (seolah melihat) Tuhan dalam segala aktivitas kehidupannya, dan mampu mengimajinasikan bahwa Tuhan selalu mengawasi gerak-geriknya sehingga dirinya tidak bisa sedikit pun bersembunyi dari pengawasan Tuhan.


Memang benar, kita cenderung memandang syarat kesehatan calon pemimpin sebatas kesehatan fisik, tetapi kriteria kesehatan pikiran tidak pernah dipermasalahkan. Kelemahannya memang tidak ada alat yang bisa mendeteksi bahwa pikiran seseorang sehat atau sakit. Maka dari itu kesehatan ruhani (pikiran) hanya sebagai syarat di atas kertas menjadi seorang pemimpin dan menjadi retorika disetiap acara pemilihan pemimpin.

Selama ada keinginan, bukan tidak mungkin kesehatan pikiran seseorang bisa kita deteksi. Dalam hal ini para ahli otak di seluruh negeri bisa berkumpul dan membuat sebuah alat ukur untuk menentukan standar kesehatan pikiran.

Untuk sementara, kita bisa sepakati bahwa secara psikologis prilaku pikiran yang tidak terlihat adalah sumber dasar dari prilaku manusia yang terlihat. Ada pepatah mengatakan untuk memperbaiki yang terlihat (prilaku) harus memperbaiki yang tidak terlihat (pikiran).

Dengan demikian bisa kita sepakati juga bahwa mereka yang terlihat prilakunya tidak baik adalah ciri dari pikirannya tidak sehat. Kita sepakati saja, para pemimpin yang masih berdamai dengan praktek-praktek suap, korupsi, nepotisme adalah ciri dari para pemimpin yang pikirannya sakit. Demikian juga pemimpin yang masih mengharap prosentase dengan memangkas anggaran proyek dengan alasan untuk kepentingan partai atau golongan, bisa disepakati mereka adalah pemimpin yang pikirannya sakit. Sepakati juga, para pemimpin yang masih berbelit-belit, kesulitan, untuk mengeluarkan kebijakan yang nyata-nyata dapat mensejahterakan rakyat, dia adalah pemimpin yang pikirannya sakit.

Sebagaimana orang-orang sakit badan, orang yang sakit pikirannya perlu berobat untuk menuju proses penyembuhan. Proses penyembuhan sakit pikiran sarananya sudah tersedia di rumah-rumah sakit. Namun kendalanya banyak yang tidak tahu bahwa pikirannya sakit.

Untuk itu, Tuhan memerintahkan, kenalilah diri mu sendiri supaya kamu mengenal Aku. Inilah cara untuk mendeteksi apakah pikiran kita sakit dan sekaligus obat untuk mengobatinya. Tempat-tempat pengobatan penyakit pikiran itu tersebar di seluruh penjuru dunia, yaitu rumah-rumah Tuhan (masjid) yang harus kita kunjungi minimal lima kali sehari.

Lalu siapa saja orang-orang yang masih sehat pikirannya? Mereka adalah orang yang masih bergetar hatinya ketika disebut nama Tuhan. Mereka sedikit sekali tidurnya dan selalu membaca kehidupan atas nama Tuhan. Mereka akan menggunakan kekuasaan sebagai kesempatan emas untuk mensejahterakan kehidupan.

Para pemimpin yang sehat pikirannya akan memandang, sedekah terbesar (pengorbanan) pertama yang akan dilakukannya bukan mengeluarkan uang pribadinya, tapi memastikan uang negara yang melimpah melebihi kekayaan pribadinya itu, digunakan untuk kepentingan orang banyak, bukan masuk kantong-kantong pribadi.

Ibnu Qoyim berkata, “pikiran adalah asal segala kebaikan dan asal segala keburukan, orang yang pikirannya selalu dalam kebaikan, akan melahirkan niat baik, untuk berbuat baik”. Abdullah Bin Ahmad bin Hanbal dinasehati ayahnya, “Hai anakku, selalu lah berniat kebaikan, karena kamu akan selalu diatas kebaikan selama kamu selalu berniat baik”. Wallahu ‘alam.

salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @logika_Tuhan

Tuesday, July 16, 2013

MENGAPA MUALAF TERUSIR DARI KELUARGANYA?

