Wednesday, June 12, 2013

BERDHUHA KARENA BANYAK KEBUTUHAN

Inti dari sebuah ibadah adalah doa. Dalam ajaran Islam, peribadatan yang diwujudkan dalam gerakan-gerakan shalat yang di dalamnya terdapat doa-doa. Inti melaksanakan shalat itu adalah berdoa kepada Allah swt. Nabi Muhammad saw bersabda “Do'a adalah otaknya (sumsum / inti nya) ibadah”. (HR. Tirmidzi).

Dalam kehidupan keluarga, kami mencoba untuk membiasakan shalat dhuha. Kami memahami bahwa waktu dhuha adalah waktu spesial dihadapan Tuhan. Nabi Muhammad saw mencontohnya kepada kami sekeluarga untuk mendirikan shalat (berdoa) di waktu dhuha. Keuntungan jika kita selalu berdoa (shalat) di waktu dhuha, adalah Tuhan akan selalu mencukupkan rezeki kita setiap hari. Keuntungan ini dijanjikan Tuhan, yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw dalam hadis. Mendengar janji ini, siapa yang tidak termotivasi untuk berdoa di waktu dhuha?

Motivator-motivator muslim pun selalu menganjurkan shalat dhuha kepada orang Islam. Banyak dibuktikan bahwa orang-orang yang merutinkan shalat dhuha setiap menjelang pajar, dicukupkan rezekinya oleh Tuhan. Kata cukup bagi Tuhan, berbeda dengan kata cukup manusia. Ini sekedar contoh, salah seorang pengusaha muslim terkaya di India, konon dikabarkan dia tidak pernah meninggalkan shalat dhuha. Motivator muda yang sudah terkenal seperti Ippho Santosa kekayaannya sudah lebih dari cukup untuk ukuran anak muda. Bisnisnya merambah ke mana-mana, dan sering sekali mendapat undangan seminar di dalam maupun luar negeri. Dia buka kartu, rezekinya diberkahi karena setiap hari merutinkan shalat dhuha.

Kami sekeluarga berusaha memahami bahwa shalat dhuha itu adalah penyebab melimpahnya (dicukupkannya) rezeki. Jadi kesimpulan kami, kalau dalam kehidupan keluarga, kita ingin dicukupkan (dilimpahkan) rezeki, maka harus merutinkan shalat dhuha. Logiskan?

Maka dari itu, saya maupun istri selalu menyempatkan shalat dhuha setiap hari, baik dikala sempit maupun lapang, dikala sibuk atau senggang. Apa sebab? Karena kami sekeluarga tidak ingin hidup kekurangan alias miskin. Terus terang saja kami takut miskin, karena kemiskinan itu mendekati kekufuran, dan jika sudah parah, kita bisa menjadi tergolong orang-orang kafir. Lihat saja banyak kita saksikan, orang-orang miskin yang menggadaikan keimanannya karena kekurangan makan dan minum.

Apakah benar dengan shalat dhuha rezeki keluarga akan berlimpah? Inilah hal penting yang perlu dipahami semua. Sebuah kebenaran bisa diyakini dengan keimanan, tapi keimanan itu turun naik. Kadang melemah kadang menguat. Maka untuk menguatkan keimanan dibutuhkan keyakinan nyata. Untuk itu tidak ada salahnya jika kita merutinkan shalat dhuha sambil menguji, apakah benar setelah merutinkan shalat dhuha rezeki kita akan dicukupkan atau melimpah? Untuk pertama kali, mungkin Anda bisa mencobanya dalam jangka waktu satu, dua, atau tiga bulan. Jika dalam tiga bulan belum teruji, naikkan saja rutinitasnya menjadi satu tahun. Insya Allah Tuhan ngasih pengetahuan kepada Anda, tahu-tahu rezeki Anda sudah melimpah saja.

Apakah boleh, melaksanakan shalat dhuha karena niat ingin mencukupi kebutuhan? Saya bukan kiyai, izinkan berpendapat (berijtihad) kalau salah betulkan saja, tidak usah pakai mencela-cela, apalagi sampai bilang kafir-kafiran segala. Saya katakan, niat melaksanakan shalat dhuha karena ingin mencukupi kebutuhan kita yang banyak sekali di muka bumi ini, BOLEH.

