Saturday, April 21, 2018

JABATAN PENYEBAB OTAK TUMPUL

OLEH:
MUHAMMAD PLATO

Manusia itu mutlak bodoh, karena setelah langit, bumi, gunung, tidak sanggup mengemban amanah dari Allah sebagai khalifah, entah kenapa manusia  nekad menyanggupinya. Mungkin ini  takdir bodoh manusia dari awal kejadiannya. Apa daya sekarang kita harus menderita, bekerja, dan usaha untuk memikul amanah dari Tuhan.

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh, (Al Ahzab, 33-72).

Inilah dasar ketentuan dari Allah bahwa para pemikul amanah itu adalah mutlak orang-orang bodoh. Mengapa demikian? Karena pemikul amanah punya beban berat di dunia, selanjutnya akan mengahadapi pengadilan yang sangat teliti tentang segala sesuatu yang diamanatkan kepadanya.

Untuk itu, langit, bumi, dan gunung, mereka kelak tanpa beban karena tidak memikul amanah dan akan terbebas dari pengadilan Allah yang maha teliti. Masuk logika, jika ada manusia di neraka menyesali hidupnya ingin kembali ke dunia menjadi tanah.

PENYEBAB OTAK TUMPUL

Selain para pemikul amanah ditakdirkan sebagai orang-orang bodoh, faktanya amanah jabatan juga penyebab otak tumpul. Mengapa jabatan jadi penyebab otak tumpul? Dalam jabatan ada berbagai fasilitas yang bisa membuat kita berada di zona nyaman.

Fasilitas dalam jabatan yang membuat zona nyaman atntara lain; makanan, minuman, uang, rumah,  kendaraan, hiburan, kehormatan, dan layanan. Maka dari itu, jabatan kecenderungan identik dengan kenyamanan, atas dasar inilah pada hakikatnya jabatan jadi penyebab otak tumpul.

DALAM JABATAN ADA KENYAMAN. ZONA NYAMAN INILAH YANG BIKIN OTAK TUMPUL
Sifat buruk manusia setelah berada di zona nyaman cenderung ingin bertahan dalam zona nyaman. Mencari atau bertahan dalam zona nyaman, memunculkan nafsu-nafsu bodoh yaitu cara-cara curang dalam mendapat dan mempertahankan jabatan.

Untuk itu, dalam jabatan psikologi orang-orang cendeurng korup akibat zona nyaman yang didapat dan ingin mempertahankan. Nafsu-nafsu bodoh muncul karena dominasi kepentingan dan kenyamanan pribadi dalam jabatan yang tidak ingin terganggu. Faktor psikologis inilah yang menyebabkan Sejarahwan Inggris Lord Acton berpendapat bahwa kekuasaan (jabatan) absolut korup.

Untuk itu kembali kepada takdir Tuhan, para pemikul amanah yaitu manusia memang bodoh. Para koruptor adalah fakta lapangan bahwa pada dasarnya jabatan cenderung membuat otak tumpul.

Bukti bahwa kenyamanan membawa efek bodoh pada manusia, dijelaskan oleh Ibnu Khaldun dalam Mukaddimah. Kata Beliau, “penduduk kota yang banyak berurusan dengan hidup enak, terbiasa hidup mewah, selalu berurusan dengan dunia, dan suka menuruti hawa nafsu, jiwa mereka telah dikotori oleh berbagai macam akhlak yang tercela dan berbagai prilaku jahat”.

Sebaliknya orang-orang badui Arab yang hidup sederhana, jauh dari kemewahan, sifat-sifat buruk mereka jauh lebih sedikit. Mereka lebih dekat kepada fitrah, cinta kepada kebaikan dan menjauhi kebiasan-kebiasaan jahat.

Manusia-manusia cerdas adalah mereka yang bertahan hidup sederhana dalam fasilitas mewah, beroritentasi pada kepentingan publik, menjaga hubungan silaturahmi, dan lebih sangat menghindari perpecahan (cenderung damai). Mereka membaca kejadian berdasar keyakinan dan sangat tergantung pada Tuhan. Wallahu 'alam.

(Penulis Master@logika_Tuhan)

No comments:

Post a Comment