Ini kisah pilu seorang mualaf, baru dua minggu pindah agama diusir oleh keluarganya tanpa surat-surat penting seperti ijazah. Nasibnya terlunta-lunta untung ada sebuah mushola. Puasa Ramadan dijalaninya dengan penuh kesengsaraan. Saat orang lain lahap makan sahur, Dia harus rela sahur dengan minum air putih saja, dan terus tidur lagi agar tidak terlalu lapar. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hanya bisa bekerja sebagai penjual kantong plastik di pasar. Setiap harinya hanya bisa dapat uang 7 ribu rupiah. (Republika.co.id/16 juli 2013).

Ada juga kisah tokoh agama yang menjadi mualaf. Dari kesaksiaanya, seluruh hartanya hilang dalam sekejap mata. Istrinya tidak lagi menganggap suami, dan anaknya tidak lagi menganggap ayah. Dia meninggalkan keluarganya dengan sehelai baju di badan. 

Sungguh pilu perjalanan para mualaf di muka bumi ini. Untuk itulah oleh Allah swt, menetapkan para mualaf sebagai orang-orang yang wajib disantuni oleh kaum muslimin.

Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An Nuur:22).

“Orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah” adalah para mualaf. Mereka berhak diberi santunan, karena faktanya perjalanan mereka menuju jalan Allah sangat berat.

Pertanyaannya mengapa mualaf menghadapi masalah berat padahal mereka sudah berada di jalan Tuhan? Hal itu sudah ada dalam ketentuan Tuhan. Begini logikanya!

“...dan barang siapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya...” (Al An‘aam: 160).

Para mualaf sebelum berhijrah pada jalan Tuhan, mereka telah berbuat kejahatan dengan menduakan, mentigakan, atau menyekutukan Tuhan. Perbuatan itu adalah dosa besar yang tidak terampuni Tuhan.

Setiap perbuatan jahat akan ada balasan seimbang. Jika kejahatannya besar maka balasannya besar, jika kejahatannya kecil maka balasannya kecil. Ketika berhijrah pada jalan Tuhan, para mualaf akan diampuni seluruh dosanya. Sebesar gunung sekalipun dosa yang telah dilakukan, Tuhan akan mengampuninya.

Namun Tuhan Yang Maha Adil akan memperlakukan setiap manusia sama dihadapan-Nya. Ketentuan-Nya, setiap kejahatan harus dibalas kejahatan. Maka untuk sementara waktu, para mualaf akan mendapat balasan atas apa yang sudah dilakukan sebelumnya. Arti pembalasan itu tidak berarti Tuhan sedang menganiaya para mualaf, tapi Tuhan sedang membersihkan para mualaf dari dosa-dosa hasil kejahatannya terdahulu.

Pembalasan terhadap kejahatan yang dilakukan mualaf pada masa lalu, bisa berbentuk pengusiran, penyiksaan, kemelaratan, sakit, hinaan, dan sebagainya. Untuk itulah, dalam kondisi seperti ini para mualaf butuh dukungan moril dan material dari kaum muslimin. Untuk itu Tuhan memerintah kepada kaum muslimin untuk membantu kaum mualaf, keluar dari masa kesulitan yang dihadapinya.

Masa pembalasan (penderitaan) ini, dikatakan pula oleh Tuhan sebagai bentuk ujian terhadap keimanan para mualaf. Apakah para mualaf serius ingin hidup di jalan Tuhan, atau hanya berdusta demi untuk cari sensasi saja?

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Al ‘Ankabuut:2). 

Proses pembalasan atau ujian ini akan berjalan dalam beberapa waktu. Apabila para mualaf bisa bersabar, bertahan pada keimanan dan semakin dekat kepada Tuhan. Maka kelak, setelah masa pembalasan itu sampai pada keseimbangan, maka giliran balasan kebaikan atas keimanannya kepada Tuhan akan di dapatkan para mualaf dengan kehidupan yang lebih baik.

Jika setelah berhijrah pada jalan Tuhan para mualaf ditinggalkan istri dan anaknya, maka pembalasan atas keimanannya akan didatangnya istri dan keturunan yang lebih baik. Jika mualaf kehilangan hartanya maka balasan keimanannya akan dicukupkan kembali rezekinya yang dengan yang lebih berkah.

