Tuesday, January 30, 2024

NEUROSAINS DAN KESADARAN?

Oleh: Muhammad Plato

Kesadaran sampai saat ini terus menjadi perbincangan para ahli neurosains. Penelitian tentang otak sedang terus dikembangkan untuk menguak misteri kehidupan manusia dan alam semesta. Otak memiliki struktur dan fungsi. Hal yang menjadi pertanyaan para ahli neurosains, apakah yang dimaksud kesadaran? Belahan otak mana yang memiliki fungsi kesadaran manusia?

Otak terbagi menjadi tiga bagian, otak depan, tengah, dan belakang. Para ahli telah mengungkap fungsi masing-masing belahan otak. Otak depan memiliki fungsi berpikir, otak tengah mengatur emosi, dan otak belakang mengatur fungsi motorik. Lalu belahan otak mana yang berfungsi sebagai pengontrol kesadaran manusia? Sampai saat ini para ilmuwan belum menemukan kesimpulan.

Lalu secara konsep, apa yang dimaksud dengan kesadaran? Dalam ceramahnya, Almarhum Buya Syakur menjelaskan tentang apa itu kesadaran. Ketika seseorang mati suri akibat kecelakaan, dia terbaring ingatannya tidak berfungsi, lalu dia di bawa ke rumah sakit. Di rumah sakit dia diobati, dan ingatannya kembali pulih. 

Ketika ditanya, siapa nama? Dia menyebutkan namanya, ini tanda orang itu telah sadar. Namun kembali diajak pulang ke rumah, dia tidak mau karena dia tidak ingat dimana rumahnya. Lalu dokter menyimpulkan ingatannya belum pulih sempurna. Beberapa hari setelah pengobatan, kemudian ditanya kembali dimana rumah? dia menyebutkan alamat rumahnya, dan mengatakan ingin pulang ke rumah. Hal ini pertanda bahwa kesadarannya sudah pulih. 

Namun demikian, Buya Syakur berpendapat kesadaran seseorang bukan karena orang bisa mengingat nama dan di mana rumah tempat tinggalnya, tetapi kesadaran yang hakiki adalah ketika orang ingat bahwa tempat kembalinya adalah Allah. 

Jika kita kaji, konsep kesadaran yang dijelaskan Buya Syakur berdasarkan pada keterangan dalam Al Quran. "Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?" (Al Baqarah, 2:28). Jadi berdasarkan ayat ini, kesadaran manusia adalah mengingat Allah dan Allah tempatnya kembali.

Dijelaskan dalam ayat lain, konsep kesadaran ada kaitan dengan mengingat Allah. "Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar." (Al Bararah, 2:8).

Orang-orang yang sadar, mereka yang meyakini bahwa segala perbuatan baik dan buruknya akan diperhitungkan di hadapan Allah. "Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, kalau kamu menyadari." (Asy Syu'araa', 26:113). Informasi dari Al Quran di atas, bisa jadi petunjuk untuk meneliti dan memahami fungsi otak dalam hal kesadaran. 

Berkaitan dengan otak dan kesadaran, kita teringat pada fenomena tahun 2001, Ary Ginanjar Agustian mempopulerkan istilah God Spot di Indonesia yang merancang konsep The ESQWay165. God Spot adalah sebuah bagian otak manusia bernama lobus temporal merupakan area tempat merespon hal spiritual dan mistis (Pasiak, 2002). 

Edi Wirastho (2013) istilah ini sebenarnya merujuk pada temuan ilmiah yang lahir dari penelitian Prof. VS. Ramachandran, seorang ahli syaraf (neurolog) dan Direktur Center for Brain and Cognition di Universitas California, San Diego. Istilah ini dipopulerkan oleh Danar Zohar dan Ian Marshall yang memakainya sebagai dasar ilmiah teori kecerdasan spiritualnya. Menurut mereka, Spiritual Quotient (SQ) bertumpu pada satu titik pada otak yang diberinya nama God Spot yang berfungsi sebagai pusat mekanisme aktivitas Spiritual Quotient (SQ).

Dengan terus berkembangnya penelitian tentang otak, keberadaan God Spot perlu dikonfirmasi ulang. Para peneliti otak juga harus jujur, karena para peneliti sekuler tentu sangat menghindari penelitian yang berkaitan dengan kesadaran manusia tentang adanya Tuhan. Penulis merasa, penelitian tentang otak yang berkaitan dengan otak spiritual seolah-olah dihentikan karena tidak sejalan dengan paradigma pemikiran sekuler.

