Saturday, April 11, 2026

PEMIMPIN HARUS MISKIN

Oleh: Muhammad Plato

Michael H. Hart, menobatkan Nabi Muhammad dinobatkan sebagai pemimpin nomor satu paling berpengaruh di dunia dari 100 tokoh berpengaruh. Sebagai pemimpin Nabi Muhammad tidak membuat singgasana. Kepemimpinan Nabi Muhammad masih ditiru oleh empat sahabat terdekat Nabi. 

Mengapa Nabi mengajarkan gaya hidup miskin pada pemimpin? Menurut Prof. Suzie Sri Suparin S. Sudarman, M.A., dalam podcast di @last minute id,  "orang kaya jika sudah sangat kaya berubah jadi jahat". 

Hal ini diungkapkan melihat kasus prilaku jahat kaum kapitalis di Amerika Serikat (AS). Skandal kebobrokan pemimpin AS terungkap dari file tokoh-tokoh kapitalis yang berisi foto-foto penyimpangan sosial yang dilakukan para pemimpin kapitalis AS. Pemimpin AS sengaja menciptakan perang untuk kepentingan uang.


Nabi Muhammad dalam sebuah hadis bersabda, "Kesengsaraan yang paling sengsara ialah miskin di dunia dan disiksa di akhirat."  (HR. Ath-Thabrani dan Asysyihaab). "Hampir saja kemiskinan berubah menjadi kekufuran. (HR. Ath-Thabrani)". 

Kemudian Nabi Muhammad berdoa, "“Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkanlah aku nanti di hari kiamat bersama kelompok orang-orang miskin.” (HR. Ibnu Madjah dan Tarmidzi).

Dua konteks hadis di atas jika disimak terlihat bertentangan. Di satu sisi Nabi Muhammad mengajak umat manusia waspada dengan kemiskinan, di satu sisi Nabi Muhammad memberi contoh agar jadi pemimpin miskin. 

Nabi Muhammad setelah mendapat kemenangan menguasai Mekah, Beliau bisa menjadi orang paling kaya di Mekah. Namun Nabi Muhammad tetap memosisikan diri sebagai pemimpin miskin. Puncak spiritual seorang pemimpin adalah menjadi orang miskin. 

Miskin dalam konteks kepemimpinan adalah gaya hidup. Bukan berarti miskin tidak punya kekeuatan kapital atau harta. Sebab dalam perjuangan menegakkan Islam Nabi Muhammad menghabiskan seluruh hartanya untuk perjuangan Islam. 

Miskin adalah gaya hidup manusia yang tidak punya banyak angan-angan, hanya berpikir cukup makan, minum, dan semua kebutuhan terpenuhi. Artinya pemimpin miskin untuk pribadinya lebih fokus pada kebutuhan hidupnya bukan keinginan. Kebutuhan dasar hidup tidak jauh dari makan, minum, dan tidur.  

Semua energi perjuangan para pemimpin miskin adalah mensejahterakan orang-orang miskin. Rakyat harus kaya, pemimpin harus tetap miskin. Segala daya dan upaya pemimpin miskin memperjuangkan seluruh kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Bagi pemimpin miskin untuk dirinya sudah cukup. 

Nabi menginginkan mati dalam keadaan miskin. Nabi memahami, orang miskin waktunya singkat hadapi pertanggungjawaban kelak di akhirat. Orang kaya akan hadapi hisab panjang dari kekayaan yang dimilikinya di dunia.

"Orang-orang miskin dari kalangan kaum mukminin akan masuk surga setengah hari lebih dahulu daripada orang-orang kaya, dan setengah hari itu setara dengan lima ratus tahun." (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah). 

Inilah filosofi mengapa Nabi Muhammad berdoa minta hidup miskin dan mati miskin. Inilah filosofi seorang pemimpin yang pasti banyak peluang untuk mendapatkan kekayaan dari kekuasaan yang dimilikinya. Para calon pemimpin yang sudah siap memimpin kebutuhan hidupnya di dunia harus sudah selesai, dan gaya idupnya harus miskin, yang tidak banyak keinginan untuk dunia kecuali sebatas memenuhi kebutuhan hidup. 

Peemimpin miskin yang diharapkan Nabi, dicontohkan oleh dirinya sendiri. Kekuasaan Nabi Muhammad bisa meliputi Barat dan Timur. Kekayaan Nabi bisa sesisi langit dan bumi, tapi Nabi memilih hidup miskin, dan lebih mengkhawatirkan kehidupan umatnya. Itulah pemimpin miskin yang diajarkan Nabi Muhammad.***

No comments:

Post a Comment