Bagi para mualaf, jangan meminta kembali untuk bersatu dengan kemunkaran sekalipun itu kerabat-kerabat mu sendiri. Biarlah kerabat-kerabat Anda membenci, asal di hati kita tidak ada kebencian. Perlakukan kerabat-kerabat yang membenci dengan sebaik-baiknya, jangan mengemis kepada mereka untuk dikasihani, cukuplah kita mengemis kepada Tuhan. Tetapkan keimanan bahwa Tuhan lah yang mematikan dan menghidupkan manusia. Di akhirat kelak, semua akan mempertanggung jawabkan perbuatannya masing-masing.   

Itulah penjelasan saya mengapa para mualaf selalu terusir dari keluarganya. Itu pun saya sampaikan atas pengetahuan yang telah Tuhan berikan kepada saya. Salahnya dari saya dan benarnya itulah dari Tuhan.

Salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @logika_Tuhan.

KALAU MAU SEHAT HARUS STRES

Iseng-iseng dapat hidayah tulisan. Ternyata stres punya manfaat untuk kesehatan. Kamis, 11 juli 2013,  artikel yang ditulis Uyung Pramudiarja, dalam @detikhealth dikutif dari Healthyliving MSN, menjelaskan lima manfaat stres bagi kesehatan. Intinya tidak semua stres dapat berakibat buruk, ada stres positif yang bermanfaat bagi kesehatan.

Pertama; stres dapat memberikan suntikan semangat, contohnya stres karena naik jabatan atau menghadapi pernihakan. Kedua; dalam jangka pendek stres memicu hormon kortisol yang salah satu fungsinya seperti bohlam lampu di otak. Artinya beberapa bagian pada pusat ingatan mengalami perbaikan. Ketiga; stres meningkatkan kreativitas. Stres positif dibutuhkan saat otak membutuhkan kreativitas. Stres positif dapat meningkatkan fokus otak, dan berani mengungkapkan ide-ide baru. Keempat; stres meningkatkan sistem imun. Dari hasil penelitian pada binatang, stres ringan terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh, ditandai dengan peningkatan mobilitas beberapa tipe sel imun pada aliran darah maupun kulit dan jaringan tubuh lainnya. Kelima; stres mempercepat proses penyembuhan. Saat mengalami stres ringan, pasien cenderung lebih cepat sembuh dari luka bekas operasi. 

Dari artikel di atas, penulis dapat sebuah catatan bahwa stres positif yang bermanfaat bagi kesehatan adalah stres ringan, berjangka pendek dan tidak berlaku untuk stres kronis. Penulis simpulkan ada dua jenis stres yaitu stres ringan, berjangka pendek, (positif) dan stres berat berjangka panjang (negatif).

Dalam hidup, sebenarnya tidak ada orang yang bisa terhindar dari stres. Dari pengertiannya stres adalah kondisi tegang yang terjadi pada seseorang karena dituntut untuk beradaftasi atau menyesuaikan diri dengan tuntutan ideal dari dalam diri sendiri atau dari luar dirinya (lingkungan). Nah, setiap orang pasti punya tuntutan ideal, dan pasti tidak semua tuntutan terpenuhi, sudah otomatis hal ini akan menimbulkan kondisi tegang (stres).

Ada orang yang mampu menghalau stres menjadi ringan, ada juga yang tidak mampu menghalaunya sehingga stres berkepanjangan (berat). Lalu bagimana cara agar stres yang kita hadapi berjangka pendek dan ringan. Dalam hal ini kita butuh petunjuk Tuhan, bagaimana cara agar stres menjadi positif bagi kesehatan.

Di sinilah fungsi logika Tuhan. Penulis punya pemikiran dan pengalaman, orang-orang yang yakin dan taat kepada Tuhan, tidak akan mengalami stres berat (berkepanjangan). Orang-orang yang dekat dan betul-betul yakin kepada kekuasaanTuhan, akan cenderung mengalami stres ringan dan tidak berkepanjangan. Mengapa? Karena orang yang yakin pada Tuhan, pikirannya tidak dibebani dengan tugas yang tidak mungkin dilakukannya, dengan menyerahkan urusan tersebut kepada Tuhan.

Maka, untuk terhindar dari stres, logika Anda perlu banyak dilatih berlogika Tuhan. Inti logika Tuhan adalah Tuhan menjadi segala sebab. Jika Tuhan menjadi segala sebab, maka seluruh kejadian penyebabnya Tuhan. Kekuasaan Tuhan bisa meninggikan dan merendahkan, membaikkan dan memburukkan, memudahkan dan menyulitkan.