Alasannya apa? Segala sesuatu itu dibangun oleh niat. Sebuah niat dilandasi oleh pengetahuan. Semua orang tahu, bahwa Nabi Muhammad saw mencontohkan kepada umatnya untuk merutinkan shalat dhuha. Mengapa Beliau melakukannya? Dalam hadisnya Nabi Mauhammad saw menerangkan (memberi pengetahuan) bahwa barang siapa shalat enam rakaat akan dicukupkan rezekinya dalam sehari. Maka jika setiap hari shalat dhuha, otomatis kebutuhan kita setiap hari akan terpenuhi. Jika setiap hari terpenuhi sudah pasti akan berlebih.

Berangkat dari pengetahuan ini, apakah salah jika kita berniat shalat dhuha karena ingin dicukupkan segala kebutuhan hidup setiap hari? Ada yang bilang tidak sah dan tidak boleh melaksanakan shalat dhuha karena karena niat ingin memenuhi kebutuhan, takutnya jika sudah tidak memiliki kebutuhan kita tidak akan shalat. Baik, kita balik bertanya, apakah mungkin selama orang hidup tidak memiliki kebutuhan? Semua orang pasti menjawab serentak tidak mungkin! Kalau mungkin ada, berapa orang kemungkinannya? Semua orang pasti menjawab serentak tidak mungkin ada!

Untuk itulah, berniat shalat dhuha karena ingin memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari menjadi mungkin dilakukan. Pada ujungnya kita akan merasakan dekat dengan Tuhan. Kalau Anda tetap berpendapat bahwa niat seperti itu tidak boleh dan shalat dhuhanya tidak sah. Kami ingatkan kepada saudara ku, Anda itu bukan Tuhan, tapi manusia. Jangan menilai perbuatan orang berdasarkan pendapat Anda sendiri. Perbanyak membaca kitab suci dan berpikir.

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui". (Albaqarah:216). 

Kamu benci kan sama perang? Ada bangsa sampai kampanye, damai-damai semuanya! Dianya sendiri perang sampai keluarkan miliaran dolar. Kenapa mereka perang karena situasi butuhnya perang. Maka jangan membenci, melarang sesuatu tanpa pengetahuan. 

Kesimpulannya, jika kita masih hidup kekurangan, jangan pura-pura tidak butuh dihadapan Tuhan, masa sama Tuhan saja bohong. Baru, setelah dicukupkan rezeki sama Tuhan, Anda naik level dengan hanya mencari kedekatan (ridho) dari Tuhan. Kalau belum mampu, masih khawatir buat bayar cicilan bulanan, khawatir buat biaya kuliah belum ada, ekonomi diakhir bulan morat-marit, susu anak belum kebeli, belajar dulu deh dari dasar, dengan niat shalat dhuha untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga.  Jangan kaya si Cepot (tokoh anekdot dalam wayang golek budaya Sunda Jawa Barat Indonesia), yang mimpi jadi raja tapi ilmunya terbatas. Akhirnya si cepot pura-pura jadi raja, suka ngelantur dan jenaka, karena kurang pengetahuan. Belajar itu ada tahapan. Sekolah aja tidak langsung S3 kan? Demikian juga, jika ingin dekat (ridho) Tuhan bertahap saja. Dimulai dengan cara memenuhi kebutuhan hidup kita di atas jalan Tuhan. Wallahu al’alam.

Salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @logika_Tuhan.

Tuesday, June 11, 2013

SANGAT DILARANG MENYESAL!

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Menyesal dengan mengeluh beda tipis. Menyesal bisa dikategorikan bagian dari mengeluh. Artinya jika orang menyesal sudah pasti mengeluh. Sebaliknya orang mengeluh belum tentu menyesal.

Supaya tidak pusing kita definisikan saja. Mengeluh itu adalah menyebut-nyebut kondisi yang dialami dalam bahasa negatif. Contohnya, makanan ini tidak enak, sambil dia makan. Hari ini panas banget sambil kipas-kipas tangan. Hidup ini tambah berat saja, padahal dari dulu juga begitu-begitu saja.

