Saturday, March 9, 2013

LOGIKA ADALAH SOFTWARE UNTUK MEYAKINI TUHAN


Semua orang (baik/buruk) hidup dalam logika Tuhan termasuk setan. Manusia baik atau jahat, setan baik atau jahat, hanya menggunakan ketentuan-kententuan Tuhan dalam meraih tujuan hidupnya. Tidak ada manusia, setan, malaikat yang menciptakan ketentuan.

Semua yang ditemukan manusia, sudah ada sebelumnya, manusia hanya menjelaskan kronologis bagaimana ketentuan-ketentuan tersebut bisa dipahami dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia. Segala jenis teknologi merupakan pemanfaatan dari ketentuan-ketentuan Tuhan yang berhasil dipahami manusia.

Dari hal terumit sampai yang sederhana semua berada dalam ketentuan Tuhan. Pada abad ke-20 para ilmuwan memahami bahwa realitas kehidupan adalah yang terpisah-pisah seperti yang kita lihat sekarang. Manusia dengan manusia lainnya terpisah, laut dengan daratan, bumi dengan langit, semuanya dipersepsi sebagai benda yang terpisah-pisah.

Dari pandangan semacam itu lahirlah pemikiran reduksioneisme (memisah-misahkan) benda menjadi bagian-bagian terkecil. Setiap bagian berdiri sendiri tanpa harus berhubungan dengan bagian lain. Pandangan ini dianggap sebagai kebanaran hakiki.

Lahirlah pula ajaran pemisahan yang sering kita sebut sekularisme. Lahir lagi ajaran yang sering kita sebut individualisme. Lahir pula pemikiran bahwa setiap individu dengan individu lain harus bersaing bukan bekerjasama. Pemikiran-pemikiran ini memang ada dalam ketentuan Tuhan. Tidak salah manusia mempersepesinya, namun kesalahannya dia menapikan ketentuan hidup yang lainnya. Seolah-olah sekularisme, individualisme, dan kompetisi sebagai satu-satunya jalan hidup yang harus diperjuangkan.

Maka memasuki abad ke-21, ditemukan sebuah realitas bahwa hidup ini bukan keterpisahan, tapi keterpaduan. Benda-benda yang terlihat terpisah-pisah itu ternyata berada dalam satu kesatuan. Inilah yang disebut dengan dunia kuantum, diambil dari nama benda terkecil dalam dunia fisika yaitu quanta.
Quanta ini adalah benda namun tidak berwujud, gerakannya acak, dan merupakan esensi dari seluruh benda. Quanta diibaratkan seperti udara yang berada dalam satu ruangan yang tidak terpisah-pisah. Hal ini menjelaskan bahwa dalam kenyataan hidup ini memiliki dua dimensi, yaitu dunia nyata yang terpisah-pisah dan dunia hakikat yang terpadu.

Bagi Tuhan dunia kuantum bukan hal baru, sejak penciptaan manusia, Tuhan sudah memberitahukan kepada manusia. Bahwa alam raya diciptakan dalam keterpaduan. Manusia diciptakan dari diri yang satu, lalu menciptakan Istri (terpisah), mengembang biakkan laki-laki dan perempuan (terpisah-pisah), saling meminta satu sama lain dengan memelihara silaturahmi (saling berhubungan/kuantum). Demikianlah Tuhan menjelaskan tentang dua dunia yaitu dunia terpadu dan terpisah-pisah.

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (An Nisaa:1).

Dalam kitab suci Al-Qur’an Tuhan menjelaskan tentang keberadaan dua dunia yang disebut dunia gaib dan dunia nyata. Dunia gaib adalah dunia kuantum (quanta) yang terpadu, dan dunia nyata adalah dunia empiris yang terpisah-pisah. 

Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (Al Hasyr:22)

Kebenaran mana lagi yang hendak engkau dustakan? Tuhan maha mengetahui, dan manusia tidak mengetahui. Manusia diberi akal untuk memahami hukum-hukum yang telah ditetapkan Tuhan, agar manusia semakin yakin kepada Tuhan. Logika adalah sofware yang diberikan kepada manusia agar mereka bisa semakin yakin kepada Tuhan. 

Salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @logika_Tuhan.

2 comments:


  1. "Can logic serve as a software for belief in a higher power?" Greeting : Telkom University

    ReplyDelete
  2. Logic is software that exists in every brain, the results of its work depend on the knowledge it processes

    ReplyDelete