Sunday, August 30, 2020

MENTAL CHAMPION PART II

 OLEH: MUHAMMAD PLATO

Kita lanjutkan kisah sukses dari Mario Halim, seorang leader market networking. Selamat berselancar dengan logika-logika orang hebat. Logika yang diajarkan di dalam Al-Qur'an. Mental Champion adalah mereka yang selalu berharap kepada Allah. 

Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia" (Q.S Al Ikhlas, 112:1-4).

Orang yang menyerah tidak akan pernah menang, dan pemenang tidak akan pernah menyerah. (Mario Halim). Seseorang bisa menang karena punya tujuan dan keyakinan. Keyakinan adalah anda menyadari akan mendapatkan yang belum anda dapatkan. Orang berhenti meyakini akan menjadi looser. Orang yang punya keyakinan akan kreatif, dan akan menemukan ide-ide yang semakin dekat dengan impiannya. (Mario Halim).

Di dalam mewujudkan impian ada jeda waktu. Jeda waktu akan menjadi ragu atau jadi yakin. Setiap diri kita ada keraguan. Lawan kata dari keyakinan adalah keraguan. Keyakinan adalah pintu gerbang untuk mendapatkan impian. Keyakinan tercipta dalam pikiran sebagai gambaran virtual dalam pikiran. Gambaran dalam kepala anda akan mentransfer energi. Energi akan ditransfer dengan keyakinan. Manusia adalah makhluk spiritual.

Ada dua keyakinan, yaitu aktif dan pasif. Keyakinan aktif adalah tindakan yang anda lakukan. Keyakinan pasif adalah ketika anda tidak melakukan apa-apa. Iman tanpa perbuatan sama dengan nol. Ingin suatu yang baru tapi menggunakan tindakan lama maka hasilnya yang lama.


Keyakinan benar dan keliru. Keyakinan yang tidak memberdayakan adalah keliru. Keyakinan yang memberdayakan adalah benar. Kepintaran tidak membuat kita sukses, tapi keyakinanlah yang membuat anda sukses. (Mario Halim). Kecerdasan ditambah keyakinan maka anda akan sukses.

Membangun momentum. Keyakinan yang keliru adalah kita harus jago dagang. Kenapa orang mau bergerak karena anda bergerak. Yang bisa menawarkan adalah anda. Anda punya keyakinan dalam kerja. Segala sesuatu jika dikerjakan dengan gembira waktu tidak akan terasa. Jika setiap hari kita berkumpul otak kita akan subur.

Momentum adalah massa kali kecepatan. Orang yang gembira lebih banyak mengumpulkan grup dari pada yang bersedih. Orang bersedih hanya mendapat simpati. Bersedih tidak menarik orang lain, paling menarik orang simpati. Sukses dan senang orang lain akan senang dengan anda. Orang pasti senang dengan yang gembira.

Sukses itu menuntut keberanian. Teori segudang tidak akan berubah jika anda tidak melakukan tindakan. Tindakan adalah sebuah cara untuk mendatangkan keajaiban. Jika orang menunda tidakan berarti orang itu menunda keajaiban. (Mario Halim). Menunda adalah musuh terbesarnya tindakan. Kalau anda mau melihat orang sukses, liat apa yang dia lakukan apakah sesuai dengan yang dibicarakan? Hal yang menghalangi kesuksesan orang adalah ketakutan. Kadang-kadang ketakutan itu berlebihan di kepala kita. Ketakutan itu muncul di kepala.

Hantu itu cantik-cantik. Ketika masuk ke bar yang merayu anda untuk minum dan ngobat cantik-cantik. Orang yang mengajak zina ternyata cantik-cantik. Hal yang membedakan antara orang biasa dan luar biasa adalah bertindak. Ambil tindakan baru agar anda terpisah dari kehidupan lama.

Jika kita yakin bahwa ada Tuhan di sekeliling kita. Gunakan kekuatan ilahi untuk membantu kita sukses. (Mario Halim). Orang yang selalu negatif dalam pikiran adalah orang keliru. Sikap positif adalah sikap yang ada keyakinan, sikap negatif adalah orang yang terus menerus menyepelekan usaha sendiri.

Kalau anda meyakini anda mau bekerjasama dengan ilahi anda orang beriman. Tidak ada orang sukses dimulai dari keraguan, semua dimulai dari keyakinan. Keyakinan akan tumbuh bersama lingkungan yang menyuburkan pikiran anda. (Mario Halim). Di tempat yang subur akan tumbuh buah-buah yang manis. Pikiran kita adalah ladang. Skill itu menyusul. Gunakan kekuatan bisnis anda melalui jaringan bisnis anda. Well done.

MENTAL CHAMPION PART I

 Oleh: Muhammad Plato

Kisah ini dirangkum langsung dari Mario Halim ahli network marketing berkala internasional. Pemikiran-pemikiran beliau masuk pada kategori growth mindset sebagaimana dijelaskan oleh Carol Dweck. Pola pikir ini dijelaskan di dalam Al-Qur'an. 

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Ar Ra'd, 13:11) 

Orang sukses harus berani bermimpi dan kita harus membaca buku orang sukses, kita bisa kopi pola pikir mereka, dan melakukan apa yang mereka lakukan. Cara belajar sukses yaitu dengan belajar dari orang sukses. Kabar baiknya orang sukses menulis buku. Untuk itu biasakan baca buku orang-orang sukses.

Mimpi saya menjadi pemilik dari pabrik sembako. Hidup dalam keadaan miskin tidak enak sekali. Hal yang memicu saya ingin sukses adalah rasa sakit karena miskin. (Mario Halim). Orang miskin tidak banyak pilihan dan orang sukses punya banyak pilihan.

Lingkungan sangat penting. Peranan besar dalam hidup kita adalah lingkungan. Jika lingkungan positif kita akan selalu bisa menghadapi dan menyelesaikan masalah. Kesuksesan ada dibalik masalah. (Mario Halim). Jika anda banyak menyelesaikan masalah barang-barang anda akan banyak yang dibeli.



Peran orang tua saya sangat besar. Orang kaya punya banyak kelebihan tapi mengajari anak dengan manja. Orang tua saya tidak pernah mengajarkan kemanjaan. Orang tua saya waktu mengalami masalah keuangan sempat menjadi petani bawang, menyewa lahan, panen, dan menjual. Orang tua saya melibatkan saya. Jadi sejak kecil sudah diajarkan menjadi pekerja keras. Orang tua saya memeiliki pemikiran optimis terhadap kehidupan. Walaupun belum tahu cara hidup, optimisme menjadi bagian dari kehidupan saya di keluarga.

Kegagalan dimulai dari pikiran, jika pikiran sudah pesimis 50% sudah kalah. (Mario Halim) Respon kita terhadap situasi tergantung pada lingkungan. Saya tidak seperti anak lain. Orang tua saya membatasi bermain. Ketika sedang enak bermain saya dipanggil pulang. Jadi kesenangan saya selalu tertunda. Orang-orang sukses adalah orang yang bisa menunda kesenangan. (Mario Halim).

Champion Mindset adalah berani mengambil tanggung jawab. Impian anda tanggung jawab siapa? Waktu anda sekolah anda dikatakan pemenang kalau nilai bagus atau dapat piala. Dalam kehidupan, pemenang adalah jika anda menjadi berkah bagi orang lain. (Mario Halim)

Orang-orang sukses harus punya mentor. Hati-hati dengan mentor-mentor palsu. Mentor palsu punya kata-kata bagus tetapi punya sesuatu. Mentor yang selalu meminta bayaran adalah mentor palsu. Orang sukses dia suka mengajar tetapi tidak menggunakan kepintarannya untuk dibayar. (Mario Halim)

Kenapa kita bisa sukses? Dikatakan bahwa Tuhan itu maha besar, maha kuasa, maha kaya, tidak ada batasannya. Kita mendapat jatah yang sama dari Allah. Jangan percaya dengan berita tapi percayalah pada pengetahuan. Berita dibumbui oleh sensasi. Pengetahuan sesuatu hal yang bisa menambah kapasitas kita. Pengetahuan bisa menjadi kemampuan kita. Pengetahuan akan menentukan kapasitas rejeki kita menjadi besar. (Mario Halim)

Skill itu bisa dipelajari. Tidak bisa bahasa inggris kita bisa mempelajarinya. Di sekolah anda akan mempelajari skill baru. Di zaman sekarang orang dituntut untuk beberapa skill. Skill menjadi guru tetapi harus mempelajari skill bisnis.

