Saturday, June 4, 2016

TIDAK ADA ALIRAN DALAM ISLAM

oleh: Muhammad Plato

Sudah terlintas dalam pikiran saya sejak sejak 22 tahun yang lalu, bahwa di dalam Islam tidak ada aliran-aliran, Islam adalah satu, karena Nabi Muhammad saw tidak menganut aliran manapun. Nabi Muhammad saw pembawa ajaran Islam yang disampaikan kepada kita melalui Al-Qur’an dan Sunnah.

Sampai saat ini saya tidak pernah memahami apa dalil pemikiran orang-orang yang mempertahankan identitas Islamnya dalam  aliran-aliran tertentu. Saya berpendapat bahwa mereka yang mempertahankan identitas Islamnya dalam aliran, sesungguhnya bukanlah orang-orang yang berserah diri kepada Tuhan, tetapi lebih pada mempertahankan hawa nafsunya, demi tradisi, budaya, nenek moyang, kekuasaan, kehormatan, kedudukan, dan hal lainnya yang bersifat profan.
  
Berbeda-beda kelompok adalah kepastian dalam hidup, tetapi jika setiap kelompok berpegang teguh pada tali agama Allah, (Al-Qur’an dan Sunnah), maka semua kelompok dalam Islam akan bersatu. Maka dari itu ketika kita berkata kembali kepada Allah dan Sunnahnya artinya kita bersatu, karena Allah swt  dan Sunnah adalah pemersatu bagi umat Islam.

Saya mengamati bahwa kemungkinan terjadinya kelompok-kelompok dalam Islam akibat dari ketidak tegasan dan keberanian para ulama untuk mengembalikan pemikiran, dan pemahaman agama langsung kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Dalam berbagai kesempatan, umat harus didekatkan langsung dengan AL-Qur’an dan Sunnah, semmaksimal mungkin menghindari pemberhalaan pada ahli tafsir. Ceramah-ceramah jangan menonjolkan siapa manusia penyampainya, tetapi sampaikan kandungan Al-Qur’an dan Sunnahnya.

Ceramah-ceramah jangan menggiring orang untuk mengimani pemikiran seseorang, tetapi harus menggiring umat untuk memahami makna ajaran-ajaran yang terkandung dalam sumbernya.  Untuk itulah para pemikir-pemikir Islam selalu berkata, “jika mendapati apa yang saya katakan bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah maka hal tersebut harus ditinggalkan”. Inilah pengakuan para pemikir Islam yang selalu merendahkan dirinya dihadapan Allah dan Nabi Muhammad saw.

Ternyata apa yang terlintas dalam pikiran saya 22 tahun yang lalu, sama dengan pendapat Dr. Zakir Naik. Menurut Beliau, aliran Syiah, Sunni, Muktazilah, Murji’ah, Khawarij, tidak ada disebutkan di dalam AL-Qur’an. Ulama besar seperti Syafi'i, Hanafi, Hambali, Maliki, mereka tidak membawa aliran dalam agama. Di dalam Qur’an dijelaskan, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (Ali Imran, 3:103).

Dari ayat di atas, Beliau menegaskan, “setiap muslim seharusnya berpegang teguh pada tali Allah dan jangan bercerai berai. Memecah belah atau memisahkan diri dari umat sesungguhnya adalah sebuah perbuatan terlarang dalam agama Islam.

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikit pun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat”. (Al An’aam, 6:159)

Ditegaskan lagi oleh Dr. Zakir Naik, “membuat aliran-aliran dalam Islam adalah haram, karena dia telah menyimpang jauh dari AL-Qur’an dan Sunnah. Apa yang harus kita lakukan adalah mengikuti Al-Qur’an, dan perkataan yang shahih dari Nabi Muhammad saw. Dalam beragama kita tidak bertanggung jawab kepada manusia dari madzab atau aliran manapun, tetapi kita bertanggung jawab kepada Allah swt.

Nama yang dapat dikatakan kepada semua orang Islam adalah muslim. Kita tidak menentang syiah, sunni, semuanya adalah muslim. Seorang muslim adalah orang yang berserah diri pada Allah. Setiap muslim punya kelemahan dan kesalahan, maka kita tidak patut saling menyalahkan atau melemahkan. Jika setiap muslim berserah diri pada Allah, maka semua akan tunduk pada ketentuan Allah yang tertulis dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Jika dalam Al-Qur’an dan sunnah setiap muslim dilarang berpecah belah, dan Islam akan terbagi menjadi 73 golongan, semuanya harus masuk surga karena semua berpegang teguh pada tali Allah. Wallahu ‘alam.

(Muhammad Plato, Penulis buku Hidup Sukses dengan Logika Tuhan. @logika_Tuhan).

No comments:

Post a Comment