Di era informasi, semua manusia berhak untuk mengemukakan pikirannya. Dominasi pemikiran sekuler tidak boleh mematikan perkembangan pemikiran-pemikiran dari sudut pandang lain. Di era informasi, setiap orang bisa saling mengapresiasi dan belajar dari berbagai ragam pemikiran, dengan tujuan menemukan kebenaran yang hakiki yang bisa membantu kesejahteraan, kedamaian, dan kebahagiaan hidup manusia.

Perbedaan pendapat telah menjadi takdir Tuhan, karena setiap manusia memiliki keterbatasan. Pemikiran yang dikemukakan manusia bersumber pada perbendaharaan pengetahuan yang diingat di memori otaknya. Pengetahuan yang tersimpan di otak, sangat tergantung dari mana sumber pengetahuan di dapatnya. Kitab suci berisi pengetahuan, maka selayaknya dapat menjadi sumber pengetahuan untuk memberi warna pemikiran pada riset-riset yang dilakukan para ilmuwan.***


Sumber
Wirastho, E., Hidayat, S., & Basri, M. (2013). Studi Kritis Konsep God Spot ESQ 165 (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Sunday, January 28, 2024

Neouroquran

Oleh: Muhammad Plato

Dokter Taruna Ikrar adalah pakar Neurosains tingkat dunia, tinggal di Amerika berkebangsaan Indonesia. Neurosains adalah ilmu yang berusaha memahami prilaku manusia dengan memahami unsur-unsur biologisnya (Ikrar, 2015). Neurosains terus dikembangkan dan diaplikasikan dalam berbagai cabang ilmu. Dari kajian neurosains diyakini bahwa seluruh kontrol organ tubuh manusia berada dalam kontrol dan regulasi sistem otak. 

Otak sangat menarik diteliti karena otak menjadi pusat kehidupan. Neurosains kini mulai dipalikasikan dalam berbagai cabang ilmu seperti marketing (neuromarketing), web design (neuro-web-design), computer (neuro-simulation), cognittive behavior (neuropsycology), comunity (neuroleadership), farmasi (neuropharmacology), dll (Ikrar, 2015).

Akan banyak keajaiban jika Neurosains mengkaji Al Quran menjadi Neuroquran. Al Quran sesungguhnya mengandung informasi tentang seluk beluk alam raya dan otak menjadi refresntasi dari miniatur alam raya. Neurosains membuka kejaiban dari otak dan Al Quran menjadi petunjuk jalan-jalan yang ada di dalam otak.

Profesor Fahmi Basya, menjadi ilmuwan yang telah ikut membuka ilmu matematika mengikuti pola yang ada dalam Al Quran. Profesor Fahmi Basya menemukan pola otak dengan membagi dua bagian dipandu dari Al Quran. 

Otak kiri dan kanan memiliki peran masing-masing. Otak kiri menjadi wilayah kerja logika dan wilayah kanan menjadi wilayah kerja emosi. Al Quran mengisyaratkan bahwa kompetensi yang harus dikembangkan di dalam pendidikan adalah kemampuan bernalar dan karakter (akhlak). Otak tengah dan otak kecil merupakan bagian-bagian otak yang bisa dijelaskan fungsinya dengan Neuroquran.

Otak bisa jadi adalah miniatur jagad raya. Memahami Al Quran dengan neurosains bisa membuka rahasia langit dan bumi tanpa harus pergi ke luar anggkasa dan menyelam ke dalam laut. Mukjizat-mukjizat para nabi yang dijelaskan di dalam Al Quran, suatu saat bisa jadi kenyataan.

Neuroquran bisa jadi sebuah ilmu yang memahami Al Quran sebagai petunjuk hidup manusia. Ilmu logika tuhan bisa jadi sebuah produk dari neuroquran. Neuroquran bisa menghasilan sebuah cara pandang baru dalam menjelaskan banyak hal yang terjadi di alam.  Ilmu-ilmu yang dikembangkan rujukannya kepada Neuroquran. Inilah sebuah babak baru dunia ilmu pengetahuan di awal abad 21 ini.***

ISLAM BEBASKAN MANUSIA DARI MAKHLUK

Oleh: Muhammad Plato

Islam yang mewakili ajaran agama yang dibawa Nabi Muhammad, ajarannya bersumber pada Al Quran dan Sunnah. Al Quran dengan jumlah 6236 ayat diakui oleh umat Islam sebagai kitab suci. Berbagai penelitian banyak menungkap kebenaran-kebenaran nyata di langit dan bumi menjelaskan kebenaran Al Quran. 

