Oleh: Muhammad Plato
Dari Arab dikenal bunyi hadis, "Tuntutlah ilmu sampai negeri China". Meskipun hadis ini dianggap lemah, namun jika kita kaji secara tekstual dari Al Quran dan kontekstual memiliki pesan moral mendalam. Jika kita lihat sejarah, China dari zaman dulu hingga sekarang memiliki tanda-tanda pewaris peradaban.
Bunyai hadis untuk menuntut Ilmu sampai ke negeri China, sekalipun lemah namun dalam konteks sekarang dan pesannya tidak bertentangan dengan Al Quran. Al Qur'an memerintah umat Islam untuk belajar antar suku dan bangsa, sekalipun secara khusus tidak menyuruh belajar ke China.
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Al Hujurat, 49:13).
Al Quran memberi pesan kepada seluruh manusia agar saling belajar dari berbagai bangsa dan suku yang ada di muka bumi. Salah satunya umat Islam bisa belajar, menuntut ilmu ke negeri China.
Dalam konteks belajar, pergi ke negeri China tidak ada yang salah. Maka mungkin-mungkin saja, Nabi Muhammad pernah menyuruh belajar sampai negeri China, karena China termasuk negara memiliki sejarah peradaban tinggi. Belajar tidak harus melihat latar belakang agama, karena semua ilmu, timur atau barat, adalah milik Allah.
Negara-negara muslim di dunia, hampir semua menggunakan produk-produk teknologi yang diciptakan China. Di tengah-tengah hegemoni politik Amerika Serikat (AS) sekarang, dunia kini bertumpu pada China untuk mengimbangi kekuatan AS.
Indonesia dengan penduduk muslim terbesar di dunia, membangun kereta api cepat menggunakan teknologi China. Pabrik mobil listrik terbesar didirikan di Indonesia, berasal dari China. Indonesia juga dibanjiri gadget berbagai merek dari China.
Senator AS John N. Kennedy pernah melontarkan kutipan satir yang populer di media sosial: "Tuhan menciptakan dunia, sisanya dibuat di China". Kai FuLee seorang eksekutif google berpendapat, "jika Amerika Serikat unggul dalam fase "penemuan", maka China unggul dalam fase "penerapan" atau implementasi.
Melihat fakta sejarah tentang China hingga sekarang, China dapat dikatakan sebagai pusat ilmu pengetahuan. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya kertas oleh orang China. Kertas ditemukan di Tiongkok pada awal abad ke-2 Masehi (sekitar 105 M) oleh Cai Lun, seorang pejabat istana Dinasti Han Timur. Kertas identik dengan buku sebagai alat untuk dokumentasi dan publikasi ilmu pengetahuan berabad-abad.
Jika Nabi Muhammad benar mengatakan "menyuruh belajar sampai negeri China, hal ini sangat mungkin karena Nabi Muhammad dalam hadis-hadis lain digambarkan sebagai sosok futuristik.
Nabi Muhammad mampu memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan, seperti kemunculan salju di Arab, gurun menghijau, gedung pencakar langit di Mekah, dan ciri-ciri akan datangnya dajjal.
Urusan ilmu dan teknologi, kini China telah kembali mendominasi dunia. Dominasi China dalam bidang ilmu pengetahuan tidak mungkin terjadi dalam waktu singkat. Hal ini pasti dibangun dari kisah panjang peradaban China dari dulu hingga sekarang.
Di tengah kekacauan akibat tidak terkendalinya kekuatan ekonomi dan politik AS, penduduk dunia berharap China bisa menjadi penyeimbang, agar tidak terjadi kesewang-wenangan kekuasaan terhadap kemanusiaan, seperti mengulang kisah Firaun di zaman dahulu.
Serangan AS pada Iran telah menjadi bom atom bagi kesadaran umat Islam. Selama 1400 tahun telah disesatkan setan dengan memelihara perselisihan sesama muslim karena beda madzab. Serangan AS telah menyadarkan umat Islam seluruh dunia untuk bersatu menguasai segala bidang dimanapun tempat umat Islam berada. ***
No comments:
Post a Comment