Bagaimana dengan menyesal? Menyesal adalah menyalahkan diri sendiri (akan diikuti dengan menyalahkan orang lain), karena keputusan yang diambilnya tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya. Contoh; menyesal telah menikah dengan pasangan pilihan orang tuanya, karena suaminya tidak setia. Menyesal telah memilih kuliah di jurusan komputer, setelah melihat temannya masuk kedokteran. Menyesal telah memilih melanjutkan kuliah, setelah melihat teman-temannya sukses di dunia kerja tanpa melanjutkan kuliah. 

Mengapa menyesal sangat dilarang? Secara psikologis bisa Anda rasakan menyesal adalah pintu masuknya pikiran dan perasaan negatif. Dalam jangka waktu lama, penyesalan akan menjadi penyakit hati yang sulit disembuhkan. Jika hatinya sakit maka sakitlah seluruh tubuhnya.


Bayangkan jika Anda seorang suami/istri, lalu menyesali pernikahan dengan laki-laki/wanita yang sekarang jadi istri/suami Anda, dengan alasan tidak mencintainya sepenuh hati. Apa yang akan terjadi dalam rumah tangga Anda? Sekalipun bertahan, rumah tangga Anda akan seperti neraka dan anak-anak Anda menjadi korbannya. Sementara Anda sendiri sebagai istri/suami akan terus menjadi pendurhaka terhadap suami/istri Anda, karena dari penyesalan itu akan memunculkan rasa antipati dan tumbuh kebencian bukan hanya pada suami/istri Anda tapi kepada seluruh keluarga suami/istri, termasuk orang tua (ibu/bapak) suami/istri Anda.

Ketika seorang suami/istri membenci suami/istrinya, biasanya akan berlanjut membenci ibu dan bapaknya suami/istri, maka Anda akan menjadi seorang suami/istri yang berada dalam masalah besar. Karena Anda menentang dua ketentuan Tuhan.

Seorang suami tidak boleh menyulitkan dan harus memuliakan istrinya. Seorang istri harus patuh dan taat pada suaminya. Dua ketetapan Tuhan ini telah dilangggar oleh suami/istri yang selalu ada kebencian dalam rumah tangganya karena menyesali pernikahannya. Inilah pelanggaran bagi suami/istri terhadap ketentuan Tuhan yang pertama.

Di bawah ini adalah dua ketentuan Tuhan yang ditetapkan kepada seseorang yang sudah bersuami atau beristri.

"Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang terbaik dari kamu terhadap keluargaku. Orang yang memuliakan kaum wanita adalah orang yang mulia, dan orang yang menghina kaum wanita adalah orang yang tidak tahu budi". (HR. Abu 'Asaakir). Ini ketentuan buat suami.

“Tidak dibenarkan manusia sujud kepada manusia, dan kalau dibenarkan manusia sujud kepada manusia, aku akan memerintahkan wanita sujud kepada suaminya karena besarnya jasa (hak) suami terhadap isterinya”. (HR. Ahmad). Ini ketentuan buat istri.

Ketenuan kedua; seorang suami/istri harus menganggap ibu mertuanya sebagai ibunya sendiri. Jika suami/istri tidak hormat pada ibu mertuanya, suami/istri tersebut telah melakukan pelanggaran terhadap ketentuan Tuhan yang kedua. Berikut adalah ketentuan Tuhan bagi seseorang yang sudah bersuami atau beristri.

“Ibu mertua kedudukannya sebagai ibu”. (HR. Tirmidzi dan Ahmad). Ini ketentuan buat suami dan istri.

Jika sebuah keluarga dibangun dalam pengingkaran, pendustaan, terhadap ketentuan Tuhan. Maka perhatikan saja oleh kalian berdua! Tidak akan pernah ada ketenteraman dan kedamaian dalam keluarga kalian berdua.

Kesejahteraan itu tidak terletak pada jumlah anggaran belanja yang bisa kalian upayakan. Kesejahteraan itu milik Tuhan, dan akan diberikan kepada mereka-mereka yang taat pada ketentuan-Nya. Itulah contoh bahaya menyesal jika terjadi dalam kehidupan keluarga.

Lalu pertanyaan mendasarnya, mengapa menyesal sangat dilarang? Alasan pertama: menyesal sama dengan perbuatan para penghuni neraka. “Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: "Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan ke luar dari api neraka. (Al Baqarah:167).