Jika logika Anda sudah terlatih menjadikan Tuhan sebagai segala sebab, Maka segala usaha, daya dan upaya kita dalam menjalani hidup ini harus diyakini ditentukan oleh Tuhan. Tindakan-tindakan rasional yang kita lakukan setiap hari semuanya di atas kehendak Tuhan.  Mulai dari proses sampai akhir, semuanya ditentukan Tuhan.

Jika sudah terlatih menjadikan Tuhan sebagai segala sebab, maka harus Anda ingat bahwa seluruh kejadian yang menimpa Anda adalah kehendak Tuhan. Dan segala penyelesaiannya bisa Anda serahkan kepada Tuhan.

Dalam Ajaran Islam proses penyerahan segala urusan manusia kepada Tuhan dilaksanakan dalam ritual ibadah shalat. Standar shalat bagi setiap muslim  adalah 5 kali (17 rakaat) dalam sehari. Diluar itu terdapat shalat-shalat tambahan seperti shalat dhuha, tahajud, sebelum dan sesudah shalat wajib, dan banyak lagi. Dengan memperbanyak sholat (menyerahkan, minta tolong) kepada Tuhan, kondisi tegang stres bisa menjadi lebih ringan dan tidak berjalan dalam jangka waktu lama. Inti dari shalat adalah berpikir (berlogika) bahwa segala urusan yang tidak mampu kita urus diserahkan kepada Tuhan.

Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah... (Al 'araaf:189)

Maka ringanlah stres manusia yang selalu menyerahkan segala urusannya kepada Tuhan. Bagi kaum muslimin, shalat yang dilakukan setiap hari 5 kali adalah obat penawar stres berat karena shalat (berserah diri, minta tolong) dapat mengubah stres berat menjadi ringan sehingga stres menjadi baik untuk kesehatan tubuh kita.

Salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @logika_Tuhan

Saturday, July 13, 2013

LOGIKA POSITIF VS LOGIKA NEGATIF


oleh: Muhammad Plato


Anda tahu hukum yang berlaku sekarang di negara disebut dengan hukum positif, karena menggunakan logika-logika postif. Ciri-ciri hukum positif kebenarannya menggunakan fakta empiris (bisa dilihat langsung), yang sering disebut dengan fakta hukum. Kebenaran ini menitikberatkan pada kejadian yang bisa dilihat.

Sebagai contoh, si A membunuh si B, maka si A dihukum seumur hidup karena membunuh si B.  Si C membunuh si D karena si D mau memperkosa si C. Alasan si C membunuh si D adalah membela diri karena dirinya mau diperkosa, maka keputusannya si C tetap harus mendapat hukuman karena faktanya telah membunuh si D. Kasus lain, si AB ketahuan mencuri ayam satu ekor karena anak-anaknya kelaparan. Keputusan hukumnya, si AB harus dihukum apapun alasannya karena faktanya dia telah mencuri ayam.  

Fulan setiap hari mendapat hinaan yang menyakitkan hati dari Fulen. Suatu hari Fulan memukul wajah Fulen dengan keras sampai bonyok. Fulen melaporkan Fulan ke petugas hukum, maka keputusannya Fulan harus dihukum karena terbukti telah memukul Fulen. Sementara hinaan yang diberikan Fulen kepada Fulan tiap hari tidak mendapat hukuman karena sulit dibuktikan. Kesalahan Fulan bisa cepat dibuktikan oleh Fulen dengan memperlihatkan muka bonyok bekas pukulan Fulan. Karena itulah Fulan harus mendapat hukuman positif.

Hukum positif kadang tidak bisa memenuhi rasa keadilan, karena hukum positif tidak mempertimbangkan latar belakang kejadian, dan terbatas pada bukti kejadian yang bisa diamati langsung. Kebenaran hukum positif hanya berdasarkan pada apa yang terjadi dan dilihat. Ketidakadilan hukum positif ini sering menimbulkan ketidakadilan baru, dan mendorong masyarakat main hakim sendiri dan anarkis (tidak taat pada hukum).

Hukum positif didasari pada kebenaran-kebenaran terbatas logika positif. Dalam logika positif 1-1=0. Silahkan Anda buktikan sendiri, jika anda punya uang 100 diberikan 100 maka uang anda habis (0). Faktanya bisa anda lihat sendiri seperti itu.


