Oleh: Muhammad Plato
Tinggalkan madzab. Nabi Muhammad bukan Sunni, bukan Syiah, bukan Sufi, bukan Tasyawuf. Nabi Muhammad tidak bermadzab Syafi'i, Maliki, Hambali, atau Hanafi. Nabi Muhammad tidak berorganisasi, Nabi Muhammad mengajarkan Islam. Nabi Muhammad, teladan bagi seluruh umat manusia.
Sudah saatnya, kebodohan-kebodohan dalam beragama diakhiri. Islam agama rahmat sebagaimana tertuang di dalam Al Quran. Perbedaan adalah fakta yang tidak bisa dihindari, tetapi untuk persatuan dan persaudaraan antar sesama muslim harga mati.
Saatnya kita tampil menjadi muslim-muslim cerdas, muslim yang memanfaatkan Al Quran sebagai sumber ilmu pengetahuan. Manusia-manusia berkualitas tinggi adalah manusia yang menagajarkan dan mengamalkan Al Quran, yaitu Nabi Muhammad.
Manusia-manusia yang mengajarkan agama Islam bersumber pada selain Al Quran, adalah manusia-manusia tidak berkualitas haus kedudukan dan ingin dihormati. Manusia-manusia yang mengajarkan agama Islam bersumber pada selain Al Quran, adalah pemecah belah agama.
Kelemahan umat Islam yang banyak di seluruh dunia, mayoritas lemah dikecerdasan intelektual. Ajaran Islam yang diajarkan pada umat terlalu lugu dan kemayu secara intelektual. Umat Islam tidak diajarkan menjadi khalifah, manusia penuh optimis, berkekuatan ekonomi, ilmu dan teknologi.
Umat Islam kehilangan otaknya karena dibajak oleh ajaran-ajaran yang tidak fokus pada Al Quran, tetapi pada pemuka-pemuka agama yang haus kehormatan dan kekuasaan. Girah Al Quran sebagai umat terbaik tidak diajarkan diganti menjadi manusia bodoh, lumpuh, pakaian lusuh, seperti pengemis. Sebaliknya bermegah-megahan dengan harta kekayaan, hingga takut mati, dan tidak bisa mencegah kemunkaran, menjadi hal kontra produktif dengan ajaran Al Quran.
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." (Ali Imran, 3:110).
Madzab bukan agama, dia aliran-aliran pemikiran yang tidak patut diimani. Madzab buatan manusia, diciptakan untuk memecah belah umat Islam. Imani Al Quran dan Sunnah, bukan madzab.
"Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka." (Al Mukminuun, 23:53).
Tidak ada paksaan dalam agama, sebagaimana Allah jelaskan dalam Al Quran. Saatnya dengan segenap kemampuan, pahami Al Quran. Di dalam Al Quran Allah melarang perpecahan dan menghendaki persatuan. "
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara;" (Ali Imran, 103).
Al Quran adalah pedoman hidup umat Islam, di dalamnya terdapat pedoman berpikir.
No comments:
Post a Comment