Oleh: Muhammad Plato
Para pemikir terdahulu banyak berdebat bagaimana cara memandang kehidupan dunia? Apakah dunia diciptakan Tuhan, atau ada dengan sendirinya? Apakah dunia ini kenyataan yang tepisah-pisah atau satu kesatuan?
Bermacam-macam pemikiran manusia, melahirkan bermacam-macam cara pandang. Sekularis, Integralis, Atheis, Agnostik, Pantheis, Monotheis, Animisme, Dinamisme. Mana yang akan diikuti? Manusia diberi akal dan punya potensi jadi pembelajar sepanjang hayat.
Ebook cara berpikir menurut petunjuk Allah
Pemikiran-pemikiran dinarasikan melalui berbagai saluran informasi. Setiap pemikiran memiliki tokoh-tokoh yang diidolakan. Kadang, para ahli agama, ilmuwan, negarawan, pemimpin, pengusaha, dipakai untuk memasarkan berbagai pemikiran.
Nabi Muhammad adalah Rasulullah mendapat wahyu dari Allah untuk menarasikan bagaimana memandang dunia bersumber pada wahyu. Nabi Muhammad tidak hidup di zaman teknologi informasi, tetapi Al Quran yang diterimanya telah melampaui zaman.
Nabi Muhammad adalah manusia, tetapi hati, pikiran, ucapan, dan tindakannya, melaksanakan Al Quran. Nabi Muhammad tidak pernah membawa kehendak berdasarkan keinginannya.
Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru,dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. (An Najm, 53:1-3).
Nabi Muhammad membawa pesan bagaimana seharusnya manusia memiliki cara pandang. Cara pandang terhadap dunia yang diajarkan Nabi Muhammad bukan cara pandang Nabi Muhammad, tetapi cara pandang Allah, karena Nabi Muhammad berserah diri kepada apa yang telah diwahyukan Allah kepada dirinya.
"Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu itu maka (katakanlah olehmu): "Ketahuilah, sesungguhnya Al Qur'an itu diturunkan dengan ilmu Allah dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?" (Huud, 11:14).
Nabi Muhamad bukan sekedar membawa pesan wahyu untuk mengabarkan hukuman dan kabar gembira kepada manusia, tetapi mengabarkan bagaimana Allah memberi petunjuk kepada manusia dalam berpikir bagaimana cara memandang kehidupan dunia.
Allah telah menjelaskan bagaimana manusia dan alam semesta diciptakan, tetapi manusia-manusia yang membawa hawa nafsunya, mengemukakan pendapat-pendapatnya sendiri berdasarkan hawa nafsu tanpa ilmu. Ilmu dari Allah sudah jelas tiada Tuhan selain Allah. Ini kunci pertama agar manusia punya sudut pandang dengan mengikuti petunjuk ilmu dari Allah.
Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu jadi binasa". (Thaahaa, 20:16)***
No comments:
Post a Comment