Tuesday, September 6, 2016

RAHASIA NEGARA-NEGARA KECIL BERKUASA


MAHA BESAR ALLAH yang telah mengajarkan manusia Al-Qur’an. Sungguh Al-Qur’an adalah petunjuk berpikir bagi orang-orang yang mengerti. Saya bersyukur kepada Allah, karena atas kehendaknya saya diberi kemampuan untuk memahami ajaran-ajaran logika yang terdapat dalam kitab suci Al-Qur’an.

Awalnya saya melihat fenomena dalam kehidupan manusia bahwa kelompok-kelompok kecil menguasai yang besar. Di wilayah Asia Tenggara, Singapura adalah negara yang tidak lebih besar dari pulau pulau Bali. Namun saya melihat kekuatan Singapura dari politik, dan ekonomi, bisa mengatur Indonesia yang wilayahnya beribu-ribu kali lipat dari singapura.

Lalu saya juga melihat fenomena lain pada zaman Orde Baru. Kelompok etnis Tionghoa yang jumlahnya tidak lebih dari 10% penduduk Indonesia, dikabarkan telah menguasai hampir 90% ekonomi Indonesia.

Di wilayah timur, negara-negara kecil seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, sekalipun mereka termasuk deretan negara-negara kecil, tapi mereka merupakan negara dengan kekuatan politik, ekonomi, dan teknologi yang jadi perhitungan dunia. Taiwan sekalipun masih dalam perjuangan dari Cina, mereka bisa membangun diplomasi, dan teknologi berkelas dunia.

Jika kita lihat sejarah penjajahan kolonial Belanda, kita baru sadar bahwa penjajah Belanda itu wilayahnya hanya stu pulau kecil saja di Indonesia. Namun mengapa kekuasaan mereka bisa mengakar sampai hampir 350 tahunan.

Lalu lihat kelompok Yahudi yang dijelaskan dalam statistik penduduk dunia, mereka hanya belasan juta saja dari penduduk dunia. Namun sejak tahun 1948 mereka mendirikan satu titik kekuasaan di bukit zion, lalu sekarang mereka bisa mengusir bangsa Palestina dengan bebas dan membungkam negara-negara besar yang suka berbicara HAM.

Apakah juga kita tidak tahu? Di dalam bangsa-bangsa besar, para pengendalinya sebenarnya hanya kelompok kecil saja. Zaman Pak Harto pengedalinya adalah kelompok sarjana lulusan Universitas Barkeley Amerika Serikat.

TOURING CILETUH / TUHAN JANGAN TAMBAH BANYAK, TAMBAHLAH KUALITAS KAMI
Lalu coba perhatikan cerita-cerita peperangan para Nabi, selalu dikabarkan tentang perjuangan yang tidak seimbang dalam jumlah. Namun perjuangan pada akhirnya, dikabarkan menang di kelompok kecil. Inilah kisah peperangan yang penuh hikmah dikabarkan dalam kitab suci AL-Qur’an.

“Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti”. (Al-Anfaal, 8:65) 

Jika kita amati, dari keterangan di atas kita akan temukan hitung-hitungan logika perbandingan. Logika tersebut sebagai berikut:

Dua Puluh
1:10
Dua Ratus
Dua Ratus
1:10
Dua Ribu

Jika kita hubungkan dengan fenomena di alam, kontsruksi logika ini memberikan jawaban mengapa kelompok-kelompok kecil menguasai jumlah yang besar. Rupanya Allah telah menetapkan hukum bahwa kekuatan ada di kelompok kecil.

Jika kita lihat ada negara-negara besar berkuasa, sebenarnya pngendalinya adalah kekuatan kelompok kecil di dalamnya. Amerika Serikat adalah negara besar, pengendali sebenarnya adalah kelompok kecil pengusaha Yahudi.

Untuk menguatkan bahwa kelompok kecil adalah sumber kekuatan, Allah menjelaskan dalam ayat selanjutnya.

“sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada di antaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika di antaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”. (Al-Anfaal, 8:66). 

Informasi di atas merupakan lanjutan dari informasi sebelumnya. Jika kita urutkan maka kita akan temukan bagan seperti ini:
 
Dua Puluh
1:10
Dua Ratus
Dua Ratus
1:10
Dua Ribu


Seratus
1:2
Dua Ratus
Seribu
1:2
Dua Ribu

Bagan di atas menjelaskan bahwa ketika jumlah bertambah maka kualitas menurun. Ketika pertumbuhan jumlah terkendali dari 20 menjadi 200, kualitasnya masih 10 kali lipat, tetapi ketika pertumbuhan jumlah bertambah banyak dari 100 menjadi 1000 maka kualitasnya menurun menjadi dua kali lipat.

Hukum ini bisa dimengerti, karena dalam jumlah besar akan terjadi banyak masalah yang tidak terselesaikan. Sebenarnya yang meningkatkan kualitas suatu kelompok adalah masalah. Namun dalam kelompok-kelompok besar terdapat kelemahan, yaitu selalu terdapat masalah-masalah yang tidak terselesaikan dengan tuntas, kemudian masalah itu bertumpuk dengan masalah-masalah baru.

Kondisi ini dialami oleh Indonesia. Penduduk dengan angka pertumbuhan tinggi, menjadi kontra produktif dengan kualitas SDM yang dihasilkan. Di Indonesia banyak masalah-masalah yang tidak tuntas penyelesaiannya. Kasus korupsi, kemacetan, pengemplang pajak, rekening gendut, semua masalah bertumpuk tanpa eksekusi yang jelas. Negara mengalami mal manajemen, dan gagal fokus. Masalah-masalah serius digarap asal-asalan, masalah asal-asalan dianggap serius, contohnya isu teroris. Dunia sudah tahu, isu teroris adalah masalah asal-asalan yang digarap secara serius.

Sebenarnya masalah mendasar Indonesia adalah masalah jumlah. Sebaran tidak merata dan pertumbuhan penduduk tinggi. Indonesia gagal memberikan pemahaman kepada masyarakatnya bahwa kekuatan tidak terletak pada jumlah. Sementara mayoritas pola pikir orang Indonesia mempercayai bahwa jumlah banyak akan jadi kekuatan, sementara Tuhan memberikan hukumnya terbalik, karena kekuatan ada di kelompok kecil.

Pola pikir orang Indonesia yang percaya pada kekuatan jumlah, mereka menolak membatasi jumlah anak, dengan alasan tidak ada ketentuannya dari Tuhan. Padahal sudah dijelaskan kekuatan terbesar bukan di jumlah tapi dikualitas. Manusia-manusia berkualitas tercipta dari kelompok-kelompok kecil yang berani menanggung beban berat. Demikianlah Tuhan menetapkan hukum-hukumnya dengan pasti. 

Dari hukum ini, sekarang kita memahami, mengapa kelompok-kelompok kecil berkuasa di muka bumi ini. Jangan takut dengan jumlah besar, belajarlah dari negara-negara kecil. Semoga kita semua mendapat hidayah dari Allah swt. Wallahu ‘alam.

(Muhammad Plato, Follow @logika_Tuhan).

No comments:

Post a Comment