Monday, April 8, 2024

HATI-HATI ADA DUA JENIS BISIKKAN?

Oleh: Muhammad Plato

Di dalam fungsi otak ada satu bagian bernama Hipocampus. Bagian otak ini ada di otak depan, yang berkaitan dengan otak rasional. Hipocampus berfungsi sebagai memori, dan kemampuan daya ingat.

Jadi, Hipocampus seperti memory yang ada dalam sebuah komputer. Tinggi rendahnya kemampuan memori kompter, menentukan kemampuan kinerja komputer. Jika kemampuan memori rendah, komputer tidak dapat bekerja maksimal, ditandai dengan sering loading sampai hang (baca: heng).  

Manusia melakukan segala sesuatu berdasarkan pada pengetahuan yang tersimpan di memorinya. Jika ada suatu permasalahan, kemudian di memorinya tidak memiliki pengetahuan untuk mengantisifasinya, maka manusia itu akan mencari pengetahuan bagaimana cara memecahkannya. 

Salah satu cara manusia mendapatkan pengetahuan adalah dengan cara berpikir atau merenung. Merenung adalah memikirkan segala pengetahuan yang pernah masuk ke dalam memori. Proses perenungan terjadi apabila pengetahuan sudah masuk ke dalam memori. Hanya pengetahuan yang masuk memori yang akan di proses melalui aktivitas berpikir atau merenung. 

Berpikir atau merenung, merupakan proses pembentukkan sirkuit-sirkuit di otak yang terjadi karena ada proses saling berhubungan antar pengetahuan. Pengetahuan yang berhasil membangun hubungan, akan menghasilkan pengetahuan baru. Hasil pengetahuan baru ini bersifat tersembunyi dalam bentuk bisikan-bisikan.  

Dalam ilmu sains, pengetahuan ini dikategorikan sebagai pengetahuan intuitif. Di dalam Al Quran dijelaskan sebagai "bisikan tersembunyi". 

"dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. dari (golongan) jin dan manusia." (An Naas, 4-6).

Al Quran membawa peringatan. Pengetahuan tersembunyi/intuitif berupa bisikan, memiliki dua jenis, yaitu bisikan pengetahuan destruktif dan konstruktif. Peringatan di dalam Al Quran untuk manusia adalah mohon perlindungan pada Tuhan dari bisikan-bisikan yang bersifat destruktif.

Jadi, pada saat berpikir atau merenung, yaitu proses menghubung-hubungkan antar pengetahuan yang ada di memori otak, akan ada bisikan-bisikan yang masuk ke memori otak sebagai hasil pemikiran. Hasil pemikiran tersebut kemungkinannya dua, ada yang bersifat destruktif atau konstruktif. 

Manusia-manusia yang memohon perlindungan dari Tuhan, dalam proses perenungannya akan menghasilkan pengetahuan-pengetahuan konstruktif yang bisa menyelamatkan umat manusia dari kebodohan, kemiskinan, dan kejahiliyahan. 

Untuk itu, sebelum melakukan proses berpikir atau perenungan, manusia diajarkan oleh Allah untuk berdoa memohon perlindungan agar bisikan-bisikan pengetahuan yang masuk ke otak, pengetahuan konstruktif yang bisa membawa kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat.***  

No comments:

Post a Comment