Saturday, December 31, 2016

NABI PEMBEBAS DERITA MANUSIA


Oleh:
MUHAMMAD PLATO

Jangan merasa paling menderita. Derita hidup yang manusia rasakan saat ini, tidak seberapa dari penderitaan hidup yang dialami Nabi Muhammad saw. Dari sejarah dapat dibuktikan dengan fakta-fakta, Nabi Muhammad saw terlahir dan hidup silih berganti dalam penderitaan.

Jika kita baca dari sudut pandang pendidikan, Nabi Muhammad saw sejak awal sampai akhir hidupnya, adalah seorang guru sejati yang tidak ada henti-hentinya mengajarkan, memberi contoh, bagaimana bertahan hidup dalam penderitaan. Beliau adalah guru semua makhluk hidup yang sukses melewati segala penderitaan dan keluar menjadi orang paling sukses dan  disejahterakan Tuhan.

Jalan hidup terbaik yang dicontohkan Nabi Muhammad saw semuanya terdapat dalam kitab suci Al-Qur’an. Semua substansi jalan hidup yang diajarkan Nabi Muhammad saw kepada manusia adalah membiasakan diri bertahan hidup dalam penderitaan. Perintah shalat, sedekah, zakat, puasa, ibadah haji, percaya pada takdir Tuhan, membalas keburukan dengan kebaikan, tidak boleh marah dan putus asa, tidak boleh mengeluh dan menyalahkan orang lain, tidak boleh makan dan minum yang haram, semuanya melatih manusia untuk membiasakan hidup lurus dalam penderitaan.

Penderitaan terberat dari ajaran Islam dari Nabi Muhammad saw adalah membiasakan hidup ikhlas dalam arti berserah diri atas segala yang terjadi sebagai rencana baik dari Tuhan.  Dalam bahasa lain ajaran terberat adalah membiasakan hidup bahagia dengan selalu berprasangka baik pada Tuhan dalam kondisi sempit maupun lapang.


Penderitaan hidup Nabi Muhammad saw bukan untuk dirinya, melainkan untuk umat manusia, Al-Qur’an yang dibawanya adalah amanah dari Tuhan sebagai rumus pembebas penderitaan seluruh umat manusia. Dalam rangka menyampaikannya kepada umat manusia, Nabi Muhammad saw menanggung derita, maka derita Nabi Muhammad saw adalah derita seluruh umat manusia.

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (At-Taubah:128).

Sepanjang hidupnya Nabi Muhammad saw, berkorban mengambil keputusan-keputusan dengan penuh resiko. Keputusan pertama yang penuh resiko dilakukan oleh Nabi Muhammad saw, ketika mengumumkan kepada orang-orang musyrik bahwa dirinya adalah utusan Allah (Rasulullah) yang akan membebaskan manusia dari kemusyrikan. Sementara yang tahu dirinya sebagai Rasulullah, hanya Nabi Muhammad sendiri  dengan  Allah. Jadi Nabi Muhammad saw adalah seorang pemberani yang awalnya berjuang sendiri meyakinkan orang lain bahwa dirinya Rasulullah tanpa ada saksi.  

Mengumumkan diri sebagai Nabi di tengah masyarakat pagan butuh keyakinan, keberanian menanggung resiko tinggi. Resiko menderita sudah pasti didapatkan oleh Nabi Muhammad saw. Resiko yang terjadi pada Nabi Muhammad direkam dalam kitab suci Al-Qur’an. Nabi Muhammad saw di cap sebagai orang gila, tukang sihir, pembohong, dan pendusta. Dalam sejarah tercatat, tidak cukup hinaan, perlakuan-perlakuan yang merendahkan kedudukan dialamatkan pula oleh kaum pagan kepada Nabi Muhammad saw dengan cara  meludahi, menyiram dengan kotoran, rencana dibunuh, dan boikot ekonomi. Sungguh penderitaan berat dialami Nabi Muhammad saw. demi  membebaskan penderitaan seluruh umat manusia.

Penderitaan terberat yang dialami Nabi adalah ketika harus tinggal ditempat yang sangat tidak aman untuk Dirinya, keluarga, dan para pengikutnya yang masih sedikit. Menjadi kaum pembawa perubahan dengan jumlah kecil di tengah-tengah kekuatan besar sangat beresiko tinggi. Jiwa Nabi Muhammad saw. sangat terancam setiap saat. Bertahun-tahun para pembenci dan pembunuh bayaran selau mengincar nyawa Nabi Muhammad saw. Inilah penderitaan hidup yang sangat luar biasa yang tidak pernah dapat kita bayangkan.

Lalu apa arti penderitaan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw kepada kita semua? Jawabannya kita temukan di dalam seluruh isi kitab suci Al-Qur’an. Seluruh penderitaan yang dialami Nabi Muhammad saw adalah demi ajaran yang mengajarkan manusia terbebas dari penderitaan.

Ajaran pembebas penderitaan manusia tersebut tertulis dalam Al-Qur’an. Para sahabat menyimpan ayat ini pada bagian awal dalam Al-Qur’an setelah surah Al-Fatihah.

“Alif Laam Miim. Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan MEREKALAH ORANG-ORANG YANG BERUNTUNG”. (Al Baqarah, 2:1-5)

Beriman kepada yang ghaib (Allah swt), shalat, sedekah, beriman pada kitab-kitab Allah, serta yakin adanya akhirat, adalah kunci-kunci ajaran pembebas manusia dari penderitaan yang diajarkan Nabi Muhammad saw. Untuk menyampaikan inti ajaran di atas, Nabi Muhammad saw telah lebih dulu sangat menderita untuk manusia, dan manusia sekarang tinggal menikmati keberuntungannya seperti yang dijanjikan dalam lima ayat di atas.

Kebebasan dan menyebarnya AJARAN ISLAM sekarang adalah keberuntungan bagi umat manusia yang tidak ternilai. Tuhan telah membuktikan, dan menjamin siapa yang taat pada ajaran-Nya dijanjikan keberuntungan. Namun demikian manusia harus tetap berjuang menghadapi penderitaan hidup dalam mendirikan seluruh perintah Tuhan, karena dengan menghadapi penderitaan itulah manusia bisa hidup sejahtera.

Salam sejahtera untuk Nabi Kita Muhammad saw. Semoga kita semua menjadi pengikut setia DAN biasa menderita hingga TERBEBAS DARI segala DERITA sampai akhirat. Wallahu ‘alam.

(Penulis Master Trainer @logika_Tuhan)

No comments:

Post a Comment