Oleh: Muhammad Plato
Banyak orang tidak sadar bahwa musuh yang paling berbahaya di muka bumi ini adalah manusia. Musuh berbahaya bagi manusia bukan makhluk-makhluk luar angkasa, binatang buas, atau makhluk-makhluk bermuka buruk.
Godaan manusia yang paling berbahaya ada dua jenis. Dunia jenis godaan ini bersifat tersembunyi. Dua jenis godaan itu datang dari golongan manusia. Siapa dua manusia itu? Dua potensi godaan pada manusia itu ada di dalam diri manusia itu sendiri.
Dua jenis godaan manusia tersembunyi dapat kita identifikasi dalam Al Quran yang berbicara tentang perintah Tuhan kepada manusia agar belindung kepada Tuhan yang memelihara manusia, Pengendali manusia, dan yang ditaati manusia dari kejahatan manusia.
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan (yang ditaati) manusia. (An Naas, 114:1-3).
Selanjutnya, Allah menjelaskan dalam konteks apa manusia belindung kepada Tuhan? Dilanjutkan dalam tiga ayat berikutnya:
dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. dari (golongan) jin dan manusia. (An Nass, 114:4-6).
Dalam konteks sains, dapat dipahami bahwa kejahatan tersembunyi berkaitan dengan penyakit mental. Di era informasi kejahatan tersembunyi datang melalui pikiran-pikiran buruk yang bisa membangkitkan naluri-naluri jahat yang bisa muncul dan potensinya ada pada sifat manusia.
Sumber kejahatan tersembunyi ini datang dalam berbagai bentuk informasi yang diakses oleh panca indera manusia, kemudian masuk ke otak diproses dalam pikiran dan hati manusia dan menjadi bisikan-bisikan berulang yang memengaruhi cara berpikir.
Salah satu bentuk konkrit permohonan manusia berlindung kepada Tuhan yaitu berkaitan dengan perintah Tuhan kepada manusia untuk membaca atas nama Tuhan.
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. (Al 'Alaq, 96:1-2).
Perintah ini bermakna agar manusia selalu mengakses pengetahuan dari sumber yang diturunkan Allah kepada manusia berupa wahyu kepada para nabi. Di dalam Al Quran Allah menjelaskan:
Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, (Al Baqaarah, 2:1-2).
Manusia dibekali dua potensi berpikir yaitu aktif dan pasif. Berpikir aktif manusia harus berusaha mengelola informasi yang masuk ke otak menjadi kebaikan. Pada situasi tertentu manusia bisa pasif dalam arti berserah diri pada ketentuan-ketenuan yang telah ditetapkan Allah di dalam wahyu.
Permohonan perlindungan pada Allah dapat diartikan sebagai membangun kesadaran agar manusia tidak terbawa arus pada pemikiran-pemikiran buruk. Manusia harus bisa mengendalikan pikirannya dengan mengikuti petunjuk berpikir dari Allah.
Kejahatan tersembunyi yang datang dari jin dan manusia, dapat terkendali dengan cara manusia membangun kesadaran untuk mengendalikan pikirannya agar selalu aktif menjaga pikiran dan hatinya selalu baik.
Kesimpulannya, musuh paling berbahaya bagi manusia adalah manusia itu sendiri, yaitu manusia yang tidak bisa mengaktifkan pikiran-pikirannya kepada hal-hal baik dan manusia yang cenderung menjauh atau enggan membaca petunjuk-petunjuk dari Allah. Maka Al Quran harus menjadi bacaan utama untuk menggali berbagai rahasia yang ada pada diri manusia, agar rasa ketuhanan selalu hadir dalam pikiran dan hati manusia.***
No comments:
Post a Comment