Thursday, May 19, 2022

BEBERAPA ALASAN MENGAPA TIDAK BOLEH BENCI

Oleh: Muhammad Plato

Benci adalah penyakit batin yang hanya dapat dirasakan oleh si pemilik hati. Memperbaiki hati hanya dapat dilakukan dengan cara refleksi diri oleh si pemilik hati. Pelajaran tentang hati merupakan ilmu memperbaiki kepribadian dengan membebaskan hati dari rasa benci. 

Beberapa alasan mengapa hati tidak boleh benci. Jawaban-jawaban di bawah ini sangat simple dan sederhana. Semua kebencian yang tersimpan dalam hati akan jadi kerugian untuk diri sendiri.

"Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang shaleh" (Al Baqarah, 2:130).

Kebencian yang tersimpan dalam hati selamanya menjadi prilaku hati yang kotor. Maka selama prilaku hati yang kotor akan mendatang hal-hal yang kotor untuk pribadi orang itu sendiri. Bukankah itu suatu kebodohan?

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Al Baqarah, 2:216)

Hati yang benci menjadi sebab kita tidak bisa mengenal kebaikan. Hati yang benci akan fokus hal yang menyenangkan hati. Padahal Allah menyimpan kebaikan di atas kehendak-Nya, bisa jadi hal itu dibenci atau disukai. Ada orang yang tidak mau menerima kebaikan dari orang lain hanya karena benci. Ada juga orang tidak menyukai makan ikan yang menyehatkan otak, karena tidak suka makan ikan. Ada juga mereka yang tidak suka pada seseorang, padahal orang yang dibencinya akan membawa kesejahteraan. 

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al Maa'idah, 5:8)

Kebencian dapat menimbulkan ketidakadilan dan bersikap. Hati yang benci akan mendorong pribadi seseorang memiliki prilaku buruk. Kebencian akan menghalangi pribadi seseorang menjadi pribadi yang mensejahterakan dirinya. Sebagai seorang pemimpin, kebencian akan membuat keputusan-keputusannya menjadi tidak adil, diskriminatif, dan selalu terselif niat-niat buruk.

Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat (Al Maa'idah, 5:64).

Semua permusuhan disebabkan oleh kebencian yang tersimpan dalam hati. Hati yang benci akan menolak persahabatan, perdamaian, dan sulit memaafkan. Ucapan-ucapan baik orang-orang yang punya kebencian, menjadi sebuah kepuara-puraan.

Begitulah beberapa alasan mengapa kita tidak boleh memelihara kebencian kepada siapa pun, kepada makhluk apapun, dan kepada benda apapun. Sebab Allah bisa jadi menyimpan kebaikan demi kebaikan dari apa apa yang kita benci.

Pertanyaan terkahir, mengapa kita membenci? Karena belum tentu juga kita termasuk orang yang menyenangkan bagi orang lain. Jika orang lain membenci kita, maka kebodohan untuk orang-orang yang memelihara hatinya tetap benci. Sesungguhnya kebodohan sebodoh bodohnya seseorang yaitu mereka yang memelihara kebencian atas nama harga dirinya. Sementara kebencian itu menyeretnya sedikit demi sedikit pada kebodohan dan kerugian untuk dirinya sepanjang hayat dikandung badan.*** 

 

No comments:

Post a Comment