Wednesday, February 5, 2014

RUMUS AGAR SHALAT JADI OBAT ANTI GALAU



Mungkin Anda pernah mengalaminya, shalat sudah rajin tetapi hati dan pikiran masih galau. Itu tanda shalatnya tidak khusyu. Agar shalat menjadi obat dan melancarkan rezeki mari kita gali pengetahuan dari Al-Qur’an, untuk apa sebenarnya kita shalat. Pengetahuan dari Al-Qur’an inilah yang akan menjadi niat Anda ketika mau Shalat. Niat adalah pangkal dari segala kegiatan. Sebaik-baiknya niat yang anda dawamkan ketika mau shalat, harus berdasarkan petunjuk Tuhan yang bersumber dari Al-Qur’an.

Berdasarkan pengetahuan pada Al-Qur’an, saya menemukan beberapa tujuan, mengapa Tuhan memerintahkan manusia shalat. Atas dasar tujuan inilah niat shalat bisa kita lakukan. Jika teman-teman meyakini niat shalat yang baku dan suka didawamkan setiap mau shalat, pengetahuan dari Al-Qur’an ini bisa jadi niat tambahan.

Tujuan shalat adalah minta tolong. Atas dasar ini, shalat bisa menjadi solusi dalam menyelesaikan masalah-masalah kehidupan sehari-hari. Masalah belum punya pekerjaan, belum punya jodoh, ingin punya rumah, ingin punya anak, ingin cerdas, mau dagang lancar, apa saja bisa minta pertolongan kepada Allah dalam shalat.

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (al Baqarah:45)

Allah menyuruh manusia, untuk menyelesaikan masalah dengan shalat. Jika shalat berbasis pada masalah, banyak orang bisa menemukan kekhusyukkan dalam shalat. Untuk itulah manusia harus punya cita-cita yang tinggi, agar hidupnya menjadi masalah. Ketika hidupnya terus bermasalah karena tinggi dan banyaknya cita-cita maka selamanya dia akan bermasalah dan tergantung minta tolong kepada Allah. Dengan demikian, semoga kita digolongkan pada orang-orang yang selalu didekatkan kepada Allah.

Shalat bisa bertujuan minta rezeki kepada Allah. Di dunia ini banyak orang-orang yang bermasalah dengan rezeki. Wujud rezeki macam-macam tergantung kondisi. Jika sedang sakit, rezeki itu berupa sehat. Kalau sedang tidak punya uang, rezeki itu berarti uang. Jika belum punya rumah, rezeki itu bisa berupa rumah, dan kalau belum punya pekerjaan, rezeki itu bisa berbentuk pekerjaan. Apabila Anda bercita-cita menjadi orang kaya, rezeki itu bisa berarti kekayaan yang anda inginkan.

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (Thaahaa:132).

Jika kita hubungakan konsep-konsep di atas, maka Anda akan menemukan definisi atau pemahaman apa sesungguhnya tujuan shalat itu. Sekarang anda ambil tiga konsep dari cetak tebal di atas. Misalnya, shalat, rezeki, akibat. Jika tiga konsep itu anda baca secara berurutan maka maknanya akan rancu. Tapi jika tiga konsep itu anda baca dengna logika, maka akan muncul pemahaman bahwa shalat pembawa akibat datangnya rezeki. Dan dalam melaksanakannya, konsep shalat selalu bergandengan dengan kata sabar.

Dengan pengetahuan Al-Qur’an ini, kita bisa menjadikan shalat sebagai solusi dalam menyelesaikan masalah-masalah hidup kita sehari-hari. Jika shalat bacaannya sudah dipatok dan baku, seperti yang telah diajarkan, sebenarnya ada peluang dalam shalat untuk mengemukakan keinginan kita kepada Tuhan. Seperti dapat kita ketahui dari hadis Nabi saw, di dalam shalat ada saat-saat dimana kita bisa meminta langsung apa yang kita inginkan kepada Tuhan, yang paling mantap adalah di saat sujud dan di saat-saat akhir sebelum salam. Jangan lupa waktu spesial setelah habis shalat-shalat wajib dan waktu antara setelah adzan dan sebelum iqamah. Ayo adukan semua masalah kamu kepada Tuhan dalam shalat, sebelum atau sesudah shalat.

Jika saja pengetahuan Al-Qur’an ini sampai dengan utuh kepada kita, tentulah manusia tidak akan terjebak pada rayuan-rayuan selain Tuhan. Tidak perlu minta tolong sama dukun, paranormal, dan tidak perlu percaya pada ramalan-ramalan orang. Semua yang terjadi kita serahkan pada Tuhan. Tidak ada satupun manusia, jin, malaikat, yang punya daya upaya untuk mendatangkan rezeki buat manusia, kecuali atas kehendak dan kekuasaan Tuhan.   

Dan inilah kebenaran Tuhan, tentang shalat pembuka rezeki. Perhatikan baik-baik. Bacalah dengan hati yang tenang.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (Ibrahim:37).

Dari pengetahuan Al-Qur’an di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa Shalat adalah pemberkah tanah yang kita tinggali. Sekalipun lembah yang tidak ada tanaman (gersang), dengan mendirikan shalat, maka Allah berkehendak memberikan rezeki kepada tanah yang diatasnya ada orang-orang yang mendirikan shalat. Maka, sesulit apapun hidup, minta tolonglah kepada Allah dengan mendirikan shalat.

Kalian bisa saksikan sendiri makanan apa yang tidak ada di tanah Mekkah? Padahal dulunya tanah itu gersang tidak satupun tanaman yang tumbuh. Mari dirikanlah shalat sebanyak-banyaknya, karena shalat adalah pemberkah kehidupan Anda. Ingat yang sabar ya, karena sabar setengah ilmu agama dan Allah selalu bersama yang sabar.

Salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @logika_Tuhan

No comments:

Post a Comment