Oleh: Muhammad Plato
Umat Islam tidak pernah mengenal kata pensiun. Nabi Muhammad dalam kisah hidupnya, sampai akhir hayatnya tidak pernah mengenal kata pensiun. Nabi Muhammad meninggal sebagai nabi dan rasul. Nabi Muhammad meninggal di usia 63 tahun, meninggal sebagai nabi dan rasul.
Seorang muslim diwarisi oleh Nabi Muhammad sebagai pekerja keras, pejuang, yang tidak pernah mengenal kata pensiun. Selama hayat masih dikandung badan, Nabi Muhammad mengisyaratkan umatnya untuk terus berjuang.
Di dalam hadis shahih Nabi Muhammad mengisyaratkan sebagai umat Islam tidak boleh berhenti berbuat baik sekalipun esok akan terjadi kiamat. Pesan ini cukup mendalam untuk direnungkan.
Hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, di mana Rasulullah bersabda: "Jika kiamat terjadi sedangkan di tangan salah seorang di antara kalian ada sebuah bibit, maka jika ia mampu menanamnya sebelum kiamat terjadi, hendaklah ia menanamnya."
Umat Islam ditakdirkan menjadi pejuang, pekerja keras, selalu produktif sepanjang hayat. Inilah pesan mendalam dari Nabi Muhammad yang harus ditangkap dan diajarkan terus kepada seluruh umat Islam.
Di dalam Al Quran Allah mengajarkan pada seluruh umat manusia, tidak ada kata pensiun atau berhenti bekerja. Umat Islam adalah manusia-manusia produktif sepanjang hayat. Informasinya tertulis jelas dalam kitab suci Al Quran.
"Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (Alam Nasyrah, 94:7-8)."
Perjuangan umat Islam dituntut untuk bekerja keras dan bersungguh-sungguh sampai titik darah penghabisan. Inilah keunnggulan umat Islam di muka bumi jika mereka benar-benar berpedoman kepada Al Quran dan hadis.
Selama hidup di dunia umat Islam tidak mengenal kata menyerah atau putus asa. Selama hidup akan terus berjuangan dan bekerja keras karena harapannya digantungkan pada Allah yang maha hidup.
Seberat apapun ujian hidup di dunia, tidak akan mematikan mematikan harapan umat Islam. Selama hidup umat Islam akan terus belajar sepanjang hayat, terus bekerja sepanjang hayat, dan terus bekerja keras sepanjang hayat. Itulah makna mengapa Nabi Muhammad berpesan, sekalipun kiamat terjadi jika masih ada bibit di tangan hendaklah tetap menanam.
Dari sinilah makna keunggulan umat Islam, selama hayat dikandung badan tidak ada kata pensiun. Ketika mati menghampiri maka akan ada generasi berikutnya yang terus berjuang, bekerja keras sampai kembali kepada Allah dengan tenang.***
No comments:
Post a Comment