Thursday, February 5, 2026

HATI-HATI DENGAN ORANG DEKAT?

Oleh: Muhammad Plato

Menjadi orang dekat tentu jadi keinginan setiap orang. Orang dekat akan mendapat perhatian lebih dan mendapat keistimewaan. Orang dekat bisa minta apa saja sesuai keinginan. Itulah keistimewaan orang dekat. 

Semua orang bisa menjadi orang dekat. Allah mengabarkan di dalam Al Quran, orang-orang dekat dengan Allah dialah yang akan diberi kesejahteraan. 

"sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan), (Al 'Alaq, 96:19).

Inilah berita Al Quran tentang cara bagaimana membangun kedekatan dengan Allah yaitu dengan sujud. Maka dari itu Nabi Muhammad saw bersabda: 

"Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim).

Sabda Nabi Muhammad berkaitan dengan Al Quran surat Al 'Alaq. Hadis ini shahih karena isinya bersumber pada keterangan Al Quran. Ketika posisi dekat dengan Allah Nabi Muhammad mengajarkan doa. 

"Ya Allah ampunilah aku, dosaku seluruhnya, yang kecil dan yang besar, yang awal dan yang akhir, yang tersembunyi dan terang-terangan" (HR. Muslim). 

Mengapa doa yang diajarkan ketika sujud adalah ampunan? Karena jika manusia mendapatkan ampunan dari semua dosa, maka selesai semua urusan.

Kapan orang-orang melakukan sujud? Ritual agama dengan gerakan sujud adalah shalat. Jika demikian shalat adalah cara agar manusia jadi orang-orang terdekat Allah. Ritual shalat hanya dilakukan oleh umat Islam.

Kalau begitu umat Islam yang rajin shalat dialah orang-orang terdekat Allah. Harus hati-hati dengan orang terdekat Allah, karena Allah pelindung dan penolongnya.

"Kami lah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh di dalamnya apa yang kamu minta. (Fushshilat, 41:31).

Orang-orang terdekat dengan Allah mereka telah dijamin kesejahteraannya. "Mereka itulah orang yang didekatkan, Berada dalam surga kenikmatan. (Al Waaqi'ah, 11-12).

Pendidikan terbaik membiasakan dan mengajarkan shalat. Mengajarkan shalat melatih murid-murid jadi orang-orang terdekat Allah. 

Sebaik-baiknya pendidikan melatih murid-murid banyak bersujud supaya dekat dengan Allah. Memperbanyak sujud hanya dapat dilakukan dengan mengajarkan dan melatih disiplin mengerjakan shalat setiap hari.*** 


 

Tuesday, February 3, 2026

UMAT ISLAM TIDAK MENGENAL PENSIUN

Oleh: Muhammad Plato

Umat Islam tidak pernah mengenal kata pensiun. Nabi Muhammad dalam kisah hidupnya, sampai akhir hayatnya tidak pernah mengenal kata pensiun. Nabi Muhammad meninggal sebagai nabi dan rasul. Nabi Muhammad meninggal di usia 63 tahun, meninggal sebagai nabi dan rasul. 

Seorang muslim diwarisi oleh Nabi Muhammad sebagai pekerja keras, pejuang, yang tidak pernah mengenal kata pensiun. Selama hayat masih dikandung badan, Nabi Muhammad mengisyaratkan umatnya untuk terus berjuang. 

Di dalam hadis shahih Nabi Muhammad mengisyaratkan sebagai umat Islam tidak boleh berhenti berbuat baik sekalipun esok akan terjadi kiamat. Pesan ini cukup mendalam untuk direnungkan.

Hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, di mana Rasulullah  bersabda: "Jika kiamat terjadi sedangkan di tangan salah seorang di antara kalian ada sebuah bibit, maka jika ia mampu menanamnya sebelum kiamat terjadi, hendaklah ia menanamnya."

Umat Islam ditakdirkan menjadi pejuang, pekerja keras, selalu produktif sepanjang hayat. Inilah pesan mendalam dari Nabi Muhammad yang harus ditangkap dan diajarkan terus kepada seluruh umat Islam. 

Di dalam Al Quran Allah mengajarkan pada seluruh umat manusia, tidak ada kata pensiun atau berhenti bekerja. Umat Islam adalah manusia-manusia produktif sepanjang hayat. Informasinya tertulis jelas dalam kitab suci Al Quran.

"Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (Alam Nasyrah, 94:7-8)."

Perjuangan umat Islam dituntut untuk bekerja keras dan bersungguh-sungguh sampai titik darah penghabisan. Inilah keunnggulan umat Islam di muka bumi jika mereka benar-benar berpedoman kepada Al Quran dan hadis. 

Selama hidup di dunia umat Islam tidak mengenal kata menyerah atau putus asa. Selama hidup akan terus berjuangan dan bekerja keras karena harapannya digantungkan pada Allah yang maha hidup.

Seberat apapun ujian hidup di dunia, tidak akan mematikan mematikan harapan umat Islam. Selama hidup umat Islam akan terus belajar sepanjang hayat, terus bekerja sepanjang hayat, dan terus bekerja keras sepanjang hayat. Itulah makna mengapa Nabi Muhammad berpesan, sekalipun kiamat terjadi jika masih ada bibit di tangan hendaklah tetap menanam.

Dari sinilah makna keunggulan umat Islam, selama hayat dikandung badan tidak ada kata pensiun. Ketika mati menghampiri maka akan ada generasi berikutnya yang terus berjuang, bekerja keras sampai kembali kepada Allah dengan tenang.***