Oleh: Muhammad Plato
Tahun 1848-1923 Vilfredo Pareto seorang ahli ekonomi dan sosiologi menemukan fakta 80% tanah di Italia dikuasai oleh 20% populasi. Temuan ini dipolulerkan menjadi “Prinsip Pareto”.
Kondisi ini pernah terjadi di Indonesia pada zaman Orde Baru, ekonomi Indonesia dikuasai oleh 10% para pengusaha. Fakta ini masih terjadi hingga sekarang kepemilikan kekayaan Indonesia hanya dimiliki segelintir orang.
Prinsip "yang sedikit menguasai yang banyak" rupanya jadi hukum hidup. Prinsip ini berlaku dalam berbagai bidang tidak hanya dalam bidang ekonomi. Prinsipnya dasarnya bisa dipahami dalam pola sebab akibat, yaitu sebab 20% akan berakibat 80%. Dalam prinsip ekonomi, "usaha sedikit hasil maksimal" bisa dipahami melalui hukum ini.
Joseph M. Juran (1904–2008) menyebut fenomena ini dengan " the vital few and the trivial many " (sedikit yang penting dan banyak yang sepele). Al Quran telah memberita ide prinsip ini 1400 tahun lalu. Hanya kemalasan berpikir umat Islam, ide ini diungkap oleh Pareto dari Italia.
Toto Suharya telah mengungkap hukum ini di dalam Al Quran. Peristiwanya terekam di dalam kisah perang Badar yang dialami Nabi Muhammad. https://www.logika-tuhan.com/2019/07/sebagian-besar-manusia-tersesat.html
Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk membangkitkan. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, (Al Anfal, 8:65).
Ayat ini saling menguatkan dengan ayat lain , "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar." (Al Baqarah, 2:249).
Di dalam Al Quran tercatat perhitungan 20 orang dapat mengalahkan 200 orang, dan 100 orang dapat mengalahkan 1.000 orang. Polanya adalah 20/200 dan 100/1000.
Apa yang diberitakan dalam Al Quran adalah hukum dasar atau prinsip bahwa telah berlaku "sedikit yang penting dan banyak yang sepele".
Di dalam fakta sejarah pasukan Nabi Muhammad saat perang Badar sekitar 300 lebih dan pasukan musyirikin kurang lebih 900 - 1000 orang. Jadi pasukan Nabi Muhammad kurang lebih 30%.
Antara Al Quran, kisah Perang Badar, pendapat Pareto, dan Juran, memiliki kesamaan pada prinsipnya yaitu "sedikit yang penting dan banyak yang sepele".
Sejak 1400 tahun lalu, Al Quran sudah membicarakan kelompok kecil mengalahkan kelompok besar. Hukum ini dapat diimplementasikan dalam berbagai bidang kehidupan. Dalam bidang pembangunan, sebuah negara harus memilih faktor mana yang penting untuk bisa meningkatkan produktivitas.
Kita berterimakasih pada Pareto dan Juran sudah mengenalkan hukum ini kepada publik. Sebagai umat beragama, sebaik-baiknya ilmu ketika berhubungan dengan kitab sucinya. Ilmu yang bersumber dari kitab suci selain mengandung kebenaran juga mengandung keyakinan atau optimisme.
Berdasarkan prinsip Al Quran dan kisah Nabi Muhammad ketika perang Badar, jumlah manusia berkualitas yang harus dimiliki sebuah negara kurang lebih 30% dari populasi penduduk.
Maka untuk menuju Indonesia emas 2045, bangsa Indonesia membutuhkan 86 juta manusia berkualitas tinggi dari total 286 juta populasi penduduk Indonesia. Salah satu manusia berkualitas tinggi yaitu para investor di pasar modal”***
No comments:
Post a Comment