Bagaimana cara supaya bisa punya mimpi. Jika anda ditugaskan hal kecil, anda harus selesaikan hal kecil itu, maka anda akan percaya diri. Jika tidak menyelesaikan tugas gampang, anda akan kehilangan percaya diri. Tidak percaya diri karena anda membohongi diri anda sendiri. Setelah melihat anak tangga pertama anda akan melihat tangga kedua.

Tegaslah terhadap tujuan yang anda tetapkan. Kebanyakan orang berubah-ubah tujuan sesuai musim. Tujuan kita bukan penghasilan, tetapi tujuan kita punya penghasilan tetapi tidak bekerja. Resiko jika tidak tegas anda tidak akan jadi ahli pada bidang anda.

Usaha network marketing kita berpartner dengan perusahaan besar. Potensi income kita berdasarkan jaringan. Sebesar jaringan yang anda bangun income anda tambah besar. Bergabung dalam perusahaan internasional dengan nasional penghasilannya beda. Jika anda mengerti tujuan anda pasti pengeluaran anda hemat.

Cara mengatasi gangguan pada saat mau melangkah adalah mengendalikan diri sendiri. Jika anda berkomitmen menyelesaikan tugas-tugas kecil, maka orang akan menghargai tujuan anda. Bisnis dan pekerjaan harus dari kendali anda. Sewaktu bekerja saya tidak menghabiskan pekerjaan dengan cara satu cara. Hanya orang bodoh yang merasa hidup ini akan baik-baik saja. Di saat kita melepaskan dari pandangan orang, maka kita akan mengendalikan hidup kita. (Mario Halim)

Zona nyaman itu pembunuh kreativitas. Bertahan di zona nyaman berarti kita memutuskan untuk jadi orang biasa. (Mario Halim). Zona nyaman adalah tantangan hidup kita. Di waktu tua jika hidup tidak cukup lumbung maka di waktu tua kita akan menyusahkan orang.

Dunia saat ini beralih dari dunia nyata ke dunia maya. Internet mengubah kehidupan kita. Perusahaan-perusahaan besar punya cukup dana menyediakan kebutuhan internet untuk produk kita. Kekayaan terbesar yang kita dapat sekarang di dapat dari internet. Pesented yang banyak menghasilkan orang kaya adalah dokter dan pengacara. Artis adalah percented yang sedikit menghasilkan orang kaya. Dalam dunia bisnis banyak orang kaya lahir dari dunia internet. Impian kita adalah bukan untuk mendapatkan benda, tetapi membahagiakan orang lain. (Mario Halim).

Sesuatu yang menurut anda penting pasti berharga. Penting tidak Kesehatan orang tua anda? penting tidak kesenangan istri anda? Orang sukses tidak berpikir atau tetapi menggunakan kata-kata dan. (Mario Halim) Asal tidak membuat orang celaka, impian sah-sah saja. Jika anda merasa penting harga harus dibayar terhadap sesuatu yang penting. 

Tidak ada yang berhasil dengan memiliki uang, karena tidak ada cinta di dalamnya. Uang adalah tool. Tujuan kita adalah menggunakan uang untuk tujuan impian kita. Orang-orang terlena dengan mengejar uang. Tidak punya uang juga bermasalah, karena tidak akan bisa menyenangkan orang. Cinta di dalam kehidupan itu adalah yang kita inginkan. Jika kita punya aset penghasil uang, kita bisa jadi punya cinta.

Friday, August 21, 2020

MAYAT MAYAT HIDUP

 OLEH: MUHAMMAD PLATO

“Mereka yang tidak ingat Tuhan, seperti mayat-mayat hidup”. Di alam materi hidup ini adalah gerak fisik untuk kehidupan dunia, di alam spiritual hidup adalah gerak pikiran mengingat ingin kembali kepada Allah. Siapakah mayat mayat hidup itu?

Al-Qur’an menjelaskan, “berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut akan mendapat pelajaran. Orang yang celaka akan menjauhinya. Orang-orang yang akan memasuki api yang besar. Selanjutnya di sana mereka tidak mati dan tidak hidup”. (Al-A’la, 87:9-13).

Informasi dari Al-Qur’an ini mengandung filosofi hidup tinggi. Al-Qur’an sedang menjelaskan bahwa di dunia ini ada manusia-manusia bergerak, tetapi dia tidak hidup. Setiap hari manusia ini bergerak menjalani hidup, mencari nafkah, makan, minum, tidur, dan bangun. Manusia-manusia ini terlihat hidup karena bergerak. Ketika sudah tidak mampu bergerak dan kaku, mereka mengatakan manusia itu mati. Manusia-manusia ini berpandangan bahwa inti dari hidup adalah gerak fisik untuk bertahan hidup. Manusia-manusia ini punya pandangan materialistik.  

Sementara Al-Qur’an juga menginformasikan orang-orang yang hidup adalah mereka yang ketika diberi peringatan maka dia akan mendapat pelajaran karena takut kepada Tuhannya. Manusia hidup tidak dilihat dari gerak fisik tetapi gerak pikirannya ingat kepada Tuhan. Gerakan fisiknya dikendalikan oleh pikirannya untuk menuju jalan kembali kepada Tuhannya.

Al-Qur’an sedang mengabarkan ada manusia-manusia hidup bergerak secara fisik tetapi dia tidak hidup, pikirannya sudah mati karena hanya bergerak untuk urusan-urusan duniawi tetapi dia tidak mati. Mereka seperti mayat bergerak, dikatakan mati tapi masih bergerak, dikatakan hidup tapi pikirannya mati. Oleh karena itu Allah mengabarkan ada kehidupan di mana orang-orang di dalamnya tidak mati dan juga tidak hidup.  

Maka inti dari hidup adalah gerak spiritual mengingat Allah. Sesungguhnya orang-orang yang bergerak dengan tidak ingat Tuhan sekalipun dia bergerak fisiknya sesungguhnya dia mati. Manusia yang bergerak secara fisik di dunia dia tidak mati, tetapi jika dia tidak ingat akan bergerak kembali kepada Tuhan maka dia tidak hidup.

Siapakah orang-orang yang hidup? “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri, dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat. Tetapi kamu memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (Al A’la, 87:14-17). Orang-orang hidup adalah mereka yang seluruh gerakannya mejadi shalat karena memilih kehidupan sejahtera di akhirat. Orang-orang mati adalah mereka yang bergerak lebih memilih kehidupan dunia. Wallahu’alam.

GULMA KETAUHIDAN

 OLEH: MUHAMMAD PLATO

Ketauhidan adalah inti ajaran agama. “Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (Al Qashash, 28:70).

Jika semua tindakan manusia diawali dari hati dan pikiran, maka menjaga hati tetap fokus pada Allah adalah ketauhidan yang harus dijaga. Hati bekerja dalam dua tindakan yaitu cinta dan benci. Hati yang akan mengendalikan kemana pikiran bekerja. Indera manusia penerima stimulus, hati akan mengendalikan informasi hasil indera untuk ditindaklajuti.

