Sunday, January 28, 2024

ISLAM BEBASKAN MANUSIA DARI MAKHLUK

Oleh: Muhammad Plato

Islam yang mewakili ajaran agama yang dibawa Nabi Muhammad, ajarannya bersumber pada Al Quran dan Sunnah. Al Quran dengan jumlah 6236 ayat diakui oleh umat Islam sebagai kitab suci. Berbagai penelitian banyak menungkap kebenaran-kebenaran nyata di langit dan bumi menjelaskan kebenaran Al Quran. 

"Ketahuilah, sesungguhnya Al Qur'an itu diturunkan dengan ilmu Allah dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?" (Huud, 11:14).

Al Quran adalah berisi ilmu dari Allah. Inti dari ajaran ilmu Allah adalah tiada tuhan selain Allah. Seluruh makhluk tunduk pada segala ketentuan yang telah ditetapkan Allah. Secerdas apapun manusia di muka bumi, manusia harus tetap sadar tidak akan melebihi kecerdasan dari Tuhan. Inilah keredahan hati yang harus tetap dimiliki manusia. 

Memperhatikan kisah sejarah Nabi Muhammad di Mekah dan Madinah, seluruh misi kenabian sebenarnya adalah mengenalkan kepada umat manusia agar taat kepada Allah yaitu Tuhan yang maha esa, yang maha pengasih dan penyayang.  Tuhan yang Maha Esa adalah Tuhan seluruh umat manusia. Inilah inti dari ajaran agama Islam yang sering disebut dengan ajaran ketauhidan. 

"Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Al Baqarah, 2:62).

Ajaran-ajaran dari Tuhan Yang Maha Esa adalah manusia harus menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya melalui zakat, sedekah, infak, wakaf, memberi makan orang miskin dan anak yatim, berbuat baik pada ibu bapak, kerabat, dan tetangga, menjaga perdamaian, saling memaafkan, melaksanakan musyawarah untuk mufakat, dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi. Semua ajaran ini tertulis di dalam kitab suci Al Quran.

Islam mengajak kepada seluruh umat manusia, untuk berbuat baik di muka bumi ini sebagai wujud ketaatan kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa. Semua manusia dari berbagai latar belakang suku, bangsa, ras, dan ajaran agama, pasti menganjurkan untuk berbuat baik, namun tidak semua kebaikannyannya sebagai bagian dari kepasrahannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Perpecahan di muka bumi terjadi karena ada tuhan-tuhan selain Allah. Tuhan tuhan ini diciptakan oleh manusia berdasarkan pikiran dan imajinasinya. Tuhan-tuhan selain Allah yang ada pada diri manusia adalah egoisme. Egoisme adalah sifat keakuan yang melampaui batas ketentuan dari Tuhan. Ego yang melampaui batas ketentuan dari Tuhan adalah ego yang sengaja melanggar keadilan.

Dikisahkan dalam keluarga Adam, hidup manusia itu ada dua kemungkinan. Ada yang berbuat baik atas nama Tuhan dan ada yang berbuat baik atas nama pribadi. Orang-orang yang berbuat baik atas nama Tuhan, berbuat baik mengikuti perintah Tuhan, dan orang yang berbuat baik anak nama pribadi, berbuat baik berdasarkan ukurannya sendiri.*** 

No comments:

Post a Comment