Saturday, April 4, 2015

LOGIKA INDAH DI ANTARA DUA SUJUD (2)




Ada orang terlalu tergesa-gesa, terlalu berapi-api, menyalahkan bahwa siapa yang memahami Al-Qur’an dengan logikanya dia salah, sekalipun benar tetap salah. Saya tersenyum saja, sebab ketika mereka bicara seperti itu, dia sendiri sudah menggunakan logika. Tidak mungkin dia berbicara seperti itu tanpa sebab yang mendasarinya. Saya tahu sebab Dia ngomong seperti itu karena hadis yang Dia baca secara leterlek.

Al-Qur’an itu milik umat, bukan milik segelintir orang. Jika ada orang mau memahami dengan kemampuan yang dimilikinya, biarkan saja nanti Allah yang membimbingnya, toh yang di baca dan dipahami Al-Qur’an. Mohon diingat juga, jangan terlalu bernafsu menyalahkan orang, sebab ketika mati nanti semua akan bertanggung jawab atas perbuatan masing-masing.Saya akan bertanggung jawab atas hasil pemikiran, perkataan, dan perbuatan saya sendiri.

Baiklah kali ini akan saya jelaskan logika indah diatara dua sujud yang kedua. Silahkan perhatikan doa diantara dua sujud di bawah ini:
1.      Ya Tuhan ampunilah kami, dan kasihinilah kami.
2.      Tutuplah segala keburukan kami dan tinggikanlah kedudukan kami.
3.      Limpahkan rezeki kepada kami dan bimbinglah kami.
4.      Sehatkanlah kami dan maafkanlah kami.

Doa kesatu dan kedua memiliki pola yang sama yaitu, doa tersebut menjelaskan bahwa kebaikan yang diterima manusia karena ampunan Tuhan. Wujud ampunan Tuhan itu adalah ditutupnya manusia dari segala keburukan. Salah satu kebaikan dari Tuhan adalah ditinggikan kedudukan.

Jika logika dalam doa di atas dipakai dalam kehidupan sehar-hari, maka kita akan terhindar dari segala kesombongan karena apapun kebaikan yang kita dapatkan rumusnya karena ampunan dan ditutupnya segala keburukan oleh Tuhan.

Doa ketiga dan keempat, menjelaskan logika sebaliknya dari doa kesatu dan kedua bahwa kebaikan yang kita miliki bisa jadi penyebab keburukan. Salah satu kebaikan itu adalah rezeki dan kesehatan. Pada kenyataannya banyak orang-orang menjadi lalai kepada Tuhan karena rezeki dan kesehatan yang milikinya.

Untuk itulah sangat logis jika permohonan yang kita minta kepada Tuhan adalah bimbingan dan maaf, atas rezeki dan kesehatan yang kita miliki. Logika yang disusun dalam doa ketiga dan keempat, adalah menganjurkan manusia untuk membangun kesederhaaan dalam bersikap dan berpilaku pada saat memperoleh kebaikan dari Tuhan.

Pada doa ketiga dan keempat terdapat pula logika lain. Logika ini menjadi petunjuk berpikir sehari-hari bagi orang-orang yang mau mendapat rezeki dari Allah swt. sebagai berikut;
·         Jika ingin sehat perbanyak minta maaf kepada Tuhan,
·         Jika ingin diberi rezeki mintalah selalu bimbingan Tuhan.

Sekian dulu penjelasan saya. Kebenaran milik Allah swt, saya hanya mencari bimbingan dan maaf dari Tuhan atas segala ketidaktahuan saya. Ampunilah kami ya Allah, tutuplah keburukan kami ya Allah swt. jika kami terlalu lancang memahami ayat-ayat Mu dengan logika yang telah Engkau berikan kepada kami. Billahi taufik walhidayah. Sdlt.

(Muhammad Plato, Penulis Buku Hidup Sukses Dengan Logika Tuhan. Follow me @logika_Tuhan)

No comments:

Post a Comment