Saturday, December 2, 2017

DUNIA AKAN DIPERSATUKAN OLEH CIA


Para ilmuwan memprediksi bahwa memasuki awal abad 21, masalah agama baik secara politik maupun kultural akan jadi bahan perdebatan. Diprediksi kesadaran kembali terhadap keberadaan Tuhan, mulai dilirik oleh masyarakat abad 21 terutama dari kalangan remaja dengan melakukan pembaruan.

Presdiksi para ilmuwan tentang kesadaran manusia terhadap Tuhan, berdasarkan pada data bahwa jumlah penganut Atheis di negara-negara sekuler mulai menurun, dan terjadi kenaikan tajam penganut agama di dunia. Salah satu data dikemukakan oleh Huntington (2002), telah terjadi kenaikan data penganut agama salah satunya penganut agama Islam di seluruh dunia. Penambahan pemeluk Islam, disinyalir disumbang dari konversi agama dan reproduksi penduduk di negara-negara berpenduduk muslim.

Pembaruan agama terjadi karena perubahan paradigma dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Saat ini, terjadinya suatu fenomena tidak bisa dipandang dari satu sudut pandang. Dunia diciptakan Tuhan dari kesatuan bukan dari keterpisahan. Untuk itu, setiap kejadian akan melahirkan persepsi dari berbagai sudut pandang ilmu, tidak didominasi oleh satu keilmuan.

Semula pengetahuan-pengetahuan yang bersumber dari agama dianggap bertentangan dengan ilmu alam, sekarang telah menunjukkan keharmonisan dan akan berdampingan setelah diketahui bahwa dunia ini hakikatnya saling berhubungan. Paradigma ini telah membawa kesadaran manusia untuk mengakui bahwa manusia tidak bisa lepas dari penciptanya yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

Kesadaran untuk kembali melihat keberadaan Tuhan, berkaitan dengan krisis tujuan hidup dari ideologi-ideologi yang menghilangkan peran Tuhan dalam kehidupan manusia. Kesadaran pembaruan berangkat dari persepsi tentang Tuhan. Persepsi Tuhan yang semula didominasi sebagai penghukum dosa manusia di luar kelompok, sekarang didominasi dengan Tuhan yang maha pengasih dan penyayang kepada seluruh umat manusia.

Prediksi para ilmuwan tentang pembaruan dalam hal agama yang dilakukan kaum muda, tidak bertentangan dengan prediksi Nabi Muhammad saw, seperti yang dijelaskan di dalam hadisnya, “sesungguhnya Allah mengutus untuk umat ini di penghujung setiap seratus tahun, orang yang mengadakan pembaruan (interprestasi) agama untuknya. (H.R. Abu Dawud dari Abi Hurairah).

Seperti kita ketahui, ideologi besar yang berpengaruh di dunia diwakili oleh negara super power yaitu, China mewakili ideologi komunis, dan Amerika Serikat mewakili ideologi liberal.  Menurut Ahmad Basara (2017) dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Cianjur Jawa Barat, ideologi-ideologi yang ditawarkan di dunia masih memiliki kekurangan. Ideologi liberal dia tidak punya keadilan sosial, komunis tidak punya Tuhan, dan khilafah tidak punya persatuan. 

Satu-satunya idedologi negara yang merangkum semua adalah PANCASILA. Di dalam pancasila semua kekurangan idelogi dunia ada. Dari Indonesia, PANCASILA bisa ditawarkan menjadi ideologi untuk mendamaikan dunia.

Pancasila dengan nilai-nilai ajaran agama tidak bertentangan. Orang beragama tidak perlu menjadikan PANCASILA sebagai dasar keimanan, karena PANCASILA adalah nilai-nilai ajaran setiap agama dan budaya. Dengan melaksanakan ajaran agama, di dalamnya sudah tercakup menjalankan PANCASILA. Dan orang-orang yang tidak menyakini Tuhan, mereka bisa diikat oleh moral ideologi PANCASILA sebagai budaya, yang nilai-nilainya bersumber dari ajaran-ajaran agama. Ideologi Pancasila adalah cita-cita dunia yang ingin hidup damai, sejahtera, dan berke-Tuhan-an yang Maha Esa.

NEGARA YANG KITA IMPIKAN ADALAH SEJAHTERA DUNIA DAN AKHIRAT
Dengan ideologi PANCASILA, diawali dari China, Indonesia, Amerika, mewakili negara-negara berpenduduk besar di dunia, bisa dipersatukan dalam cita-cita yang sama. Peluang untuk itu ada karena ketiga negara memiliki persamaan budaya berdasar nilai-nilai agama.

China memiliki budaya yang dilandasi nilai-nilai ajaran Khonghucu. Dalam ajarannya sangat mengutamakan hidup di jalan kebaikan salah satunya ajaran hormat pada orang tua, dan hidup jujur. Amerika sekalipun negara sekuler, negara tersebut masyarakatnya masih memiliki penghargaan tinggi terhadap pentingnya ajaran agama. Indonesia adalah negara beraneka ragam, dan masyarakatnya sangat terbiasa menerima perbedaan suku, agama, ras, dan bangsa, (SARA). 

Untuk itu dari Indonesia kami menawarkan untuk dunia, sebuah ideologi yang menjamin semua hak manusia tanpa membeda-bedakan asal keturunan, suku, agama, ras, dan bangsa. Ideologi Pancasila akan mengembalikan umat manusia kepada kolektif memori sesungguhnya bahwa manusia pada dasarnya adalah satu umat seperti yang sudah di tetapkan Tuhan di awal penciptaannya.

Wamaakaanannaasu illaa ummatan waahidatan pahtalapu
Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. (YUNUS, 10:19)

Tuhan berkehendak untuk menjadikan manusia menjadi satu umat kembali dengan ketetapannya. Pada akhirnya memang manusia akan menjadi umat yang satu, Tuhan telah memberikan peluangnya dengan memberikan ketetapan.

Walausaaa Allohu laza’alahum ummatan waahidatan
Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja),
(ASY SYUURA, 42:8)

Bagaimana caranya agar manusia bersatu. Tuhan pasti memberikan parasarananya kepada manusia. Salah satu prasarananya adalah buah karya pemikiran bersumber dan tidak bertentangan dengan  nilai-nilai ke-Tuhan-an. Salah satu buah karya pemikiran yang bersumber dari nilai-nilai ke-Tuhan-an, dan melindungi kesejahteraan manusia adalah PANCASILA

Maka dari itu, PANCASILA adalah kehendak Tuhan agar manusia menjadi umat yang satu. Ideologi PANCASILA bukan untuk Indonesia, tapi untuk menyatukan umat dunia. PANCASILA akan mempersatukan perbedaan budaya dunia, diawali dengan KOALISI budaya-budaya besar di dunia yaitu CHINA INDONESIA AMERIKA (CIA). Agama yang selama ini menjadi hambatan bersatunya umat, akan dipersatukan dalam ideologi PANCASILA. Wallahu ‘alam.

(Penulis Master Trainer @logika_Tuhan)

No comments:

Post a Comment