Tuesday, April 4, 2023

MEMBACA KATA KATA DPR

Oleh: Muhammad Plato

Beberapa kata-kata ini bisa kita dapatkan keluar dari mulut anggota DPR. "Pejabat yang ketahuan korupsi itu karena keterlaluan, kalau sedikit-sedikit tidak apa-apa". Kita komentari dulu kata-kata ini. Apakah kata-kata ini mengandung kebenaran, karena dikeluarkan oleh pejabat publik setingkat nasional. Jika pernyataan ini digunakan oleh semua pejabat negara, apakah dijamin bangsa ini masih bisa membangun bangsanya?

Salah seorang anggota DPR lainnya berbicara, setiap orang punya kotoran, artinya sama-sama harus saling melindungi menutupi kotoran. Seorang anggota DPR lainnya berkata, "penyelesaikan masalah tidak bisa selesai jika tidak diperintahkan juragan". Membaca kata kata DPR, sulit dirasa untuk menjelaskannya pada rakyat. Sulit sekali membaca kata-kata dari anggota DPR ini. 

Namun demikian anggota DPR perlu bekal kemampuan untuk berkomunikasi di ranah publik. Sebagai wakil rakyat mereka harus berkomunikasi atas nama rakyat. Bahasa yang bisa digunakan terkait kasus korupsi, anggota DPR harus harus tetap berkomitmen untuk berusaha memperjuangkan kesejahteraan rakyat dengan meminimalisir korupsi. Semaksimal mungkin penggunaan anggaran harus digunakan untuk kepentingan rakyat. Bahasa ini lebih mudah diterima oleh publik, sekalipun dibalik kenyataannya setiap anggota DPR punya cara-cara teknis sendiri dan mengurangi praktek korupsi. 

Terkaitan dengan kotoran-kotoran yang dimiliki setiap orang, kata-kata yang dimunculkan jangan terkesan untuk saling melindungi keburukan, tetapi disampaikan kata-kata yang mengajak untuk refleksi diri, memperbaiki kinerja untuk kepentingan rakyat. Kata-kata untuk saling menutupi kotoran hal itu ranah pribadi yang tidak perlu diungkap di muka publik. 

Perihal kendali para anggota DPR, tidak perlu diungkap ke publik bahwa DPR patuh pada juragan masing-masing. Kata-kata "ketergantungan pada juragan" kurang tepat dikatakan dalam rapat DPR yang merupakan rapat tinggi negara, yang fungsinya tunduk pada kepentingan rakyat. Jawaban yang bermarwah jika anggota DPR mengatakan, untuk urusan kepentingan negara, kami harus bicara dengan semua pihak, bukan berdasarkan arahan juragan masing-masing.

Para anggota DPR perlu bekal kemampuan komunikasi publik. Anggota DPR harus tetap menjaga nama baik di mata masyarakat dengan membangun komunikasi publik yang positif. Rakyat kecil mereka masih berharap anggota DPR masih memperjuangkan nasibnya. Anggota DPR bukan kumpulan teman-teman akrab yang kalau berkomunikasi seperti di warung kopi. 

Anggota DPR orang-orang terhormat yang harus menjaga ucapan dan prilakuknya karena mereka milik publik. Bicara di ruang publik berbeda dengan bicara di pos ronda atau warung kopi. Komunikasi di ruang publik harus terlihat seperti kesatria sekalipun kenyataannya bandit bermata satu.***   


No comments:

Post a Comment