Anda saksikan dan buktikan! setiap kata di dalam Al-Qur’an memiliki keterkaitan erat. Anda lihat di atas? Kata SESAL dituliskan sejajar dalam satu ayat dengan kata NERAKA. Lalu apa artinya? Beristigfarlah... dan bertobatlah... wahai para istri dan suami yang selama ini menyesali pernikahannya. Jika SESAL itu Anda pelihara dalam kehidupan rumah tangga, maka sesungguhnya Anda telah menjadikan keluarga Anda sebagai NERAKA dalam kehidupan Anda. Berpikirlah... dan rasakan agar Anda memahaminya.

Alasan kedua: segala sesuatu yang telah terjadi pada diri kita adalah TAKDIR (ketentuan) Tuhan. Kita sebagai orang beriman diwajibkan untuk percaya kepada TAKDIR Tuhan. Percaya kepada takdir artinya meyakini bahwa segala sesuatu yang telah terjadi pada diri kita adalah kehendak Tuhan dan pasti menjadi yang terbaik bagi diri kita. Suka atau tidak suka, kita harus BERSABAR (mensyukuri, kreatif) menjalaninya karena di setiap TAKDIR Tuhan yang kita alami akan ada kebaikan.

Sesungguhnya jika kamu menyesali apa yang telah terjadi pada diri kamu sendiri, maka kamu telah berprasangka buruk kepada Tuhan. Kamu termasuk pada orang-orang jahiliah yang tidak berpengetahuan. “...mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah..” (Ali Imran:154).

“...Katakanlah: "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah"... Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (Ali Imran:154).

Silahkan menyesali apa yang sudah terjadi pada diri Anda, dan kelak Anda akan abadi dalam kehidupan sengsara di dunia dan akhirat, karena Anda mengingkari TAKDIR dengan berprasangka buruk terhadap Tuhan. Wallahu ‘alam.

Salam sukses dengan Logika Tuhan. Follow me @logika_Tuhan

Tuesday, June 4, 2013

MASA DEPAN UMAT MANUSIA

Jika Anda saksikan kehidupan di zaman sekarang, apakah Anda optimis kehidupan akan lebih baik di masa mendatang? Jika pesimis, saya tebak Anda mengambil kesimpulan dari kondisi yang Anda lihat sekarang. Jika optimis, atas dasar apa? Jawabannya pasti bermacam-macam, bisa karena Anda mengolah pengetahuan yang Anda miliki untuk mendukung pendapat Anda. Data itu bisa dalam bentuk fakta ilmiah dalam bentuk teori, statistik, atau filsafat.

Seorang muslim saya gunakan kitab suci Al-Qur’an untuk melihat bagaimana masa depan manusia di masa mendatang? Bismillah...Aku berlindung dari setan yang dikutuk oleh Tuhan. Saya akan coba kaji dengan kemampuan saya, membaca Al-Qur’an dengan logika. Kalau tidak setuju kritik saja dengan tulisan dengan penuh rahmat. Jangan sampai adu jotos, buat apa lah, nanti juga kita akan mempertanggungjawabkan pemikiran kita dihadapan Tuhan masing-masing.

Setiap muslim pasti mengenal Al Qur’an surah Al Waaqi’ah. Isinya bercerita tentang kejadian hari kiamat. Dalam surat itu, diceritakan manusia akan terbagi menjadi tiga golongan. Dari 96 ayat surat Al Waaqi’ah ada beberapa surat yang secara eksplisit menjelaskan bahwa manusia terbagi menjadi tiga golongan.

dan kamu menjadi tiga golongan. (ayat 7)
Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, (ayat 13)
dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. (ayat 14)
(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, (ayat 39)
dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian. (ayat 40)


Sekarang kita gunakan logika berurutan. Secara berurutan kita akan temukan tiga golongan. 1) segolongan besar orang terdahulu, 2) segolongan kecil orang kemudian. 3) segolongan besar golongan kemudian. Tiga golongan ini disebut golongan kanan yang dijanjikan oleh Allah swt akan masuk syurga sebagai balasan perbuatan baiknya selama di dunia.