"Ketahuilah, sesungguhnya Al Qur'an itu diturunkan dengan ilmu Allah dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?" (Huud, 11:14).

Al Quran adalah berisi ilmu dari Allah. Inti dari ajaran ilmu Allah adalah tiada tuhan selain Allah. Seluruh makhluk tunduk pada segala ketentuan yang telah ditetapkan Allah. Secerdas apapun manusia di muka bumi, manusia harus tetap sadar tidak akan melebihi kecerdasan dari Tuhan. Inilah keredahan hati yang harus tetap dimiliki manusia. 

Memperhatikan kisah sejarah Nabi Muhammad di Mekah dan Madinah, seluruh misi kenabian sebenarnya adalah mengenalkan kepada umat manusia agar taat kepada Allah yaitu Tuhan yang maha esa, yang maha pengasih dan penyayang.  Tuhan yang Maha Esa adalah Tuhan seluruh umat manusia. Inilah inti dari ajaran agama Islam yang sering disebut dengan ajaran ketauhidan. 

"Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Al Baqarah, 2:62).

Ajaran-ajaran dari Tuhan Yang Maha Esa adalah manusia harus menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya melalui zakat, sedekah, infak, wakaf, memberi makan orang miskin dan anak yatim, berbuat baik pada ibu bapak, kerabat, dan tetangga, menjaga perdamaian, saling memaafkan, melaksanakan musyawarah untuk mufakat, dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi. Semua ajaran ini tertulis di dalam kitab suci Al Quran.

Islam mengajak kepada seluruh umat manusia, untuk berbuat baik di muka bumi ini sebagai wujud ketaatan kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa. Semua manusia dari berbagai latar belakang suku, bangsa, ras, dan ajaran agama, pasti menganjurkan untuk berbuat baik, namun tidak semua kebaikannyannya sebagai bagian dari kepasrahannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Perpecahan di muka bumi terjadi karena ada tuhan-tuhan selain Allah. Tuhan tuhan ini diciptakan oleh manusia berdasarkan pikiran dan imajinasinya. Tuhan-tuhan selain Allah yang ada pada diri manusia adalah egoisme. Egoisme adalah sifat keakuan yang melampaui batas ketentuan dari Tuhan. Ego yang melampaui batas ketentuan dari Tuhan adalah ego yang sengaja melanggar keadilan.

Dikisahkan dalam keluarga Adam, hidup manusia itu ada dua kemungkinan. Ada yang berbuat baik atas nama Tuhan dan ada yang berbuat baik atas nama pribadi. Orang-orang yang berbuat baik atas nama Tuhan, berbuat baik mengikuti perintah Tuhan, dan orang yang berbuat baik anak nama pribadi, berbuat baik berdasarkan ukurannya sendiri.*** 

Sunday, January 21, 2024

TIGA KUALITAS MANUSIA

Oleh: Muhammad Plato

Ide ini saya kembangkan dari Al Quran. Jika dianggap benar pemikiran ini, itulah anugerah dari Allah. Jika dianggap salah tinggalkan saja. Namun, sebaik-baiknya tujuan dalam berpikir adalah mendekatkan manusia supaya ingat Allah. Untuk itulah saya gunakan rujukan Al Quran dalam berpikir agar hati dan pikiran kita selalu dibimbing di jalan-Nya. 

Tiga kualitas manusia saya kembangkan ketika membaca sebuah ayat di dalam surat An Nuur. Ayat ini mengabarkan tentang penciptaan hewan dari air. Namun keterangan selanjutnya ada yang menarik jika kita lihat terjemahan perkata. 

"Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (An Nuur, 24:45).

Dalam terjemahan per kata ada kata menarik. Kata "paminhum man yamsi" (maka sebagian mereka orang yang berjalan). Di terjemah perkata, kata  "man" diartikan orang. Jika kita maknai, Allah selain mengabarkan tentang penciptaan jenis hewan, juga menginformasikan tentang sifat orang.