Argumentasi, anilisis, sintesa, imajinasi, adalah kerja akal untuk mengembangkan informasi dari hasil indera atas dorongan hati. Kemana hati cenderung maka informasi akan terus dikembangkan oleh pikiran. Jika hati cenderung cinta maka pikiran akan mengembangkannya menjadi jalan yang akan terus ditempuh. Jika hati cenderung benci maka pikiran akan mengembangkannya menjadi jalan yang akan terus ditempuh.  Hati dan pikiran letaknya satu sirkuit yang tidak terpisahkan. Di dalam sebuah hadis, Rasulull SAW berkata, maka mata saya melihat, telinga saya mendengar, dan hati saya berpikir.“  (HR. Ad Dzarimi).  Jadi antara hati dan akal sama-sama bekerja dalam berpikir.

Ketauhidan adalah kecenderungan hati dan akal untuk menjadikan Allah satu-satunya Tuhan yang ditaati. Ada tuhan-tuhan yang selalu menggangu hati dan akal untuk mengganggu ketauhidan, yaitu alam dengan syihir, dan manusia dengan bisikan.  

Pertama, “katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh (Al Falaq, 113:1). Allah mengisyaratkan bahwa “subuh” adalah alam yang senantiasa mengganggu ketauhidan manusia kepada Allah. Refresentasi alam adalah segala hal yang bersifat materi. Manusia hidupnya sangat terikat dengan materi. Prilaku manusia tanpa disadari banyak dikendalikan oleh keadaan materi. Subuh, siang, malam, gelap, terang, panas, dingin, lapang, sempit, lapar, haus, memengaruhi setiap tindakan manusia. Ketauhidan manusia kepada Tuhannya, tidak boleh menyimpang karena kondisi alam. Manusia harus tetap menyembah Tuhan Esa dalam kondisi sempit dan lapang itulah ketauhidan. Menyembah patung, pohon, batu, hewan, adalah keterjebakkan manusia karena alam materi.

“dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,” (Al Falaq, 113:4). Sihir adalah dunia ghaib yang bertentangan dengan ajaran Tuhan. Sihir adalah ilmu pemikiran manusia yang ghaib yang tidak memiliki dasar penjelasan dari kitab suci. Ilmu sihir merupakan spekulasi manusia terhadap kejadian dengan bukti empiris. Banyak manusia meyakini ilmu sihir, ilmu buatan manusia di alam untuk mencapai tujuan-tujuan hidup di dunia. Orang-orang ini cenderung dikendalikan oleh alam dan ilmu buatannya.  Alam dan ilmu buatannya menjelma menjadi Tuhan yang ditaatinya. Penampakkan-penampakkan adalah fenomena alam yang bisa mengganggu ketauhidan.  

Kedua, “Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.” Allah mengisyaratkan bahwa manusia adalah pengganggu ketauidan manusia dalam menyembah Tuhan. Manusia-manusia pengganggu ketauhidan adalah manusia seperti Fir’aun, manusia egois, berkecukupan, berkedudukan, dihormati, dan ditakuti  Manusia Fir’aun sangat mendominasi kehidupan manusia, dan menjelma memaksa menjadi tuhan manusia yang ditaati.

“dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,” (An Naas, 114:4). Selain wujud manusianya, pemikiran, ideologi, gagasan, yang diciptakan manusia dapat menjadi tuhan yang ditaati manusia. Berbagai pemikiran manusia dipelajari dan dijadikan pedoman dalam hidup manusia.

Jadi dua hal yang dapat menggangu ketahuidan manusia adalah alam dengan sihirnya dan manusia dengan pemikirannya. Manusia kadang hidup di luar kesadarannya, yaitu ketika melakukan sesuatu tanpa ingat kepada Tuhannya. Manusia-manusia bertahuid adalah manusia yang punya kesadaran bahwa setiap tindakannya selalu di atas takdir Tuhan, atau manusia yang sadar setiap tindakannya di atas perintah Tuhan. Manusia-manusia yang tidak bertahuid kepada Tuhan adalah manusia yang segala tindakannya dikendalikan karena merespon alam dan hukumnya atau manusia dan ideologi-ideologi yang diciptakanya.

Alam, hukum alam, manusia, dan pemikirannya, bisa menjadi penyakit ketauhidan manusia. Inilah gulma ketauhidan. Manusia-manusia bertauhid kepada Tuhan YME, mereka bertindak atas perintah Tuhan untuk menjalani segala kehidupan di alam dan sesama manusia dengan mengikuti segala petunjuk-Nya. Segala sesuatunya diawali dengan nama Allah yaitu bismillahirohmanirrohiim.  Wallahu’alam.

Sunday, August 16, 2020

MINDSET NABI MUHAMMAD SAW

 OLEH: MUHAMMAD PLATO

Anda tahu? Nabi Muhammad SAW adalah pesuruh Allah yang tidak bisa membaca dan menulis. Mungkin anda tahu, Michael H. Hart, menyebutkan dalam bukunya Nabi Muhammad SAW sebagai tokoh paling berpengaruh nomor satu di dunia. Mungkin aneh, karena dari orang yang tidak bisa baca tulis tetapi Nabi Muhammad SAW menjadi seorang tokoh berpengaruh di dunia, bukan saja diakui oleh pengikutnya umat Islam tetapi diakui oleh seluruh manusia dari berbagai latar belakang.

Anda tahu tidak? buku berjudul Mindset karangan Carol S. Dweck (2020), buku ini menginspirasi dunia karena menawarkan sebuah konsep berpikir yang disebut dengan growth mindset lawannya fixed mindset. Buku ini menjelaskan bahwa para pendidik telah terdoktrin oleh fixed mindset. Anak-anak cerdas dipandang sebagai anak berbakat sejak bawaan lahir  dan tidak mungkin bisa diubah. Orang-orang cerdas dilahirkan dari orang cerdas, orang sukses dilahirkan dari orang sukses, dan pecundang dilahrikan dari pecundang. Ini contoh fixed mindset yang membagi dunia menjadi dua, ada orang sukses dan orang gagal. Orang sukses dipuja-puja dan orang gagal dicaci maki.

Nah sekarang saya ingin beri tahu Anda, mengapa Nabi Muhammad SAW dipilih oleh Allah sebagai utusan padahal Beliau tidak bisa menulis dan membaca. Teori Dweck (2020) bisa membantu Anda, menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah tokoh yang dijadikan oleh Allah sebagai teladan bagaimana menjadi seorang manusia. Jika Anda ikuti sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW, kisahnya menjelaskan bagaimana seorang manusia harus memiliki growth mindset, dari seorang buta huruf tiba-tiba dalam waktu 22 tahun menjadi pemimpin berpengaruh, itulah contoh teladan bagaimana seorang manusia  memiliki growth mindset.

Mendapat pernyataan ini, tentu saja diantara Anda akan ada yang bilang, “anda hanya mengait-ngaitkan teori growth mindset dengan kisah Nabi Muhammad SAW”. Jika Anda berpendapat demikian, jelas sekali bahwa Anda memiliki pola fixed mindset. Orang-orang yang punya pola fixed mindset akan berkomentar tentang kekurangan, bukan menemukan bagaimana dirinya bisa tumbuh. Orang-orang yang berpola fixed mindset akan sibuk menjaga kedudukan dan harga dirinya tetap bergengsi, dibanding menggali dan memahami pemikiran seseorang agar dirinya bisa ikut tumbuh.

Nabi Muhammad SAW dalam Al-Qur’an banyak sekali mengabarkan tentang bagaimana cara berpikir untuk tumbuh. Ayat Al-Qur’an yang mengajarkan untuk tumbuh sering kita dengar, “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Ar, Raad, 13:11). Anda mungkin tidak sadar bahwa ayat ini telah menjadi mindset Nabi. Bayangkan saja dalam sejarahnya Nabi Muhammad SAW seumur hidupnya tidak pernah berhenti dari ancaman, pemboikotan, dan penghinaan. Namun diujung hidupnya, Beliau tidak pernah mementingkan dirinya sendiri untuk masuk surga, tetapi mengkhawatirkan umat manusia yang harus tetap tumbuh menjadi manusia-manusia berpola pikir tumbuh dengan mewariskan Al-Qur’an.