Dari ayat di atas saya mengambil kesimpulan umat manusia akan mengalami masa pasang surut. Umat manusia yang didekatkan kepada Allah swt mengalami pasang surut, diawaali dengan jumlah banyak, kemudian sedikit, dan kembali berjumlah banyak.

Masa depan manusia ini, saya kaitkan dengan perkembangan pemeluk agama Islam. Saya berkesimpulan bahwa pemeluk agama Islam akan mengalami pasang surut sebagai mana diberitakan dalam surat Al-Waaqi’ah.

Sejak dikenalnya ajaran Islam dari kenabian Nabi Muhammad saw, ajaran Islam mengalami perkembangan pesat. Penganutnya tersebar ke seluruh penjuru dunia. Setelah wafatnya Nabi Muhammad saw dan empat sahabat dekatnya, penganut agama Islam mengalami masa redup (menurun). Penganutnya terus berkurang, di Eropa, Amerika, penganut agama Islam menjadi kaum minoritas. Selain perkembangan zaman, pengaruh agama lain menjadi faktor penyebab berkurang pemeluk agama Islam.

Memasuki awal abad 21 sekarang, pemeluk agama Islam mulai mengalami perubahan. Jumlahnya secara signifikan mengalami pertumbuhan. Huntington (2002) seorang ilmuwan yang terkenal menulis buku berjudul “Benturan Antar Peradaban” (terjemahan), menjelaskan bahwa di masa mendatang akan terjadi perubahan jumlah penganut agama di dunia.

Jumlah penganut agama Islam, telah mengalami pertambahan signifikan. Salah satu faktor penyebabnya adalah konversi agama. Di sisi lain, pertambahan jumlah penganut agama Islam, ditunjang oleh tingginya laju pertumbuhan penduduk di negara-negara berpenduduk muslim, dan defisitnya penduduk di negara-negara maju yang rata-rata menjadi negara tempat penganut agama non Islam.

Faktor lain pemicu terjadinya konversi agama adalah tragedi WTC yang mendeskreditkan Islam di dunia. Tragedi WTC menjadi penyebab banyak orang tertarik mengetahui ajaran Islam dengan membaca buku-buku Islam dan Al-Qur’an. Faktanya menjadi terbalik, tragedi WTC menjadi alat promosi agama Islam ke seluruh penjuru dunia. Ajarannya yang bisa dipertanggungjawabkan secara logika, telah membuka mata dunia, yang selama ini mendeskreditkan Islam sebagai ajaran berbahaya.

Ajaran Islam sebenarnya tidak berbahaya seperti yang digambarkan dalam tragedi WTC. Seorang pemikir Austria Leopold Weiss (1977) dalam bukunya Islam at the Cross Roads meyakini bahwa; ajaran Islam itu benar-benar mengarah dan membawa kepada pemikiran yang dinamis dan konstruktif. Menurut pemikir ini, Islam merupakan agama yang mampu membawa manusia di dunia ini penuh dengan daya kreasi tinggi dan intelegensi kuat, mampu menerapkan suasana kehidupan harmonis; yaitu harmonisasi antara manusia dengan Tuhannya (Allah), harmonisasi manusia dengan manusia, dan harmonisasi manusia dengan alam semesta. (Fatah & Sudarsono, 2005:66).

Islam kelak akan menjadi agama dengan jumlah penganut terbesar di dunia. Dijelaskan oleh Filosof Inggris, George Bernard Shaw (dalam Fatah & Sudarsono, 2005:67) bahwa “the future religion of the educated, cultural and enlighted people, will be Islam”. Huntington (2002) mengidentifikasi, jumlah penduduk beragama Islam sejak tahun 1900-an sampai 2000-an mengalami peningkatan yang sangat drastis dibanding dengan agama-agama besar lainnya, yaitu dari 12,4% penduduk dunia meningkat menjadi 19,2%. Di prediksi, tahun 2035 penganut agama Islam akan mencapai 31% penduduk dunia.


