Wednesday, September 4, 2013

PEDOMAN HIDUP SUKSES DARI LOGIKA AL ’ASHR

Kalau Anda pernah belajar sejarah, pasti akan ingat bahwa inti dari sejarah adalah masa lampau. Intisari dari masa lampau adalah waktu. Berkaitan dengan waktu, yang dimaksud dengan masa lalu itu kapan? Dalam ilmu sejarah suatu kejadian dikatakan sejarah jika sudah berlalu minimal 40 tahun. Namun kalau kita pikirkan sedetikpun kejadian yang telah berlalu adalah sejarah.

Sejarah sesungguhnya mengajarkan kepada kita tentang keharusan manusia menghargai waktu, agar manusia bisa hidup sejahtera di dunia dan akhirat. Saya sudah belajar sejarah kurang lebih 29 tahun, baru tahun ini (2013) saya baru menemukan pedoman bagaimana cara hidup sukses belajar dari sejarah.
Berkaitan dengan waktu, Tuhan mengingatkan kepada manusia agar waspada dan hargai waktu. Allah swt berfirman;

“Demi masa (waktu). Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran”. (Al ‘Ashr:1-3)

Saya coba tafsir ayat di atas dengan ilmu sejarah yang saya geluti. Begini, jika hidup ini adalah bentangan waktu dari masa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang, sampai akhirat. Maka siapakah orang-orang yang rugi yang dijelaskan dalam surat Al ‘Ashr di atas?

Untuk menjawabnya kita gunakan logika sejarah. Dalam logika sejarah, masa lalu adalah penyebab masa sekarang dan yang akan datang (AKHIRAT). Maka, jika masa lalu seseorang buruk akan berakibat pada masa depan yang buruk. Sudah dapat dipastikan orang-orang yang selalu mengisi waktu (masa lalunya) dengan keburukan, selamanya dia akan dapat keburukan di masa mendatang sampai akhirat.  Inilah yang dikatakan orang-orang merugi.

Sebaliknya siapa orang-orang yang sukses? Dia adalah orang-orang yang selalu mengisi waktu (masa lalunya) dengan kebaikan. Masa lalunya yang baik akan menjadi sebab bagi masa depannya yang baik. Orang yang paling baik adalah mereka yang SABAR dalam arti mengisi waktu demi waktunya (masa lalu, demi masa lalunya) tetap dalam kebaikan. Sehingga masa depannya akan terus baik sampai menjangkau waktu akhirat. 

Masa lalu penyebab kebaikan di masa depan adalah hukum mutlak dari Tuhan. Faktanya, seiring berjalannya waktu, kebaikan yang anda lakukan selalu di balas di depan. Buktikan saja, ketika anda berbuat baik waktu sekarang maka balasannya akan datang esok, lusa, seminggu, sebulan, setahun kemudian dan seterusnya. Ini membuktikan bahwa kebaikan yang anda lakukan menjadi sebab kebaikan di esok hari dan masa depan. Jika tidak berbuat kebaikan sebelumnya sangat tidak mungkin ada balasan kebaikan di masa depan.

Perihal balasan kebaikan dan keburukan, saya sudah sampaikan beberapa kali, bahwa Tuhan akan membalas (memberi imbalan) kepada kita atas apa-apa yang telah kita kerjakan. “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri,” (Al Israa’:7).

Balasan atas kebaikan dan keburukan yang kita lakukan itu adalah janji Tuhan. Dalam prosesnya Tuhan membalas kebaikan setelah kita melakukannya. Maka dari itulah, masa lalu kita yang baik akan menjadi sebab kebaikan kita di masa mendatang.

Untuk membangun masa depan yang baik, mutlak dibutuhkan KESABARAN. Apa itu kesabaran? Saya tegaskan lagi, sabar adalah menentapkan diri untuk mengisi waktu demi waktu dengan kebaikan agar masa depan kita selama tetap baik sampai batas waktu yang ditentukan Tuhan.

Dengan demikian kita selalu berdoa kepada Allah swt, “tetapkanlah kami di jalan yang lurus, jalan yang Engkau ridhai bukan jalan orang-orang yang tidak Engkau ridhai”. Siapa orang-orang yang di jalan lurus ini? Dia adalah orang-orang yang sabar membangun masa lalunya dengan kebaikan demi kebaikan agar masa depannya abadi dalam kebaikan (sejahtera dunia dan akhirat).

Salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @logika_Tuhan. 

No comments:

Post a Comment