Saturday, December 26, 2020

LOGIKA YANG BERSERAH DIRI

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Logika Tuhan adalah logika berserah diri kepada petunjuk Tuhan. Logika Tuhan dibangun dari kebodohan manusia yang tidak mengetahui dan Allah Maha Mengetahui. Sebagai mana Allah berfirman, “Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah, 216:2). Logika Tuhan adalah logika yang dikembangkan dari keimanan kepada kitab suci Al-Qur’an sebagai sumber pengetahuan dari Tuhan dan petunjuk dalam segala aspek kehidupan.

Berlogika adalah berpikir sebab akibat. Setiap manusia berakal akan menggunakan akalnya dengan berpikir sebab akibat. Jadi tidak ada satupun manusia di muka bumi yang tidak berlogika. Kemuliaan manusia salah satunya terletak pada kemampuan akalnya dalam berlogika.

Seperti sudah saya jelaskan perbedaan berlogika terletak pada sumber pengetahuan yang diimaninya. Ilmuwan yang meyakini bahwa alam adalah sumber dari segala sumber pengetahuan, mengimani bahwa kebenaran harus sesuai dengan apa yang terjadi di alam. Ilmuwan yang meyakini bahwa Tuhan adalah sumber segala sumber pengetahuan, mengimani bahwa kebenaran harus sesuai dengan apa yang ditakdirkan Tuhan.

Ilmuwan yang meyakini alam sebagai sumber pengetahuan memiliki ego bahwa akal manusia menjadi alat pencipta kebenaran. Kebenaran-kebenaran yang diperkenalkan sangat egoistik karena menjadi milik manusia sebagai penciptanya.

Ilmuwan yang meyakini Tuhan sebagai sumber pengetahuan, menyerahkan ego akalnya  kepada kehendak Tuhan. Kitab suci Al-Qur’an sebagai sumber pengetahuan dari Tuhan sebagai pembimbing ego akalnya dalam berlogika. Akalnya berserah diri pada segala ketentuan yang telah ditetapkan Tuhan. Logikanya berada di bawah bimbingan Tuhan.

Logika alam mengakui manusia sebagai pemilik persepsi, logika Tuhan mengakui bahwa Tuhan pemilik persepsi. Logika Tuhan menyerahkan segala persepsi atas apa yang telah dijelaskan dalam kitab suci Al-Qur’an. Semua persepsi yang dibangun logika Tuhan bersumber pada penjelasan segala sesuatu yang telah ditetapkan Tuhan di dalam Al-Qur’an. Kitab suci Al-Qur’an berisi logika-logika yang diajarkan Tuhan kepada manusia sebagai petunjuk kehidupan alam.

Perbedaan mendasar persepsi logika alam dan logika Tuhan terletak pada sumber pengetahuan yang digunakan sebagai ukuran kebenaran. Logika Tuhan adalah pola pikir yang akalnya berserah diri kepada segala ketetapan Tuhan. Akal tidak menciptakan logika berdasar pemahaman pada alam, tetapi pada apa yang telah dijelaskan Allah di dalam Al-Qur’an. Inilah logika berserah diri kepada ketentuan yang telah ditetapkan Tuhan.

Perbedaan logika Tuhan dan logika alam terletak pada sumber yang diperpsepsinya. Logika Tuhan adalah logika terbuka untuk memahami Al-Qur’an sebagai sumber logika dari Tuhan. Kebenaran-kebenaran logika Tuhan bisa ditemukan di alam. Logika alam adalah logika terbuka untuk memahami logika-logika di alam tanpa mengakui keberadaan Tuhan. Logika Tuhan bersandar pada keterangan Al-Qur’an. Seluruh tindakan manusia hakikatnya adalah pekerjaan Tuhan bagi kaum yang menggunakan akal.

Maka bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah-lah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Anfaal, 8:17).

Logika yang diharamkan adalah memahami logika kehidupan di alam tanpa pedoman pada pengetahuan yang diajarkan Tuhan dalam kitab suci Al-Qur’an. Berlogika Tuhan sama dengan berpikir dengan menyerahkan pemahaman logika berpedoman pada apa yang dijelaskan di alam Al-Qur’an. Jadi, logika manusia berserah diri kepada pengetahuan yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Wallahu’alam. 

No comments:

Post a Comment