Dari kenyataan di atas, tidak dapat dipungkiri bahwa masa depan manusia akan di isi oleh orang-orang yang cinta pada kebaikan. Mereka adalah golongan kanan yang diberkahi Tuhan dan akan memenuhi surga di akhirat nanti. Dunia ini tidak akan kiamat dulu, sebelum orang-orang cinta kebaikan memenuhi sebagian besar penduduk bumi. Siapa para pecinta kebaikan itu? Dia adalah pemeluk agama Islam yang berpikir, membuktikan dan membenarkan kebenaran ayat-ayat Tuhan dengan logika sehingga hatinya haqul yakin. Sekarang Anda harus optimis! Demikian semoga Allah mengampuni kesalahan kita semua.

Salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @Logika_Tuhan.

BERSABAR DI WAKTU DHUHA

Di waktu dhuha.

Wahai  Tuhan ku yang menguasai langit
Turunkanlah rezeki kami dari atas langit
Tuhan menabrak kuda tunggangan kami

Wahai  Tuhan ku yang menguasai bumi
keluarkan rezeki kami dari dalam perut bumi
Tuhan melemparkan kuda tunggangan kami

Wahai  Tuhan yang menguasai jarak
Dekatkan rejeki kami yang jauh
Tuhan mengabarkan, rezeki kamu akan berkurang

Wahai Tuhan ku yang memudahkan segala urusan
Mudahkanlah rezeki kami yang sulit
Tuhan membuat luka di kaki, sedalam tiga senti dan telinga kesakitan.

Ketika kami meminta dengan sangat lirih
Wahai  Tuhan ku yang maha lembut
Limpahkan rezeki kepada kami, sebagaimana engkau limpahkan rezeki kepada orang-orang shaleh
Tuhan mendatangkan orang-orang, untuk memakan rezeki kami

Wahai Tuhan kami pemilik waktu Dhuha
Engkau tidak akan mengabulkan doa tanpa sebab
Engkau tidak akan melimpahkan rezeki tanpa limpahan rezeki kami keluarkan
Engkau tidak akan melimpahkan rezeki kepada orang-orang kikir
Engkau lah penyebab dari segala sebab

Wahai Tuhan kami pemilik waktu dhuha
Engkau akan limpahkan rezeki kepada orang-orang sabar
Engkau akan limpahkan rezeki setelah kekurangan
Engkau akan limpahkan rezeki setelah kesempitan

Ya Tuhan kami
Kami akan bersabar
Tanpa batas di waktu dhuha
Menanti kepastian janji Mu.

(Kang Master, Senin 11 juni 2012)

Monday, June 3, 2013

APAKAH TUHAN PUNYA LOGIKA?

Apakah Tuhan punya logika? Untuk menjawab pertanyaan ini, saya balik bertanya, apakah yang tidak mungkin Tuhan miliki? Kalau Anda termasuk orang beriman, tentu tidak akan membatasi kekuasaan Tuhan, dengan mengatakan Tuhan tidak punya logika. Tius kepala Anda ada otaknya tidak?

Hemat penulis, kata logika tidak ada bedanya dengan kata-kata lain yang suka disandingkan dengan Tuhan. Selama ini kita tidak pernah mempermasalahkan Tuhan disandingkan dengan kata lain, seperti hukum Tuhan, tangan Tuhan, suara Tuhan, bisikan Tuhan, sifat Tuhan, ketetapan Tuhan, dan sebagainya. Mengapa ketika logika disandingkan dengan Tuhan menjadi masalah?

Susunan kata logika Tuhan tidak ada bedanya dengan bunyi hadis Nabi Muhammad saw, “tangan Allah bersama jamaah”. (HR. At Tirmidzi). Kalau melihat bunyi hadis di atas, jangan bertanya, apakah Allah punya tangan? Jangan pula berprasangka kepada Nabi Muhammad saw hendak memanusiakan Allah. Berpikirlah, bukan arti harfiah yang dimaksudkan hadis di atas, walaupun Allah Maha Kuasa apa pun bisa Dia miliki.

Berpikir menurut Az-Zamahksyary adalah menggunakan dan memungsikan nalar (akal-otak) terhadap ayat-ayat Allah swt, untuk mengetahui hakikat, wujud, dan sifatnya. (An-Najjar:2002).  Maka dengan berpikir bisa juga kita temukan logika-logika-Nya.

