Sunday, December 5, 2021

ALLAH ITU GUE BANGET

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Diskusi dengan seorang ahli pendidikan Dudung Nurullah Koswara (DNK) menjadi inspirasi tuisan ini. Beliau melontarkan kaimat singkat namun perlu pemahaman mendalam, “Allah itu gue banget”. Kalimat ini mengandung makna sangat mendalam sekalipun disampaikan dalam bahasa anak millennial. Bahasa ini jika dirunut dari para pemikir muslim terdahulu, akan menuju pada satu imam besar yang menjelaskan tentang kisah cinta makluk kepada Tuhannya. Manusia bebas mengekpresikan rasa cintanya kepada Tuhan dengan kemampuan bahasa masing-masing. Demikian juga, Sujiwo Tejo mengambarkan Tuhannya sebagai  “Tuhan Yang Maha Asyik”. Sujiwo Tejo menggambarkan Tuhan sebagai Yang Maha Ngangenin dan selalu membuat orang senang.

Orang-orang yang sudah merasa dekat dengan Tuhannya akan mengekspresikan yang dicintainya dengan bahasa-bahasa tafsirnya sendiri. Seperti Nabi Muhammad SAW memanggil istrinya siti Aisyah dengan “yang bermuka merah”. Itulah manusia, bebas merefresentasikan kecintaannya dengan ekspresi hatinya. Bagi para motivator, Allah adalah motivator, bagi pemikir Allah adalah inspirator.

Terlepas dari persepsi orang tentang Allah, esensinya adalah manusia bebas mendekati Allah dengan kemampuan bahasa dan berbagai cara untuk tetap menjaga kedekatannya dengan Allah. Namun demikian, apapun persepsi orang, keyakinan yang harus tetap dijaga adalah Allah tetap Esa, Allah tidak sama dengan makhluk, dan Allah tidak beranak, ibu dan bapak. Adapun ekspresi cintanya pada Allah tergantung pada manusia bagaimana cara mendekatinya.

Berlogika Tuhan bukan memakhukkan Tuhan, tetapi hanya sebatas refresentasi manusia agar pikiran selalu dekat dengan Tuhan. Allah mengabarkan bahwa orang-orang yang selalu merasa dekat dengan Tuhan adalah mereka yang akan diberi kesejahteraan dunia dan akhirat. Wahyu Al-Qur’an adalah anugerah Tuhan untuk manusia, logika-logika yang terkandung di dalamnya adalah panduaan agar manusia merasa selalu dekat dan dibimbing oleh Tuhan.

“Allah itu gue banget”, menurut penulis adalah ekpresi seorang DNK bagaimana beliau begitu kenal dengan siapa Tuhannya. “Allah itu gue banget” mengekpresikan bahwa DNK sangat sering berkomunikasi dengan Tuhan. Kedekatannya dengan Tuhan, DNK mengidolalakan Tuhan sehingga DNK ingin menjadi seperti sifat-sifat seperti yang dimiliki Tuhan dan berakhlak seperti Tuhan. Sekaipun sebagai manusia DNK tidak bisa menyamai Tuhan, tetapi keinginannya hanya bisa diungkapkan dengan ekpresi bahasa dengan pilihan kata khusus dan spesial, “Allah itu gue banget”.

Untuk itu tidak ada yang mematasi seseorang untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan Tuhan Yang Esa. Manusia bebas mengekpresikan bagaimana cintanya kepada Tuhan, namun jika sudah cinta sama Tuhan, jangan coba-coba menduakan cinta kepada Tuhan, karena Syeh Abdul Qadir Jailani mengatakan, “Tuhan Maha Cemburu”. Jadi rayulah Tuhan dengan kata-kata paling menyenangkan yaitu, “Ya Tuhan hanya engkaulah satu-satuhnya Tuhan yang aku cintai, maka cintailah Aku dengan segenap hati Mu”. Semoga Allah ridha dan berkata, “jika cinta mu seluas lautan, maka cinta Ku pada Mu seluas langit dan bumi”.

“Allah itu maha asyik, Allah itu gue banget, Allah itu pencemburu, dan Allah Maha Pemilik Logika”, adalah ekpresi-ekpresi penuh rasa cinta manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa. Allah pasti membalas setiap cinta manusia dengan berlipat ganda. Amin. Walahu’alam. 

2 comments: