Sunday, March 1, 2026

MEMASUKI ERA MUSLIM TANPA MADZAB

Oleh: Muhammad Plato

Umat Islam di seluruh dunia saatnya kembali ke dasar-dasar ajaran Islam sesungguhnya. Beragama Islam dengan memegang teguh pada madzab-madzab sudah kadaluarsa. Saatnya setiap muslim bergerak menggunakan akal memahami esensi ajaran Islam pada Al Quran dan hadis. 

Kekuatan ajaran Islam bukan ketergantungan pada kelompok-kelompok mengatasnamakan madzab. Kekuatan Islam terletak pada pribadi-pribadi tangguh sebagai muslim, berpedoman pada Al Quran dan menegakkan persatuan umat Islam seluruh dunia.

Pribadi-pribadi muslim yang tangguh harus masuk pada seluruh sendi kehidupan di seluruh dunia di negara manapun berada. Pribadi-pribadi muslim yang tangguh harus menjadi penentu-penentu kebijakan di setiap negara. 

Muslim tanpa madzab tidak bertujuan mendirikan negara, tetapi menguasai seluruh sendi kehidupan dunia, dengan memasuki wilayah-wilayah strategis yang ada di setiap negara. Muslim-muslim tanpa madzab menggunakan Al Quran sebagai naratif menguasai dunia untuk kesejahteraan manusia.

Al Quran sebagai sumber primer ajaran Islam menjadi pedoman seluruh muslim di dunia. Konsep-konsep dasar Islam yang jelas di dalam Al Quran kita jadikan pedoman dimanapun orang Islam berada. Muslim-muslim tanpa madzab harus menguasai teknologi perang, industri, pertanian, perdagangan, kesehatan, pendidikan, dan informasi.

Umat Islam tanpa mandzab memiliki visi menguasai kehidupan dunia untuk kesejahteraan manusia di dunia dan akhirat. Muslim tanpa madzab mengendalikan pola pikir dunia untuk taat kepada Tuhan dengan menjadikan bumi sebagai tempat bernaung semua makhluk. 

"Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu." (Yunus, 10:19).

Islam bukan doktrin untuk mendirikan negara, tapi paradigma berpikir untuk menyatukan seluruh makhluk bumi dalam naungan Islam. Madzab-madzab merupakan kelompok-kelompok pemikiran bukan inti dari ajaran agama.

Memahami Islam tidak mutlak melalui pemikiran berdasarkan madzab. Memahami Islam adalah memahami Al Quran, mengggali nilai-nilai ilmu pengetahuan, kemanusiaan, teknologi, dan saling mensejahterakan. Prinsip-prinsip kesejahteraan dan kedamaian hidup antar sesama manusia menjadi inti dari ajaran Islam.

Era Islam sebagai entitas negara-negara muslim dengan berpegang pada madzab-madzab sudah berakhir. Kini saatnya telah lahir era Islam tanpa madzab, dimana umat Islam sudah dikenal dan menyebar ke seluruh penjuru dunia. 

Penganut agama Islam tumbuh subur di seluruh dunia dan akan tumbuh menjadi orang-orang terdidik di setiap negara. Penganut agama Islam akan menguasai objek-objek vital di setiap negara. Penganut agama Islam akan menjadi pengendali disetiap negara untuk mewujudkan visi muslim tanpa madzab untuk menguasai dunia.

Kelak kemamkmuran akan menjadi milik umat manusia di seluruh dunia. Perselisihan antar muslim akan berakhir menjadi rasa persatuan berdasarkan satu Tuhan dan menerapkan ajaran-ajaran Islam dalam menjaga dan meningkatkan hubungan harmonis antar sesama manusia di seluruh dunia.

Muslim-muslim tanpa madzab tidak dikendalikan oleh kelompok tetapi dikendalikan oleh Tuhan melalui bimbingan Al Quran. Muslim-muslim tanpa madzab mengikuti jejak-jejak Nabi Muhammad, menyebarkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Muslim-muuslim tanpa madzab merencanakan kehidupan dunia menggunakan rencana-rencana Allah dalam Al Quran. "Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari." (An Naml, 27:50). Muslim-muslim tanpa madzab merencanakan menegakkan kekusaan Tuhan di muka bumi.  

Gerakan muslim tanpa madzab bersifat kekuatan individu-individu muslim di seluruh dunia. Kekuatan muslim tanpa madzab terletak pada kekuatan individu untuk menggerakkan seluruh dunia tunduk pada kekuasaan Tuhan. Rasa persatuan dan kesatuan antar muslim di dasari pada ajaran Al Quran, sebagai makhluk pengabdi pada satu Tuhan.

"Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,  Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia". (Al Ikhlas, 112:1-4).

Muslim-muslim tanpa madzab, hiduplah dengan damai dimanapun berada. Ketaatan mu bukan pada madzab, tapi pada Tuhan yang esa. Jadilah manusia-manusia penyejahtera dimanapun berada. Setiap muslim bersaudara dan tugas muslim tanpa madzab adalah mensejahterakan bumi dimanapun berada.*** 

No comments:

Post a Comment