Sunday, January 1, 2017

CEK APAKAH ANDA SUDAH BERIMAN KEPADA TUHAN?

Oleh:
MUHAMMAD PLATO


“Tidak mungkin orang-orang percaya kepada rasul-rasul, sebelum ia beriman kepada Allah; sedangkan beriman kepada Allah melalui ucapan para rasul atau melalui kitab-kitab suci, tidak dibenarkan”. (Syed Muhammad Abduh). Pernyataan ini saya kutif dari Muhammad Abduh tahun 1999, saya jadikan kata-kata mutiara dalam skripsi saya.

Waktu ujian sidang, dosen penguji bertanya tentang maksud pernyataan yang saya kutif dari Muhammad Abduh. Waktu itu saya tidak berani mengemukakannya, karena takut menyinggung atau disangka menjadi penganut ajaran agama yang menyimpang.

Sekarang saya ingin mengemukakan apa maksud dari pernyataan Muhammad Abduh tersebut. Beliau ingin menyampaikan kepada kita bahwa pada akhirnya sumber pembenaran kita kepada rasul dan seluruh ajarannya harus berawal dari keimanan kepada Allah.

Sebaliknya beriman kepada Allah karena ucapan-ucapan para rasul, atau kitab suci tidak dibenarkan. Jika kita beriman kepada Allah karena ucapan para rasul dan kitab suci, kita telah menjadikan rasul dan kitab suci sebagai penyebab keimanan. Karena demikian, keimanan kita menjadi bukan karena Allah tetapi karena rasul dan kitab suci. Sedangkan para rasul dan kitab suci memerintahkan kita semua untuk beriman kepada Allah saja.

Kesimpulannya, pernyataan Muhammad Abduh, mengajarkan kepada kita untuk memurnikan keimanan hanya kepada Allah saja, tidak kepada selain-Nya, Maka dari itu, jika kita saat ini masih meihat kebenaran berdasarkan kepada siapa yang menyampaikannya, maka kita sedang menduakan Tuhan.

Fenomena apa yang dikemukakan Muhammad Abduh, masih terjadi di zaman sekarang. Fanatisme beragama tidak lagi murni kepada Tuhan, tetapi lebih mengatasnamakan tokoh, dan golongan. Kondisi masyarakat semacam ini sangat rentan diadu domba. Tuhan dikotak-kotakkan menjadi pemilik kelompok dan tokoh-tokoh tertentu.

Sering kita temukan, orang berkeyakinan melakukan sesuatu, bukan karena keimanan kepada Tuhan tetapi atas anjuran sebuah kelompok atau tokoh. Melaksanakan hari raya idul fitri pada hari tertentu karena ikut organisasi. Berani melakukan sedekah karena atas anjuran guru agama. Mau ikut pengajian karena penceramahnya selalu membuat hati senang. Rajin shalat berjamaah di masjid karena pengurus masjid termasuk kawan dekat.

Melihat kondisi masyarakat semacam ini, saya takut masyarakat tidak lagi beriman kepada Tuhan, tetapi kepada kelompok dan tokoh-tokoh yang diagungkannya. Keimanan semacam ini akan melahirkan perpecahan, karena setiap orang menjadi fanatisme kelompok dan orang-orang yang diidolakannya.

Padahal di dalam kitab suci telah dijelaskan bahwa keimanan itu hanya kepada Tuhan. Para rasul hanya perantara Tuhan dalam menyampaikan kebenaran. Jika para rasul sudah menyampaikan kepada kita bahwa keimanan kepada Tuhanlah yang membenarkan semua keyakinan. Maka keimanan kepada Tuhan harus menjadi sebab dari segala tindakan.

“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (Al Baqarah, 2:62).

Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali". (Al Baqarah, 2:285)

Kondisi yang sangat berbahaya ketika masyarakat beriman kepada selain Tuhan, masyarakat akan terus dibayang-bayangi oleh konflik sampai menjadi konflik terbuka. Negara-negara di Timur Tengah, terpecah belah, saling membunuh hanya karena keimanan kepada kebenaran yang dianut oleh kelompok-kelompok, dan tokoh-tokoh yang diikutinya.

Saya tutup tulisan ini dengan pernyataan saya sendiri, “JIKA ANDA BERIMAN KEPADA TUHAN, TAPI TERPECAH BELAH. BACALAH ATAS NAMA TUHAN, SAMPAI KALIAN TEMUKAN TUHAN ITU PEMERSATU. JIKA KALIAN MASIH MELIHAT KEBENARAN BERDASARKAN PADA SIAPA ORANG ATAU KELOMPOK YANG MENYAMPAIKANNYA, MAKA ANDA SEDANG MENDUAKAN TUHAN”.

Sesungguhnya kalian diciptakan oleh Tuhan untuk menjadi umat yang satu, yaitu penyembah satu Tuhan. Jika kalian menemukan firman Tuhan disampaikan maka atas nama Tuhan lah kalian baca, bukan siapa yang menyampaikannya. Semoga kita semua diberi hidayah oleh Allah swt. Amin. Wallahu’alam.

(Penulis Master Trainer @logika_Tuhan)

No comments:

Post a Comment