Lalu pentingkah untuk kita berlogika? Berpikir (berlogika) adalah perintah Tuhan. Dasar logika adalah berpikir sebab akibat. Berlogika bukan milik siapa-siapa tapi milik semua orang sebagai anugerah Tuhan. Setiap manusia pasti dilengkapi dengan sofware yang bernama logika, dan terpasang dalam otak. Alangkah sayangnya jika sofware yang ada dalam otak ini tidak kita manfaatkan. Padahal dalam kitab suci Al-Qur’an Tuhan memerintahkan sampai 63 kali agar manusia menggunakan otaknya untuk berlogika (berpikir).

Dari mana kita bisa tahu ada logika Tuhan? Tentu dari kitab suci. Jika kitab suci kita anggap sebagai pedoman, maka salah satunya sebagai pedoman berpikir (berlogika). Untuk itulah logika-logika yang dikembangkan dari wahyu Tuhan, saya klaim sebagai logika Tuhan.

Murthada Muthahhari (2012:156) menjelaskan ada tiga logika dalam Al-Quran yang bisa dipahami. Logika Jabr mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu syarat bagi sesuatu. Jika Tuhan sudah menghendaki sesuatu, sesuatu itu pasti terjadi tanpa memerlukan sebab. Logika Tafwidh menjelaskan bahwa sebagian sesuatu adalah kehendak Tuhan, dan sebagian lainnya adalah bukan kehendak Tuhan. Logika Amrun Baina al-Amraini mengatakan bahwa segala sesuatu adalah atas kehendak Tuhan dan di dalam alam ini segala sesuatu memiliki syarat.

Murtadha Muthahari sendiri berpendapat, jika kita benar-benar mengenal logika Al-Qur’an (Tuhan), kita akan melihat bahwa kita mesti memiliki keyakinan, bahwa segala sesuatu adalah atas kehendak Allah, dan segala sesuatu mempunyai syarat tertentu, dan dengan syarat-syarat itulah ia terwujud, dan tanpa syarat-syarat itu mustahil ia dapat terwujud.

Di mana posisi logika Tuhan? Sepakat dengan pendapat Murthada Muthahari, segala sesuatu bisa terwujud karena kehendak Tuhan, dan keterwujudan sesuatu membutuhkan sebab-sebab. Sebab-sebab itu sendiri tidak berada diluar kehendak Tuhan. Kesimpulannya segala sesuatu terjadi memerlukan sebab, dan seluruh sebab yang ada dimuka bumi ini, itulah kehendak Tuhan.

Dalam logika Tuhan, keberadaan segala sesuatu penyebabnya adalah Tuhan, dan Tuhan tidak membutuhkan sebab. Semua perkara akan selesai jika sudah dikembalikan kepada Tuhan. Tidak ada istilah lingkaran setan, jika semua kembali pada Tuhan. Berpikirlah.

Salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @Logika_Tuhan

ASAL USUL LOGIKA TUHAN

Awal munculnya logika Tuhan berawal dari perintah berpikir dari Allah swt kepada seluruh umat manusia. Dari hasil penelitian, di dalam Al-Qur’an sedikitnya ada 63 ayat perintah berpikir, 80 ayat perintah untuk berilmu, 45 ayat perintah bernalar, dan 24 ayat perintah menghindari kebodohan. Kalau diambil intisarinya kata berpikir, berilmu, bernalar, dan bodoh, semuanya berhubungan dengan aktivitas berpikir. Anda setuju tidak? Jika saya berkesimpulan, berpikir bukan hanya kewajiban bagi setiap umat manusia, tapi perintah super... super... super... wajib dari Allah swt. Kalau tidak setuju, terserah bagaimana Anda, yang jelas perintahnya sudah tertulis jelas.

Kalau tidak setuju dengan pendapat saya tentang kewajiban berpikir, bagaimana kalau saya berpendapat, “setiap manusia pasti berpikir”. Anda setuju tidak?  Kalau tidak setuju lagi, kebangetan, Anda makhluk apa sih? Komodo saja berpikir, anggapan kita saja yang bilang binatang bukan makhluk berpikir. Manusia hobinya mengambil kesimpulan dari sudut pandang dirinya, dan suka merasa dirinya paling benar, orang lain salah.  

