Saturday, April 7, 2018

SEMUA GURU PENDIDIK

OLEH:
MUHAMMAD PLATO

Inilah salah satu contoh aplikasi dari logika Tuhan dalam kehidupan. Persepsi kita tentang segala kejadian menjadi absolut positif, sebagai sifat-sifat Tuhan yang absolut positif.

Ketika ditanya siapa guru-guru, dosen-dosen anda yang sudah sangat menginspirasi, mendidik anda? Jawabannya semua guru dan dosen telah menginspirasi dan mendidik saya. Namun sebagai manusia kita sering lupa terhadap seluruh kejadian yang pernah dilakukan para guru atau dosen dalam mendidik.

Hanya beberapa kejadian yang dapat kita rekam dan membekas dalam memori kita. Kejadian yang membekas pada memori kita biasanya adalah kejadian yang membuat kita sangat bahagia, atau kejadian yang sangat merasa kita kecewa.

Dalam dunia pendidikan, semua kejadian mengecewakan maupun membahagiakan adalah bagian dari pendidikan. Inilah pola pikir yang harus diajarkan oleh para pendidik dari generasi ke generasi.

"SEPATU KU TAKKAN PERNAH PUTUS ASA"
Saya buka kembali lembaran-lembaran memori 18 tahun lalu, apa yang membuat saya kecewa dan bahagia saat menjalani pendidikan di kampus. Dalam memori saya tergambar jelas, omelan Drs. Nainggolan kepada setiap mahasiswa. Omelan sering kita terima dalam setiap perkuliahan tanpa sebab. Dari kejadian itu sebenarn kita belajar hati-hati bagaimana membahagiakan orang lain.

Lembaran berikutnya, terlihat Bapak Julius Siboro, dengan badan tegap dia mengajarkan berpikir logis dengan benar, dengan memberi contoh pada buku yang Beliau tulis tentang sejarah Australia. Beliau mengajarkan bahwa sejarahwan harus berbicara berdasar data. Ibu Hansiswani menegaskan lagi bahwa fakta adalah data yang sudah diberi tafsir.  Dari situ saya belajar bahwa omongan sejarahwan bukan dongeng fantasi, tetapi omongan tentang fakta-fakta yang didukung oleh data.

Selanjutnya, saya menyesal karena Bapak Ismaun, Bapak Helius Syamsudin adalah pendidik yang handal, dengan modul yang Beliau susun sendiri, saya sering tidak konsentrasi saat perkuliahan Beliau karena masalah intonasi. Dari situ saya belajar bahwa ketika belajar kita harus menyesuaikan dengan gaya belajar para dosen, bukan para dosen yang menyesuaikan dengan kita.

Bapak Hamid Hasan, Beliau lebih banyak menginspirasi saya tentang belajar kognitif. Diktat yang Beliau susun bolak balik saya baca. Beliau juga menegaskan pentingnya lingkungan baik untuk menunjang pembentukan karakter peserta didik. Beliau juga mengajarkan etika sederhana yang saya pegang sampai sekarang, “ketika bertamu jangan sekali-kali duduk, sebelum dipersilahkan duduk”. Dari Beliau saya belajar bagaimana membentuk karakter anak-anak dengan belajar berpikir. Saya berkesimpulan bahwa setiap pembelajaran adalah pembelajarn kognitif, hanya di negara kita pembelajaran kognitif tidak pernah tuntas sampai tingkat akhir.

Ibu Rochiati Wiriatmadja, benar-benar telah mengajarkan kepada saya tentang membangun sebuah metodologi baru dalam mengembangkan ilmu. Beliau melempar proposal tesis yang saya buat karena dianggap tidak mengikuti kaidah baku penelitian. Dari Beliau saya belajar terus untuk mengembangkan metodologi baru dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di abad 21.

Bapak Asmawi Zainul, saya berhutang budi sama Beliau. Kedermawanan Beliau dalam meminjamkan buku, sampai sekarang belum saya kembalikan. Buku itu masih terpelihara, saya simpan dalam rak lemari buku saya. Dari situ saya belajar, bahwa saya harus belajar keras untuk menjadi orang yang amanah.

Bapak Agus Mulyana, Beliau telah mengajarkan kepada saya bahwa jika kita bekerja keras dan banyak membaca, maka siapapun bisa menjadi lebih cerdas. Saya sangat bekerja keras membaca buku-buku filsafat Islam dari timur tengah. Hasilnya, dalam kuliah filsafat saya di apresiasi oleh Baliau dengan nilai A.  Saya belajar bahwa kecerdasan setiap orang bisa berubah tergantung kerja keras setiap orang dalam mengiinput pengetahuan. Saat ini saya terapkan dalam setiap lembaga pendidikan yang saya tempati, bahwa prilaku mendasar yang harus dibiasakan kepada seluruh pencari ilmu adalah budaya input pengetahuan melalui aktivitas baca.

Bapak Syarief Moeis, beliau mengajak mahasiswa santai dengan bermain bridge. Ketika teman saya minta nilai bagus karena telah merasa dekat, Beliau berkata, “kalau mau nilai bagus harus belajar sungguh-sungguh”. Dari kejadian itu saya belajar bahwa sebagai pendidik kita harus profesional, kedekatan dengan murid tidak lantas murid dapat hak istimewa untuk nilai bagus.

Semoga semua guru dan dosen selalu dilimpahi rahmat dari Allah swt. Beliau adalah para Aulia yang akan duduk di singgasananya Allah swt. Semoga kecerdasan dan keraifan Beliau-beliau mengalir di dalam darah para murid-muridnya. Dari semua guru dan dosen saya telah belajar, bahwa “seluruh kejadian dalam pendidikan adalah pendidikan. Tidak ada yang perlu kita sesali karena semuanya mendewasakan kita”. Wallahu’alam.

(Penulis Master Trainer @logika_Tuhan. Lembang, 1 April 2018)

3 comments:

  1. Subhanalloh logika tuhan @master trainer kang toto. Membuka lembaran sejarah dengan orang orang yg saya juga mengenla mereka. Kemampuan beradaptasi dan selalu berfikir positif (mental menjadi murid) menjadikan segala sesuatu akan ada hikmahnya di hari kemudian. Syukron pencerahannya.

    ReplyDelete
  2. Terima kasih pak muhammad Plato.

    ReplyDelete