Jika Allah mengatakan bahwa suatu kaum atau seseorang, bisa Allah ubah nasibnya kalau mereka mengubah keadaannya sendiri, ini kan pola pikir tumbuh yang diajarkan Allah kepada manusia. Lalu contohnya adalah Nabi Muhammad SAW. Dia lahir miskin, tidak bisa baca dan tulis, tapi dengan pola pikir tumbuh yang diajarkan Allah dalam Al-Qur’an, Nabi Muhammad bisa mengembang dan menyelesaikan tugasya sebagai utusan Allah dengan sukses. Seluruh Nabi itu manusia, mereka punya kisah dan kisah-kisah mereka dijadikan contoh oleh Allah untuk manusia.

Jika semua orang bisa tumbuh, asal dia mau berusaha, maka jelas sekali bahwa keberhasilan seseorang bukan di seberapa tinggi kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang, tetapi seberapa keras usaha yang dilakukan seseorang untuk menjadi. Allah tidak melihat siapa orangnya, latar belakangnya dari mana, keturunan siapa, dan berapa kekayaannya, tapi Allah menetapkan sebuah mindset bagaimana setiap orang bisa tumbuh dengan segala apa yang diusahakannya. Inilah teori growth mindset sebagaimana disampaikan oleh Dweck.

Jika saya mengutif teori Dweck untuk menjelaskan ajaran di dalam Al-Qur’an bukan berarti saya mengekor atau tukang stemple pendapat orang. Tapi saya sedang mengapresiasi pemikiran Dweck, dan saya mencoba melakukan integrasi dengan pedoman hidup manusia yang sesungguhnya yaitu dari Tuhan. Selanjutnya terserah Anda, mau mengikuti pemikiran Dweck atau mengikuti cara berpikir yang bersumber dari Al-Qur’an? Saya sebagai umat beragama meyakini ketika mindset saya sudah bersumber dari Al-Qur’an, mudah-mudahan Allah membantu saya, memberi kekuatan untuk tetap tumbuh menjadi manusia sukses bukan hanya di dunia tetapi di akhirat.

Saya berterimakasih kepada Dweck, karena pemikiran beliau dapat membuka ilmu berpikir yang saya pahami dari Al-Qur’an. Hakikatnya semua ilmu pengetahuan akan membuka tabir-tabir rahasia tentang kekuasaan Allah. Semua ilmu milik Allah dan akan bermuara kepada Allah. Ilmu yang sesungguhnya tidak terpisah-pisah tetapi semuanya mengajarkan kita untuk kembali kepada Allah.

Barat dan Timur milik Allah. Jika ingin sejahtera, pada prinsipnya tidak ada satu kelompok manusia yang bisa menghidupi kelompoknya sendiri. Mereka harus saling mengenal dan saling tolong menolong. Inilah growth mindset yang disampaikan oleh Dweck. Sebeluamya Nabi Muhammad SAW pun mengajarkan  kepada umatnya, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Al Hujurat, 49:13). Ini ajaran pola pikir tumbuh dari Allah, bahwa tidak ada manusia terbaik kecuali yang terbaik dihadapan Allah. Lalu siapa yang terbaik dihadapan Allah? Nabi Muhammad SAW menjelaskan, “mereka yang terbaik dihadapan Allah adalah yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain”.

Saya berkesimpulan logika tuhan ilmu berpikir bertumbuh sebagaimana teori growth mindset yang disampaikan oleh Dweck seorang psikolog. Berlogika tuhan berarti membantu berkeyakinan bahwa kita sebagai manusia harus bertumbuh, bukan hanya untuk diri pribadi tetapi menumbuhkan kehidupan orang lain, tanpa pandang suku, ras, dan agama.

Manusia-manusia yang memiliki growth mindset, logikanya dipandu Tuhan,  mereka mengakui dirinya bodoh tetapi bisa tumbuh menjadi orang sukses dengan cara menyukseskan banyak orang. Untuk itulah Al-Qur’an adalah kitab petunjuk berpikir bagi orang-orang yang mau belajar. Masalahnya bukan karena tidak semua orang bisa memahami Al-Qur’an, tetapi ada yang mau belajar dan ada yang tidak. Kebanyakan orang memiiki fixed mindset bahwa yang belajar Al-Qur’an harus orang-orang cerdas, padahal orang-orang cerdas dulunya terlahir bodoh. Wallahu’alam.

Friday, August 14, 2020

MANUSIA TERPILIH

 OLEH: Muhammad Plato

“Orang-orang yang berinteraksi dengan Al-Qur’an mereka termasuk orang terpilih. Ciri  mereka yang telah berinteraksi dengan Al-Qur’an dilihat dari adabnya” (Adi Hidayat). Pendapat ini didasari oleh keterangan dari Al-Qur’an sebagai berikut:

Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. (Fathir, 35:32)

Infromasi ayat di atas mengabarkan bahwa orang yang memelajari Al-Qur’an, mulai dari membaca dalam bahasa Arab, belajar tajwij, menghafal, memahami terjemah, menafsir dari asal usul turunnya Al-Qur’an, atau berdasar hadis dan ilmu, mereka tergolong pada orang-orang terpilih. 

Orang-orang terpilih yang diwarisi kitab suci Al-Qur’an oleh Allah dapat digolongkan pada tiga kelompok. Pertama, kelompok yang “menganiaya diri sendiri” (dolimullinafsih). Kelompok ini termasuk golongan para sufi yang mengasingkan diri dari kehidupan dunia agar terhindar dari sifat-sifat buruk karena gemerlapnya dunia. Material adalah inti dari kehidupan dunia. Alam materi membuat hidup manusia terikat dan ketergantungan. Mengasingkan diri dari kehidupan dunia adalah upaya membebaskan dan menyucikan jiwa. Bagi kelompok ini, kehidupan terbaik adalah menghindari dunia materi untuk mendapatkan kesejahteraan di akhirat.

Kedua, kelompok pertengahan (muktasid). Kelompok ini adalah golongan yang menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Mereka mengatur kehidupan di alam materi untuk mensejahterakan kehidupannya di dunia dan juga akhirat. Kelompok ini orientasi hidupnya menginginkan kehidupan sejahtera di dunia dan akhirat.

Ketiga, kelompok yang berani berkorban untuk membela kebenaran demi mendapat kehidupan akhirat (sabiqubilkhoir). Orang-orang ini tidak menghindari kehidupan di dunia materi, tetapi menggunakan dunia materi untuk mensejahterakan kehidupan makhluk lain demi kesejahteraan hidupnya di akhirat. Kelompok ini mengelola dunia bukan untuk dimilikinya tetapi sepenuhnya dikorbankan untuk kepentingan orang banyak.

Orang-orang yang terpilih mewarisi Al-Qur’an mereka terbagi menjadi tiga golongan ini. Jika kita analogikan tiga golongan ini dapat kita identifikasi dari ulama sufi, ulama ilmuwan, dan ulama para pemimpin termasuk guru. Para pemimpin dan guru bertugas mensejahterakan umat manusia agar menggunakan kekuasaannya untuk menguasai dan mengelola materi untuk mensejahterakan manusia dan membatasi untuk kehidupan dirinya sendiri.

Para pemimpin dan guru adalah golongan orang-orang yang mendahulukan kesejahteraan orang lain dari pada kesejahteraan untuk dirinya di dunia. Bagi para pemimpin dan guru orientasi hidupnya lebih besar untuk akhirat dan diraihnya dengan cara mengorbankan jiwa dan hartanya untuk kesejahteraan orang lain guna mendapatkan kesejahteraan akhirat.