Saya tidak merasa paling benar, hanya ingin mengajak kepada semua manusia, termasuk komodo, untuk berpikir. Dengan berpikir kita akan saling melengkapi dan memperbaiki. Dengan berpikir kita tidak akan merasa paling benar dan orang lain salah. Selama tidak ada yang bisa memberi argumen kuat, mohon maaf saya akan menganggap pendapat saya benar. Tapi saya masih terbuka menerima masukan, siapa tahu dari masukan itu saya menemukan jalan yang lebih benar.

Kembali ke soal berpikir, maaf bukan sombong, sekarang di Indonesia anda 2,7 juta guru PNS, plus dosen juga boleh, dan kumpulkan semua lalu tanya, apakah yang dimaksud dengan berpikir? Kalau diantara mereka ada yang bisa jawab sampai tataran teknis cara melakukan berpikir saya anggap dia master berpikir, dan saya akan mendengar apa yang dinasehatkannya. Saya tunggu jawaban Anda, boleh melalui twiter @Logika_Tuhan, email: toto_suharya@yahoo.com, FB; toto suharya logika_Tuhan atau blog; Sukses dengan logika Tuhan.

Jadi apa berpikir itu? Ini jawaban saya, berpikir adalah menghubungkan. Hehehe... sederhana kan! Tapi kalau Anda mau tahu asal-usul mengapa berpikir sama dengan menghubungkan, Anda harus ikut kuliah saya minimal dua SKS, itu kalau cerdas, kalau yang lambat mungkin butuh 10 SKS. Bisa jadi kalau Anda mau tahu lebih dalam harus kuliah S2. Tapi tidak usahlah, asal Anda komunikatif dan rasa ingin tahunya tinggi, Anda bisa paham dari mana asal usul logika Tuhan.

Saya kasih bocoran sedikit. Mengapa aktivitas berpikir itu sama dengan menghubungkan? Karena hubungan atau saling berhubungan adalah hakikat kehidupan. Seluruh benda di muka bumi ini, akhir-akhirnya akan punya hubungan satu sama lainnya. Jadi hubungan itu adalah konsep dasar yang harus kita terima sebagai doktrin dari Tuhan. Di bawah ini, doktrin Tuhan bahwa hakikat hidup adalah saling berhubungan. Silahkah pikirkan, mana yang ada kaitannya dengan kata hubungan?

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (An nisaa:1)

Jadi berpikir adalah kegiatan menghubung-hubungkan benda dengan benda, kejadian dengan kejadian. Agar hubungan itu punya makna maka pola paling mendasar dalam mencari hubungan adalah hubungan sebab akibat. Pola berpikir sebab akibat sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, untuk memecahkan berbagai macam permasalahan hidup. Seperti, apa sebab terjadinya banjir? Apa sebab terjadinya hujan? Apa sebab terjadinya sakit? Apa sebab terjadinya gempa? Apa sebab terjadinya tsunami? Dengan berpikir mencari sebab seperti ini, rahasia-rahasia di balik kejadian di langit dan di bumi sedikit-demi sedikit terungkap oleh manusia.

Lalu apa yang dimaksud dengan logika Tuhan? Pengertiannya adalah berpikir mengikuti pola sebab akibat (logika), dengan mengikuti petunjuk dari Tuhan (Tuhan). Disingkat menjadi Logika Tuhan. Dimana petunjuk Tuhan itu kita temukan? Sebagai muslim kami jadikan kitab suci Al-Qur’an sebagai sumbernya. Sebagaimana kaum muslimin sepakati, kitab suci Al-Qur’an berfungsi sebagai sebagai petunjuk hidup (way of life). Dengan cara apa petunjuk-petunjuk hidup dari Al-Qur’an kita pahami? Tentu dengan menggunakan pikiran.

Anda percaya tidak? Setiap yang kita lakukan terlebih dahulu sudah dipikirkan. Jadi seluruh produk tindakan dan ciptaan manusia awalnya dibuat dalam alam pikiran. Jadi koruptor, penjudi, penjinah, semua bermasalah di alam pikirannya. Maka Al-Qur’an itu petunjuk berpikir dari Tuhan agar segala tindakan manusia dan ciptaannya bermanfaat bagi orang banyak. Sekian dulu.

Salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @logika Tuhan.