Sunday, March 19, 2023

RAMADAN KALI INI SAYA GUNAKAN AKAL SEHAT

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Ramadan kali ini saya akan coba pakai akal sehat. Selama ini saya selalu tertarik oleh situasi yang membawa emosi dan rata-rata dilakukan orang ketika menjelang Ramadan dan akhir Ramadan. Ramadan adalah bulan berkah, kali ini keberkahannya bukan hanya pada tingkat konsumsi makanan yang meningkat, tapi pada pola hidup yang lebih berkualitas. 

Menurut akal sehat, pada saat bulan Ramadan semua perbuatan baik akan mendapatkan pelipatan berlipat ganda manfaatnya. Sudah barang tentu, yang harus ditingkatkan bukan konsumsi makanan, atau pakaian, tapi pola pikir dan pola hidup yang berkualitas. Pola hidup berkualitas hasil bulan Ramadan akan jadi penentu pada kehidupan setahun ke depan. 

Menjelang bulan Ramadan, daya beli masyarakat mendadak meningkat, dan harga-harga melambung tinggi. Ada logika yang tidak biasa terjadi. Di saat orang-orang berhenti makan dari subuh sampai magrib, semestinya tingkat konsumsi masyarakat mengalami penurunan. Faktnya malah terbalik, harga-harga jadi melambung tinggi, karena mengalami kelangkaan akibat dari daya beli masyarakat meningkat. 

Rupanya fakta di lapangan, konsumsi masyarakat di bulan Ramadan meningkat karena rata-rata menu buka puasa menjadi menu spesial yang harus serba ada. Kolak, candil, buah, sayuran, kurma, sirup, es buah, gorengan, daging, menjadi makanan wajib yang harus ada. Nalar pada bulan puasa dibangun oleh tradisi, kadang bercampur dengan emosi balas dendam nafsu makan.

Menjelang akhir bulan Ramadan, tradisi dan emosi meningkat lagi dengan meningkatkan nafsu konsumsi pakaian baru, kursi baru, mobil baru, dan variasi kue untuk sajian pada saat lebaran. Menjelang akhir Radaman, emosi warga diaduk-aduk terus untuk segera meningkatkan konsumsinya dengan situasi lingkungan yang memanas dan iklan yang terus menyerang tak henti-henti. 

Ramadan memang diberkahi oleh Allah, dibuktikan dengan kosumsi makanan, transportasi dan pakaian meningkat. Lembaga pemerintah dan swasta, menyediakan dana tunjangan hari raya untuk menyemarakkan Ramadan. Tidak ada tarian kolosal berbiaya besar dengan keterlibatan jutaan manusia selain tarian mudik lebaran yang terjadi setiap tahun di Indonesia. 

Baiklah, supaya akal kita tumbuh, ayat perintah puasa, bukan diulang sebatas perintah, kita kembangkan menjadi pemahaman yang kaya dengan makna dan manfaat dunia akhirat. Jika ingin memahami makna tentang puasa, maka secara berurutan ayat tentang puasa bisa dibaca dari surat Al Baqarah, ayat 183 sampai dengan 187. Ayat ini berisi perintah dan keringanan dalam menjalankan puasa. 

THR kali ini kita tabung di saham, supaya Ramadan tahun depan bisa sedekah lebih banyak.

Secara khusus makna dari puasa bisa dikembangkan dari Al Baqarah ayat 186, "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." Ingat Al Quran artinya keterkaitan atau interkoneksi, untuk memahami puasa, kita koneksikan ayat puasa dengan ayat 186. 

Ada kaitan apa puasa dengan isi Al Baqarah ayat 186? Hal ini dikemukakan oleh Buya Syakur Yasin dalam chanel youtubenya, "pada saat puasa seseorang ada dalam kondisi kesadaran tinggi. Untuk itulah orang-orang yang punya kehendak selalu disarankan puasa, karena pada saat puasa seseorang berada pada kesadaran tinggi merasa dekat dengan Allah. Pada posisi merasa dekat dengan Allah, maka Allah mengabulkan orang-orang yang berdoa kepada-Nya". 

Jika pakai akal sehat, sesuai dengan keterangan dari Al Baqarah ayat 186, pada saat bulan Ramadan isinya adalah perbanyak doa dan tingkatkan amal baik dengan memperbanyak berbagai macam alternatif sedekah. Meningkatkan berbagai macam alternatif sedekah, antara lain meningkatkan kinerja, atur pola makan sehat, menyambung silaturahmi, membebaskan hati dari kebencian, mendamaikan permusuhan, membebaskan utang tetangga, membahagiakan anak yatim, membantu fakir miskin, melancarkan segala urusan orang lain, dan berbakti kepada orang tua. 

Dengan akal sehat, di bulan Ramadan keimanan kepada Allah sudah seharusnya kita tingkatkan dengan berlomba-lomba berbuat baik. Bagi orang yang berakal sehat, bulan Ramadan adalah bulan keberkahan dan menjadi peluang besar untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup untuk menghadapi kehidupan setahun ke depan sampai ketemu kembali bulan Ramadan. Baiknya menghadapi bulan Ramadan, kita awali dengan resolusi, "Ramadan kali ini saya gunakan akal sehat. Lebih taat lagi kepada Allah dari pada mengikuti nafsu kebanyakan orang!"***

No comments:

Post a Comment