Ketiga golongan yang digambarkan dalam Al-Qur’an adalah golongan terpilih yang memilih cara-cara hidupnya dengan izin Allah. Mereka adalah generasi Al-Qur’an yang hidupnya bersandar kepada Al-Qur’an dengan keyakinannya masing-masing. Ada di golongan mana Anda, hanya Anda dan Allah yang tahu. Wallahu’alam.  

Sunday, August 2, 2020

KURBAN BUKAN IBADAH RITUAL

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Tersenyum melihatnya, “ibadah kurban mejadi ajang riya. Saat hewan mau dipotong ribut jadi masalah atas nama siapa”. Ajaran agama macam apa yang kalian terima? Kurban bukannya jadi puncak spiritual seseorang dalam meraih takwa kepada Allah, tapi malah jadi masalah atas nama siapa hewan dikurbankan. Kurban bukan ritual pemotongan hewan. Kurban bukan untuk pamer nama. Allah tahu siapa yang kurbannya karena Allah, dan Allah tahu atas nama siapa hewan dikurbankan. Allah tahu siapa yang mengeluarkan hartanya untuk berkurban, dan Allah tahu siapa yang hanya menumpang nama di atas hewan kurban. “Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan?” (Al Baqarah, 2:77).

Apakah kalian tidak mendengar kabar dari Rasulullah, barang siapa bersedekah mengatasnamakan orang lain, maka yang bersedekah dan orang lain yang di atas namakan akan mendapat pahala yang sama dari Allah tanpa sedikitpun saling mengurangi kebaikannya. Demikian juga dalam berkurban.  

Kurban adalah pendidikan bagi manusia agar menyembelih hawa nafsunya yang cenderung egois. Kurban adalah puncak ketaatan manusia bahwa dirinya berserah, taat, tunduk, dan patuh, pada apa yang Allah tetapkan. Tidak ada kurban bagi mereka yang akhlaknya tidak berubah setelah kurban. Kurban adalah komitmen kepada Allah bahwa segala egoisme dalam hidupnya telah disembelih, dan berkomitmen untuk menjadi manusia-manusia pemurah pengasih dan penyayang meneladani Rasulnya yang selalu berusaha hidup dengan meniru akhlak Allah.

Kurban kita hanya sebatas ibadah ritual. Kurban ritual tidak mengubah kita menjadi manusia spiritual, yaitu manusia yang total berserah diri kepada Allah. Kurban ritual tidak membunuh sifat-sifat setan dalam diri manusia. Kurban ritual tidak menekan nafsu-nafsu busuk dalam jiwa manusia. Kurban ritual tidak mematikan sifat-sifat egois dan rakus yang ada dalam setiap jiwa manusia.

Apakah manusia tidak berpikir, Allah telah mengabarkan sebuah kisah dua anak Adam. Keduanya berkurban tetapi ada yang diterima dan ada yang tidak diterima. “Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Kabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Kabil). Ia berkata (Kabil): "Aku pasti membunuhmu!" Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa". (Al Ma’idah, 5:27).

Tidak ada spiritualitas kurban bagi mereka yang masih berebut daging pada saat kurban. Berebut daging kurban pada saat kurban adalah bukti bahwa kurban yang kita lakukan hanya sebatas ritual. Kurban adalah prosesi pembunuhan terhadap nafsu-nafsu manusia yang cenderung buruk. Kurban adalah prosesi pembunuhan terhadap nafsu-nafsu serakah manusia kepada hal-hal yang material.

Tidak ada spiritualitas kurban bagi mereka yang masih merasa paling benar dan egois dalam prilakunya. Tidak ada spiritualitas kurban pada mereka, jika sikap hidupnya masih bengis dan penuh benci terhadap sesama. Tidak ada spiritualitas kurban pada mereka, jika hidupnya masih kikir dan sombong atas kedudukan dan harta kekayaan yang dimilikinya.

Spiritualitas kurban, Allah berikan kepada mereka yang melaksanakan kurban karena rasa cinta kepada Allah. Spiritualitas kurban akan Allah berikan kepada mereka yang melaksanakan kurban sebagai bentuk ketaatan, harapan dan takut kepada Allah. Spiritualitas kurban akan Allah berikan kepada mereka yang setelah melaksanakan kurban akhlaknya menjadi mulia, membalas keburukan dengan kebaikan, berbakti pada orang tua, bersabar tanpa batas, tidak menyalahkan orang lain, selalu optimis, menjadi pribadi pemaaf, penyayang, dan penyantun.

Allah tidak melihat berapa harga kambing yang dikurbankan. Allah tidak melihat seberapa besar sapi yang dikurbankan. Allah tidak melihat atas nama siapa kambing atau sapi dikurbankan. Allah hanya melihat kepasrahan diri kepada kehendak Allah dari siapa saja yang rela berkurban. Kabil tidak diterima kurbannya oleh Allah, karena Kabil hanya melaksanakan kurban sebagai ritual, hanya sebatas tindakan fisik, egois, hanya memperlihatkan cangkang dan fatamorgana.

Kurban adalah prosesi pegorbanan diri seperti apa yang dilakukan oleh makhluk kecil bernama sel. Prosesi perngorbanan diri yang dilakukan oleh sel bertujuan untuk menghidupkan sel lain. Menurut ahli DNA, fakta bahwa di dalam diri manusia ada gen (naluri) egois (selfish gene) yang hanya mementingkan diri sendiri, takut kekurangan harta dan suka mengumpul-ngumpulkan harta. Di sisi lain dalam diri manusia ada gen altruis yaitu sifat selalu ingin menolong orang lain dan melakukan sesuatu untuk orang lain lagi. Altruis merupakan kesitimewaan bawaan lahir manusia (dari Allah) yang ditetapkan dalam gen. (Murakami, 2015, hlm. 86).

Belajar dari hasil penelitian DNA, makna kurban adalah sarana untuk menghidupkan naluri rela berkorban untuk menghidupi orang lain yang ada pada setiap diri manusia. Murakami (2015, hlm. 87) menyimpulkan, orang-orang yang hidup dengan spiritualitas tinggi, akan memikirkan keuntungan untuk dirinya dengan lebih mementingkan kepentingan orang lain. Orang dengan spiritualitas tinggi paham, dengan mengusahakan kepentingan orang lain, keuntungan yang didapatkan akan lebih dalam dan besar. Inilah spiritualitas dalam ibadah kurban yang harus kita pahami.

Untuk itu bagi para ulama, kiai, guru, ilmuwan, dan pecinta ilmu pengetahuan, pencapaian tertinggi dari sebuah penelitian bukan membandingkan diri lebih baik dari orang lain atau mendapat hadiah dari lomba. Kebahagian sejati bagi para pecinta ilmu adalah “mengetahui apa yang tidak diketahui dan ilmunya bermanfaat bagi orang lain”. Inilah makna kurban bagi para pecinta ilmu pengetahuan. Seluruh makhluk hidup di muka bumi ini hidup dengan menghidupi makhluk lain. Untuk itu kurban adalah ibadah spiritual jiwa manusia bukan hanya sekedar ritual penyembelihan hewan. Wallahu’alam.

SETIAP ORANG, KAYA KARENA WARISAN

OLEH: MUHAMMAD PLATO

“Semua orang jadi kaya, sumbernya warisan”. (Muhammad Plato). Pendapat ini saya kemukakan setelah menyimak kisah sukses seorang entrepreneur dan birokrat dari kota Tauco. Beliau berkisah apa yang dia lakukan semata-mata mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tuanya. 

Beliau bercerita dulu ayahnya hanya seorang petani biasa. Di sela-sela pekerjaanya sebagai petani, ayahnya menjadi bengkel tulang atau ahli pegobatan tulang. Orang-orang sakit keseleo, patah tulang, sering meminta bantuan kepada ayahnya. Banyak orang sakit karena patah dan keseleo tulang dapat disembuhkan.  

