Friday, September 30, 2022

YANG BENAR HIDUP INI BANYAK GRATISNYA

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Apakah anda suka mendengar perkataan ini? "tidak ada makan siang gratis". Pepatah ini, ingin mengatakan bahwa hidup ini tidak ada yang gratis. Sayang banyak orang memahami pepatah ini dengan pandangan sempit. Pepatah ini dipahami bahwa hidup ini tidak ada yang gratis, seolah-olah seluruh hidup ini semuanya berbayar. 

Cara berpikir sempit ini membuat manusia terjebak dengan pola pikir kerdil. Pola pikir seperti katak dalam tempurung, atau seperti ikan di dalam akuarium. Katak dalam tempurung berpikir seolah-olah dunia ini sempit karena hanya melihat ruangan terbatas dalam tempurung, demikian juga ikan. 

Benarkah hidupnya harus selalu berbayar? Banyak manakah, apakah banyak gratisnya atau banyak bayarnya hidup ini? Jawabannya hanya ada dua, tetapi argumennya yang harus kita perhatikan. Orang yang mengatakan hidup ini tidak ada yang gratis, sebuah tanda bahwa pengetahuannya terbatas dalam ruang dan waktu yang dialaminya.

Dunia Yang Material Membuat Manusia Lupa Pada Banyak 
Nikmat Yang Telah Allah Berikan.

Konsep hidup ini tidak ada yang gratis bukan berarti hidup ini semua berbayar, tetapi segala pencapaian hidup yang kita inginkan harus diraih dengan pengorbanan. Sifat jiwa berkorban harus dilatih dan dimiliki jika ingin hidup menuju kebaikan. Mungkin itu makna terbaik dari "tidak ada makan siang gratis".

Namun demikian, jika kita gunakan informasi dari Al Qur'an, hidup ini sebenarnya banyak gratisnya. Mengapa demikian? Jawabannya banyak diinformasikan dalam Al Qur'an.

"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak" (Al Kautsar, 108:1). Informasi ini memberi makna bahwa fasilitas hidup gratis jauh lebih banyak telah diberikan Allah kepada manusia. Namun keterjebakkan manusia dalam ruang dan waktu yang terbatas di dunia materil, cenderung membentuk pemahaman dangkat tentang hidup.

Fasilitas gratis yang dinikmati setiap hari oleh manusia adalah seluruh organ tubuh dan perangkat hidup lainnya seperti udara, tanah, air, pohon, sinar matahari, hewan, mikroorganisme dan tumbuh-tumbuhan. Sepertinya setiap hari kita harus mengeluarkan biaya untuk makan, minum, untuk bisa hidup. Padahal jika dihitung fasilitas gratis yang kita dapat untuk bisa makan, minum, dan tetap hidup, jauh lebih banyak. 

Kerja jantung yang setiap hari, siang, malam, dikala bangun, dan tidur terus menerus memompa darah keseluruh tubuh, kita dapat dengan gratis. Oksigen yang kita hirup, makanan, daging hewan yang kita makan semuanya sudah ada sejak sebelum kita hadir di muka bumi. Tanah yang kita pijak sudah tersedia sejak jutaan tahun yang lalu. Ketika kita lahir, semua fasilitas hidup sudah ada dan banyak yang kita gunakan secara gratis. 

Menjadi sesuatu yang masuk akal, jika manusia dikaterogirkan sering terjebak pada kondisi lupa diri pada fasilitas gratis yang banyak sekali kita gunakan. Untuk itu, kebanyakan manusia tidak bersyukur kepada pemberi kehidupan, karena terlalu mudah terpengaruh oleh cara pandangnya yang sempit dan terbatas. 

Maka sebagai pentunjuk hidup, Allah turunkan Al Qur'an agar manusia bisa membedakan karakter-karakter buruk mana yang harus dihindari oleh manusia. Salah karekater buruk manusia adalah mendustai fasilitas-fasilitas gratis yang telah banyak diberikan Tuhan. 

 Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk (Nya). di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar Rahman, 55: 10-13).***

 




 






No comments:

Post a Comment