Monday, November 25, 2013

MAU KAYA? BACA KUN FAYAKUN



Kata kun fayakun adalah perkataan Tuhan yang diucapkan ketika Tuhan berkehendak menciptakan sesuatu atau kejadian. Kata kun fayakun tertulis dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 117.

“Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya:  "Jadilah". Lalu jadilah ia”.

Kun fayakun, diterjemahkan menjadi kata “jadilah”. Lalu jadilah ia. Kata jadilah, dalam alam pikiran awan dipersepsikan sebagai bentuk penciptakan tanpa proses. Awam mempersepsikan kata jadilah seperti jin memenuhi permintaan Aladin. Tring...trin...tring...

Persepsi semacam ini tidak salah, karena Tuhan bisa berkehendak apa saja dalam menjadikan sesuatu. Tetapi ada persepsi lain yang perlu diketahui awam. Please open your mind!

Kata jadilah, tidak mutlak dipersepsikan sebagai kejadian tanpa proses. Jika dimutlakkan tanpa proses, umat akan terjebak pada pola-pola pikir yang kurang rasional, dan cenderung mistis. Sementara, Al-Qur’an mendandung ajaran-ajaran rasional.

Kecenderungan berpikir mistis (tanpa proses), akan berdampak pada sikap-sikap pasrah, kurang kreatif, dan malas. Alhasil umat Islam akan tenggelam dalam kejumudan.

Selain kata “jadilah”, terjemahan turunan dari kata kun fayakun, bisa juga “berproseslah, kerjakanlah, lakukanlah, bergeraklah, berhijrahlah”. Kun fayakun dilihat dari bentuk katanya adalah kata kerja. Maka dapat diterjemhakan ke dalam bahasa kita sebagai kata kerja. Untuk itu, kata Jadilah, berproseslah, kerjakanlah, lakukanlah, bergeraklah, berhijrahlah, adalah bentuk-bentuk lain dari kata kerja kun fayakun. Maka, dengan terjemahan berbagai macam kata kerja, kun fayakun dapat digunakan pada berbagai kejadian.

Menurut Agus Mustofa (2013), kata kun fayakun mengandung logika sebab akibat. Kata penghubung ‘fa’ sebelum ‘yakun’ adalah bermakna ‘maka’, atau ‘kemudian’ atau ‘lantas’, oleh karena itu menunjukkan adanya sebab akibat yang berarti mengandung proses. Selanjutnya beliau menegaskan, pemahaman saintifiknya, bahwa semua proses penciptakan sesuatu atau kejadian di alam semesta, membutuhkan waktu untuk berubah dari keadaan sebelum tercipta menjadi keadaan setelah tercipta. Meskipun itu hanya berlangsung sepersekian detik, atau berlangsung miliaran tahun.

Sekarang coba kita perhatikan bagaimana proses kesuksesan seseorang dalam membangun bisnis, atau menemukan teknologi baru. Semua pengusaha sukses berproses mulai dari kejadian sederhana sampai  kejadian komplek. Proses kejadian itu mengikuti logika sebab akibat, dan berkesinambungan (berproses). Hal ini berlaku dalam kajadian manusia dan penciptaan langit beserta bumi. 

Bisnis-bisnis besar yang dimiliki seorang pengusaha sukses, jika dibaca ke belakang rata-rata dibangun dari usaha-usaha kecil. Pengusaha-pengusaha sukses, selalu memiliki usaha sederhana yang awalnya disepelekan orang, dan berkembang menjadi kerajaan bisnis. 

Chairul Tanjung, bisnisnya dimulai dari menjadi makelar photo copy diktat mahasiswa ketika kuliah, Bob Sadino, membangun kerajaan bisnis mulai dari ternak ayam petelur dan menjualnya secara berkeliling, Dahlan Iskan, menjadi raja media dimulai dari wartawan surat kabar, Edy Soeryanto Soegoto, membangun kerajaan kampusnya dengan 17000 mahasiswa, dari lesan dua orang murid.

Kesimpulannya, kawan-kawan Tuhan selalu berkehendak menjadikan kalian orang-orang hebat. Kehendak Tuhan ini digambarkan dalam kata kun fayakun. Dalam bahasa yang bisa kita pahami, jika ingin membangun kerajaan bisnis, maka kun fayakun! Dalam arti operasional (bentuk kata kerja), lalukanlah, berproseslah, mulai dari bisnis-bisnis kecil. Tuhan berkehendak, bisnis-bisnis kecilmu akan berubah menjadi kerajaan bisnis, mulai hitungan detik, jam, bulan, dan tahun. Bersabarlah dalam ketetapan Tuhan. Walalhu ‘alam.

Salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @logika_Tuhan

No comments:

Post a Comment