Sunday, June 28, 2015

RAHASIA SUKSES KELUARGA GENI HALILINTAR



Setelah tayang di media elektronik, keluarga kesebelasan Geni Halilintar menjadi terkenal. Keluarga dengan sebelas anak di zaman sekarang adalah sebuah fenomena sosial yang unik untuk kita kenal.

Demikian juga saya sangat tertarik dengan fenomena ini. Saya cari informasi di internet dan mencoba pesan bukunya. Buku itu berbicara true story tentang kehidupan sehari-hari keluarga Geni Halilintar dan keluarga lengkap dengan photo-photo keluarga hasil anggota keluarganya.

Buku itu secara sistematis berbicara mulai dari proses pernikahan, aktivitas bisnis setelah menikah, masa-masa kehamilan, dan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh kesebelas anaknya. Hal yang paling mengundang pertanyaan bagi saya, mungkin juga Anda,  adalah mengapa dari kesebelas anak Geni Halilintar memiliki kecerdasan luar biasa.

Siapa yang tidak ingin memiliki anak cerdas, dalam usia 13 tahun sudah punya bisnis jual beli mobil, bisnis gadget, kuliner, dan busana. Menguasai bahasa inggris dalam usia dini, punya IQ genius, bisa berkomunikasi ala presenter dalam usia dini, dan berprilaku seperti orang dewasa dalam usia muda. Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anak cerdas seperti yang dimiliki oleh keluarga Geni Halilintar.

Lalu apa rahasia sukses Geni Halilintar dalam melahirkan anak-anaknya yang cerdas. Saya akan ungkap dengan menggunakan analisa logika Tuhan. Rahasia sukses tersebut antara lain:
  1. Menikah dalam usia muda (saat masih studi di PT), tanpa pacaran. Tujuannya menghindari dosa besar (jinah). “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (Al Israa:32).
  2. Menikah dengan mahar sederhana. Geni meminta mahar yang sangat murah yaitu seperangkat alat shalat dan membaca surat Al-Ikhlas tiga kali. Menurut pandangan manusia mahar sederhana ini kecil sekali nilainya, namun menurut pandangan Tuhan inilah mahar yang tidak ternilai harganya. Keterangannya bisa kita temukan dalam sebuah hadis, “Sebaik-baik wanita ialah yang paling ringan mas kawinnya. (HR. Ath-Thabrani). Di dalam hadist dijelaskan bahwa “Isteri yang paling besar berkahnya ialah yang paling ringan tanggungannya”. (HR. Ahmad dan Al Hakim). Mahar membaca surat Al-Ikhlas tiga kali dihadapn Tuhan sama dengan mempersembahkan sebuah pemahaman terhadap 30 juz Al-Qur’an.
  3. Memperlakukan suami sebagai pemimpin. Ketentuan-Nya adalah “Tidak dibenarkan manusia sujud kepada manusia, dan kalau dibenarkan manusia sujud kepada manusia, aku akan memerintahkan wanita sujud kepada suaminya karena besarnya jasa (hak) suami terhadap isterinya”. (HR. Ahmad). 
  4. Mendidik anak sejak dalam kandungan. Salah satu bukti bahwa Geni dan Halilintar mendidik anaknya sejak dalam kandungan adalah dengan tidak mengikuti semua keinginan anaknya ketika dalam kandungan. Jika awam memanjakan ibu hamil dengan mengikuti seluruh keinginan atas nama janinnya, Geni sudah mendidiknya sejak dalam kandungan dengan mengendalikan keinginan janinnya.
Model pendidikan yang dilakukan Geni dan Halilitar adalah learning by doing (keteladanan). Ketika sejak dalam kandungan seluruh anak yang dilahirkannya telah diberi pendidikan dengan model keteladanan. Inilah pendidikan yang dilakukan Geni terhadap seluruh anaknya ketika dalam kandungan.

Metode pendidikan yang dilakukan Geni Halilintar adalah bisnis dan traveling. Bisnis adalah sebuah aktivitas yang menuntut kreativitas dan spiritualitas tinggi. Melalui aktivitas bisnisnya Geni Halilintar  secara tidak langsung telah mendidik anak-anaknya sejak dalam kandungan. Isi pendidikan yang terkandunga dalam aktivitas bisnis adalah berpikir cerdas dan kreatif, serta penanaman karakter jujur, setia pada janji, ramah, dan komunikatif. Ketika ibu dan ayahnya berpikir untuk mengembangkan bisnis, bayi-bayi yang dikandungnya ikut diajak berpikir kreatif, dst.

Tentang perintah bisnis, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”. (An Nisaa:29)

Metode pendidikan selanjutnya adalah traveling. Konsep traveling dijelaskan di dalam Al-Qur’an sama dengan hijrah. Traveling sudah dicontohkan oleh para Nabi. Traveling (hijrah) terpanjang dilakukan oleh Nabi Ibrahmi as. Beliau melakukan perjalanan traveling bersama keluarga kurang lebih 15000 km. Nabi Muhammad melakukan traveling (hijrah) dari Mekah ke Madinah kurang lebih 500 km.

Maka dari Nabi Ibrahim as (bapak Para nabi) lahir keturunan-keturunan yang super cerdas. Salah satunya Nabi Muhammad saw.

Traveling (hijrah) adalah ketentuan Tuhan, yang tidak bisa dihindari oleh setiap makhluk ciptaan Tuhan. Mengapa menjadi ketatapan Tuhan, karena Hijrah (traveling) membawa dampak terhadap kecerdasan dan keberkahan rezeki setiap makhluk yang melakukannya.

Ketentuan Tuhan tentang traveling (hijrah), ditetapkan dalam Al-Qur’an, “Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak”. (An Nisaa:100)

Dalam surat lain ditentukan sebagai berikut, “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan”. (At-Taubah:20,)

Harus diketahui logika sebab akibat yang diajarkan Tuhan. Dengan memperhatikan ayat di atas, akibat yang akan didapat bagi orang-orang berhijrah (traveling) adalah Rezeki Banyak, Kedudukan Tinggi, Dan Kejayaan.

Faktanya Nabi Ibrahim memiliki kekayaan yang tidak ternilai, untuk mengembala ternak yang dimilikinya dibutuhkan kurang lebih 3000 anjing penjaga, dan jika Nabi Muhammad saw menghendaki kerajaan bumi dan langit, Beliau bisa memilikinya.

Kesimpulannya, jika para pasangan muda-mudi menginginkan anak-anaknya terlahir dengan kecerdasan luar biasa, didiklah seperti yang dicontohkan para Nabi Ibrahim as dan dicintohkan kembali oleh Nabi Muhammad saw. dan salah satu pelakuknya sekarang adalah keluarga Geni dan Halilinatar. Jangan lupa beri pendidikan anak-anak Anda Wallahu ‘alam.

(Muhammad Palto, Penulis buku hidup sukses dengan logika Tuhan, Follow @logika_Tuhan).

No comments:

Post a Comment