Wednesday, March 22, 2017

DUNIA INI SEMUANYA BAIK


OLEH:
MUHAMMAD PLATO

Bagaimana menurut Mu, apakah dunia ini tercipta terdiri atas dua kutub, yaitu baik dan buruk? Jika jawabannya iya, maka sesungguhnya Kamu telah melanggar perintah Allah, yaitu menjauhi prasangka buruk. Kenyataan keberadaan kutub positif dan negatif tidak mengandung arti nilai, bahwa kutub positif baik dan kutub negatif buruk, dua kutub itu adalah ketentuan yang sama-sama akan melahirkan kebaikan.

Bacalah firman Allah ini dengan teliti dan mohonlah pertolongan hidayah kepada-Nya.

“Kemudian setelah kamu berduka-cita Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan daripada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah. Mereka berkata: "Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?" Katakanlah: "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah". Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini". Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati”. (Ali Imran, 34:154).

Ayat ini berkisah tentang keberadaan kaum Muslimin setelah mengalami kekalahan, kehinaan, dalam Perang Uhud. Kaum muslimin yang tetap beriman sekalipun mengalami kekahalan mereka diberi keamaan dan kenyamanan dengan datangnya kantuk sehingga mereka bisa tertidur dengan nyeyak. Namun sekelompok kaum muslimin yang mulai goyah keimanannya, mereka dihinggapi rasa cemas, takut, khawatir dan tidak bisa tidur. Mereka takut setelah kekalahan ini, kaum muslimin akan kembali menjadi kelompok tertindas karena dianggap tidak lagi memiliki kekuatan.

Keragu-raguan telah menghinggapi pikiran mereka. Mereka bertanya-tanya, mengapa mereka (Pasukan Nabi) bisa mengalami kekalahan dalam perang padahal dalam pasukan itu ada Nabi yang dikasihi Allah. Lalu mereka berprasangka buruk kepada Allah, kekalahan perang disebabkan Allah tidak memberikan pertolongan dan terbersit dalm pikiran mereka mulai meragukan kenabian Nabi Muhammad saw.

Lalu Allah menurunkan hidayah pengetahuan kepada mereka, “katakanlah: “sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah”. Siapapun tidak bisa menolak segala ketentuan Allah. Jika orang itu ditakdirkan mati, sekalipun mereka berada di dalam rumah mereka akan dikeluarkan dan mati terbunuh di mana tempat mereka harus mati terbunuh. 

REZEKI BURUNG INI DIATUR OLEH ALLAH

Sesunguhnya kejadian-kejadian buruk yang disangkakan oleh manusia kepada Allah itu adalah ujian bagi setiap jiwa agar semakin baik, semakin dekat dan semakin taat kepada Allah. Sangkaan-sangkaan buruk itu adalah prilaku buruk pikiran dan hati manusia yang akan membinasakan manusia itu sendiri.
Jika kamu menyangka bahwa dunia ini tercipta dari unsur baik dan buruk, maka 50% kamu telah berprasanka baik kepada Allah, dan 50% kamu telah berprangka buruk kepada Allah. Dan kita telah melanggar perintah Allah untuk menajuhi perbuatan dosa, yaitu (sebagian) 50% prasangka buruk yang kita sangkakan terhadap Allah.

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya SEBAGIAN (50%) prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain”. (Al Hujuraat, 49:12).

Prasangka buruk adalah faktor penyebab kebinasaan bangsa, negara, dan umat manusia. Prasangka buruk adalah kesalahan pikiran manusia karena melihat setiap kejadian berdasarkan apa yang dilihatnya bukan dari pengetahuan dari Allah yang tersurat, tersirat dalam kitab suci.

Maka jika kita membaca kitab suci, sesungguhnya sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang pasti terjerumus ke dalam jurang kenistaan namun pikiran dan hatinya tetap berharap ampunan dan rahmat dari Tuhannya tanpa pernah putus asa. Dan manusia hebat adalah mereka yang masih sadar ketika berbuat dosa, bersabar dan sholat meminta jalan keluar, tanpa prasangka buruk kepada Tuhannya.

Logika yang benar adalah “ketika hal-hal yang tidak diinginkan menimpa, seharusnya dibaca! Allah sedang memberi tahu kepada semua orang bahwa kita orang baik, jika kita sabar dan tetap optimis kepada janji Allah”. Dan harus diakui pula bahwa setiap apa yang kita terima adalah balasan dari apa yang telah kita kerjakan. Setiap balasan dari apa saja yan gkita kerjakan tujuannya adalah kebaikan, jika kita berpikir dengan logika Tuhan. Demikian penejalasan saya, mohon maaf lahir batin atas segala kekurangannya selama ini. Wallahu ‘alam.

(Penulis Master Trainer logika_Tuhan)

No comments:

Post a Comment