Monday, November 14, 2022

MENGHINA NABI URUSANNYA DENGAN TUHAN

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Islam melarang manusia meleceh sesama manusia, apa lagi melecehkan nabi Nya. Ketika manusia melecehkan manusia lain sesungguhnya dia melecehkan sang Pencipta. Baru-baru ini beredar komedian menampilkan sosok yang menyudutkan kelompok yang mengarah pada identitas etnis dan agama tertentu.  Komedian di dampingi boneka ciptaannya, dengan aksesoris negatif tentang kelompok dan agama tertentu. Nampak sang komedian berhasil menghibut penonton dengan gelak tawa, namun di luar sana ada sekelompok etnis, dan agama yang sedang disudutkan. 

Komedian dan para penonton sebagian besar dari kelompok masyarakat yang getol menyuarakan anti pelecehan, anti intoleran, dan sangat menghargai perbedaan. Namun mereka tidak sadar bahwa boneka, nama boneka, dan identitas boneka, mengerucut pelecehan pada satu kelompok masyarakat. Tertawa mereka adalah hiburan, namun mereka tidak sadar bahwa tertawa mereka adalah pelecehan pada sebuah bangsa yang identitik dengan masyarakat penganut agama yang taat.

Bangsa itu sangat menghargai kebebasan berekspresi, namun mereka tidak berhasil memahami bahwa kebebasan ekspresi yang dijaganya bisa jadi bumerang bagi bangsanya sendiri. Dari kehidupan dunia, diakuii bangsa mereka sudah mapan. Ilmu dan teknologi berhasil mereka kembangkan. Namun kemegahan dan kekayaan dunia telah melumpuhkan hati mereka untuk mengidentifikasi kehadiran Tuhan dalam seluruh relung kehidupan. 

Sayang, komedi yang mereka ciptakan dengan dalil kebebasan berekspresi tidak berhasil membuat mereka jadi bangsa beradab. Komedi yang mereka ciptakan berhasil menggeneralisir etnis, agama, dan nabi yang dihormati di kelompok masyarakat tertentu dilcecehkan. Jika saja melecehkan etnis, agama, dianggap melecehkan Tuhan, apalagi mengarah pada pelecehan nama seorang nabi. 

Terimakasih Tuhan, agama dan nabi yang diyakini sebagai agama paling rasional, dan nabi yang paling fenomenal di dunia telah diperkenalkan melalui berbagai macam cara. Di timur nabi ini dikenal sebagai pembawa perubahan peradaban masyarakat, sebaliknya di barat nabi ini dipopulerkan dengan cara-cara keji dan kejam. 

Hampir 1400 tahun nabi ini dikampanyekan negatif oleh belahan barat, dan di belahan timur dikampanyekan positif. Umat manusia di seluruh dunia menyaksikan, bahwa upaya-upaya manusia tidak akan mengubah yang baik jadi buruk, sebaliknya yang buruk jadi baik. Pemilik skenario kehidupan manusia di bumi ini bukan para kapitalis bukan juga para spiritualis. Skenario kehidupan manusia di bumi ini mutlak milik Tuhan. 

Penulis mengingatkan pada seluruh umat manusia di belahan bumi manapun, menghina agama dan melecehkan nabi bukan sedang berurusan dengan umat manusia. Mereka yang melecehkan agama dan nabi, dia sedang berurusan dengan Tuhan pemilik skenario kehidupan. Manusia tidak mampu melenyapkan keburukan dan kebaikan di muka bumi ini. Namun manusia-manusia yang sedang berusaha mematikan kebaikan, dia sedang menghidupkan keburukan untuk dirinya sendiri. 

Skenario Allah akan tetap berjalan, di sadari atau tidak disadari. Dikabarkan di dalam Al Quran mereka yang menertawakan kebaikan, pada suatu saat akan jadi bahan tertawaan. 

"Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman". (Al Mutaffifiin, 83:29). "Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir," (Al Mutaffifiin, 83:34). 

Apa yang dilakukan manusia di muka bumi ini, telah dituliskan Tuhan dalam catatan Nya. Apa yang telah ditetapkan Tuhan itulah yang akan kelak terjadi. Bagi manusia yang yakin mendapati kebenaran dari Tuhan, seluruh kejadian menjadi harapan baik dikehidupan yang akan datang. Pada saat mereka menertawakan kebenaran dari Tuhan dengan senang, sebenarnya kami juga menertawakan mereka karena mengetahui apa yang terjadi di masa depan.  

Sebagai umat beragama, kita tidak diajarkan Tuhan untuk mengutuk manusia. Umat beragama diajarkan untuk mendoakan seluruh umat manusia bisa hidup dalam kedamaian dan kesejahteraan. Mereka yang menentang kebenaran dari Tuhan, tidak sedang berperang dengan sekelompok manusia. Dia sedang menentang kehendak Tuhan Yang Esa. Bagi kami, para penentang kebenaran agama adalah manusia-manusia yang kelak bisa jadi orang-orang yang dicintai Tuhan. Tidak ada sedikit kekhawatiran bagi umat beragama karena semuanya sudah diberi tahu Tuhan, apa kelak yang akan terjadi. Semoga para penentang Tuhan, kelak menjadi orang-orang yang dicintai Tuhan***


 

No comments:

Post a Comment