Hal unik yang dilakukan ayahnya ketika praktek bengkel tulang adalah dia tidak pernah menerima uang sebagai upah pengobatan yang dilakukannya. Berapa pun uang yang diberikan oleh pasien tidak pernah mau menerimanya. Kecuali ketika pasien memberi imbalan dengan makanan, dia mau menerimanya. Itu pun dilakukan karena memerhatikan etika, menghormati pasien yang memberi makanan karena tidak elok dibawa kembali pulang. Selama praktek menjadi bengkel tulang, ayahnya tidak pernah menerima uang sepeser pun dari upah pengobatan.

Ketika ditanya, “mengapa tidak mengambil upah dari praktek pengobatan tulang?” Ayahnya menjawab, “apa yang dilakukannya tidak sebanding dengan apa yang diberikan pasien. Hanya dengan mengeluarkan tenaga sedikit, tak perlu lah memungut bayaran, niatnya menolong saja”. Kisah ini sangat membekas dan menjadi catatan emas dalam hidup Beliau ketika menjadi entreprenur dan birokrat. Hingga Beliau meneteskan air mata saat menceritakannya.

Saya berpikir, apa yang dilakukan bapaknya adalah investasi besar, apalagi tidak memungut upah dilakukan selama masa bapaknya menjadi bengkel tulang. Jika setiap sedekah Allah melipatgandakan hingga 700 kali lipat, betapa kekayaan akan meliputi kekayaan hati dan hartanya. Saya punya keyakinan bahwa setiap doa, perbuatan baik, kebajikan yang dilakukan oleh orang tua sesungguhnya akan diwariskan kepada anak-anaknya. 

Saya menjadi ingat bagaimana Nabi Ibrahim berdoa agar Allah mengutus seorang Nabi dari keturunannya. "Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (Al Baqarah, 2:128).

Maka Allah mengabulkannya dengan lahirnya Nabi Muhammad saw dari keturunan dari Nabi Ismail anaknya. Nabi Ibrahim hidup antara tahun 2050-1875 SM wafat di usia 175 tahun. (Al Aqqad dkk., 2014, hlm. 48-49). Nabi Ibrahim memanjatkan doa ribuan tahun yang lalu dan baru dikabulkan Allah pada tahun 570 Masehi di Mekah dengan lahirnya Nabi Muhammad saw. Saya menyimpulkan bahwa kebaikan yang dilakukan orang tua, doa dan cita-cita orang tua jika tidak tercapai oleh dirinya, maka akan dialami diwariskan oleh Allah kepada anak-anak cucu dan keturunannya.

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). (Ar Rahmaan, 55:60). Inilah hukum pasti yang diajarkan Allah kepada umat manusia. Setiap kebaikan akan dibalas dengan kabaikan yang lebih baik. Hukum ini berlaku terus sampai akhir khayat sampai menembus waktu masa perhitungan di akhirat.

Saya berkesimpulan bahwa besar kecilnya kesuksesan seseorang adalah warisan dari apa yang telah dilakukan oleh orang tuanya. Untuk itu jasa orang tua untuk anak-anaknya tidak akan pernah putus dan oleh karena itu bakti anak-anak pada orang tua tidak ada putus-putusnya kecuali kematian menimpanya. Anak-anak berbakti pada orang tua akan selalu mengenang jasa-jasa orang tuanya dan mengakui bahwa segala keberhasilan dalam hidupnya tidak lepas dari warisan orang tua. Wallahu’alam. 

Saturday, August 1, 2020

SAYA TIDAK PERNAH MENGGAJI KARYAWAN

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Sahabat-sahabat ini inspirasi dari entrepreneur dan juga birokrat sukses dari kota Tauco. Ide-ide manajemen hidup yang Beliau kemukakan selalu membuat kita tercengang dan sangat inspiratif. Gaya-gaya hidupnya patut dicontoh dan bisa kita implementasikan dalam kehidupan sehari hari. Kita tidak boleh tertipu dengan pandangan dan pendengaran kita. Kebenaran dari Allah itu ada di mana-mana. Seperti kata Muhammad Abduh, “saya menemukan Islam di Amerika, tetapi tidak menemukan umat Islam di sana”.

Pelajaran hidup bisa datang dari mana saja termasuk dari saudara-saudara kita yang berhasil sukses karena menemukan jalan kebenaran hidup dan menjadi bagian dari prilakunya. Semua jalan kebenaran yang diajarkan Allah kepada kita semua menuju pada kehidupan sejahtera jika kita sadar dan bersabar berada dalam jalan kebenaran-Nya.

Menarik untuk kita simak penjelasan dari seorang entrepreneur dan birokrat dari kota Tauco dalam mengelola bisnis yang Beliau jalankan. Sungguh aneh dan pasti akan bertanya mengapa? Sekalipun punya perusahaan Beliau tidak pernah menggaji karyawannya. Kok Bisa dan tega ya? Saya mencoba memperdalam pernyataan Beliau dan apa maksudnya.

Lalu Beliau menjelaskan, pada perusahaannya Beliau membuat struktur kepegawaian dengan istilah “mata”. Jenjang tertinggi Beliau label dengan 10 mata, 8 mata, 5 mata, terus berurutan ke bawahnya sampai pada label 2 mata untuk karyawan paling rendah. Label mata ini meunjukkan pangkat karyawan dalam perusahaan yang Beliau miliki. Seperti pangkat dalam tentara atau pegawai negeri sipil.

Seperti Beliau katakan, karyawan yang Beliau kerjakan tidak digaji, tetapi mendapatkan bagi hasil dari keuntungan perusahaan. Jika keuntungan perusahaan dalam satu bulan mendapat nominal 200 juta, maka keuntungan akan dibagi dua (50%-50%). Jumlah keuntungan 100 juta untuk dibagikan kepada karyawan dan 100 juta diambil untuk keuntungan pemilik perusahaan. Keuntungan 100 juta dibagikan berdasarkan jumlah mata yang karyawan miliki. Cara membaginya jumlah keuntungan dibagi dengan jumlah mata yang ada. Jika jumlah mata dari seluruh karyawan terdapat 100 mata, maka jumlah keuntungan 100 juta akan dibagi 100 mata, maka setiap mata bernilai 1 juta. Setelah ditemukan nilai nominal tiap mata, maka karyawan akan menerima keuntungan berdasarkan jumlah mata yang mereka miliki. Karyawan tertinggi dengan jumlah pangkat atau mata 10 akan mendapat keuntungan 10 juta, 8 juta, 5 juta, dan seterusnya sampai karyawan dengan pemilik mata terendah.

Untuk menjaga kesejahteraan karyawan, nominal keuntungan per mata dibagikan setelah melihat karyawan pemilik mata terendah keuntungannya tidak boleh kurang dari Upah Minimal Regional (UMR). Untuk itu jika keuntungan setelah dibagi dua ternyata keuntungan karyawan paling rendah dibawah UMR maka, pembagian keuntungan akan berubah, 60% karyawan dan pemilik 40%. Dalam kondisi kurang beruntung, pembagian keutungan bisa berubah menjadi 70% karyawan dan pemilik 30%. Pada masa pandemi ketika berlaku masa PSBB, semua karyawan dirumahkan dengan tetap mendapatkan keuntungan dari dana tabungan keuntungan perusahaan.

Saya melihat dengan sistem bagi hasil seperti ini karyawan akan benar-benar merasa menjadi pemilik perusahaan. Mereka akan mendapatkan keuntungan berdasarkan hasil kerjanya. Dengan sistem bagi hasil seperti ini, jauh dari eksploitasi. Sistem ini seperti yang diajarkan dalam moralitas ajaran agama bahwa bisnis bukan semata-mata untuk mencari keuntungan tetapi berbagi kesejahteraan.

