Sunday, November 22, 2020

CARA HIDUP AGAR BERUNTUNG

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Orang awam berpendapat bahwa keberuntungan yang di dapat seseorang adalah sebuah kebetulan. Awam juga berpendapat bahwa keberuntungan adalah rezeki yang didapat begitu saja tanpa usaha. Pola-pola pikir seperti ini dapat mengarah pada prilaku mistik yang akan menghilangkan sifat pekerja tangguh pada seseorang.

Sesungguhnya jika kita berpedoman pada Al-Qur’an kita semua bisa menjadi orang-orang beruntung. Cara-caranya mari kita lihat apa yang diajarkan Allah dalam Al-Qur’an. Syaratnya Anda harus yakin bahwa Allah lah yang memberi pelajaran kepada semua manusia tanpa membeda-bedakan kecuali kepada orang beriman.

Berikut adalah cara-cara yang diajarkan Allah dalam Al-Qur’an agar kita menjadi orang-orang beruntung. Saya definisikan dulu “keberuntungan adalah kebaikan yang dilakukan berulang-ulang”. Jadi bagi orang-orang yang ingin mendapat keberuntungan harus punya prilaku baik yang terus diulang-ulang. Definisi ini saya kembangkan dari keterangan Al-Qur’an, “…dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (An Anfaal, 8:45). Menyebut Allah banyak banyaknya artinya berbuat baiklah sebanyak-banyaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi untuk mendapat keberuntungan kita harus melakukan kebaikan yang terus diulang-ulang sehingga kebiakan itu menjadi karakter. Kebaikan-kebaikan yang terus kita ulang pasti akan mendapat balasan kebaikan. Semakin banyak kebaikan yang kita lakukan maka kebaikan itu akan berakumulasi dan balasannya pun berakumulasi dan itulah keberuntungan yang besar. Jika ingin mendapat keberuntungan yang besar maka sejauh mana anda mengulang-ngulang kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari Anda.

Banyak alternatif dalam kehidupan kita untuk berbuat baik. Di dalam Al-Qur’an kita bisa temukan dengan apa kebaikan bisa kita lakukan. “Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad DENGAN HARTA DAN DIRI MEREKA. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung.” (At Taubah, 9:88).

Jadi kebaikan bisa kita lakukan dengan harta dan diri kita. Kategori harta adalah benda-benda yang tampak. Mulai dari tubuh dan harta kekayaan kecil sampai besar yang kita miliki. Sebutir debu harta yang kita miliki itulah kekayaan kita. Jadi semua orang bisa melakukan kebaikan berulang-ulang dengan harta yang dia miliki, dan tidak ada manusia yang terlahir tanpa harta yang dia miliki. Setiap manusia terlahir dengan tubuh maka itulah harta yang dimiliki setiap orang.

Kebaikan adalah kegiatan menggunakan seluruh organ tubuh untuk melakukan perbuatan bermanfaat.  Jadi kebaikan adalah sebuah olah raga, yaitu kegiatan tubuh dalam rangka melakukan hal-hal yang bermanfaat. Itulah dasar dari kebaikan dengan menggunakan harta yang kita miliki, dan semua orang fakir atau kaya bisa melakukannya.

Kebaikan dengan diri sifatnya kebaikan yang tidak terlihat kasat mata. Kebaikan ini berada pada sikap hati dan pikiran seseorang. Hati ikhlas dan pikiran positif adalah kebaikan yang dilakukan oleh diri seseorang. Hati yang tidak dengki, benci, dan selalu diliputi rasa cinta adalah kebaikan. Pikiran yang selalu berprasangka baik pada setiap kejadian adalah kebaikan pikiran.

Dua dimensi kebaikan yang dilakukan dengan harta, hati dan pikiran hendaknya dilakukan selaras. Kebaikan ini harus terus konsisten dilakukan. Selanjutnya, rezeki dari Allah yang ghaib karena datangnya tidak disangka-sangka dan arahnya tidak kita ketahui akan menimpa membalas kebaikan demi kebaikan yang telah kita lakukan berulang-ulang.

Sekarang, tentukan kebaikan-kebaikan apa yang dapat Anda lakukan dengan harta dan diri Anda. Sekecil apapun kebaikan Anda lakukan asal dilakukan berulang-ulang itulah potensi Anda untuk mendapat keberuntungan dalam hidup Anda. Shalat yang anda lakukan berulang-ulang adalah kebaikan dan sudah termasuk kebaikan dengan menggunakan harta dan jiwa Anda. Inilah cara sederhana yang diajarkan Allah agar kita mendapat keberuntungan. Shalat yang diikuti dengan sedekah secara konsisten adalah dasar kebaikan yang akan menghasilkan keberuntungan besar untuk Anda.

Semakin sering shalat dan diikuti dengan sedekah semakin besar keberuntungan yang akan anda dapat. Syarat dasar untuk mendapat keberuntungan yang besar adalah sabar dalam melakukan kebaikan. “Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (Fushshilat, 41:35). (Wallahu’alam. 

No comments:

Post a Comment