Untuk itu saya memaknai ada tiga sifat orang di muka bumi ini, yaitu orang yang berjalan dengan perut, dua kaki, dan empat kaki. Tiga jenis ini memandakan orientasi sifat seseorang dalam hidup. Perut menandakan orientasi hidup pada pemenuhan kebutuhan makan dan minum, dua kaki mencerminkan sikap hidup dengan kekuatan akal, dan empat kaki mencerminkan oritentasi hidup dengan kekuatan fisik. 

Berdasarkan ayat di atas, saya simpulkan oritentasi hidup manusia terbagi menjadi tiga. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia diberi tiga potensi untuk bertahan hidup yaitu hawa nafsu, akal, dan fisik.  

Faktanya, ada orang yang hidup dikendalikan dominan oleh kekuatan hawa nafsunya. Hidup mereka hanya bertujuan untuk memenuhi keinginan hawa nafsunya. Mereka melakukan apa saja untuk memenuhi segala keinginan berdasarkan pada hasrat hawa nafsunya. Orang-orang seperti ini, hidupnya cenderung untuk menikmati makan dan minum. 

Ada juga orang yang hidup dominan dikendalikan oleh kecerdasan akalnya, mereka berusaha menciptakan berbagai ilmu pengetahuan, teknologi, untuk mewujudkan segala tujuan hidupnya. Mereka hidup dengan berbagai kreativitas yang dihasilkan dari kekuatan akalnya. Orientesi hidup orang-orang ini menciptakan berbagai ilmu dan teknologi.   

Ketiga, ada orang yang hidupnya dominan dengan mengandalkan kekuatan fisik yang dimilikinya. Mereka bekerja keras menggunakan kekuatan fisiknya untuk mengolah alam untuk memenuhi kebutuhan dan eksitensi hidupnya. Orientasi hidup orang-orang ini bekerja keras untuk mengolah kekayaan alam. 

Untuk itu, kelompok manusia terbagi menjadi tiga yaitu masyarakat konsumtif, kreatif, dan eksploitatif. Masyarakat konsumtif ada di wilayah-wilayah dengan kekayaan alam melimpah. Penduduknya malas karena segala kebutuhan hidupnya sudah tersedia di alam dan melimpah.

Masyarakat kreatif ada di wilayah-wilayah dengan kekayaan alam terbatas. Tantangan hidupnya berubah-ubah dengan bergonta-ganti musim. Mereka harus berpikir menciptakan berbagai ilmu dan teknologi untuk bertahan hidup. 

Masyarakat eksploitatif ada di wilayah-wilayah dengan kekayaan alam sangat terbatas. Kerasnya tantangan hidup membuat mereka tidak mampu bertahan hidup, kecuali dengan bekerja keras mengeksploitasi kekayaan alam yang ada dan terbatas.  

"Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus". (An Nuur, 24:46). 

Bagaimana manusia menggunakan tiga potensi yang ada pada dirinya, untuk itulah manusia perlu petunjuk jalan yang lurus. Jalan yang lurus adalah ketika manusia saling menghargai dan menghormati hak-hak manusia dan rasul-rasul utusan-Nya, atas dasar penghormatan pada Tuhan Sang Pencipta.

"Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan." "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung". (An Nuur, 24:51).

Orang-orang yang patuh kepada Tuhan, mereka yang menggunakan seluruh potensi hidup yang dimilikinya, untuk berbuat baik kepada sesama manusia untuk mencapai tujuan hidup sejahtera di dunia dan sejahtera di kehidupan setelah mati.***

Sunday, January 14, 2024

PERINGATAN UNTUK AMERIKA SERIKAT

Oleh: Muhammad Plato

Penyebab kemenangan perang bukan terletak pada kelengkapan senjata. Kisah perang Badar menjadi saksi bahwa kekuatan pasukan, kelengkapan senjata bukan penyebab kemenangan perang. Kisah perang Badar membawa sebuah pesan untuk bangsa-bangsa di dunia, bahwa kekalahan perang disebabkan oleh kesombongan atau keangkuhan sebuah pemimpin yang merasa paling berkuasa, sementara kekuasaan hanya milik Allah.

