Saturday, July 13, 2013

LOGIKA POSITIF VS LOGIKA NEGATIF


oleh: Muhammad Plato


Anda tahu hukum yang berlaku sekarang di negara disebut dengan hukum positif, karena menggunakan logika-logika postif. Ciri-ciri hukum positif kebenarannya menggunakan fakta empiris (bisa dilihat langsung), yang sering disebut dengan fakta hukum. Kebenaran ini menitikberatkan pada kejadian yang bisa dilihat.

Sebagai contoh, si A membunuh si B, maka si A dihukum seumur hidup karena membunuh si B.  Si C membunuh si D karena si D mau memperkosa si C. Alasan si C membunuh si D adalah membela diri karena dirinya mau diperkosa, maka keputusannya si C tetap harus mendapat hukuman karena faktanya telah membunuh si D. Kasus lain, si AB ketahuan mencuri ayam satu ekor karena anak-anaknya kelaparan. Keputusan hukumnya, si AB harus dihukum apapun alasannya karena faktanya dia telah mencuri ayam.  

Fulan setiap hari mendapat hinaan yang menyakitkan hati dari Fulen. Suatu hari Fulan memukul wajah Fulen dengan keras sampai bonyok. Fulen melaporkan Fulan ke petugas hukum, maka keputusannya Fulan harus dihukum karena terbukti telah memukul Fulen. Sementara hinaan yang diberikan Fulen kepada Fulan tiap hari tidak mendapat hukuman karena sulit dibuktikan. Kesalahan Fulan bisa cepat dibuktikan oleh Fulen dengan memperlihatkan muka bonyok bekas pukulan Fulan. Karena itulah Fulan harus mendapat hukuman positif.

Hukum positif kadang tidak bisa memenuhi rasa keadilan, karena hukum positif tidak mempertimbangkan latar belakang kejadian, dan terbatas pada bukti kejadian yang bisa diamati langsung. Kebenaran hukum positif hanya berdasarkan pada apa yang terjadi dan dilihat. Ketidakadilan hukum positif ini sering menimbulkan ketidakadilan baru, dan mendorong masyarakat main hakim sendiri dan anarkis (tidak taat pada hukum).

Hukum positif didasari pada kebenaran-kebenaran terbatas logika positif. Dalam logika positif 1-1=0. Silahkan Anda buktikan sendiri, jika anda punya uang 100 diberikan 100 maka uang anda habis (0). Faktanya bisa anda lihat sendiri seperti itu.


Jika ada logika positif menghasilkan hukum positif, tentu ada logika negatif yang menghasilkan hukum negatif. Logika-logika negatif bisa Anda temukan dalam kitab suci umat Islam (Al-Qur’an). Logika-logika yang dijelaskan dalam Al-Qur’an bertentangan dengan logika positif.

Perbedaan logika positif dengan logika negatif terdapat pada proses pembuktian kebenaran. Kebenaran logika positif cenderung mudah dicerna dan bisa dibuktikan langsung tanpa membutuhkan pemikiran tingkat tinggi. Untuk memahami kebenaran logika negatif, butuh pemikiran tingkat tinggi yang melibatkan logika positif.

Bila belajar logika negatif, secara langsung akan menuntut kita belajar logika positif. Sebaliknya jika fokus belajar logika positif, kita akan mengabaikan logika negatif. Kecenderungan kita belajar logika positif membuat kita keluar dari jalur-jalur kehidupan yang ditetapkan Tuhan. Terlalu fokus pada logika-logika positif akan menggiring kita tidak percaya Tuhan.

Sifat manusia tidak bisa meyakini kebenaran tanpa bukti nyata (empiris). Sejauh ini belum banyak penelitian tentang kebenaran-kebenaran logika negatif. Mungkin ketidaktahuan atau kebodohan manusialah yang mengakibatkan logika-logika negatif jarang dipelajari. Kurang minatnya mempelajari logika negatif, seiring dengan menurunnya tingkat kepercayaan manusia kepada Tuhan.

Sebenarnya ada beberapa keuntungan yang bisa kita dapatkan dengan mempelajari logika negatif. Pertama, kehidupan damai di dunia dan akhirat. Kedua, menghilangkan rasa takut terhadap segala makhluk selain Tuhan. Ketiga, terhindar dari stres berat dan sehat. Keempat, rezeki melimpah karena diberkahi Tuhan. Kelima, Anda akan menjadi pribadi santun, ramah, dan dicintai masyarakat.

Logika negatif itu apa? Logika negatif adalah pola berpikir sebab akibat menurut petunjuk Tuhan yang bersumber dari kitab suci Al-Qur’an. Dalam hal ini sering penulis sebut sebagai logika Tuhan. Kenapa disebut logika negatif, karena prinsip-prinsip logikanya cenderung bertentangan dengan logika postif. Apa contohnya?

Contohnya, jika anda ingin kaya rumus menurut logika positif adalah 1+1+2+3+4=11. Rumusnya, semakin banyak nilai penambah, jumlah harta akan bertambah banyak. Sebaliknya rumus kaya dalam logika negatif adalah 1-1=700 (sumber: Al-Baqarah:261). Rumusnya, semakin banyak nilai pengurang, jumlah harta akan semakin bertambah dan berlipat ganda.

Benar atau tidaknya kedua rumus di atas perlu pembuktian empiris. Membuktikan rumus 1+1=2 (positif) bisa langsung kita temukan dengan mudah, melalui praktek dengan bantuan media benda dan bisa diketahui dalam waktu singkat. Anak-anak sekolah dasar pun bisa membuktikannya. Untuk menjadi kaya dengan logika positif butuh kesabaran tapi rata-rata orang yang ingin kaya dengan logika positif kurang suka bersabar dan tidak berani berkorban bahkan sangat takut berkorban.

Sebaliknya untuk membuktikan rumus 1-1=700 (negatif), membutuhkan pemikiran kreatif tinggi, waktu pembuktian lama, dibutuhkan pula media-media benda. Untuk menjadi kaya dengan logika negatif butuh kesabaran tinggi dan selalu menuntut pengorbanan terlebih dahulu. Semakin besar nilai pengurang (pengorbanan), semakin besar hasil yang didapat.



Akan terjadi perbedaan karakter antara mereka yang biasa hidup dengan logika positif dan logika negatif. Membiasakan hidup dengan rumus positif, menuntut berpikir kreatif mencari alternatif prinsip-prinsip hidup lain. Jadinya semacam kutu loncat (oportunis), tidak setia dan mudah sekali menyerah dan putus asa. Sedangkan membiasakan hidup dengan rumus negatif, menuntut berpikir kreatif analogis (mencari alternatif suasana untuk tetap pada prinsip). Jadinya selalu setia, sabar, kreatif, tahan uji, pantang menyerah sebelum tujuan tercapai.   

Mana orang-orang yang dicintai Tuhan? Orang-orang yang sabar dan selalu setia baik senang maupun susah mempertahankan prinsip dari Tuhan nya. Siapakah mereka? Mereka adalah orang-orang yang hidup dengan logika negatif, logika hidup yang diajarkan Tuhan dalam kitab suci. 

Masih banyak logika-logika negatif yang perlu kita pelajari. Contoh di atas hanyalah bagian kecil saja. Segitu dulu. Salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @logika_Tuhan.

No comments:

Post a Comment