Jika ada logika positif menghasilkan hukum positif, tentu ada logika negatif yang menghasilkan hukum negatif. Logika-logika negatif bisa Anda temukan dalam kitab suci umat Islam (Al-Qur’an). Logika-logika yang dijelaskan dalam Al-Qur’an bertentangan dengan logika positif.

Perbedaan logika positif dengan logika negatif terdapat pada proses pembuktian kebenaran. Kebenaran logika positif cenderung mudah dicerna dan bisa dibuktikan langsung tanpa membutuhkan pemikiran tingkat tinggi. Untuk memahami kebenaran logika negatif, butuh pemikiran tingkat tinggi yang melibatkan logika positif.

Bila belajar logika negatif, secara langsung akan menuntut kita belajar logika positif. Sebaliknya jika fokus belajar logika positif, kita akan mengabaikan logika negatif. Kecenderungan kita belajar logika positif membuat kita keluar dari jalur-jalur kehidupan yang ditetapkan Tuhan. Terlalu fokus pada logika-logika positif akan menggiring kita tidak percaya Tuhan.

Sifat manusia tidak bisa meyakini kebenaran tanpa bukti nyata (empiris). Sejauh ini belum banyak penelitian tentang kebenaran-kebenaran logika negatif. Mungkin ketidaktahuan atau kebodohan manusialah yang mengakibatkan logika-logika negatif jarang dipelajari. Kurang minatnya mempelajari logika negatif, seiring dengan menurunnya tingkat kepercayaan manusia kepada Tuhan.

Sebenarnya ada beberapa keuntungan yang bisa kita dapatkan dengan mempelajari logika negatif. Pertama, kehidupan damai di dunia dan akhirat. Kedua, menghilangkan rasa takut terhadap segala makhluk selain Tuhan. Ketiga, terhindar dari stres berat dan sehat. Keempat, rezeki melimpah karena diberkahi Tuhan. Kelima, Anda akan menjadi pribadi santun, ramah, dan dicintai masyarakat.

Logika negatif itu apa? Logika negatif adalah pola berpikir sebab akibat menurut petunjuk Tuhan yang bersumber dari kitab suci Al-Qur’an. Dalam hal ini sering penulis sebut sebagai logika Tuhan. Kenapa disebut logika negatif, karena prinsip-prinsip logikanya cenderung bertentangan dengan logika postif. Apa contohnya?

Contohnya, jika anda ingin kaya rumus menurut logika positif adalah 1+1+2+3+4=11. Rumusnya, semakin banyak nilai penambah, jumlah harta akan bertambah banyak. Sebaliknya rumus kaya dalam logika negatif adalah 1-1=700 (sumber: Al-Baqarah:261). Rumusnya, semakin banyak nilai pengurang, jumlah harta akan semakin bertambah dan berlipat ganda.

Benar atau tidaknya kedua rumus di atas perlu pembuktian empiris. Membuktikan rumus 1+1=2 (positif) bisa langsung kita temukan dengan mudah, melalui praktek dengan bantuan media benda dan bisa diketahui dalam waktu singkat. Anak-anak sekolah dasar pun bisa membuktikannya. Untuk menjadi kaya dengan logika positif butuh kesabaran tapi rata-rata orang yang ingin kaya dengan logika positif kurang suka bersabar dan tidak berani berkorban bahkan sangat takut berkorban.

Sebaliknya untuk membuktikan rumus 1-1=700 (negatif), membutuhkan pemikiran kreatif tinggi, waktu pembuktian lama, dibutuhkan pula media-media benda. Untuk menjadi kaya dengan logika negatif butuh kesabaran tinggi dan selalu menuntut pengorbanan terlebih dahulu. Semakin besar nilai pengurang (pengorbanan), semakin besar hasil yang didapat.



Akan terjadi perbedaan karakter antara mereka yang biasa hidup dengan logika positif dan logika negatif. Membiasakan hidup dengan rumus positif, menuntut berpikir kreatif mencari alternatif prinsip-prinsip hidup lain. Jadinya semacam kutu loncat (oportunis), tidak setia dan mudah sekali menyerah dan putus asa. Sedangkan membiasakan hidup dengan rumus negatif, menuntut berpikir kreatif analogis (mencari alternatif suasana untuk tetap pada prinsip). Jadinya selalu setia, sabar, kreatif, tahan uji, pantang menyerah sebelum tujuan tercapai.   