Orang-orang sombong dan merasa berkuasa adalah pesaing-pesaing Allah yang maha kuasa. Kekuasaan tertinggi di langit dan di bumi hanya miliki Allah, siapa yang menyainginya maka dia telah menentang kekuasaan Allah. Orang-orang karena kesombongannya merasa segala sesuatu ada di dalam kekuasaannya. Inilah pelajaran sejarah yang akan terus berulang pada kisah manusia. 

"Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya." (Al An'aam, 6:61). 

Kisah runtuhnya sebuah peradaban bangsa, bukan karena serangan senjata bangsa-bangsa lain, tetapi karena sebuah bangsa yang telah memilih cara-cara hidup menentang kekuasaan Allah. Mereka berprilaku sombong, tidak menegakkan keadilan, berbuat aniaya kepada bangsa lain, dan tidak menyuarakan cara-cara damai dalam menyelesaikan masalah.

Kesombongan kepada Tuhan akan membawa mereka pada prilaku-prilaku buruk dan menyeret sebuah bangsa menuju jurang kehancuran. Allah mengurangi kekuasaan mereka dari berbagai sisi. Seluruh penduduk dunia sudah tidak lagi sejalan dengan cara-cara hidup kejam yang Amerika Serikat pertontonkan.  

Amerika Serikat jika ingin tetap bertahan di muka bumi ini sebagai negara dihormati di dunia, Amerika Serikat harus meninggalkan Israel dan harus merubah kebijakan-kebijakan politiknya yang sudah cenderung tidak menghargai hak-hak dasar sebuah bangsa, dan segera kembali menjadi bangsa terhormat yang sangat menghargai hak-hak asasi manusia dan hak merdeka sebuah bangsa.

Keberlangsungan dunia akan terjadi jika bangsa-bangsa di dunia masih mementingkan cara-cara damai dalam menyelesaikan konflik. Tanda kehancuran kehidupan dunia, jika bangsa-bangsa sudah terjebak pada tujuan-tujuan kekuasaan yang hanya mementingkan kepentingan hidup untuk bangsanya dengan menogrbankan kepentingan hak-hak dasar kepentingan bangsa lain. Inilah bibit kesombongan yang akan membawa kehancuran sebuah bangsa dan dilakukan oleh bangsa-bangsa besar seperti Amerika Serikat.

"Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan". (Al Anfaal, 8:47). 

Informasi di atas menjelaskan tentang kisah bala tentara kaum Quraisy Mekah yang pada saat itu akan berangkat menuju medan perang. Mereka berjalan dengan angkuh, memperlihatkan kekuatan pasukkannya dengan bangga, seolah-olah mereka pasti dapat memenangkan perang dengan menumpas pengikut Nabi Muhammad. 

Kisah ini ternyata, menjadi sebab kekalahan kaum Qurasiy dalam pertempuran di perang Badar. Mereka sama sekali tidak menyangka akan kalah dalam perang Badar, sebab kekuatan pasukan dan senjata lebih unggul dibanding pengikut Nabi Muhammad yang hanya sepertiga dari kekuatan pasukannya. 

Kisah ini saya saksikan pada bangsa Amerika Serikat, mereka mengerahkan seluruh pasukan untuk memerangi sebuah kelompok kecil yang tujuan mereka adalah mempertahankan hak-hak hidup mereka sebagai manusia di muka bumi, dan ingin mendapat pengakuan sebagai bangsa yang berdaulat seperti bangsa-bangsa lain di dunia. 

Amerika Serikat dengan angkuh mempertontonkan kekuatan senjata, memberi dukungan kepada bangsa-bangsa lain untuk perang, dan dengan ria menakut-nakuti bangsa lain dengan kekuatan tentara dan sejatanya. Amerika Serikat sudah terjebak dengan cara pandangnya sendiri yang mengira tidak akan ada lagi bangsa lain yang sanggup melawannya. 

Amerika Serikat tidak menyadari, bangsa yang akan mengalahkannya bukan bangsa besar tetapi sekelompok manusia yang memiliki keyakinan tinggi kepada Tuhan dan dia berjuang untuk mempertahankan hak-hak hidupnya sebagai bangsa. Amerika Serikat akan mengalami kekalahan dan dipermalukan di dunia internasional dan kepercayaan masyarakat internasional terhadap Amerika Serikat sedikit demi sedikit akan terus berkurang. 

