Saturday, July 6, 2019

JABATAN ADALAH PENDERITAAN

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Menarik untuk disimak dan dicerna, ketika acara serah terima jabatan dua orang pejabat berbicara tentang hakikat jabatan. Mereka menyampaikan hakikat jabatan dan kita menyimak bertarung dengan ego.

YANG BERPISAH

innalillahi wa innailaihi rojiun”, ini adalah ekpresi seorang pejabat ketika menerima amanah jabatan baru dalam acara pisah sambut. Apa sebab kalimat ini harus terucap dari pejabat rendah sampai pejabat tinggi? Semua karena betapa berat beban dunia akhirat yang akan ditanggung oleh seorang pejabat. Allah telah memberi peringatan betapa bodohnya manusia ketika menerima jabatan yang diamanahkan kepadanya.

Ucapan innalillahi wa innaliaihi rojiun didasari oleh dalil-dalil yang memberatkan dan kerasnya ancaman Allah kepada seorang pejabat. “Jabatan (kedudukan) pada permulaannya penyesalan, pada pertengahannya kesengsaraan (kekesalan hati) dan pada akhirnya azab pada hari kiamat”. (HR. Ath-Thabrani).

Allah telah memberitahu bahwa kita makhluk terbodoh dihadapan Nya. “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh” (Al Ahzab, 33:72).

dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh” (Al Ahzab, 33:72).
Mengapa langit, bumi, dan gunung enggan dibebani amanah jabatan? Sepertinya langit, bumi, dan gunung lebih cerdas dari manusia. Terungkap dalam Al-Qur’an manusia telah menyesali diri menjadi manusia.  “… pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah". (An Nabaa, 78:40). Tanah tidak menerima amanah dari Tuhan, maka tanah bebas dari hisab di yaumil akhir.

Sesungguhnya “jabatan adalah penderitaan”, sebagaimana kisah Nabi Muhammad saw memikulnya selama 63 tahun. Setelah meninggal pun hujatannya tidak pernah reda. Setiap pejabat memegang kekuasaan atas tanah, langit, gunung, dan segala yang hidup di dalamnya. Segala keluh kesah, kehancuran, kesakitan, penderitaan, kesenangan, dan kesejahteraan seluruh makhluk yang ada di dalamnya adalah tanggung jawab pejabat yang diamanahi.

Seorang pejabat diamanahi langit, bumi, tanah, dan segala yang hidup di dalamnya. Tanah, bangunan, seluruh aset, kucing, kecoa, tikus, semut, dan manusia, segala kesulitan dan kesenangan berada dalam tanggung jawab pejabat yang diberi amanah. Inilah kekhawatiran langit, bumi, dan gunung-gunung apabila menerima amanah.

Para pejabat harus menjadi rahmat bagi seluruh alam, inilah amanah berat yang diemban bagi seorang pemimpin. Rahmat bagi seluruh alam artinya pejabat harus mensejahterakan seluruh wilayah langit, bumi, gunung, dan seluruh makhluk yang ada di dalamnya. Ini adalah perintah langsung dari Allah untuk pejabat.  

Allah akan menghisab dengan teliti atas apa yang telah dikerjakan bagi setiap pejabat berkaitan dengan kondisi makhluk yang ada di wilayah kekuasaannya. Semut yang terinjak, kucing yang terdzalimi, anjing terperosok lubang, akan bersaksi. Inilah perkara besar bagi pejabat di yaumil akhir.

YANG DISAMBUT

“jangan minta jabatan, karena jabatan tidak boleh diminta”. Ini adalah ekpresi dari pejabat yang menempati tempat baru. Perkataan ini juga berdalil dari hadis dan Qur’an. Rasulullah Saw berkata kepada Abdurrahman bin Samurah, “Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau menuntut suatu jabatan. Sesungguhnya jika diberi karena ambisimu maka kamu akan menanggung seluruh bebannya. Tetapi jika ditugaskan tanpa ambisimu maka kamu akan ditolong mengatasinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jabatan tidak boleh diminta karena di dalamnya ada beban berat bahkan kerugian besar. Kerugian yang paling ditakuti yang diberi tanggung jawab sebagai pejabat adalah tidak mendapat pertolongan Allah ketika bertugas. Jangankan meminta, diberi saja langit, bumi, dan gunung menolak. Mereka yang diberi jabatan sudah dikatakan bodoh oleh Allah, apalagi yang meminta.   

Maka, rezeki para pemimpin yang paling diharapkan dan menjadi anugerah terbesar adalah mendapat limpahan ampunan Allah swt. Doa-doa yang diharapkan dari rakyatnya oleh para pemimpin ADALAH mohonkanlah LIMPAHAN ampunan untuk kami yang akan menanggung azab di hari kiamat nanti.

Di Malaysia, penulis menyaksikan sehabis jumatan bersama jamaah satu per satu sultan didoakan. Sebaik-baiknya doa adalah mendoakan pemimpin agar diberi ampunan dan kemudahan dalam menjalankan tugas, karena  jika doa terkabul maka kebaikan dan kesejahteraan akan didapat oleh masyarakat. 

Inilah pesan moral tinggi dari acara pisah sambut dua orang pejabat. Semoga Allah melimpahkan ampunan kepada kita semua.  Wallahu ‘alam.

(Penulis Head Master Trainer)

No comments:

Post a Comment