Mana orang-orang yang dicintai Tuhan? Orang-orang yang sabar dan selalu setia baik senang maupun susah mempertahankan prinsip dari Tuhan nya. Siapakah mereka? Mereka adalah orang-orang yang hidup dengan logika negatif, logika hidup yang diajarkan Tuhan dalam kitab suci. 

Masih banyak logika-logika negatif yang perlu kita pelajari. Contoh di atas hanyalah bagian kecil saja. Segitu dulu. Salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @logika_Tuhan.

Thursday, July 11, 2013

IQ NABI MUHAMMAD SAW 500 LEBIH


Seorang anak berusia  tujuh (7) tahun bertanya pada bapaknya, “siapa sih orang yang terpinter di dunia ini?” Spontan, bapaknya menjawab, “Nabi Muhammad saw, IQ nya 500 lebih”. Anaknya mengangguk pertanda setuju, karena percaya pada ucapan bapaknya. Tapi bapaknya berpikir, bagaimana membuktikan bahwa Nabi Muhammad saw, IQ nya 500 lebih, sedangkan belum  ada orang yang mengukurnya. Bapaknya tambah bingung, bagaimana kalau anaknya bertanya apa penemuan Nabi Muhammad saw dalam ilmu pengetahuan hingga Dia dianggap orang paling pinter di seluruh dunia.

Sementara itu, Einstein begitu terkenal sebagai manusia genius, karena Dia bisa menemukan kebenaran empiris dengan menggunakan logikanya. Seluruh dunia tahu, dan tidak pernah ada yang membantah, Einstein adalah manusia genius. Kejeniusannya diajarkan di sekolah-sekolah, mulai dari Taman Kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Lalu bagaimana dengan Nabi Muhammad saw? Jarang orang  berani mengklaim bahwa Nabi Muhammad saw, sebagai manusia super jenius. Rata-rata orang menganggap  Nabi Muhammad saw adalah orang bijaksana, jujur, penyabar, santun, taat pada Tuhan, tanpa kejeniusan.

Sebenarnya tidak penting, untuk  tahu berapa kecerdasan Nabi Muhammad saw? Namun seiring dengan kemajuan zaman, orang-orang begitu menghargai kecerdasan intelektual, dan menganggap Nabi Muhammad saw, tidak cerdas intelektual. Akibatnya ketika berbicara kecerdasan intelektual, teladannya adalah Einstein.  Kondisi ini membuat ambigu masyarakat (muslim), karena harus meneladani dua sosok yang berbeda karakter. Nabi Muhammad saw yang diidentikan tanpa kecerdasan intelektual, dianggap kurang cocok diteladani karena zaman menghendaki kecerdasan intelektual.

Entah siapa yang salah, dan apa alasannya, ada yang setuju mendudukkan Nabi Muhammad saw, sebagai manusia tidak cerdas intelektual. Mengapa juga, orang-orang Islam begitu nyaman ketika teladannya dianggap bodoh, tidak bisa membaca, dan dileceh-leceh karena dianggap tidak cerdas secara intelektual. Apakah mereka tidak berpikir, bahwa kecerdasan intelektual yang dimiliki Nabi Muhammad saw, tidak akan ada yang sanggup menandinginya.

Mari kita uji, benarkah kecerdasan Nabi Muhammad saw di atas 500, melebihi manusia paling cerdas di muka bumi ini. Untuk melihat kecerdasan Nabi Muhammad saw, kita perlu sudut pandang objektif. Kita dudukkan Nabi Muhammad saw sebagai manusia biasa. Sudut pandang ini sebagai metode, agar seluruh manusia sadar bahwa disandingkan dengan Einstein, kecerdasan Nabi Muhammad saw tidak akan tertandingi.

Dari sudut pandang humanis, Nabi Muhammmad saw adalah manusia biasa. Berikut adalah keterangannya. “Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui”. (Al Baqarah:146).

Lalu bagaimana mengetahui bahwa Nabi Muhammad saw lebih cerdas dari pada Einstein? Mari kita berandai-andai, jika kitab Al-Qur’an yang kita baca sekarang adalah produk pengetahuan Nabi Muhammad saw, maka berapakah kecerdasan intelektual yang dimiliki Nabi Muhammad saw? Mari kita berandai-andai ayat kitab suci Al-Qur’an di bawah ini sebagai pengetahuan, produk pemikiran Nabi Muhammad saw.