Apakah Amerika Serikat akan bernasib sama seperti ketika kaum Quraisy menerima kekalahan dari pasukan kecil Nabi Muhammad di tanah Badar? Jika Amerika Serikat tidak menyadarinya, dan tidak mengubah kebijakan-kebijakan politiknya yang angkuh, lambat laun Amerika Serikat akan jatuh tidak akan lagi menjadi bagian kekuatan politik dunia dan akan digantikan oleh generasi bangsa baru yang lebih berperadaban.***


Monday, January 8, 2024

CARA BERKOMUNIKASI ALAM SEMESTA

Oleh: Muhammad Plato

Dalam fisika kuantum alam semesta saling berkomunikasi melalui gelombang elektromagnetik. Gerakannya ada tetapi tidak terlihat secara kasat mata. Para ahli mengatakan bahwa inti dari hidup ini adalah getaran. 

Masih ingat ketika Masaru Emoto peneliti dari Jepang menemukan fakta bahwa air dapat merespon kata-kata. Respon air dibuktikan dengan ditemukannya berbagai bentuk heksagonal sebagai wujud dari respon air terhadap kata-kata. 

Baru-baru ini, saya menemukan hasil penelitian Mas Gungung tentang Ritme Pernafasan. Beliau menemukan ritme pernafasan menghasilkan gelombang elektromagnetik. Ritme pernapasan menghasilkan gelombang elektromagnetik yang dapat diukur dengan Hertz. 

alam semesta saling berkomunikasi dengan bahasa universal yaitu getaran

Dari penemuan-penemuan ini, saya menyimpulkan alam semesta ini saling berkomunikasi, dan cara berkomunikasi yang dapat diteliti yaitu melalui gelombang elektromagnetik. Jadi alam semesta dapat merespon seluruh tindakan-tindakan manusia di muka bumi. 

Hati manusia berkomunikasi dengan getaran yang menghasilkan gelombang. Fakta ini dapat kita temukan di dalam Al Quran. 

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal, (Al Anfaal, 8:2).

Bukti lain bahwa alam saling bekomunikasi dengan manusia dijelaskan pula di dalam Al Quran. "dan manusia bertanya: "Mengapa bumi?", pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya". (Az Zalzalah, 99:5).

Hukum tarik menarik (the law of atraction) menjelaskan bahwa alam semesta merespon setiap perbuatan yang manusia lakukan. Perbuatan-perbuatan buruk yang dilakukan manusia akan menimbulkan gelombang frekuensi kepada bumi, gunung, laut, atau air. 

Masaru Emoto bisa mengobati penyakit dengan menggunakan air. Ternyata air yang dapat dijadikan obat diukur dulu frekuensinya disesuaikan dengan frekuensi organ tubuh yang akan diobati. Metodenya persis sama dengan apa yang dilakukan Mas Gunggung pada ritme pernafasan. 

Organ-organ tubuh manusia memiliki frekuensi gelombang tertentu. Kecerdasan temuan Mas Gunggung adalah ketika dia berhasil menemukan ukuran frekuensi dari ritme-ritme nafas yang dia temukan. Sehingga melalui ritme-ritme nafas yang terukur frekuensinya, jika dilakukan dengan disiplin dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang ada dalam organ tubuh. 

Fakta lain bahwa alam saling berkomunikasi dapat kita temukan dalam Al Quran. Fakta ini menjelaskan bagaimana sebab akibat terjadinya bencana dengan prilaku buruk yang dilakukan manusia. Fakta ini ada dalam kisah para nabi yang diutus pada sebuah kaum.

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang dzalim." (Al 'Ankabuut, 29:14).

Bencana ditimpakan kepada orang-orang yang berprilaku buruk. Dengan ditemukannya gelombang elektromagnetik, bisa jadi banji yang terjadi pada umat Nabi Nuh adalah respon alam bertahun-tahun terhadap prilaku buruk umat Nabi Nuh pada saat itu. 

Hukum aksi reakasi atau sebab akibat adalah takdir yang sudah Allah tentukan dalam kehidupan alam semesta. Pada hakikatnya alam semesta seperti satu tubuh, di dalamnya ada organ-organ yang saling berhubungan dan berekasi. Hukum ini Allah tetapkan dalam kehidupan alam dunia dan akhirat.***