Friday, January 6, 2017

MANUSIA BAIK ADALAH YANG BERBUAT SALAH


Oleh
MUHAMMAD PLATO

Bagi kita, manusia baik adalah mereka yang 100 persen berkelakukan baik, bagi Tuhan manusia baik adalah mereka yang tidak luput dari perbuatan salah.  Persepsi kita tentang siapa manusia baik, sering menjadi sebab timbulnya sikap berlebihan terhadap manusia-manusia yang berbuat salah.

Anda mungkin pernah menyaksikan pencuri ayam di arak dipertontonkan keliling kampung. Pencuri kendaraan bermotor rame-rame dibakar hidup-hidup oleh warga. Pelaku jinah di telanjangi dan dipermalukan di muka umum. Seorang guru atau ustad yang khilaf di maki-maki sebagai pecundang hingga harga dirinya turun drastis.

Ada juga yang berkomitmen buruk dengan menjadi pembenci seumur hidup kepada manusia lainnya.Sumpah saya tidak akan memaafkan kesalahan orang itu seumur hidup! Tidak sadar orang yang bersumpah ini telah menjadi orang buruk seumur hidup.  

Sikap berlebihan manusia semacam ini lahir akibat persepsi keterlaluan bahwa orang-orang baik adalah mereka yang 100 baik. Padahal Tuhan melalui Nabi Muhammad telah mengajarkan kepada kita,

“Semua anak Adam pembuat kesalahan, dan sebaik-baik pembuat kesalahan ialah mereka yang bertaubat”. (HR. Addarami)

“Iblis berkata kepada Robbnya, "Dengan keagungan dan kebesaranMu, aku tidak akan berhenti menyesatkan bani Adam selama mereka masih bernyawa." Lalu Allah berfirman: "Dengan keagungan dan kebesaranKu, Aku tidak akan berhenti mengampuni mereka selama mereka beristighfar". (HR. Ahmad)

“Tidak menjadi dosa besar sebuah dosa bila disertai dengan istighfar dan bukan dosa kecil lagi suatu perbuatan bila dilakukan terus menerus”. (HR. Ath-Thabrani)

Sesungguhnya Allah menurunkan kepadaku dua keselamatan bagi umatku. Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada diantara mereka dan Allah tidak akan mengazab mereka sedang (mereka) beristighfar (minta ampun), bila aku (Nabi Saw) pergi (tiada) maka aku tinggalkan bagimu istighfar sampai hari kiamat. (HR. Tirmidzi)

SEMUA MANUSIA PEMBUAT SALAH. Sekuat tenaga manusia menghindari dosa, maka dia akan terperosok pula ke dalam dosa. Karena dosa adalah ketetapan yang harus dilalui oleh setiap manusia.

Apabila kamu tidak pernah berbuat dosa maka Allah Tabaroka Wata'ala akan menciptakan makhluk lain yang berbuat dosa kemudian Allah mengampuni mereka”. (HR. Muslim)

Bahasa logika yang bisa kita pahami dari seluruh hadis di atas adalah semua manusia pasti akan berbuat salah. Maka bagi siapa saja tidak bisa menyalahkan orang lain, karena kesalahan pasti ada pada setiap diri manusia. Pribadi yang harus dimiliki oleh setiap manusia adalah menjadi pemaaf kepada siapa saja yang berbuat salah. Itulah pribadi agung yang diajarkan Tuhan kepada Nabi Muhammad saw.

Secara psikologis, bagi yang berbuat salah jangan terlalu merasa bersalah, bersikap wajar saja karena salah adalah bagian dari takdir manusia yang tidak bisa dihindari. Jangan putus asa ketika berbuat salah karena selama ada upaya memohon ampun, selama itu pula Tuhan selalu terbuka siang dan malam menerima tobat dan mengampuni dosa. Manusia salah adalah ketika mereka menghukum dirinya sebagai orang salah padahal Tuhan maha pengampun. Manusia salah adalah mereka yang tidak segera mengimbangi kesalahan dengan perbuatan baik.

Dihadapan Tuhan setiap manusia harus tetap optimis. Dihadapan manusia awam, tidak ada manusia sempurna karena semua manusia punya cela, tetapi di dalam pandangan Tuhan, semua manusia telah diciptakan sempurna tanpa cela. Maka manusia-manusia baik adalah manusia yang masih bisa berrasangka baik kepada Tuhan, karena Tuhan selalu membuka pintu ampunan sepanjang hayat dikandung badan.

Ilustrasi jalan lurus yang dilalui manusia
(Sumber Gambar, Billi P.S. Lim, 2013)

Bagi manusia biasa yang dimaksud jalan lurus adalah tanpa kelok, padahal bagi Tuhan jalan lurus adalah berkelok-kelok. Begitu terbatasnya pandangan manusia, dan begitu luasnya pandangan Allah swt. Semoga kita semua menjadi pribadi-pribadi agung yang bisa selalu bertindak baik atas petunjuk logika dari Tuhan. Amin. Wallahu ‘alam.

(Penulis Master Trainer @logika_Tuhan).

1 comment:

  1. Setuju Pak Toto selama hidupnya manusia tidak luput dari khilap jd meminta taubat rak henti2 Kepada Alloh yg Maha Pengampun

    ReplyDelete