Hakikat bisnis adalah sedekah, saling memberi dan saling menerima. Sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an, “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (An Nisaa, 4:1).

Konsep bisnis dalam Al-Qur’an adalah saling meminta. Konsep ini menandakan bahwa dalam islam tidak dikenal posisi pakir, tapi dua-duanya punya kedudukan sama menjadi pemberi dan penerima. Jadi bisnis adalah dunia kerja sama antara pemilik perusahaan dan pegawai. Kedudukan kedua-duanya tidak ada yang tinggi dan tidak ada yang rendah. Keduanya sama-sama berjasa dan tidak ada saling eksploitasi. Inilah bisnis yang diajarkan di dalam ajaran Islam. wallahu’alam. To be Continuie….

AGAMA MENGENALKAN MANUSIA PADA TUHAN

OLEH: MUHAMMAD PLATO

“Madzab-madzab adalah agama berdasarkan persepsi akal pikiran manusia. Apa yang diproduksi akal pikiran manusia adalah budaya. Konflik antar madzab yang pernah terjadi bukan membela agama tetapi membela keegoisan para penganut agama”. Begitulah salah satu kesimpulan Buya Syakur dalam sebuah dialog yang membahas buku Tuhan Maha Asyik karya Sujiwo Tejo di youtube.

Semua pendapat bisa saya terima dan masuk akal kemana arah pemikiran mereka. Sujiwo Tejo yang merasa tidak ahli dalam memahami kitab suci dan menggunakan hati nurani dalam membaca realitas, memiliki kecerdasan spiritual tinggi. Buya Syakur dengan pemahaman ilmu bahasa tidak dimungkiri Beliau bisa dianggap sebagai pemikir muslim berpengaruh dari negeri yang dikelilingi air.  Buya Syakur selalu membahas permasalahan pada tataran realitas dengan memahaminya dengan makna bahasa dan logika yang bersumber pada kitab suci Al-Qur’an dan Hadis.

Pertanyaannya, dari manakah asal sumber kebenaran? Melihat dua ahli pikir ini saya memberi kesimpulan bahwa Allah tidak membatasi seseorang dalam menemukan kebenaran. Namun Allah mengatakan bahwa sebagian besar manusia hidupnya tersesat, untuk itu Allah menurunkan petunjuk dalam menjalani hidup dengan menurukan kitab suci kepada para nabi dan rasul yang diutusnya. Tanpa pegangan iman kepada kitab suci yang diturunkan kepada Rasul-Nya manusia akan semakin banyak yang tersesat dan terjerumus dalam mencari kebenaran.  Intinya Tuhan Yang Maha Esa adalah sumber kebenaran dan Tuhan menurunkan petunjuknya melalui kitab suci yang diturunkan pada utusan-utusannya.

Apakah manusia dengan nuraninya akan menemukan kebenaran? Tuhan tidak akan menutup semua cara bagi orang-orang yang berniat mencari kebenaran, namun pada akhirnya manusia akan bertemu dengan petunjuk-petunjuk Tuhan. Petunjuk Tuhan yang terang benderang adalah dari kitab suci yang diturunkan pada para nabi sebagai petunjuk bagi hati nurani dan akal pikiran agar lebih yakin tentang hakikat dan keberadaan Tuhan.

Agama tujuannya adalah membimbing dan mengenalkan manusia kepada Tuhan. Agama bukan ritual tetapi agama adalah membimbing ruhani manusia agar menjadi manusia-manusia yang memiliki sifat sifat Tuhan. Sifat Tuhan yang banyak disebut dan dikenal oleh manusia adalah maha pengasih dan maha penyayang. Ritual dalam ajaran agama adalah latihan-latihan agar manusia menyadari tentang keberadaan Tuhan. Ritual tidak diada-adakan tetapi harus berdasar pada tuntunan, tidak memberatkan dan tidak melampaui batas ketentuan yang diajarkan Tuhan melalui contoh para nabi dan rasul.

Puncak dari keberagaam seseorang adalah mencapai manusia dengan totalitas berserah diri pada segala takdir Tuhan. Sebagian berpendapat, puncak dari keberagamaan seseorang adalah menyerap sifat-sifat Tuhan Yang Pengasih dan Penyayang. In action dalam bentuk amal, manusia-manusia yang sudah totaliter berserah diri kepada Tuhan adalah manusia yang tunduk dan patuh pada segala perintah Tuhan dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. Manusia-manusia yang sudah mampu menyerap sifat-sifat ketuhanan, mereka akan menjadi pribadi-pribadi pengasih dan penyayang dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Pada intinya pikiran manusia boleh bebas bagaimana mempersepsi Tuhan Yang Esa. Namun in action dalam bentuk amal semua pasti akan bermuara pada karakter yang sama jika dia benar-benar sudah berserah diri atau menyerap sifat-sifat Tuhan. Kata Sujiwo Tejo, “pada intinya keberagamaan seseorang seperti kita melihat dari puncak gunung. Ketika melihat dari puncak ke bawah semua orang sedang mencapai tujuan yang sama, namun mereka berusaha mencari dan melalui jalan-jalan yang berbeda”.

Ada yang berhasil sampai puncak ada yang tersesat. Karena kemurahan Allah, neraka disediakan oleh Allah bukan untuk menghukum mereka yang sesat tapi untuk membersihkan mereka agar kembali suci. Pada hakikatnya ruh-ruh yang ada pada tubuh manusia adalah ruh Allah yang suci. Pada saat mereka kembali, mereka harus dalam keadaan suci. Untuk itulah surga dan neraka adalah nikmat Allah yang tidak boleh manusia dustakan.

Bagi mereka-mereka yang sudah mengenal jalan-jalan Allah selama di dunia, mereka tinggal menikmati kehidupan bahagia di akhirat. Sebaliknya bagi mereka yang belum menemukan jalan kebenaran di dunia, mereka akan mendapat kesulitan menjalani hidup di akhirat sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan dengan balasan setimpal agar mereka bisa kembali kepada Tuhannya dalam keadaan suci. Wallahu’alam.

TIDAK BERANI MAKAN DIKANTIN

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Sahabat sekalian, kita lanjutkan obrolan tempo hari dengan entrepreneur plus birokrat sukses dari kota Tauco. Beliau adalah salah satu konglomerat dari kota Tauco yang sangat religius. Ide-idenya dalam mengembangkan bisnis tidak lepas dari ajaran moral agama yang dianutnya.

Tulisan ini masih tetap bersumber pada hasil obrolan selama kurang lebih tiga jam. Saya rekam ide-ide langit Beliau agar dapat kita jadikan sebagai teladan hidup sukses di dunia dan akhirat. Mengapa saya sebut ide-ide langit karena kiat-kiat hidup suksesnya berdasar pada ajaran ajaran moral agama Islam yang dianutnya.

Pesan orang tua Beliau bahwa harus memberi makan minimal lima mulut setiap hari telah menjadi karakter. Pesan atau nasehat orang tua ini benar-benar telah menjadi bagian dari gaya hidup. Seperti orang sakit minum obat sehari tiga kali, jika tidak meminumnya badan terasa tidak sehat.

Ketika nasehat orang tua untuk memberi makan lima mulut setiap hari, nasehat ini punya dua kekuatan besar ketika dilaksanakan. Pertama pesan memberi makan lima mulut setiap hari adalah bagian dari perintah Allah sebagaimana Rasulullah bersabda, “sedekah terbaik adalah sedekah dalam jumlah kecil tetapi berkesinambungan”. Para filsuf mengatakan bahwa bumi dan langit diciptakan untuk memberi. Alam semesta pada dasarnya mereka tercipta untuk memberi. Air, tanah, udara, mereka adalah makhluk Allah yang tugasnya setiap hari memberi.

