Sunday, December 20, 2020

PENDIDIKAN OMONG KOSONG

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Muhammad Nuzul Dzikri berpendapat agama Islam adalah agama data, agama ilmiah, agama referensi. Jika berbicara surga tanpa dalil maka omongan mereka hanya omong kosong. Pendapat ini dikemukakan berdasar pada ayat Al-Qur’an, “Dan mereka berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang Yahudi atau Nasrani". Demikian itu angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar". (Al Baqarah, 2: 111).

Ayat ini mengandung nilai pendidikan, mereka yang mengajarkan bagaimana berbuat baik tanpa menampakkan bukti dirinya baik, maka pengajaran itu hanya Tilka amaaniyyuhum (angan-angan kosong belaka). Pengajaran yang baik harus dilengkapi dengan bukti-bukti kebenarannya.

Pendidik seperti bukti kebenaran, yang dapat dilihat oleh peserta didik. Apa yang diajarkan oleh setiap pendidik adalah kebenaran, dan pendidik itu sendiri adalah bukti kebenaran. Peserta didik yang statusnya anak-anak tidak akan begitu percaya pada omongan tanpa melihat bukti.

Prinsip ini seperti apa yang dilakukan oleh Nabi Muhamad saw. Sebagai pembawa kebenaran dari Allah, beliau sendiri menjadi bukti bahwa apa yang diwahyukan Allah dirinya sendiri berada di jalannya. Berkhotbah tentang agama tetapi tidak mengabarkan sumber kebenarannya, bisa jadi omong kosong atau angan-angan saja.

Urusan paling berat dalam dunia pendidikan adalah mengabarkan kebenaran dan membuktikannya. Semua beban itu ada di tugas para pendidik. Para pendidik adalah sekualitas karakter Nabi Muhammad saw yang harus berusaha selalu berada di jalan kebenaran. Apa yang diajarkan oleh para pendidik harus terbukti pada dirinya. Kebenaran yang disampaikan kepada muridnya, pendidik harus bisa membuktikannya, dan dirinya sendiri adalah bukti kebenaran.

Pendidik yang mengajarkan tentang membaca dirinya harus membaca. Pendidik yang mengajarkan disiplin dirinya harus menjadi bukti disiplin. Pendidik yang mengajarkan kejujuran dirinya yang harus berpilaku jujur sebagai bukti. Pendidik yang mengajarkan kesehatan dirinya harus terbukti hidup sehat. Pendidik yang mengajarkan keimanan dirinya harus menjadi bukti orang beriman. Pendidik yang mengajarkan tentang kejujuran dirinya harus terbukti jujur. Pendidik yang mengajarkan harus hormat pada orang tua, dirinya sendiri harus jadi bukti selalu menghormati orang tua. Pendidik yang mengajarkan tentang shalat dan sedekah dirinya sendiri menjadi bukti ahli shalat dan sedekah.

Sesederhana itu tugas pendidik, namun jika tidak bisa melakukannya maka hanya akan jadi tilka amaaniyyuhum (angan-angan atau omong kosong belaka). Bertahun-tahun murid-murid mendapat pendidikan, namun jika para pendidik tidak menjadi bukti kebenaran apa yang diajarkannya maka apa yang diajarkan para pendidik hanya akan jadi mukaaan wa tasdiyatan (siulan dan tepukkan tangan belaka; Al Anfaal, 8:35)

“Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: ‘Mengapa Allah tidak berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?’ Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin” (al Baqarah, 2:118).

Banyak orang mencari tanda-tanda adanya kekuasaan Allah, dengan menunggu Allah berbicara kepada dirinya. Padahal sesungguhnya laut, gunung, sungai, air, udara, api, bahkan apa yang ada dalam dirinya sendiri adalah tanda-tanda kekuasaan Allah.

Ilmu pendidikan adalah ilmu Al-Qur’an. Seluruh dasar pemikiran filosofis, teori, harus mengacu kepada Al-Qur’an. Mengukur tindakan baik dan buruk sumber ukurannya adalah Al-Qur’an. Logika-logika yang dikembangkan pada pendidik harus bersumber pada Al-Qur’an. Pendapat-pendapat para ahli pendidikan harus dapat dibuktikan kebenarannya berdasar pada bukti yang ada dalilnya dari Al-Qur’an. Alam semesta, manusia, hewan, tumbuhan, adalah bukti-bukti kebenaran yang nyata sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an. Pembelajaran fisika, kimia, biologi, sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, adalah fakta yang dapat membantu murid-murid untuk menemukan bukti kebenaran Al-Qur’an. Semua mata pelajaran bertujuan untuk membuktikan kebenaran bahwa semuanya diciptakah Tuhan.

Semua pendidik harus memiliki ilmu pikir bersumber pada Al-Quran. Semua yang diajarkan pendidik apapun bidangnya hanya bertujuan membantu para murid untuk menemukan kebenaran-kebenaran ayat-ayat Al-Qur’an. Semua mata pelajaran adalah ilmu tentang tanda-tanda kebenaran ayat-ayat Tuhan. Semoga Allah membimbing kita semua untuk selalu menemukan bukti-bukti kebenaran dari Al-Qur’an atas segala apa yang kita ajarkan. Wallahu’alam.

No comments:

Post a Comment