Oleh Muhammad Plato
Rata-rata semua orang berpendapat bahwa ujung kehidupan ini adalah kematian. Pendapat ini tidak salah tetapi jika kita pahami Al Quran, ujung hidup bukan kematian.
Semua orang dari berbagai latar belakang budaya, suku, bangsa, percaya ujung hidup ini kematian. Percaya Tuhan atau tidak percaya Tuhan, beragama atau tidak beragama, semuanya yakin bahwa akhir hidup ini kematian.
Fakta kebanyakan orang yang menganggap ujung hidup ini kematian, ketika memiliki kekayaan dia akan berpoya-poya dan bermegah-megahan sebelum mati. Mereka menganggap hidup hanya sekali maka mumpung hidup kekayaannya digunakan untuk poya-poya dan bermegah-megahan.
Di dalam Al Quran, orang yang suka poya-poya dan bermegah-megahan mereka beranggapan ujung hidup ini kematian. Maka mereka berpikir mumpung masih hidup, mereka bermegah-megahan sampai ajal menjemput.
Hal ini digambarkan Allah dalam Al Quran. "Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. (At Takaatsur, 102: 1-2). Inilah pola pikir orang yang hidupnya suka poya-poya dan bermegah-megahan, mereka menganggap akhir hidup ini adalah kematian. Inilah pola pikir orang tidak beriman dan kurang pendidikan.
Pola pikir orang beriman memahami, akhir dari hidup bukan kematian tapi kehidupan. Pandangan ini bersumber pada ilmu dari Al Quran.
"Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)." (Ali Imran, 3:27).
Secara berurutan, hidup mengalami pasang surut seperti siang dan malam. Hidup ini akan diakhiri dengan alam kegelapan (malam), artinya alam yang tidak banyak diketahui oleh manusia yaitu alam akhirat.
Maka, hidup manusia sebenarnya diakhiri dengan hidup bukan mati, karena setelah mati manusia masuk ke kehidupan akhirat, alam pengadilan, atau hari pembalasan. Manusia akan diadili berdasarkan kelakuannya selama hidup di alam dunia.
Orang-orang beriman dan beramal baik dijanjikan rezeki tanpa batas oleh Allah karena rezekinya tembus sampai ke akhirat. Bagi orang beriman hidup ini untuk hidup setelah mati. Oleh karena itu orang beriman, selalu berusaha hidup sesuai perintah Allah agar hidup abadi dan sejahtera selamanya sebagaimana Allah janjikan.***
No comments:
Post a Comment