Nasihat orang tua kepada anak untuk selalu memberi makan lima mulut setiap hari adalah perintah langit. Perintah ini sesuai dengan prinsip penciptaan alam semesta. Memberi juga menjadi sifat Allah yang digambarkan sebagai Maha Rohman dan Rohim.

Ketika seseorang melaksanakan perintah orang tua bagaimana pun kondisinya dia tidak akan dirugikan karena berbakti pada orang tua adalah bagian dari ketaatan kepada Allah. Jika nasihat orang tua mengacu kepada perbuatan yang diperintahkan Allah, maka ada dua keutamaan yang akan didapatkan yaitu taat pada orang tua sebagai perintah Allah, dan taat pada perintah Allah. Maka pahala terbesar manusia adalah ketika mereka mampu menjaga nasihat-nasihat orang tua yang bersumber pada ajaran-ajaran agama. Dia sedang membangun keejahteraan hidupnya di dunia dan akhirat.   

Untuk menjaga nasihat orang tua, Beliau tidak pernah berani makan dikantin jika di kantong tidak tersedia uang untuk lima porsi makan. Lebih baik makan di rumah jika makan di kantin tidak mampu memberi makan lima mulut. Teknik memberi makan lima mulut dikantin pun dilakukan secara diam-diam. Ketika semua pegawai makan bersama di kantin, Beliau akan menghabiskan makanannya lebih dahulu dan langsung menuju kasir. Lalu Beliau menunjuk beberapa orang teman yang makan siangnya telah dibayar. Ibu kantin hanya akan menyampaikan pesan kepada temannya bahwa makan siangnya telah dibayarkan. Kebiasaan ini terus dilakukan berulang-ulang hingga menjadi karakter.

Ini adalah karakter manusia beragama yang mensejahterakan dirinya dan orang lain. Menurut  ahli DNA dari Jepang, Kazuo Murakami (2015, hlm. 87), “orang bijak yang benar-benar memikirkan keuntungan untuk dirinya akan lebih menentingkan keuntungan untuk orang lain dibandingkan keuntungan untuk dirinya”. Wallahu ‘alam. To be continue… 

TIAP AKHIR PEKAN BUAT JEMBATAN

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Kita lanjutkan ngobrol bersama orang nomor satu di pabrik pencetak manusia di kota Tauco. Saya hobi menulis dan senang menulis kisah siapa saja yang memiliki kisah hidup sukses di atas jalan-jalan kebenaran. Bagi saya menulis kisah teladan seseorang yang inspiratif bagi umat manusia adalah sedekah. Nyatanya setiap orang sukses di belahan bumi manapun selalu berada di jalan-jalan kebenaran yang ditetapkan Allah. Saya tidak berkuasa, mengapa bisa menulis tokoh ini beberapa artikel dengan lancar, semua berada di atas kehendak Allah. Baik kita lanjutkan ceritanya.

Beliau bercerita selama masih usia muda selalu menyempatkan diri untuk berolah raga jalan kaki. Beliau selalu olah raga jalan kaki menyusuri kampung-kampung yang indah, dihiasi dengan pematang-pematang sawah dan kebun melewati rumah-rumah warga. Olah raga menyusuri jalan-jalan setapak di kampung-kampung terasa menyegarkan tubuh dan sekaligus berkomunikasi, menyambung dan menjaga silaturahmi dengan warga.

Menyehatkan tubuh bukan hanya dengan olah raga tetapi harus dibarengi dengan menyambung tali silaturahmi. Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda, “silaturahmi memanjangkan umur”. Artinya silaturahmi dapat menyehatkan tubuh, karena orang yang panjang umur berarti tubuhnya sehat.

Sambil olah raga jalan kaki ke kampung-kampung, Beliau selalu memperhatikan bagaimana warga beraktivitas. Beliau melihat ketika melewati jalan setapak selalu terpotong oleh selokan-selokan kecil tanpa jembatan. Untuk melewatinya orang-orang tua atau muda harus melompat. Ada juga warga yang berinisiatif membuat jembatan sederhana dari anyaman bambu sederhana. Ada juga yang membuat hanya dengan sebatang kayu disandarkan seadanya. Hingga orang-orang yang melewatinya harus seperti pemain akrobat menjaga keseimbangan agar tidak jatuh ke selokan.

Dengan mengamati aktivitas warga tersebut, dalam hati Beliau terbersit untuk membantu meringankan kesulitan warga dengan membuat jembatan sederhana dari bahan tembok permanen. Beliau menghubungi pemeritah RT setempat untuk menawarkan pembuatan jembatan kecil agar jembatan kecil itu nyaman dan mudah dilalui oleh siapa saja. Panjangnya hanya satu meter atau satu setengah meter, tapi jika jembatan dibuat nyaman akan sangat bermanfaat bagi warga yang melewatinya. Dengan menyumbangkan pasir, batu, batu bata, dan besi, Beliau serahkan bantuan itu kepada warga setempat untuk membuatnya.

Bagi Beliau membuat jembatan yang panjangnya satu meter, nilai rupiahnya tidak seberapa tetapi hasilnya sangat bermanfaat bagi warga. Apa lagi jalan itu dilalui warga setiap hari, pahala akan sangat belipat ganda dan bisa jadi amal jariah yang akan tetap mangalir sampai akhirat. Jika setiap hari ada 100 orang melewati jembatan kecil tersebut, maka setiap hari kita menuai pahala kebaikan dari jembatan kecil tersebut. Selama jembatan kecil itu ada dan tidak rusak dalam jangka waktu lama kita akan mendapatkan kebaikannya.

Menurut saya, ide kecil ini cukup cemerlang dan sangat mengandung filosofi hidup tinggi. Bisa jadi jembatan kecil ini akan jadi sarana melewati jembatan sirotol mustakim dengan mudah di akhirat kelak. inilah karakter muslim rahmatan lil alamin.  

Dari ide kecil ini, akhirnya menjadi kebiasaan Beliau setiap akhir pekan. Setiap olah raga sambil jalan-jalan menyusuri kampung, dimana ketemu selokan kecil tanpa jembatan, Beliau selalu menawarkan pembuatan jembatan kepada warga. Kegiatan olah raga rutin menjadi kegiatan rutin mencari jembatan-jembatan kecil yang terputus untuk disambungkan dengan membuat jembatan kecil baru. Kebiasaannya memberi makan lima mulut setiap hari bertambah menjadi membuat jembatan kecil untuk lalu lintas warga kampung.

Kata beliau, "selalu ada ide untuk berbuat kebaikan sekalipun dengan hal-hal kecil". Kegiatan ini terhenti karena seiring dengan usia yang terus bertambah dan tidak mampu lagi melakukan perjalanan jarak jauh. Tetapi langkah kecil ini pernah dia lakukan hanya karena ingin hidup bermanfaat bagi orang lain, sekalipun dengan membangun jembatan-jembatan kecil.  

Allah tidak mengukur peemberian seseorang dari besar dan kecilnya tapi dari niat-niat dan keikhlasannya. “Semoga langkah-langkah kecil ini bermanfaat bagi kehidupan saya di dunia dan akhirat kelak”, kata Beliau.  Berbuat baiklah untuk orang banyak sesuai dengan kemampuan, karena pada dasarnya Allah telah memberi kemampuan kepada semua manusia untuk berbuat baik dengan harta-harta yang dimilikinya.

Tidak ada satu manusia pun yang lahir ke muka bumi dengan tidak dibekali harta oleh Allah swt. Harta yang paling besar dan tak ternilai harganya adalah anggota tubuh kita. Seterbatas apapun anggota tubuh kita, jika Allah masih memberi ruh kehidupan, maka tubuh kita bisa digunakan untuk berbuat kebaikan. Minimalnya dengan tidak berbuat keji dan munkar sebagai mana Allah perintahkan kepada orang-orang yang shalat. Wallahu’alam…to be continue…