Oleh: Muhammad Plato
Cerita Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad pada masa itu menggemparkan seluruh penduduk. Dalam konteks kenabian, pada usia antara 51-52 tahun Nabi Muhammad melakukan Isra dan Mi'raj. Posisi Nabi Muhammad masih sedang berada di Mekah. Kondisi Nabi Muhammad sedang berduka karena Khadijah istri Nabi saw, dan Abu Thalib paman Nabi telah wafat.
"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (Al Israa, 17:1).
Berdasarkan buku Sejarah Hidup Muhammad karya Muhammad Husain Haekal, reaksi masyarakat Mekah saat mendengar cerita Isra Mi'raj ditandai dengan pendustaan yang keras, ejekan, dan lecehan semakin meningkat. Keimanan pada umat Islam saat itu mendapat guncangan hebat.
Cerita Isra Mi'raj sangat tidak masuk akal bagi masyarakat Arab saat itu, karena perjalanan dari Masjidil Haram (Mekah) ke Madjidil Aksa (Palestina) dapat ditempuh melalui perjalan satu bulan. Sementara Isra Mi'raj ditempuh dalam satu malam. Belum ada ilmu dan teknologi yang bisa menjelas perjalanan Nabi saat itu. Dari suasana psikologis masyarakat saat itu, dapat tergambarkan tidak sedikit yang tadinya sudah muslim kembali murtad.
Namun diluar konteks historis, ada pesan dari Allah dalam surat Al Israa ayat 1, peristiwa Isra Mi'raj adalah ayat atau tanda-tanda untuk dikabarkan agar manusia bisa menemukan bukti kebesaran Allah dan Rasulnya. Maka ketika Nabi Muhammad oleh Ummu Hani diingatkan supaya hati-hati tidak menceritakannya pada orang Arab, Nabi Muhammad malah mengumumkannya kepada orang Mekah di Masjidil Haram, karena Allah memerintahkan untuk mengabarkannya. Tandanya bisa dilihat pada dua kata terakhir di surat Al Israa ayat 1.
Tanda-tanda berikutnya, kisah Isra Mi'raj dipandang dari geografi. Jarak dan Waktu Tempuh: Jarak antara Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsa (Yerusalem) adalah sekitar 1.500 km. Secara geografis, perjalanan ini biasanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan (30-40 hari) menggunakan transportasi unta atau kuda.
Lompatan Ruang: Secara geografis, penyelesaian perjalanan ini dalam satu malam menghancurkan batasan fisik ruang yang diketahui masyarakat Arab saat itu, menjadikannya bukti kekuasaan transendental di atas hukum alam. Dapat dipahami jika masyarakat Arab yang sudah beriman pada saat itu terguncang, dan masyarakat Arab kafir bersorak sorai karena mereka memiliki bahan bukti untuk melecehkan Nabi Muhammad.
Lompatan antar ruang dengan kecepatan tinggi, sangat tidak masuk nalar ketika zaman Nabi Muhammad. Tapi di era sekarang, perjalanan satu malam bisa ditempuh dengan pesawat terbang kecepatan tinggi. Perlu 1400 tahun memahami secara rasional tanda kebenaran empiris terjadinya peristiwa Isra Mi'raj.
Isra Mi'raj dikabarkan dalam Al Quran sebagai tanda-tanda, dapat dipahami kisah Isra Mi'raj sebagai sumber ide pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bagi penulis, Isra Mi'raj mengandung ide tentang kepemilikan manusia tentang teknologi tinggi yang bisa dikembangkan manusia di masa depan.
Di internet beredar ide tentang Isra Mir'raj dengan kecepatan cahaya: Idenya mengaitkan kecepatan Buraq dengan kecepatan cahaya (speed of light), yaitu sekitar 300.000 km/detik. Pada zaman Nabi Muhammad, pemikiran orang saat itu belum sampai pada bukti-bukti rasional dipahami akal, maka disimpulkan sebagai mukjizat, namun sekarang konsep ini menjadi dasar teknologi serat optik dan komunikasi nirkabel.
Saat mendengar Nabi Isra dan Mi'raj semalam, orang Arab yang sudah muslim kembali murtad, dan orang kafir di Arab saat itu membully Nabi, karena dianggap mengarang dongeng yang tidak masuk akal. Sekarang, perjalanan itu dapat dipahami dengan sistem transportasi super cepat. Perjalanan Makkah-Yerusalem yang ditempuh dalam sekejap menginspirasi pemikiran tentang teknologi transportasi masa depan yang memangkas hambatan ruang-waktu.
Perjalanan Isra Mir'aj Nabi mengandung pesan untuk sebuah ilmu dalam fisika. Beberapa teori fisika menghubungkan perjalanan Isra Mi'raj dengan "Teori Anihilasi," di mana materi diubah menjadi energi untuk dapat berpindah dengan kecepatan tinggi dan kemudian disusun kembali menjadi materi di tempat tujuan. Pengiriman data melalui internet adalah bagian dari teori Anihilasi. Konsep ini merupakan dasar teoretis bagi teknologi teleportasi yang sedang diteliti dalam skala partikel subatomik.
Fleksibilitas Waktu: Terjadinya perjalanan luar biasa hanya dalam waktu semalam merupakan contoh nyata dari teori dilatasi waktu atau pemuluran waktu dalam Relativitas Khusus Einstein. Di mana bagi pelaku perjalanan dengan kecepatan sangat tinggi, waktu akan terasa jauh lebih lambat dibandingkan mereka yang diam di bumi.
Kisah Isra Mi'raj adalah sumber gagasan bagi manusia untuk terus menggali tanda-tanda dari Tuhan sebagai sumber ide dalam mengembangkan berbagai bidang kehidupan, untuk menemukan kebenaran Tuhan sebagai Sang Maha Mendengar dan Mengetahui.
Dari psikologi, bisa jadi kisah Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad diantara usia 51-52 bisa menjadi sebuah tanda perjalanan spiritual manusia yang harus mengalami peningkatan di usia 51-52 tahun. Hal ini ditandai dengan beban berat yang akan menimpa manusia di antar usia 51-52 tahun.
Banyak ilmu-ilmu dan teknologi tinggi dari inspirasi Al Quran yang bisa dikembangkan manusia. Al Quran adalah ayat-ayat atau tanda-tanda kebesaran Tuhan. Semua orang bisa menemukan Tuhan dari berbagai sudut pandang ilmu dan teknologi. Keberadaan ilmu dan teknologi selain mempermudah kehidupan manusia, tujuan sebenarnya adalah menemukan kebenaran-kebenaran dari Tuhan Pencipta Semesta Alam. ***
No comments:
Post a Comment