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun”. (Al Ma’aaru:4)

Dan mereka meminta kepadamu agar adzab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. (al Hajj:47)

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. (as-Sadjadah:5)

Kalau saja ayat diatas hasil pemikiran manusia, berarti manusia yang mengemukakannya sudah mengetahui perbedaan (relativitas) waktu berdasarkan perbedaan ruang dan kecepatan. Hitungan sehari di tempat tertentu berbeda dengan hitungan sehari si tempat lain. Tentu orang ini adalah pemikir hebat. Mengapa demikian? 

Kurang lebih 1400 tahun kemudian, ilmu pengetahuan modern diwakili Albert Einstein, menemukan kesimpulan bahwa apabila kecepatan suatu benda bertambah, maka waktu akan lambat. Apabila waktu berjalan dalam kecepatan cahaya maka kemungkinan besar waktu akan semakin lambat (berhenti). Pada tahun 1976 ilmuwan Universitas Mirelland, Amerika Serikat membenarkan teori Einstein tentang waktu akan berjalan lebih cepat di atas puncak gunung daripada di dasar lembah. Dengan menggunakan jam atomik, mereka menemukan bahwa jam yang ada di pesawat lebih cepat dari pada jam yang ada di permukaan bumi. (Muhmamad Kamil Abdushshamad:2003).

Jika saja Albert Einstein dipuja-puja sebagai manusia genius, karena berhasil menemukan teori relativitas waktu, lalu bagaimana dengan Nabi Muhammad saw, yang telah mengemukakan teori relativitas waktu sejak 1400 tahun yang lalu?  Anda pasti akan bilang, Nabi Muhammad saw lebih jenius dari pada Albert Einstein. Jikalau seorang manusia biasa, berarti Nabi Muhammad saw sudah bisa mengambil kesimpulan tentang teori fisika tanpa melakukan penelitian, dan pemikirannya teruji benar setelah dilakukan pembuktian itupun setelah 1400 tahun.

Kami sebagai  muslim, bukan hanya menganggap Nabi Muhammad saw sebagai manusia jenius, Dia adalah Rasulullah yang telah menerima wahyu suci dari Tuhan. Kami berkeyakinan sejumlah pengetahuan yang terkumpul dalam kitab suci, bukanlah produk pemikiran manusia biasa, kalau pun ada orang yang tetap menganggap itu produk manusia tidak akan ada lagi manusia sejenius Nabi Muhammad saw. Jadi berapa kecerdasan Nabi Muhammad saw? Jawabannya 500 lebih bahkan tak terukur. Mengapa tak terukur, karena yang dikemukanan Nabi Muhammad saw adalah pengetahuan, pemikiran, logika, yang langsung diwahyukan dari Tuhan.  

Jika Anda masih tidak percaya, Saya sarankan baca Al-Qur’an dengan tafsir ilmu pengetahuan. Di dalam kitab suci Al-Qur’an bukan hanya relativitas waktu yang bisa anda temukan, tapi teori-teori fisika modern (fisika kuantum), sudah dikemukakan dalam Al-Qur’an. Anda pasti akan berkesimpulan tidak akan ada ilmuwan multidisipliner yang dapat menandingi ilmuwan sekelas Nabi Muhammad saw.

Lalu mengapa sekarang umat Islam sedikit tertinggal dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Segala sesuatu pasti ada ajalnya. Zaman kejayaan ilmu pengetahuan dunia Barat ada ajalnya, dan sekarang secara alami kejayaan sedang berpindah ke Timur. Mulai dari Cina, kejayaan Islam akan bangkit ditandai dengan kesadaran umat Islam untuk melakukan islamisasi ilmu pengetahuan.

Umat Islam kini sedang giat mengembangkan metode pengembangan ilmu pengetahuan baru, yang akan menyempurnakan metode ilmu pengetahuan produk Barat. Sudut pandang humanistik akan digantikan dengan sudut pandang Tuhan, dimana kitab suci Al-Qur’an akan dijadikan sebagai sumber dasar dalam pengembangan ilmu pengetahuan.    

Salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @logika_Tuhan.